Anda di halaman 1dari 27

PENGERTIAN VARIABEL

VARIABEL ADALAH PERUBAHAN PRILAKU YANG BISA DIUKUR. DALAM KONSTELASI HUBUNGAN ANTAR VARIABEL, VARIABEL PENELITIAN DAPAT DIBAGI MENJADI EMPAT, YAITU: 1. VARIABEL INDEPENDEN, YAKNI VARIABEL BEBAS YANG SEDANG DIANALISIS HUBUNGANNYA ATAU PENGARUHNYA TERHADAP VARIABEL TERIKAT. VARIABEL INDEPENDEN BIASA DISIMBOLKAN DENGAN VARIABEL (X).

2. VARIABEL DEPENDEN ATAU VARIABEL TERIKAT, YAKNI VARIABEL YANG SEDANG DIANALISIS TINGKAT KETERPENGARUHANNYA OLEH VARIABEL INDEPENDEN. VARIABEL DEPENDEN, BIASA DISIMBOLKAN DENGAN VARIABEL (Y). 3. VARIABEL MODERATOR, YAKNI VARIABEL YANG TIDAK SEDANG DIUJI INTERKORELASINYA DENGAN VARIABEL LAIN, TAPI DIYAKINI BAHWA X TIDAK BISA DIHITUNG KORELASINYA DENGAN Y TANPA MENGHITUNG VARIABEL MODERATORNYA .

4. VARIABEL INTERVENING ADALAH VARIABEL PENGGANGGU HUBUNGAN X DENGAN Y, DAN HARUS DIJELASKAN, WALAUPUN VARIABEL TERSEBUT BERKARAKTER TIDAK BISA DIUKUR.

Pembagian variabel berdasarkan pada hubungan antar variabel:

1. Variabel Bebas
Upa Upa h h
Semangat Semangat Kerja Kerja

2. Variabel Moderator
L. Kerja

Upa h Upa h

Semangat Kerja

2. Variabel Tergantung
Upa Upa h h
Semangat Semangat Kerja Kerja

4. Variabel Intervening
Nasib

Pre stasi Pre stasi Aka dem Akadem ik ik

Karir

5. Variabel Kontrol

Karyawan

Karyawan

Tidak Dilati h

Dilati h

Desain Pengukuran
1. 2. 3. 4. Skala Likert Skala Guttman Skala Semantic Deferensial Skala Rating

Skala Likert

Skala Likerts digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang tentang fenomena sosial. Contoh: Pelayanan rumah sakit ini sudah sesuai dengan apa yang saudara harapkan. a. Sangat setuju skor 5 b. Setuju skor 4 c. Tidak ada pendapat skor 3 d. Tidak setuju skor 2 e. Sangat tidak setuju skor 1

Skala Gudman
Skala Guttman akan memberikan respon yang tegas, yang terdiri dari dua alternatif. Misalnya : Ya Tidak Baik Buruk Pernah Belum Pernah Punya Tidak Punya

Skala Semantik Deferensial

Skala ini digunakan untuk mengukur sikap tidak dalam bentuk pilihan ganda atau checklist, tetapi tersusun dari sebuah garis kontinuem dimana nilai yang sangat negatif terletak disebelah kiri sedangkan nilai yang sangat positif terletak disebelah kanan

Contoh: Bagimana tanggapan saudara terhadap pelayanan dirumah sakit ini ?


5. Sangat Baik

1. Sangat Buruk

Skala Rating
Dalam skala rating data yang diperoleh adalah data kuantitatif kemudian peneliti baru mentranformasikan data kuantitatif tersebut menjadi data kualitatif.

Contoh:

Kenyaman ruang loby Bank NEGO: 5 4 3 2 1 Kebersihan ruang parkir Bank NEGO: 5 4 3 2 1

DESAIN SKALA
Skala dalam penelitian ada lima tingkatan: 1. Skala Nominal 2. Skala Ordinal 3. Skala Interval 4. Skala Rasio

Skala Nominal
Skala nominal adalah skala yang hanya digunakan untuk memberikan kategori saja Contoh: Wanita 1 Laki-laki 2

Skala Ordinal
Adalah skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, akan tetapi jarak atau interval antar tingkatan belum jelas. Contoh: Berilah peringkat supermarket berdasarkan kualitas pelayanannya ! Sunday 1 Beta. 3 Matahati 5 Haro 2 Bintang 4 Super Twin . 6

Skala Interval

Adalah skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, dan jarak atau interval antar tingkatan sudah jelas, namun belum memiliki nilai 0 (nol) yang mutlak.

Contoh:
1. 2. 3.

Skala Pada Termometer Skala Pada Jam Skala Pada Tanggal

Skala Rasio

Adalah skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, dan jarak atau interval antar tingkatan sudah jelas, dan memiliki nilai 0 (nol) yang mutlak . Contoh:
1. 2. 3. Berat Badan Pendapatan Hasil Penjualan

Ringkasan Tentang Skala


Skala Kategori Nominal Ordinal Interval Rasio Ya Ya Ya Ya Tipe Pengukuran Peringkat Tidak Ya Ya Ya Jarak Tidak Tidak Ya Ya Perbandingan Tidak Tidak Tidak Ya

Desain Sampling
Alasan Menggunakan Sampel 1. Mengurangi tingkat kesulitan dlm interpretasi 2. Dengan penelitian sampel maka akan lebih efesien 3. Seringkali penelitian populasi dapat bersifat merusak 4. Mengurangi bias dalam pengumpulan data 5. Seringkali tidak mungkin dilakukan penelitian dengan populasi

ILustrasi Sampel Yang Baik

Popula si

Samp el

Populas

samp el

PERMASALAHAN DALAM SAMPEL


1. Berapa jumlah sampel yang akan diambil 2. Bagaimana teknik pengambilan sampel

Pertimbangan Dalam Menentukan Sampel


1. Seberapa besar keragaman populasi 2. Berapa besar tingkat keyakinan yang kita
perlukan 3. Berapa toleransi tingkat kesalahan dapat diterima 4. Apa tujuan penelitian yang akan dilakukan 5. Keterbatasan yang dimiliki oleh peneliti

Prosedur Penentuan Sampel


Identifikasi populasi tarjet Identifikasi populasi tarjet Memilih Kerangka sampel Memilih Kerangka sampel

Menentukan Metode Pemilihan Menentukan Metode Pemilihan Sampel Sampel Merencanakan Prosedur Merencanakan Prosedur Pemilihan Unit Sampel Pemilihan Unit Sampel Menentukan ukuran Sampel Menentukan ukuran Sampel

Menentukan unit sampel Menentukan unit sampel

Pelaksanaan Kerja Lapangan Pelaksanaan Kerja Lapangan

Populasi Populasi Mahasiswa MM Angkatan 2007 Mahasiswa MM Angkatan 2007

Kerangka sampel Kerangka sampel No Nama No Nama 01 Suli 01 Suli 02 Rofiq 02 Rofiq 03 Prio 03 Prio . . 95 Malik 95 Malik

Prosedur Prosedur Setelah populasi ditetapkan, kerangka Setelah populasi ditetapkan, kerangka sampling dibuat, teknik sampling simple sampling dibuat, teknik sampling simple random sampling maka dilakukan random sampling maka dilakukan pengundian pengundian

Teknik sampling Teknik sampling Probablitas: Simple random Sampling Probablitas: Simple random Sampling

Menentukan ukuran sampel Menentukan ukuran sampel Misal sampel yang ditetapkan 20 Misal sampel yang ditetapkan 20 orang orang

Unit sampel Unit sampel Berdasarkan undian diperoleh sampe: Berdasarkan undian diperoleh sampe: 02,05,01,08,65,85,92, 02,05,01,08,65,85,92, 18,17,15,13,25,27,29,45,44,42, 18,17,15,13,25,27,29,45,44,42,

Pedoman Menentukan Jumlah Sampel


1.

Pendapat Slovin

N n= 1 + Ne 2

Kita akan meneliti pengaruh upah terhadap semangat kerja pada karyawan PT. GOROGORO. Di dalam PT tersebut terdapat 130 orang karyawan. Dengan tingkat kesalahan pengambilan sampel sebesar 5%, berapa jumlah sampel minimal yang harus diambil ?

130 n= = 98,11 2 1 + 130 (0,05)

2. Interval Penaksiran
Untuk menaksir parameter rata-rata Z n=
2

/2

Seorang mahasiswa akan menguji suatu hipotesis yang menyatakan bahwa Indek Prestasi Mahasiswa MM adalah 2,7. dari 30 sampel percobaan dapat diperoleh informasi bahwa standar deviasi indek Prestasi mahasiswa adalah 0,25 Untuk menguji hipotesisi ini berapa jumlah sampel yang diperlukan jika kita menginginkan tingkat keyakinan sebesar 95% dan error estimasi kurang dari 0,05,?

(1,96 )(0,25) n= (0,05) = 96,04

Untuk menaksir parameter proporsi P


Z 2 / 2 pq n= e2

Kita akan meperkirakan proporsi mahasiswa yang menggunakan ojek waktu pergi kuliah. Berapa sampel yang diperlukan jika dengan tingkat kepercayaan 95% dan kesalahan yang mungkin terjadi 0,10 ?

1,96 2 n = 4(0,10 ) 2

= 96 ,04

3. Pendekatan Isac Michel


a. Untuk menentukan sampel untuk menaksir parameter rata-rata
NZ 2 S 2 n= Nd 2 + Z 2 S 2 Seorang mahasiswa akan menguji suatu hipotesis yang menyatakan bahwa Indek Prestasi Mahasiswa MM yang berjumlah 175 mahasiswa adalah 2,7. Dari 30 sampel percobaan dapat diperoleh informasi bahwa standar deviasi Indek Prestasi mahasiswa adalah 0,25 Untuk menguji hipotesisi ini berapa jumlah sampel yang diperlukan jika kita menginginkan tingkat keyakinan sebesar 95% dan error estimasi kurang dari 5 persen ?

(175)(1,96) 2 (0,25) 2 n= = 62 2 2 2 (175)(0,05) + (1,96 ) (0,25)

B. Untuk menentukan sampel untuk menaksir parameter proporsi P


NZ 2 pq n= Nd 2 + Z 2 pq

Kita akan meperkirakan proporsi mahasiswa MM yang berjumlah 175 orang. Berdasarkan penelitian pendahuluan diperoleh data proporsi mahasiswa MM menggunakan OJEK waktu pergi kuliah adalah 40%. Berapa sampel yang diperlukan jika dengan tingkat kepercayaan 95% dan derajat penyimpangan sebesar 0,10.?

(175)(1,96) 2 (0,4)(0,6) n= = 60,38 2 2 (175)(0,1) + (1,96) (0,4)(0,6)