Anda di halaman 1dari 21

Ahmad Syah

Dalam

Karya ini Durkheim ingin menggunakan ilmu sosiologi untuk meneliti sesuatu yang sering dilihat sebagai krisis moral: Buku ini adalah sebuah karya yang membahas fakta kehidupan moral berdasarkan metode ilmu positivistik Revolusi Perancis telah menggiring orang untuk terpusat pada hak-hak individual yang cenderung menyerang otoritas tradisional dan keyakinan religius

Kerusakan

moralitas yang terjadi paska revolusi perancis sebagai akibat dari merajalelanya persoalan individualisme: Comte: Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pembagian kerja. Pada masyarakat sederhana, orang melakukan pekerjaan yang sama, seperti pertanaian dan mereka berbagi pengalaman bersama dan akhirnya memiliki nilai yang sama.

Dalam masyarakat modern, setiap orang memiliki pekerjaan yang berbeda. Ketika orang memiliki spesialisasi yang berbeda mereka tidak lagi memiliki pengalaman yang sama. Hal ini merusak moral bersama yang sangat penting bagi masyarakat. Konsekuensinya masyarakat tidak akan berkorban ketika kebutuhan sosial meningkat

Menurut

Durkheim: Pembagian kerja yang tinggi bukannya menandai keruntuhan moral sosial, melainkan melahirkan moralitas sosial baru. Masyarakat modern tidak diikat oleh kesamaan antara orang-orang yang melakukan pekerjaan yang sama, akan tetapi pembagian kerjalah yang mengikat masyarakat dengan memaksa mereka agar tergantung satu sama lain.

Fungsi

ekonomis yang dimainkan oleh pembagian kerja ini menjadi tidak penting dibandingkan dengan efek moralitas yang dihasilkannya. Maka fungsi sesungguhnya dari pembagian kerja adalah untuk mmenciptakan solidaritas antara dua orang atau lebih

Perubahan

dalam pembagian kerja memiliki implikasi yang sangat besar bagi struktur dalam masyarakat termasuk perubahan cara solidaritas terbentuk - Solidaritas Mekanik: Didasarkan pada suatu tingkat homogenitas yang tinggi dalam kepercayaan, sentimen, dan sebagainya. Homogenitas ini hanya terjadi kalau pembagian kerja bersifat minim

didasarkan pada kesadaran kolektif yang menunjuk pada totalitas kepercayaan dan sentimen bersama yang rata-rata ada pada warga masyarakat yang sama. Solidaritas yang tergantung pada individuindividu yang memiliki sifat-sifat yang sama dan menganut kepercayaan yang samadan pola normatif yang sama pula. Oleh karena itu individualitas tidak berkembang. Indikator yang paling kuat dalam solidaritas mekanik adalah ruang lingkup dan kerasnya hukum-hukum yang bersifat menekan (repressive)

Muncul

karena adanya pembagian kerja yang bertambah besar. Didasarkan pada tingkat saling ketergantungan yang tinggi. Ketergantungan itu bertambah sebagai hasil dari bertambahnya spesialisasi dalam pembagian pekerjaan yang memungkinkan bertambahnya perbedaan diantara individu.

Ditandai oleh pentingnya hukum yang bersifat memulihkan (restitutive) daripada yang bersifat represif represif: mengungkapkan kemarahan kolektif yang dirasakan kuat. Restitutif: berfungsi melindungi pola saling ketergantungan yang kompleks antara berbagai individu yang berspesialisasi atau kelompok-kelompok dalam masyarakat. Dalam sistem organik kemarahan kolektif yang muncul karena perilaku menyimpang menjadi semakin kecil kemungkinannya karena hukuman lebih bersifat rasional, disesuaikan dengan parahnya pelanggaran dan bermaksud untuk memulihkan atau melindungi hak-hak dari pihak yang dirugikan atau menjamin pola saling ketergantungan.

walaupun dalam masyarakt organik masih ada hukum represif yang dipakai misalnya hukuman mati. Hukum Restitutif: hukum pemilikan, hukum kontrak, hukum perdagangan, dan peraturan administratif daan prosedur-prosedur.

Soldaritas Mekanik
Pembagian kerja rendah Kesadaran Kolektif tinggi Hukum represif dominan Individualitas rendah Konsensus terhadap nilai-nilai normatif itu penting Keterlibatan komunitas dalam menghukum orang yang menyimpang Secara relatif ketergantungan itu rendah Bersifat primitif atau pedesaan

Solidaritas Organik
Pembagian kerja tinggi Kesadaran Kolektif lemah Hukum restitutif dominan Individualitas tinggi Konsesus pada nilai-nilai abstrak dan umum itu penting Badan-badan kontrol sosial yang menghukum orang yang menyimpang Saling ketergantungan yang tinggi Bersifat industrial perkotaan

Perubahan

solidaritas mekanis menjadi organis disebabkan oleh dinamika penduduk. Semakin banyak orang berarti semakin meningkatnya kompetisi memperebutkan sumber daya yang terbatas, sementara semakin meningkatnya jumlah interaksi akan berarti makin meningkatnya perjuangan untuk bertahan diantara komponenkomponen masyarakat yang pada dasarnya sama.

Dalam masyarakat solidaritas organis, kompetisi yang kurang dan diferensiasi yang tinggi memungkinkan orang bekerja sama dan samasama ditopang oleh sumberdaya yang sama. Oleh karena itu diferensiasi justru melahirkan ikatan yang lebih erat dibandingkan persamaan. Masyarakat yang dibentuk oleh solidaritas organik cenderung lebih solid and individual daripada masyarakat yang dibentuk solidaritas mekanik (Rueschemeyer, 1994). Karena individualitas bukannya menghancurkan keeratan ikatan sosial, tetapi dibutuhkan untuk memperkuat ikatan tersebut (Muller, 1994)

The

rules of Sociological Method: Sosiologi mampu membedakan masyarakat sehat dan masyarakat patologis. Masyarakat yang sehat bisa diketahui karena sosiologi akan menemukan kondisi yang sama dalam masyarakat lain yang sedang berada pada level yang sama. Jika masyarakat tidak berada dalam kondisi yang biasanya mesti dimiliki maka bisa jadi masyarakat itu sedang mengalami patologi.

Kriminal

adalah: sesuatu yang normal dan bukan patologis. Menurut Durkheim kriminal adalah sesuatu yang normal dan memiliki sebuah fungsi yang bermanfaat bagi masyarakat yaitu untuk mendefiniskan dan membuktikan kesadaran kolektif. The Division of Labor: ide patologi untuk mengkritik bentuk abnormal yang ada dalam pembagian kerja masyakarat modern Ada tiga bentuk perilaku abnormal: pembagian kerja anomik, pembagian kerja yang dipaksakan, pembagian kerja yang terkoordinasi dengan buruk

Krisis

moral modern yang diidentifikasi oleh Comte dan tokoh lainnya, menurut Durkheim disebabkan oleh pembagian kerja abnormal ini. Pembagian kerja anomik: tidak adanya regulasi dalam masyarakat yang menghargai individualitas yang terisolasi dan tidak mau memberitahu masyarakat apa yang harus mereka kerjakan. -pembagian kerja anomi dipakai untuk mengacu pada kondisi sosial dimana manusia kekuarangan pengendalian moral. Masyarakat modern cenderung melakukan anomi, namun akan mencuat ke permukaan ketika terjadi krisis sosial dan ekonomi.

Meskipun

pembagian kerja adalah sumber keeratan dalam masyarakat modern, namun itu tidak bisa menutupi kekuarangan moralitas bersama secara keseluruhan, individu bisa menjadi terisolasi dan hanyut dalam kekhususan aktivitas masing-masing. Mereka sangat mudah kehilangan rasa kebersamaan dengan orang-orang yang bekerja dan hidup disekeliling mereka. Hal ini meningkatkan anomi. Solidaritas organis cenderung pada patologi ini.

Pembagian

kerja yang dipaksakan: patologi kedua ini merujuk pada fakta bahwa norma yang ketinggalan zaman dan harapan-harapan bisa memaksa individu, kelompok, dan kelas masuk dalam posisi yang tidak sesuai bagi mereka. Pembagian kerja abnormal yang ketiga adalah dimana fungsi-fungsi khusus yang dilakukan oleh orang yang berbeda-beda tidak diatur dengan baik.

Agar

pembagian kerja dapat berfungsi sebagai moral dan secara sosial menjadi pemersatu dalam masyarakat modern, maka anomi, pembagian kerja yang dipaksakan dan koordinasi yang kurang sempurna dari spesialisasi kerja mesti ditangani sedemikian rupa dan kata kuncinya menurut Durkheim adalah keadilan sosial:

Maka tugas masyarakat maju adalah menciptakan keadilanKalau tugas masyarakat yang lebih rendah adalah menciptakan dan mempertahankan semangat hidup bersama sebisa mungkin, dimana individu terserap ke dalamnya, maka citacita kita dalam masyarakat modern adalah menciptakan relasi sosial yang seadil-adilnya dan memastikan kekuatan-kekuatan yang bermanfaat secara sosial dapat berkembang secara bebas (Durkheim 1893/1964:387)