Anda di halaman 1dari 16

PERSALINAN PREMATUR

Click to edit Master subtitle style


Oleh: Evi Syahrinawati Hastuti Nurul Nadia Pembimbing: Dr.Cut Meurah Yeni,Sp.OG(K)

4/25/12

Latar Belakang

penyebab utama kematian dan kesakitan neonatus kejadian persalinan prematur cenderung makin meningkat setiap tahunnya Indonesia angka kejadian berat badan lahir rendah dan prematur masih tinggi yakni sekitar 14% dari sekitar 4 juta kelahiran4/25/12

Angka

Di

Definisi
(WHO)

prematur adalah usia kehamilan lebih dari 20 minggu kurang dari 37 minggu. yang mengutip pendapat Herron,dkk persalinan prematur adalah kontraksi uterus yang teratur setelah kehamilan 20 minggu dan sebelum 37 minggu, dengan interval kontraksi 5-8 menit atau kurang 4/25/12 dan disertai dengan satu atau

Wibowo(1997)

Etiologi
penyebab kelainan Banyak

pasti kelahiran premature tidak diketahui prematur bukan tunggal melainkan multikompleks faktor risiko yang berpengaruh baik mayor maupun minor

4/25/12

Faktor risiko mayor


Kehamilan Anomaly Serviks

multiple

uterus

terbuka >1cm pada kehamilan 32 minggu Serviks mendatar/memendek kurang dari 1 cm pada kehamilan 32 minggu
4/25/12

Lanjutan,,,
Riwayat Riwayat Operasi

abortus pada trimester II lebih dari 1 kali persalinan preterm sebelumnya abdominal pada kehamilan preterm operasi konisasi uterus
4/25/12

Riwayat

Iritabilitas

Faktor risiko minor


Penyakit

yang disertai demam

Perdarahan Riwayat Merokok

pervaginam setelah kehamilan 12 minggu pielonefritis lebih dari 10 batang abortus pada trimester II

perhari
Riwayat Riwayat

abortus pada trimester I lebih dari4/25/12 2 kali

Patogenesis

4/25/12

Kriteria diagnosis
Usia

kehamilan antara 20 dan 37 minggu lengkap atau antara 140 dan 259 hari uterus (his) teratur, pastikan dengan pemeriksaan inspekulo adanya pembukaan dan servisitis. dalam menunjukkan bahwa serviks telah mendatar 50-80%, atau sedikitnya 2 cm 4/25/12

Kontraksi

Pemeriksaan

Pemeriksaan
1) Laboratorium5
Pemeriksaan Pemeriksaan

kultur urine gas dan pH darah darah tepi ibu:

janin
Pemeriksaan Jumlah

lekosit protein

C-reactive

Prokalsitonin

4/25/12

Penatalaksanaan
Tujuan:
1)

Untuk menghambat atau mengurangi kekuatan dan frekuensi kontraksi, sehingga menunda waktu untuk persalinan dan mengoptimalkan status janin sebelum kelahiran prematur.
4/25/12

2)

Tirah

baring dan sedasi fungsi pematangan antibiotik tokolitik

Hidrasi

Akselerasi

paru
Pemberian Pemberian

4/25/12

4/25/12

Proses persalinan
Pada

proses persalinan prematur, keterlibatan ahli perinatologi yang baik sangat dibutuhkan karena proses pengelolaan bayi baru lahir prematur harus dilakukan dengan baik.

4/25/12

Click to edit Master subtitle style

Terimakasih

4/25/12

4/25/12