Anda di halaman 1dari 24

Repair Ruptur Laringotrakeal

Aditya Bhayusakti

BATASAN:
Ruptur laringotrakeal adalah suatu kerusakan struktur laring atau trakea akibat suatu trauma

EPIDEMIOLOGI:
Angka kejadian rendah 80% trauma laringotrakeal terjadi pada + 2,5 cm dari karina U.S & Eropa Barat trauma laringotrakeal berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas

ANATOMI PADA DEWASA:

ANATOMI PADA ANAK:

FAKTOR ANATOMI PADA ANAK:


Keuntungan laring anak: - Fleksibilitas kartilago tinggi - Lokasi leher lebih tinggi - Laring lebih mobile Kerugian laring anak: - Diameter kecil - Pada penderita yang tidak kooperatif

PENYEBAB:
Luka tembus pisau, peluru, kawat Luka tumpul: - Kecepatan tinggi - Kecepatan rendah

MEKANISME:
1. Trauma 2. Trauma 3. Trauma 4. Trauma

Secara garis besar dibagi 4:

tumpul eksternal tumpul internal tembus leher kimiawi & luka bakar

PENATALAKSANAAN:
Dasar penatalaksanaan: - Pengenalan trauma laringo trakeal - Pertahankan jalan nafas - Lokasi trauma - Indikator prognosis jelek - Perbaikan anatomi secara dini - Indikasi konservatif - Terapi penyerta

PENATALAKSANAAN:
Pengelompokan trauma: - Trauma supraglotis - Trauma glotis - Trauma subglotis - Avulsi & disrupsi trakea - Kombinasi

PENATALAKSANAAN:
Pembedahan: Indikasi operasi: 1. Paralisa pita suara 2. Laserasi mukosa membran 3. Dislokasi aritenoid 4. Disrupsi stabilitas struktural 5. Kriteria (Biller 1985): - Obstruksi jalan nafas memerlukan trakeostomi - Luka terbuka kartilago krikoid - Emfisema subkutan progresif

PERSIAPAN OPERASI:
Intubasi / trakeostomi Foto leher pre operasi

POSISI:
Terlentang dengan kepala hiperekstensi

TEHNIK OPERASI:
Dibagi berdasarkan lokasi traumanya:
1. Fraktur hioid: - Konservatif fraktur non displaced/ tanpa laserasi faring - Laserasi faring kecil & fraktur displaced reduksi endoskopik & penjahitan - Displaced hebat eksplorasi eksternal

TEHNIK OPERASI:
2. Fraktur kartilago tiroid & jaringan lunak didalamnya: a. Indikasi operasi bila fraktur dengan sudut > 15-20 b. Langkahnya: - Insisi collar & skin flap - Otot strap ditarik ke lateral s/d tampak prominensia tiroid - Membuat fisura laring melalui garis fraktur - Korda vokalis dijahitkan lagi pada prosesus vokalis /

TEHNIK OPERASI:
komisura anterior - Laserasi mukosa dijahit chromic catgut 3/0 atau vicryl 4/0 - Kembalikan posisi epiglotis seanatomis mungkin jahit dengan dua benang sutera - Fragmen kartilago difiksasi langsung

TEHNIK OPERASI:
3. Hancurnya kartilago tiroid & jaringan lunak didalamnya: - Tandanya prominensia tiroid tidak ada - Fisura laring dijahit seperti optek no.2 - Splinting bahan solid (seperti pada sten laring internal)

TEHNIK OPERASI:

TEHNIK OPERASI:
4. Fraktur krikoid: - Berkaitan dengan fraktur/ hancurnya kartilago tiroid & kerusakan struktur didalamnya - Chevalier Jackson hilangnya kartilago krikoid menghalangi dilepasnya kanul trakeostomi - Sebaiknya dikerjakan operator yang berpengalaman karena sulitnya lokasi yang dicapai - Hasil akhir realignment fragmen kartilagonya

PERAWATAN POST OPERASI:


Diobservasi di ICU Antibiotik broad-spectrum H2 bloker

KOMPLIKASI:
A.Jangka Pendek 1. Perdarahan 2. Mediastinitis 3. Infeksi & sepsis

B.Jangka Panjang 1. Stenosis subglotis 2. Paralisa pita suara 3. Disfagia

HASIL AKHIR & PROGNOSA:


Saat rekonstruksi perhatikan kualitas jalan nafas, suara & fungsi menelan Trauma tembus leher angka mortalitas 4-6%, sekitar 50% kematian disebabkan perdarahan oleh trauma vaskuler Trauma vaskuler menyebabkan komplikasi pada 40% kasus trauma tembus leher (10% terkena a. karotis) Trauma traktus aerodigestif terjadi pada 23-30% penderita trauma tembus leher

HASIL AKHIR & PROGNOSA:


Leopold (1983) mengamati bahwa: 1.Trauma tembus leher: - 93% jalan nafasnya baik - 70% kualitas suaranya kembali seperti semula 2.Trauma tumpul leher: - 68% jalan nafasnya baik - 39% kualitas suaranya kembali seperti semula 3.Mobilitas pita suara juga merupakan faktor prognosa yang baik

HASIL AKHIR & PROGNOSA:


Schaefer (1982) mengamati bahwa tidak dianjurkan pemakaian stent sebagai pengganti pentutp laserasi mukosa & fiksasi internal pada fraktur laring Jalan nafas lebih baik dengan terapi tanpa stent bila dibanding dengan yang menggunakan stent Suara lebih baik pada penderita dengan terapi tanpa stent bila dibanding dengan yang menggunakan stent