Anda di halaman 1dari 27

DENTAL PLAQUE

Oleh : Drg.Suryadi Muchzal,M.Kes.

Plak gigi ( secara klinis):

Lapisan bakteri lunak, tdk terkalsifikasi, menumpuk dan melekat pd gigi dan objek lain di dalam mulut, misalnya restorasi, geligi tiruan dan kalkulus.

Dalam bentuk lapisan tipis tdk terlihat, dpt di lihat dgn bantuan disclosing. Dalam bentuk lapisan tebal deposit kekuningan atau keabu-abuan, tidak dapat dilepas dgn kumur-kumur atau irigasi ttp hanya dpt dgn penyikatan Jarang terletak pd permukaan oklusal kec gigi tdk berfungsi shg dpt terbentuk deposit yg luas.

Beberapa detik setelah penyikatan gigi, terbentuk pelikel:

Selapis tipis dari protein saliva, terutama tdd glikoprotein pada permukaan gigi (serta pada restorasi dan geligi tiruan). Tipis (0,5 m), translusen, halus dan tidak berwarna. Melekat erat pd permukaan gigi, hanya dpt dilepas dgn friksi positif. Awalnya lapisan ini bebas bakteri.

Fungsi pelikel: pelindung. Glikoprotein saliva dan kalsium fosfat saliva terserap pd permukaan email membantu mengurangi keausan gigi. Membatasi difusi produk asam pemecahan gula. Mengikat ion organic seperti kalsium, fosfat dan fluoride. Mengandung faktor anti bakteri IgG, IgA, IgM, komplemen, lisosim.

Beberapa menit stlh terdeposit pelikel, pelikel terpopulasi bakteri. Bakteri dapat terdeposit langsung pada email, biasanya bakteri melekat terlebih dahulu pada pelikel dan agregat bakteri dpt menyelubungi glikoprotein saliva

Pembentukan plak: Dalam beberapa jam terbentuk perlekatan antara spesies Streptococcus dan kmd Actinomyces dengan pelikel

Komposisi plak masak:

70 % tdd microbial dan sisa-sisa produk ekstra seluler: bakteri plak, sisa sel, derivate glikoprotein. Plak terbentuk lebih cepat selama tidur daripada setelah makan. Makanan yg keras, kasar, berserat dapat menghalangi pembentukan plak.

Setelah plak dibersihkan, plak akan terbentuk kembali pd permukaan gigi 3 hari dan jika tdk dibersihkan akan me mencapai puncaknya 7 hari. Interaksi mikroba yang bervariasi menjaga komposisi bakteri plak relative stabil. Gangguan homeostasis tjd perubahan keseimbangan mikroba memicu terjadinya karies dan gingivitis.

Terjadi pergeseran mikroflora plak yg dominan dari gram positive menjadi anaerob gram negative pada plak subgingival. Keadaan ini berbeda dgn yg ditemukan pada plak supragingival Porphyromonas gingivalis dan Bacteroides forsythus pada plak subgingival dikaitkan dgn hilangnya perlekatan jar. Periodontal dan resorpsi tulang.

Materia Alba: Deposit lunak berwarna putih / kekuningan (lapisan tipis hampir seperti cairan). Food Debris: Deposit berasal dari makanan. Kalkulus: Merupakan matrix yg terkalsifikasi yg mengandung bakteri periodontopathic. Kalkulus subgingival berhubungan erat dgn gingivitis dan periodontitis. Kalkulus supragingiva: Ditemukan di sebelah koronal dari tepi gingiva. Mula-mula terdeposit pd permukaan gigi yg berlawanan dgn letak glandula salivarius, pd permukaan lingual insisivus bawah dan permukaan bukal molar atas, dpt terdeposit pd setiap gigi dan geligi tiruan yg tdk dibersihkan dgn baik. Misalnya permukaan oklusal gigi yg tdk mempunyai antagonis. Warna: agak kekuningan kecuali jk tercemar faktor lain (anggur, pinang, tembakau), cukup keras, rapuh dan mudah dilepas dgn alat khusus. Kalkulus subgingiva (seruminal): Melekat pd permukaan akar, distribusinya tdk berhub dgn glandula saliva tetapi dgn adanya inflamasi gingival dan pembentukan poket. Warna: hijau tua atau hitam, lbh keras dari kalkulus supragingiva. Dpt ditemuan pd akar gigi di dekat batas apikal poket yg dalam, bahkan sampai jauh lebih dlm ke arah apeks gigi.

KALKULUS

Kalkulus: Merupakan matrix yg terkalsifikasi yg mengandung bakteri periodontopathic. Kalkulus subgingival berhubungan erat dgn gingivitis dan periodontitis. Kalkulus supragingiva: Ditemukan di sebelah koronal dari tepi gingiva. Mula-mula terdeposit pd permukaan gigi yg berlawanan dgn letak glandula salivarius, pd permukaan lingual insisivus bawah dan permukaan bukal molar atas, dpt terdeposit pd setiap gigi dan geligi tiruan yg tdk dibersihkan dgn baik. Misalnya permukaan oklusal gigi yg tdk mempunyai antagonis. Warna: agak kekuningan kecuali jk tercemar faktor lain (anggur, pinang, tembakau), cukup keras, rapuh dan mudah dilepas dgn alat khusus. Kalkulus subgingiva (seruminal): Melekat pd permukaan akar, distribusinya tdk berhub dgn glandula saliva tetapi dgn adanya inflamasi gingival dan pembentukan poket. Warna: hijau tua atau hitam, lbh keras dari kalkulus supragingiva. Dpt ditemuan pd akar gigi di dekat batas apikal poket yg dalam, bahkan sampai jauh lebih dlm ke arah apeks gigi.

Kalkulus supragingiva: Ditemukan di koronal dari tepi gingiva. Dpt terdeposit pd setiap gigi dan geligi tiruan yg tdk dibersihkan dgn baik. Misalnya permukaan oklusal gigi yg tdk mempunyai antagonis. Warna: agak kekuningan kecuali jk tercemar faktor lain (anggur, pinang, tembakau), cukup keras, rapuh dan mudah dilepas dgn alat khusus.

Kalkulus subgingiva (seruminal): Melekat pd permukaan akar, distribusinya tdk berhub dgn glandula saliva tetapi dgn adanya inflamasi gingival dan pembentukan poket. Warna: hijau tua atau hitam, lbh keras dari kalkulus supragingiva. Dpt ditemuan pd akar gigi di dekat batas apikal poket yg dalam, bahkan sampai jauh lebih dlm ke arah apeks gigi.

PLAK KONTROL:

Sasaran pencegah periodontitis adalah mencegah tjdnya pembentukan plak baru yang nantinya menjadi plak yg berisi bakteri spesifik yg disebut dgn periodontopathic. Mencegah plak supragingiva berubah menjadi plak subgingival.

Tindakan pokok untuk mencegah pembentukan plak gigi:

Pembersihan plak secara mekanis oleh individu. Pembersihan plak secara mekanis oleh professional gigi. Metode kemoterapi dgn bahan kimiawi.

1.

PEMBERSIHAN PLAK SECARA MEKANIS OLEH INDIVIDU


Perawatan oleh diri sendiri merupakan bagian yg fundamental dari kesehatan periodontal. Setidaknya individu mampu menjaga dan menjangkau tingkatan kebersihan mulut di rumah secara regular dan konsisten. Usaha individual disini diartikan pembersihan plak dgn sikat gigi dan alat lainya seperti dental floss, sikat interproximal dan tusuk gigi.

Frekuensi penyikatan gigi: Menyikat gigi menggunakan pasta gigi berflouride merupakan salah satu sumber utama terpaparnya fluoride utk mencegah karies. Dilakukan paling sedikit 2 kali sehari ; di pagi hari dan malam sebelum tidur.

Tipe sikat gigi: Anak-anak sebaiknya menggunakan sikat gigi berukuran kecil. Ukuran dan tingkatan kelembutan bulu sikat tergantung pada keterampilan, keinginan dan keadaan kesehatan mulut masing-masing pasien.

Metode penyikatan gigi: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sangat sedikit perbedaan antara metode penyikatan yg satu dgn lainnnya dalam hal kemampuan menghilangkan plak. Beberapa individu yg mendapat perawatan krn penyakitnya memerlukan metode penyikatan khusus.

Pembersihan daerah interdental: Alat bantu untuk membersihkan gigi: dental floss, sikat gigi interdental, tusuk gigi utk membersihkan daerah di bawah titik kontak yg biasanya tdk dpt dijangkau oleh sikat gigi. dapat mengurangi plak dan gingivitis interdental daripada hanya menggunakan sikat gigi saja.

2.PEMBERSIHAN PLAK SCR MEKANIS OLEH DENTAL PROFESIONAL.

Perawatan oleh professional gigi perlu utk menghilangkan plak dan kalkulus subgingival pasien tdk dpt membersihkan plak dari poket yg dalam. Perawatan ini dapat mengontrol tjdnya periodontitis lbh lanjut pada beberapa pasien.

Professional Plus Personal Care Prophylaxis oleh professional gigi dapat

menolong kontrol plak pada banyak orang. Namun hasil terbaik personal oral hygiene status dipelihara oleh individu sendiri dan dibantu oleh profesional. Disarankan Prophylaxis oleh professional dgn interval 2-4 bulan ( utk bbrp pasien lbh lama) dikombinasi dgn tingkat oral hygiene individu yg tinggi dpt mencegah penyakit periodontal destruktif yg mengarah pd hilangnya gigi.

3. PENGONTROLAN PLAK DGN METODE KHEMOTERAPI

Ketidakmampuan beberapa orang utk membersihkan plak gigi mereka sendiri secara konsisten dikarenakan pengetahuan dan keterampilan yg kurang dan rendahnya motivasi. Hal ini menimbulkan ide memakai metode kimiawi utk membersihkan plak berupa obat kumur dan pasta gigi.

CHLORHEXIDINE

Chlorhexidine gluconate (CXH) efektif digunakan sebagai obat kumur (10 ml, 0,2 % dua kali sehari), aplikasi topical gel oleh professional gigi ( 1% - 2%setiap hari), pasta gigi (0,4%-1%) dan injeksi langsung ke dlm poket periodontal. Berspektrum luas sbg bakterisidal. Efek selektif melawan Streptococcus mutans yg berguna utk megontrol karies pd pasien dgn problem khusus Tidak cocok digunakan secara rutin. Efek samping dpt menimbulkan staining dan resistensi. Utk mencegah plak subgingival tdk mempunyai efek yg berarti, thd pencegahan penyakit periodontal terbatas pada mencegah deposisi plak supragingival stlh dibersihkan oleh professional gigi.

ANTI BAKTERI LAINNYA

Obat kumur Alexidine dihydrokhloride (1015 ml, 0.035% - 0.05%) memiliki efek yg sama dgn CHX yaitu mengurangi plak dan gingivitis. Efek samping: pembentukan staining sangat ringan. Stannous Flouride 0.454% dlm pasta gigi: sebagai anti plak, mempunyai efek bakterisid, dpt mengurangi gingivitis. Baking soda dan peroxide ( bersamaan) dlm pasta gigi.

ANTIKALKULUS (TARTARCONTROL) DLM PASTA GIGI

Pyrophosphate 3.3% sebagai anti kalkulus pd pasta gigi. Efektif menghambat pembentukan kalkulus supragingiva stlh kalkulus dibersihkan. Triclosan : sbg anti bakteri yg menghambat pembentukan plak. Jg mempunyai efek sbg anti inflamasi.