Anda di halaman 1dari 27

Gizi dan Pangan Masalah Gizi dan Pangan di Provinsi Riau

OLEH:

I V A A N C E W I T A S A R A G I H B E N H A R D S I T U M O R A N G D A N I E L V A V I L C O H

D O D I S U W I T N O S
E V A A S T R I A N I K R I S N O T A M B U N A N V E R R A N O V I T A

PENGERTIAN GIZI

Masalah gizi dapat terjadi pada seluruh kelompok umur, bahkan masalah gizi pada suatu kelompok umur tertentu akan mempengaruhi pada status gizi pada periode siklus kehidupan berikutnya (intergenerational impact). Masa kehamilan merupakan periode yang sangat menentukan kualitas SDM di masa depan, karena tumbuh kembang anak sangat ditentukan oleh kondisinya saat masa janin dalam kandungan. Akan tetapi perlu diingat bahwa keadaan kesehatan dan status gizi ibu hamil ditentukan juga jauh sebelumnya, yaitu pada saat remaja

Penyebab kekurangan GIZI


Makanan tidak seimbang Penyakit infeksi Tidak cukup persediaan pangan Pola asuh anak tidak memadai Sanitasi dan air bersih/pelayanan kesehatan dasar tidak memadai Kurang pendidikan, pengetahuan , dan keterampilan Krisis ekonomi, politik, dan sosial Kurang pemberdayaan wanita dan keluarga, kurang pemanfaatan sumber daya masyarakat. atau usia sekolah.

GAMBARAN UMUM PENDUDUK

Daerah Riau beriklim tropis basah dengan rata rata curah hujan berkisar antara 15.000 3. 000 mm per tahun, yang dipengaruhi oleh musim kemarau dan musim hujan. Wilayah Propinsi Riau dengan bentangan yang sedemikian luas dengan penduduk jarang dan tersebar tidak merata menyebabkan sulitnya perjangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Berdasarkan Proyeksi SUPAS tahun 2005, penduduk Propinsi Riau Tahun 2006 berjumlah 4.762.653 jiwa, naik 3,1 % dari tahun 2005 (4.614.930 jiwa). Keadaan penduduk dari tahun 2004 (sejak berpisahnya Kepulauan Riau) sampai dengan tahun 2006, dapat dilihat pada gambar 2.1. berikut:

1. Status Gizi Ibu Hamil

Tingginya persentase ibu hamil Anemia memungkinkan banyak ibu hamil mengalami pendarahan waktu melahirkan dan melahirkan anak BBLR. Berdasarkan penyebab kematian maternal perdarahan masih memiliki proporsi cukup besar ( 33,5%) .

Selama ini upaya penanggulangan anemia gizi difokuskan pada sasaran ibu hamil, sedangkan kelompok lainnya seperti anak sekolah, remaja, pekerja berpenghasilan rendah, dan wanita usia subur belum ditangani. Intervensi yang dilakukan adalah dengan cara pemberian suplementasi langsung zat besi berupa tablet besi ( Fe ) kepada ibu hamil. Intervensi ini dilakukan melalui kegiatan UPGK di Posyandu maupun Puskesmas, Klinik bersalin dan Rumah sakit. Pemberian tablet besi diberikan kepada seluruh ibu hamil sejak awal kehamilan. Diharapkan setiap ibu hamil dapat minum tablet besi setiap hari paling sedikit 90 tablet selama kehamilannya. Cakupan ibu hamil yang mendapat 90 tablet Fe tahun 2006 adalah 73,57 persen.

2 STATUS GIZI BAYI

3 STATUS GIZI BALITA

Gambaran status gizi balita secara Kabupaten/kota se Propinsi Riau pada tahun 2006

Secara keseluruhan pada tahun 2006 ini terjadi peningkatan kecamatan rawan gizi. Gambaran kecamatan rawan gizi tahun 2006 di masing-masing kabupaten/kota adalah sebagai berikut :

Dari 10 Desa yang melaporkan W 1 Gizi Buruk ke Propinsi sampai akhir Desember 2006,sudah dilakukan penanganan kasus Gizi Buruk di semua Desa tersebut oleh Tenaga kesehatan. Untuk Kasus Gizi Buruk semuanya mendapat Perawatan di sarana Kesehatan baik di Rumah sakit , Puskesmas ataupun tatalaksana Gizi Buruk di Rumah tangga.

KEMISKINAN DI PROVINSI RIAU


Indeks kemiskinan di Provinsi Riau dankabupaten/kota akhir-akhir ini sudah bias diturunkan, hal ini terlihat dari urutan 24 tahun 1999, menjadi urutan 20 tahun 2002. Keberhasilan penurunan Indeks kemiskinan di provinsi Riau tidak terlepas dari semakin membaiknya akses penduduk terhadap air bersih dan fasilitas kesehatan serta adanya perbaikan gizi balita. Keberhasilan menurunkan nilai Indeks kemiskinan di kabupaten/kota merupakan hasil dari peningkatan penyediaan pendidikan dasar, perbaikan akses terhadap air bersih dan perbaikan gizi balita.

UNTUK MELIHAT JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI PROVINSI RIAU DARI TAHUN 2002 SAMPAI DENGAN 2006 DAPAT DILHAT PADA GRAFIK DI BAWAH INI.

Pada umumnya penduduk miskin bergerak di sektor pertanian, dimana sector pertanian banyak menyerap tenaga kerja di Provinsi Riau. Dengan kondisi seperti ini diharapkan perhatian dari Pemerintah Provinsi Riau agar melaluiberbagaipaket program kebijakan kerakyatan mampu mengangkat keterpurukan social ekonomi penduduk Riau umumnya dan khususnya mereka yang bekerja di sektor pertanian. Salah satu upaya kongkrit dari Pemerintah Daerah Provinsi Riau adalah melalui dana budget/sharing antara Pemerintah Daerah Provinsi Riau dan kabupaten/kota. Dana ini cukup signifikan untuk mendongkrak jumlah rakyat miskin yang ada di Provinsi Riau. Dana budget/sharing ini dari tahun ketahun selalu mengalami peningkatan, khususnya di prioritaskan kepada masalah isu pokok yang ada di Provinsi Riau yaitu, kemiskinan, sumber daya manusia dan infrastruktur.

Terimakasih

Sekian dan

Anda mungkin juga menyukai