Anda di halaman 1dari 39

HEMOPTISIS ET CAUSA TB PARU DUPLEX

AYU WULAN ANGGRENI 030.05.046

Hemoptoe adalah ekspektorasi darah atau dahak yang mengandung bercak darah dan berasal dari saluran napas bawah. Hemoptoe masif adalah batuk darah antara >100 sampai >600 mL dalam waktu 24 jam

Penyebab dari batuk darah (hemoptoe) dapat dibagi atas : Infeksi, terutama tuberkulosis, abses paru, pneumonia, dan kaverne oleh karena jamur dan sebagainya. Kardiovaskuler, stenosis mitralis dan aneurisma aorta. Neoplasma, terutama karsinoma bronkogenik dan poliposis bronkus. Gangguan pada pembekuan darah (sistemik). Benda asing di saluran pernapasan. Faktor-faktor ekstrahepatik dan abses amuba

Pada tuberkulosis, hemoptoe dapat disebabkan oleh cavitas aktif atau oleh proses inflamasi tuberkulosis di jaringan paru. Apabila tuberkulosis berkembang menjadi fibrosis dan perkejuan, dapat terjadi aneurisma arteri pulmonalis dan bronkiektasis yang akan mengakibatkan hemoptoe.

Patofisiologi Setiap proses yang terjadi pada paru akan mengakibatkan hipervaskularisasi dari cabang-cabang arteri bronkialis yang berperanan untuk memberikan nutrisi pada jaringan paru bila terjadi kegagalan arteri pulmonalis dalam melaksanakan fungsinya untuk pertukaran gas. Terdapatnya aneurisma Rasmussen pada kaverna tuberkulosis yang merupakan asal dari perdarahan pada hemoptoe masih diragukan. Teori terjadinya perdarahan akibat pecahnya aneurisma dari Ramussen ini telah lama dianut, akan tetapi beberapa laporan autopsi membuktikan bahwa terdapatnya hipervaskularisasi bronkus yang merupakan percabangan dari arteri bronkialis lebih banyak merupakan asal dari perdarahan pada hemoptoe.

Definisi Penyakit TB
Penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis complex. Diidentifikasi dari spesimen klinik (jaringan, cairan tubuh, usap tenggorok) dan kultur. Atau apabila ditemukan satu atau lebih dahak BTA positif.

Gejala klinis
Gejala Respiratori: Batuk produktif 2 minggu Batuk darah Sesak nafas Nyeri dada Gejala Sistemik: Demam Malaise Keringat malam Anoreksia BB menurun

Patofisiologi
Droplet nuclei terhirup mencapai alveolus mekanisme imunologis non spesifik fagositosis oleh makrofag mati / hidup berkembang biak di alveolus makrofag tidak bisa membedakan nekrosis / pengkejuan likuifikasi fibrosis kalsifikasi

Membentuk koloni fokus primer kuman TB menyebar melalui saluran limfe kelenjar limfe regional limfadenitis kompleks primer

Diagnosis TB
Anamnesis Pemeriksaan fisik Laboratorium Pemeriksaan sputum Rontgen

Pasien dengan sputum BTA positif: ditemukan BTA sekurang-kurangnya pada 2 x pemeriksaan mikroskopik, atau Satu sediaan sputum positif disertai kelainan radiologis yang sesuai dengan TB aktif, atau Satu sediaan sputum positif disertai biakan positif Pasien dengan sputum BTA negatif: tidak ditemukan BTA sedikitnya pada 2 x pemeriksaan mikroskopik tetapi gambaran radiologis sesuai dengan TB aktif, atau Pada pemeriksaan tidak ditemukan BTA sama sekali, tetapi pada biakan positif TB ekstra paru Pasien dengan kelainan histologis atau/ dengan gambaran klinis sesuai dengan TB aktif atau Pasien dengan satu sediaan dari organ ekstra paru menunjukkan hasil bakteri M. tuberculosae

WHO berdasarkan terapi membagi TB dalam 4 kategori, yaitu: Kategori I, ditujukan terhadap: - kasus baru dengan sputum positif - kasus baru dengan kerusakan parenkim yang luas - Kasus baru dengan bentuk TB ekstra paru berat Kategori II: - kasus kambuh - kasus gagal dengan BTA positif Kategori III: - kasus BTA negatif dengan kelainan paru yang tidak luas - kasus TB ekstra paru selain dari yang disebut dalam kategori Kategori IV: - TB kronis

Penatalaksanaan
Pengobatan TB terbagi 2 fase yaitu fase intensif (2-3 bulan) dan fase lanjutan (4 bulan). OAT yang dipakai jenis obat lini pertama: INH, Rifampisin, Pirazinamid, Etambutol, Streptomisin. 2RHZE/4H3R3

Tujuan terapi
Tujuan : Menyembuhkan pasien dan mengembalikan kualitas hidup dan produktivitas Mencegah kematian karena penyakit TB aktif atau efek lanjutannya Mencegah kekambuhan Mengurangi transmisi atau penularan kepada yang lain Mencegah terjadinya resistensi obat serta penularannya

Nama Usia Jenis Kelamin Alamat Pendidikan terakhir Pekerjaan Agama Suku Status pernikahan Tanggal masuk RS Bangsal

Tn. K
21 tahun

Pria
Desa Mulyajaya, Karawang SD

Buruh
Islam Sunda Menikah 20 Maret 2012 Cikampek

Sesak nafas

mual

Os datang dengan keluhan Batuk berdarah 4 hari SMRS. Batuk darah berwarna merah segar, jumlah kirakira 1 gelas aqua, dan kental.

Os juga mengeluh sesak nafas dan batuk berdahak tanpa darah sejak 3 minggu yang lalu, sesak dirasakan hilang timbul dan bertambah berat saat aktifitas.

OS mengeluhkan kadang-kadang demam , demam naik turun, hanya dirasa hangat-hangat saja. OS juga mengaku sering mengalami keringat malam.
Lemas, mual dan nafsu makan yang berkurang juga dikeluhkan OS. OS mengaku berat badan nya menjadi semakin kurus sejak sakit, dengan penurunan BB 8Kg selama 2 bulan

Riw. Batuk lama sebelumnya (-)

Riw. Batuk darah sebelumnya (-)

Hipertensi (-)

DM (-)

Asthma (-)

Peny. Jantung (-)

Adik, kakak dan ibu Sakit seperti OS (+) dan sudah berobat tuntas

Hipertensi (-)
DM (-)

Asthma

(-)

Peny. Jantung (-)

Saat permulaan batuk muncul, Os hanya membeli obat OBH, setelah dirasakan membaik kemudian OS tidak mengkonsumsi obat OBH lagi.

Alkohol (-)
Merokok (+) sejak umur 15 tahun 6 batang/hari Jarang berolah raga Obat-obatan suntik (-)

Ling. Rumah padat penduduk (+) Ventilasi masih bagus/ cahaya matahari masih bisa masuk rumah

Keadaan umum
Tampak sakit sedang
Kesadaran Compos mentis
Berat Badan

50 kg
Tinggi Badan

162 cm BMI

19,1 (normal)

TD : 110/70 mmHg

Nadi : 92x/min

Tanda vital
Suhu: 37.20 C

Pernapasan: 28x/min

Status Generalis

Kepala Mata
Leher

Normocephali

Konjungtiva anemis +/+ Sklera ikterik -/ Pupil bulat isokor, Refleks cahaya langsung/tidak langsung +/+ KGB tidak teraba membesar Kelenjar tiroid tidak teraba membesar JVP 5+2 mmH2O

THORAX

AUSKULTASI

Ictus cordis tampak di ICS 5 1cm medial LMCS

Ictus cordis teraba di ICS 5 1 cm medial LMCS

PALPASI

INSPEKSI

PERKUSI

Pembesaran jantung (-)

BJ 1 dan 2 reguler, murmur (-), gallop (-)

THORAX

AUSKULTASI

Tampak pergerakan dinding dada simetris Retraksi sela iga (-)

Teraba pergerakan dinding dada simetris Vocal fremitus sama kerasnya

Redup di lap. Paru kanan atas Sonor diseluruh lapang paru, kec kanan atas

PALPASI

INSPEKSI

PERKUSI

SN vesikular Rh +/+ Wh -/-

Abdomen
Inspeksi Datar Kulit: sawo matang Spider nevi (-), kaput medusae (-) Palpasi Supel, Nyeri tekan (+) di regio epigastrium Hati dan limpa tidak teraba membesar Perkusi Timpani (+) Auskultasi Bising usus (+) normal, Arterial bruit (-), Venous humm (-)

Ekstremitas
Akral hangat
+ + + +

Edema

20 Maret 2012

HEMATOLOGI
Hb Leukosit

HASIL
12,5 g% 6.500/uL

NILAI NORMAL
12 17 g% 5000-10.000/uL

Trombosit Ht GDS Ureum Creatinin

304.000 40 % 101 mg/dl 27 mg/dl 0,75 mg/dl

150.000-450.000 37-48 % 80-140 mg/dl 10-45 mg/dl 0.4-1.5 mg/dl

PEM SPUTUM : BTA ?

ANAMNESIS

PEM. FISIK TD: 110/70 mmHg Nadi: 92x/min Suhu: 37,20 C Pernafasan: 28 x/menit Thorax : perkusi Redup di kanan atas Ronkhi +/+

PEM. LAB, DLL Rontgen thorax: Tampak bercak infiltrat pada kedua lapang paru

Batuk berdarah 4 hari SMRS, berwarna merah segar, jumlah kirakira 1 gelas aqua, dan kental.
Batuk tanpa darah dan Sesak nafas sejak 3 minggu SMRS Demam naik turun Keringat malam Mual Penurunan nafsu makan Lemas Penurunan BB

DIAGNOSIS BANDING
Hemoptisis ec TB paru Duplex kasus baru Hemoptisis ec Bronkiektasis

Hemoptisis ec Ca Paru

DIAGNOSIS kerja
Hemoptisis ec TB paru Duplex kasus baru

Pemeriksaan Anjuran

LAB : LED Bronkoskopi

Penatalaksanaan
IVFD Kaen 3B 20 tpm + 2 ampul Novalgin Ceftriaxon 2x1 gr Metil prednisolon 3 x 125 mg Ranitidin 2 x 1 ampul Kalnex 3 x 1 ampul Kodein 3x1 tab OBH syrup 3x1C ATP Dankos 3x1 tab Rifampisin 1x400mg INH 1x300mg Pirazinamid 2x500mg Etambutol 2x500mg

Prognosis
Ad vitam: Dubia ad bonam Ad Fungsionam: Dubia ad malam

Ad Sanasionam : Dubia ad bonam

Follow up (22 maret 2012)

A: S : sesak napas, lemas, batuk berdahak o Hemoptoe ec Tb Paru Duplex warna putih, demam P: O: IVFD Kaen 3B 20 tpm + 2 ampul Novalgin T: 110/70 Ceftriaxon 2x1 gr N: 80x/min Metil prednisolon 3 x 125 mg RR: 28x/min 0C Suhu: 37,3 Ranitidin 2 x 1 ampul Kepala: normochephali, CA +/+, SI -/ Kalnex 3 x 1 ampul Leher: KGB, Tiroid ttm Kodein 3x1 tab Thoraks: - Inspeksi: gerak dinding dada simetris kanan OBH syrup 3x1C dan kiri ATP Dankos 3x1 tab - Palpasi: vocal fremitus simetris
- Perkusi: redup di apex paru kanan - Auskultasi: Suara nafas vesikuler, rh +/-, wh -/ S 1-2 reguler, murmur (-), gallop (-). Abdomen : datar, supel, BU (+) normal, NT (-) Ekstremitas atas: akral hangat +/+, oedem -/Ekstremitas bawah: akral hangat +/+, oedem -/-

Rifampisin 1x400mg INH 1x300mg Pirazinamid 2x500mg Etambutol 2x500mg

Follow up (23 maret 2012)

A: S : sesak napas berkurang , lemas, o Hemoptoe ec Tb Paru Duplex batuk berdahak warna putih, demam P: O: IVFD Kaen 3B 20 tpm + 2 ampul Novalgin T: 110/60 Ceftriaxon 2x1 gr N: 80x/min Metil prednisolon 3 x 125 mg RR: 28x/min 0C Suhu: 37,3 Ranitidin 2 x 1 ampul Kepala: normochephali, CA +/+, SI -/ Kalnex 3 x 1 ampul Leher: KGB, Tiroid ttm Kodein 3x1 tab Thoraks: - Inspeksi: gerak dinding dada simetris kanan OBH syrup 3x1C dan kiri ATP Dankos 3x1 tab - Palpasi: vocal fremitus simetris
- Perkusi: redup di apex paru kanan - Auskultasi: Suara nafas vesikuler, rh +/-, wh -/ S 1-2 reguler, murmur (-), gallop (-). Abdomen : datar, supel, BU (+) normal, NT (-) Ekstremitas atas: akral hangat +/+, oedem -/Ekstremitas bawah: akral hangat +/+, oedem -/-

Rifampisin 1x400mg INH 1x300mg Pirazinamid 2x500mg Etambutol 2x500mg

Follow up (24 maret 2012)

A: S : sesak napas berkurang , lemas, o Hemoptoe ec Tb Paru Duplex batuk berkurang, nafsu makan membaik P : O: IVFD Kaen 3B 20 tpm + 2 ampul Novalgin T: 120/80 Ceftriaxon 2x1 gr N: 80x/min Metil prednisolon 3 x 125 mg RR: 28x/min 0C Suhu: 37,3 Ranitidin 2 x 1 ampul Kepala: normochephali, CA +/+, SI -/ Kalnex 3 x 1 ampul Leher: KGB, Tiroid ttm Kodein 3x1 tab Thoraks: - Inspeksi: gerak dinding dada simetris kanan OBH syrup 3x1C dan kiri ATP Dankos 3x1 tab - Palpasi: vocal fremitus simetris
- Perkusi: redup di apex paru kanan - Auskultasi: Suara nafas vesikuler, rh +/-, wh -/ S 1-2 reguler, murmur (-), gallop (-). Abdomen : datar, supel, BU (+) normal, NT (-) Ekstremitas atas: akral hangat +/+, oedem -/Ekstremitas bawah: akral hangat +/+, oedem -/-

Rifampisin 1x400mg INH 1x300mg Pirazinamid 2x500mg Etambutol 2x500mg