Anda di halaman 1dari 17

Reaksi peradangan

Dr. Ardiles STIKES NAN TONGGA

Terminologi

Reaksi Peradangan
Peradangan merupakan reaksi vaskular yang menimbulkan pengiriman cairan, zat-zat yang terlarut dan sel-sel dari sirkulasi darah ke jaringan-jaringan interstisial di daerah cedera atau nekrosis

Reaksi Peradangan
Peradangan sebenarnya merupakan fenomena yang menguntungkan dan defensif yang menghasilkan netralisasi dan eliminasi agen penyerang, penghancuran jaringan nekrotik, dan terbentuknya keadaan yang diperlukan untuk perbaikan dan pemulihan

Reaksi Peradangan
Sebelumnya reaksi peradangan selalu dianggap suatu proses yang merugikan : Radang pada tenggorokan Radang pada kulit Radang pada sendi Dan lain-lain

Reaksi Peradangan
Peradangan pada kulit (Dermatitis)

Reaksi Peradangan Pada dinding tenggorokan (Pharingitis)

Reaksi Peradangan Pada Tonsil (Tonsilitis)

Reaksi Peradangan Pada Payudara (Mastitis)

Reaksi Peradangan
Peradangan dan Infeksi tidak sama Infeksi (adanya mikroorganisme hidup didalam jaringan) Peradangan dapat terjadi dengan mudah pada jaringan steril, contohnya peradangan pada jaringan mati akibat kekurangan suplai darah.

Gambaran Makroskopik Peradangan


Peradangan akut merupakan respon langsung tubuh terhadap cedera atau kematian cel Tanda-tanda radang : Kemerahan (Rubor) Panas (Kalor) Nyeri (Dolor) Pembengkakan (Tumor) Perubahan fungsi (Fungsio lesa)

Rubor (kemerahan)
Merupakan hal pertama yang terlihat di daerah yang mengalami peradangan. Setelah terjadi peradangan arteriol yang memasok daerah tersebut berdilatasi sehingga memungkinkan darah lebih banyak mengalir kedalam mikrosirkulasi lokal Keadaan ini disebut hiperemi atau kongesti, menyebabkan kemerahan lokal pada peradangan akut

Kalor (Panas)
Prosesnya terjadi bersamaan dengan kemerahan pada reaksi peradangan akut

Dolor (Nyeri)
Nyeri pada suatu reaksi peradangan tampaknya ditimbulkan Diakibatkan oleh: 1. Perubahan pH lokal atau kerusakan ion ion tertentu dapat merangsang ujung ujung saraf 2. Pengeluaran zat kimia tertentu (misal;histamin) atau zat kimia bioaktif lainnya 3. Pembengkakan jaringan yan meradang yang menyebabkan peningkatan tekanan lokal

Tumor (Pembengkakan)
Pembengkakan pada area jejas/trauma Diakibatkan karena: 1. Banyaknya darah yang mengalir ke tempat radang 2. Penumpukan cairan jaringan 3. Penumpukan kuman kuman dan jaringan yang rusak

Perubahan fungsi (Fungsio lesa)


Perubahan fungsi jaringan yang cedera Jaringan yang cedera mengalami proses peradangan yang mengakibatkan keadaan kimia dan fisik yang abnormal dari sel sel yang mengalami inflamasi / peradangan

Continue..

Anda mungkin juga menyukai