Anda di halaman 1dari 10

KKN TEMATIK UNILA PERIODE 1 (JANUARI-PEBRUARI 2012)

Sosialisasi Pembuatan :

Paya, 12 Pebruari 2012

Belakangan ini, pemanfaatan daging buah kelapa menjadi lebih variatif. Virgin coconut oil ( VCO ) merupakan bentuk olahan daging kelapa yang baru-baru ini banyak diproduksi orang. Di beberapa daerah, VCO lebih terkenal dengan nama minyak perawan, minyak sara, atau minyak kelapa murni. Minyak kelapa murni merupakan hasil olahan kelapa yang bebas dari trans-fatty acid (TFA) atau asam lemak-trans. Asam lemak trans ini dapat terjadi akibat proses hidrogenasi. Agar tidak mengalami proses hidrogenasi, maka ekstraksi minyak kelapa ini dilakukan dengan proses dingin. Misalnya, secara fermentasi, pancingan, sentrifugasi, pemanasan terkendali, pengeringan parutan kelapa secara cepat dan lain-lain.

VCO terbuat dari minyak kelapa murni yang dibuat tidak melalui proses pemanasan sehingga tidak menyebabkan ketengikan. Minyak VCO sangat bagus di gunakan karena mengandung komponen antioksidan yang dapat menawar racun juga berperan menjaga kebugaran tubuh serta meningkatkan vitalitas. Minyak VCO berbeda dengan minyak kelapa pada umumnya, jika minyak kelapa yang dibuat secara tradisional sangat cepat mengalami ketengikan, minyak VCO dapat disimpan sampai lebih dari satu tahun dan tidak tengik.

Minyak kelapa murni memiliki sifat kimia-fisika antara lain : 1. penampakan : tidak berwarna, Kristal seperti jarum 2. aroma : ada sedikit berbau asam ditambah bau caramel 3. kelarutan : tidak larut dalam air, tetapi larut dalam alcohol (1:1) 4. berat jenis : 0,883 pada suhu 20C 5. pH : tidak terukur, karena tidak larut dalam air. Namun karena termasuk dalam senyawa asam maka dipastikan memiliki pH di bawah 7 6. persentase penguapan : tidak menguap pada suhu 21C (0%) 7. titik cair : 20-25C 8. titik didih : 225C 9. kerapatan udara (Udara = 1)

Alat yang digunakan. Parutan kelapa Bak penampung santan

Bahan yang digunakan Buah kelapa yang sudah tua Getah pepaya / nanas muda yang dihaluskan (sebagai Enzim). Air.

Cara ini merupakan cara pembuatan VCO tanpa proses pemanasan. Minyak yang dihasilkan berwarna bening seperti kristal. Kandungan asam lemak rantai sedang dan antioksidannya tidak banyak berubah sehingga tidak mudah tengik. Enzim yang dibutuhkan adalah enzim papain (daun papaya), enzim bromelin (buah nanas), dan enzim protease dari kepiting sungai. Pembuatan santan dilakukan secara biasa yaitu dengan memarut daging kelapa, kemudian di larutkan dengan air secukupnya. Setelah itu parutan kelapa diperas dan dihasilkan santan murni, selanjutnya dilakukan penyaringan supaya ampas kelapa tidak tertinggal di santan.

Setelah terbentuk santan diamkan selama 1 jam sampai terbentuk krim dan skim santan. Buang bagian skim santan dengan menggunakan selang. Parut nanas hingga halus. Jika menggunakan daun papaya iris tipis-tipis sampai mengeluarkan getah. Jika menggunakan kepiting sungai maka kepiting tersebut dihaluskan. Campurkan santan dengan enzim bromelin atau enzim papain atau enzim protease kepiting sungai dengan cara diaduk. Diamkan selama 20 jam hingga terbentuk 3 lapisan yaitu minyak, blondo dan air. Buang air dengan selang dan ambil minyak dengan sendok besar secara hati-hati agar blondo tidak ikut. Lalu lakukan penyaringan.

Buah kelapa

Metodelo gi air

Buah Pepaya

Diparut

Diblender

Disaring

Ampas Kelapa

Disaring Sari Buah Pepaya (Enzim Papain)

Santan

Didiamkan sekitar 20 jam Terbentuk 3 lapisan Dipisahkan

Ampas buah Pepaya

Minyak kelapa murni

Getah pepaya

kelapa

Air Santan

Blondo dihilangkan Pembotolan membentuk 3 lapisan Lapisan air dibuang

Minyak

Keindahan itu bukanlah bagaimana kita menciptakan hal yang baru, melainkan bagaimana kita bisa memanfaatkan segala yang TERIMA KASIH kita miliki menjadi istimewa.