Anda di halaman 1dari 23

LIKEN SIMPLEKS KRONIK

B. ANAMNESIS
Keluhan Utama : Gatal pada tungkai bawah kanan-kiri dan kulit menebal sejak 2thn yll.

Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Cilegon dengan keluhan kulit gatal, perihn menebal, keras dan kasar. Awalnya pasien hanya merasa gatal saja pada kakinya sejak 2thn yll. Pasien selalu menggaruk tanpa disadari hingga kulit menjadi keras dan menebal. Keluhan ini dirasakan hilang timbul.

Riwayat Penyakit Dahulu : Sejak 2 thn pasien mengeluh hal yang sama. Awalnya pasien sering berobat ke klinik setiap keluhan tersebut muncul. Namun tidak ada perubahan, kemudian pasien datang berobat ke Poliklinik Kulit RSUD Cilegon Riwayat alergi : pasien mengaku mempunyai alergi terhadap debu Pasien juga mempunyai riwayat asma.

Riwayat Penyakit Keluarga : Keluarga pasien tidak ada yang mempunyai keluhan yang sama Ibu pasien juga mempunyai riwayat asma.

C. PEMERIKSAAN FISIK Kesadaran umum : Baik Kesadaran : Compos Mentis Vital sign Tekanan darah :Heart rate : 80x/menit Respirasi : 20x/menit Suhu : -

STATUS DERMATOLOGIS Lokasi : pedis dextra et sinistra Inspeksi : tampak likenifikasi, plak eritem, skuama, perlahan hipopigmentasi, area sirkumskripta Palpasi : teraba bersisik dan kasar

Gambar 1.1 liken simplek kronis kaki kanan (tampak likenifikasi,area sirkumskrip, plak eritem, skuama, dan perlahan hipopigmentasi)

Gambar 1.2 liken simplek kronis kaki kiri (tampak likenifikasi, hiperpigmentasi dan area sirkumskrip)

DIAGNOSIS

Diagnosis banding : - dermatitis atopik likenifikasi - liken planus hipertrofi Diagnosis kerja : Neurodermatitis (Liken Simpleks Kronik)

E. PENATALAKSANAAN Umum 1. Mencegah garukan dan gosokan 2. Menghindari gigitan serangga 3. Menghindari faktor pencetus alergi 4. Menghindari stress

Khusus 1. Sistemik : - Antihistamin berupa Interhistin tablet 50 mg 2 x 1 - Deksamethason tablet 3 x 1

Topikal: Betamethasone diproprionate 0,05% ointment 2 dd ue - As. Salisilat salep 3%


-

F. PROGNOSIS Quo ad vitam : ad bonam Quo ad functionam : ad bonam Quo ad sanationam : dubia ad bonam

TINJAUAN PUSTAKA A. DEFINISI Neurodermatitis : Peradangan kulit kronis, gatal sekali, sirkumkrip, ditandai dengan kulit tebal dan garis kulit tampak lebih menonjol menyerupai kulit batang kayu akibat garukan dan gosokan yang berulangulang

B. FAKTOR PREDISPOSISI Pada penderita yang mempunyai predisposisi, garukan dan gosokan yang kronis akan menimbulkan penebalan kulit atau likenifikasi. Peneliti melaporkan bahwa garukan dan gosokan mungkin karena respons terhadap stres emosional.

C. ETIOPATOGENESIS - Penyebab belum diketahui. - Pruritus memainkan peran sentral dalam timbulnya pola reaksi kulit berupa likenifikasi dan prurigo nodularis. - Pruritus ada yang disertai lesi atau tanpa lesi, ada atau tidak berhubungan dengan penyakit yang mendasarinya. - Pruritus tanpa kelainan kulit dapat dijumpai pada penyakit sistemik.

D. GEJALA KLINIS - Gatal sekali sehingga bisa mengganggu tidur malam hari. Rasa gatal timbul saat tidak sibuk dan sulit ditahan untuk tidak digaruk.
- Lesi biasanya tunggal, awalnya berupa plak eritematosa, sedikit edematosa, lambat laun edema dan eritem menghilang, bagian tengah berskuama dan menebal, likenifikasi dan ekskoriasi, sekitarnya hiperpigmentasi, batas dengan kulit normal tidak jelas.

- Predileksi : pada daerah yang sering/mudah digaruk (tengkuk, ekstremitas ekstensor) - Neurodermatitis di tengkuk (lichen nuchae) umumnya hanya pada wanita, berupa plak kecil di tengah tengkuk atau dapat meluas hingga ke skalp. Biasanya skuama banyak menyerupai psoriasis.

E. KRITERIA DIAGNOSTIK 1.. Terdapat tanda dermatitis kronis khas berupa gerombolan papul yang terasa gatal atau berupa likenifikasi, terasa gatal, terdapat di daerah yang mudah dicapai untuk digaruk. 2. Hilang timbul 3. Penyebab tidak diketahui

F. PEMERIKSAAN 1. Anamnesis : gatal, timbul lesi pada daerah yang sering digaruk dan sering pada dewasa. 2. Klinis : papul-papul bergerombol likenifikasi, hiperpigmentasi disekitarnya, skuama, dan kadang terjadi ekskoriasi pada lesi hiperkeratosis dan hipopigmentasi. Predileksi pada daerah yang sering digaruk (tengkuk, ekstremitas ekstensor, punggung)

G. DIAGNOSIS Diagnosis Kerja : Liken Simpleks Kronis/ Neurodermatitis Diagnosis Banding : Tinea, dermatitis atopik, dermatitis numularis, liken planus, psoriasis.

H. PENATALAKSANAAN

Ditujukan untuk menghambat siklus gatal-garuk Umum : menghindari faktor predisposisi (stress), lesi jangan di garuk.
Khusus : - antihistamin dengan efek sedatif (hidroksizin, difenhidramin, prometazin) atau tranquilizer. - steroid topikal, biasanya potensi kuat bila perlu ditutup impermeable, dapat kombinasi dengan preparat tar/emolien - topikal : krim doxepin 5% dalam jangka pendek (max.8hari) - suntik intralesi (bila belum berhasil)-> triamsinolon asetonid - UVB dan PUVA

I. PROGNOSIS Prognosis bergantung pada penyebab pruritus (penyakit yang mendasari) dan status psikologik penderita.

DAFTAR PUSTAKA 1. Anonimous. 2007. Liken Simplek Kronis. Dikutip dari www.medicastore.com 2. Anonimous. 2009. Lichen Simplex Chronicus. Dikutip dari www.emedicine.com 3. Djuanda,Prof.Dr.dr. Adhi;dkk. 2007. Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin ed.ke-5. Balai Penerbit FKUI: Jakarta.

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai