Anda di halaman 1dari 20

LEMBAGA GIJZELING ( PAKSA BADAN /Taking of Hostages

Pengaturan : 1. HIR ps 209-223 2. RBG 242-256 3. Perma 1/2000

Pengertian Gijzeling
Menurut R.Susilo : menahan pihak yg kalah didlm LP dgn maksud utk memaksanya spy memenuhi putusan hakim. R.Soepomo G ad Panyanderaan/ditutup dlm penjara utk menekan D &saudara utk sgr memenuhi put hakim
Perma 1/2000 G diartikan sbg Paksa Badan ( imprisonment for civil debt yg berlaku universal ( KUB I )yakni :Tind yg ditimpakan kpd jasad atau tubuh debitur sbg tekanan agar memenuhi kewajiban ( liability ) membayar hutang yg diperintahkan dlm put/penetapan.

Letak perbedaan Pengertian Gijzeling


Pandangan Konvensional Setiap atau semua D dpt diperintahkan menjalani penyanderaan /paksa badan bila tdk memenuhi kewajiban yg diperintahkan dlm putusan pengadilan. Kriteria G apabila HK tdk ada atau tdk cukup membayar kewajibannya Perma 1/2000 Tdk ditimpakan dan diterapkan thd setiap atau semua D ttp Ttp hanya diperlakukan thd debitur tertentu sesuai dn patokan: tdk memenuhi kewajiban memenuhi kewajiban membayar kembali hutangnya padahal mampu utk melakukannya.

Terhadap Siapa lembaga ini dpt diterapkan


Dapat diterapkan thd pihak yg tidak memenuhi hukuman pembayaran yg ditentukan dalam putusan pengadilan yg telah IVG/BHT/MKHT

Bagaimana pengaturan dlm RV?


Bab.V pasal 584 Paksa badan tdk hanya terbatas pd tereksekusi yg tdk membayar isi putusan pengadilan yg timbul dr pinjaman uang , namun meliputi hal krn : 1) Penggelapan, penipuan, pengembalian barang yg dititipkan, 2) Orang asing yg tdk mempunyai tempat tinggal tetap, utang pemberian nafkah.

Alasan MA menghapus sandera dgn Sema


Sema 2 Tahun 1964 1) Giijzeling bertentangan dengan perikemanusiaan. 2) Kpd Semua Pengad di seluruh Indonesia utk tdk mempergunakan lagi G ps 209-224 Sema 4 tahun 1975 G bertitik tolak dr ps 33 UU 14/1970 ttg UUPKK yg menghendaki eks tdk boleh bertentangan dengan perikemanusiaan UU 4/2004 ttg KK ps 36 ayat 4;Put Pengad dilaksanakan dgn memperhatikan Nilai Kemanusiaan & Keadilan .

Latar Belakang Sema 04/1975


P ( Ir Burhanudin H menggugat Marzuki bin Haji Dulkarim di PN Jkt Utara Timur Perk Hutang Piutang sbg KPN Bismar Siregar dikabulkan G pertimbangannya : o Mrpk gejala umum itikad tdk baik org berhutang utk menghindarkan diri dr memenuhi kewajiban dgn menyembunyikan HK . Ini blm terpikir pd waktu sema 2/64 dibuat.

oHakim selain berwawasan yg luas, hrs aktif mengikuti kenyataan yang ada dlm masyarakat dgn utk mengikuti dan menggali nilai-nilai yg hidup ditengahtengah masyarakat. ( ps 27 UUPKK 14/70 ) Nilai perikemanusiaan jgn an sich dr segi kepentingan D saja tp juga kepentingan K

Tgl 14 Februari 1974 telah dilakukan eksekusi ttp tdk berhasil krn barang-barang milik Tereksekusi sdh tdk ada lagi yg ditangan tereksekusi . Atas Hal tsb Ir Burhanudin H minta PN Jkt utara timur spy mengenakan sandera ( gijzeling ) kpd Marzuki bin haji Dulkarim . Oleh KPN permohonan dikabulkan dimana T dihukum utk membayar ganti rugi sebesar Rp.1.700.000,- dlm waktu 8 sejak put ducapkan, thdnya dilakukan Gijzeling utk waktu & tempat yg ditentukan kmd.

Kedua Sema tdk menggariskan kategori yg jelas antara D miskin& yg tdk miskin
Akibatnya Menggeneralisasikan secara samar bahwa semua D yg tdk memenuhi putusan pengadilan dianggap miskin, oki tdk boleh disandera sebab bertentangan dgn nilai-nilai perikemanusiaan ( human Values ), martabat manusia ( human dignity), peradaban ( civilization )

Dalam konsiderannya antara lain : Pembekuan G yg diatur HIR&RBG berdsrk Sema 2/1964 jo Sema 4/1975, dianggap tdk sesuai lagi dgn keadaan & kebutuhan hukum dlm rangka penegakan hukum & keadilan serta pembangunan ekonomi bangsa. Tdk memenuhi kembali pembayaran utang,pdhal mampu melaksanakannya mrpk pelanggaran HAM besar

PERMA NO.1 TAHUN 2000 mencabut sema sebelumnya ditetapkan pd tgl 30 Juni 2000 terdiri dari 11 pasal

Alasan pemberlakuan kembali (rechtsherstel ) pd konsideran adalah


Alasan nilai Perikemanusiaan yg ditujukan pd perbuatan D, Borgtocht yg tdk mau / enggan utk mengembalikan hutang pdhal ia mampu utk melaksanakannya-pelang garan HAM yg lebih besar dr gijzeling yg ditimpakan kpd D ybs. Menurut Teori Public Interest Nilai kemanusiaan harus dikaji dan diuji keseimbangannya dgn nilai kepentingan umum .

D yg dpt dikenakan G adalah


1) D yg beritikad tdk baik/buruk ( bad faith ) 2) Borghtocht (Penanggung /penjamin ,guarantor .) yg beritikad tidak baik .

Pembatasan gijzeling
Perma 1/2000 Ps 3 ayat 1 :Thd D yg berusia 75 th tdk dpt dikenakan,meskipun beritikad buruk Ps 4 batas minimal hutang yg dpt dijadikan dasar pelaksanaan G minimal 1 Milyar . Lamanya G : min 6 Bulan,max 3 tahun. HIR dan RBG Tdk ada batasan umur Menentukan besarnya jumlah dgn lamanya max G dgn kategori sbb :-Rp.100Rp300 l 1 th lamanya.Rp.300Rp.500dua tahun lamanya.lebih dari Rp.500 3 tahun.

Pedoman tata cara pengajuan permintaan Paksa badan ( ps 6 )


1) Permintaan PB Accessoir dgn Gugat Pokok, 2) PB ditetapkan bersama-sama dgn put pokok Perkara , oki tdk dpt diajukan sbg gugatan Provisi. 3) PB dpt dijatuhkan &dilaksanakan scr Serta Merta. 4) PB atas Pengakuan Hutang berdsrkan ps 224 HIR/258 RBg dpt diajukan tersendiri

Bagaimana isi pasal 6 ayat l Perma


Tata Cara pemeriksaan permintaan gugatan PB : Dituangkan dan dijatuhkan dlm satu putusan bersama-sama, oki P dlm permintaan PB dengan acuan alternatif yakni diajukan bersama dgn gugatan pokok pembayaran utang sdg PB sbg tuntutan tambahan, atau diajukan tersendiri sbg gugatan tambahan sebelum memasuki tahap pembuktian

Tuntutan PB men ps 6 ayat 2 dpt dijatuhkan serta merta dengan syarat sbb :

1)Debitur beritikad tidak baik 2)Utang yg terjadi kepada Negara atau yg dijamin oleh Negara.

Bagaimana thd D yg didasarkan atas Pengakuan utang sbgmn diatur ps 224 HIR0258 RBg
Permintaan PB dpt diminta tanpa melalui proses gugatan perdata biasa. Bila D wanprestasi mk men ps tsb diatas Akta yg bertitel DKBKYME . Oki KPN dpt berwenang menerbitkan Penetapan Paksa badan.

Pelaksanaan PB
P /K minta kepada KPN agar amar putusan PB dilaksanakan, lisan/tertulis serta membayar biaya PB. KPN memerintahkan juru sita memanggil T menghadliri sidang Insidentil pd hari dan tgl bulan ,tahun . KPN setelah T hadlir diperingatkan agar melaksanakan putusan dlm jangka waktu 8 hr, jika ingkar memenuhi kpdnya dikenakan PB KPN menerbitkan Penetapan PB dan lamanya PB yg dpt dikenakan ditetapkan bertahap : tahap awal paling lama 6 bl, selanjtnya berdsrk kebutuhan diperpanjang setiap 6 bl dan keseluruhan tidak boleh lebih 3 tahun .

Faktor penyebab Mengapa Gijzeling jarang dipergunakan dlm praktek peradilan ? 1) Keharusan membayar terlebih dulu biaya pemeliharaan sandera ( yg waktunya dpt 6 bln,1 th, 3 th. 2) Pemenuhan pelunasan pembayaran tidak memperoleh hasil, krn harta kekayaan tereksekusi dan keluarganya tdk ada lagi