Anda di halaman 1dari 10

Pertemuan I

Kuliah Teknik Pembakaran Senin, 14 Maret 2011


Dosen : Dr.Ir. Ni Ketut Caturwati, MT.

SILABUS MATA KULIAH : TEKNIK PEMBAKARAN MS-362

Deskripsi mata kuliah :


Mata kuliah ini, mengantarkan mahasiswa untuk lebih mendalami proses : pembakaran secara umum, mendalami teknik pembakaran hingga memiliki kompetensi dasar dalam menyelidiki, menganalisis serta mempelajari tentang berbagai jenis bahan bakar (fuel), serta sifat dan kelakuan nyala api (flame). Kuliah Teknik Pembakaran memberikan pemahaman dasar untuk menerapkan hukum-hukum dasar aerothermochemistry dalam perhitungan rancang bangun praktis teknik pembakaran serta mampu menganalisis perilaku nyala dan mengembangkan pengetahuannya dalam bidang teknik pembakaran.

Sumber Pustaka
Turn, S.R., An Introduction to Combustion, 2nd Edition, McGrawHill, Inc. 2000 Borman, G.L., and Ragland, K.W., Combustion Engineering, McGraw-Hill, Inc. 1998. Griffi ths, J.F., and Barnard, J.A., Flame and Combustion, 3rd Edition, Blackie Academic and Professional, 1995. Glassman, I., Combustion, 3rd Edition, Academic Press, 1996. Warnatz, J., Maas, U., and Dibble R.W., Combustion, 2nd Edition, Springer-Verlag, 1998. E.I. Kazantsev, Industrial Furnaces, MIR Publisher, Moscow 1977. Kenneth K.Kuo, Principles of Combustion, John Wiley & Sons 1986.

Hukum hukum Thermodinamika


Hukum Thermodinamika 0 Temperatur merupakan variabel intensive yang menyatakan keadaan thermodinamika zat. T = T (p,V,ni) dan memiliki harga yang sama untuk semua sistem dalam keseimbangan.

Hukum I Thermodynamika
tentang kekekalan energi, bahwa energi itu kekal dan dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk energi lainnya. Besaran ekstensif kandungan energi sistem E : E = U + KE + PE U : internal energi KE : Kinetic energi PE : Potensial Energi E = E (p,V,n) dQ = dE + dW dQ = Panas yang masuk ke dalam sistem dE = Perubahan kandungan energi dalam sistem dW = kerja yang dilakukan sistem W = p dV.

Hukum Thermodinamika II
Suatu proses dalam sistem tertutup berlaku : T. dS dQ dimana T.dS = dQ jika proses berlaku reversibel/dapat balik T. dS > dQ Jika proses irreversibel Atau dalam bahasa lain, proses alam selalu meningkatkan nilai entropi sistem.

Proses tanpa memberikan kalor/energi panas mengakibatkan ds 0 , entropi sistem selalu bertambah. S = S (p,V,ni)

Hukum III Thermodinamika


Entropi dari kristal sempurna pada temperatur absolut 00K adalah sama dengan nol. T = 0 K s=0

Udara umum dinyatakan :

0.21O2 0.79 N 2 O2 3.76 N 2

Persamaan keadaan
Tekanan dari sistem yang seimbang terdiri dari total tekanan parsial gas-gas penyusunnya :
1 p V

n .R .T
i 1 i i

Tekanan parsial tiap gas sebanding dengan perbandingan mol gas-gas penyusunnya.

Hukum Kekekalan Massa


Dalam suatu sistem tetutup , total massa yang terdapat dalam sistem tidak pernah berubah. Contoh :
1 CO O2 CO2 2

Jumlah massa sebelum dan sesudah tetap.

Kekekalan Spesies Atom


Jumlah atom dalam sistem tertutup adalah konstan. Contoh : Reaksi hidrogen dan oksigen menghasilkan air
2 H 2 O2 2 H 2 O
Jumlah Atom H sebelum reaksi : 2 x 2 = 4 Jumlah Atom H setelah reaksi : 4 Jumlah atom O sebelum da sesudah reaksi = 2