Anda di halaman 1dari 29

SIZING DAN DESAIN FREE WATER KNOCKOUT (FWKO) PADA LAPANGAN KETALING TIMUR PT.

PERTAMINA UBEP JAMBI

Oleh: Indri Kusumawati Shufi Ramadiani Swari

(0906604565) (00906604432)

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK

Schedule Kerja Praktek

Profil Perusahaan
PERTAMINA adalah perusahaan minyak dan gas bumi yang

dimiliki Pemerintah Indonesia, berdiri sejak tanggal 10 Desember 1957 dengan nama PT PERMINA.
Pada 17 September 2003, PT.PERMINA berubah status hukumnya

menjadi PT PERTAMINA (PERSERO) berdasarkan UndangUndang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001 pada tanggal 23 November 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
PT PERTAMINA EP dibentuk pada tanggal 13 September 2005,

sebagai anak perusahaan di bawah Direktorat Hulu.

Sejarah Lapangan

Lapangan Jambi ditemukan oleh NIAM pada tahun 1922 melalui pemboran sumur BJG-1 dengan hasil gas di lapangan Bajubang yang kemudian disusul dengan penemuan minyak dilapangan Betung (1922), Kenali Asam (1929), Tempino (1930), Setiti (1936), Meruo Senami (1938) dan lapangan-lapangan lainnya.

Pengelolaan lapangan 6 tahun terakhir :

26/01/05 - 28/10/09 : PT PERTAMINA UBEP (JAMBI) (KAS,TPN,BJG) 28/10/09 - sekarang : PT PERTAMINA UBEP (JAMBI) (KTT, KTB, SGL, STT, TOB, KAS, TPN, BJG, BBT)

Peta Lokasi Operasi


PT PERTAMINA EP UNIT BISNIS JAMBI

KENALI ASAM

TEMPINO

BAJUBANG

SIZING DAN DESAIN FREE WATER KNOCKOUT


(FWKO) PADA LAPANGAN KETALING TIMUR PT.PERTAMINA UBEP JAMBI

Latar Belakang
Minyak bumi adalah suatu senyawa hidrokarbon yang terdiri dari

karbon (83-87%), hidrogen (11-14%), nitrogen (0,2-0,5%), sulfur (06%), dan oksigen (0-3,5%).
Proses produksi minyak dari formasi mempunyai kandungan air yang

sangat besar, bahkan bisa mencapai kadar lebih dari 90%. Selain air,
juga terdapat komponen-komponen lain berupa pasir, garam-garam mineral, aspal, gas CO2 dan H2S.
Komponen-komponen yang terbawa bersama minyak ini

menimbulkan permasalahan tersendiri pada proses produksi minyak bumi.

Separasi
Separasi adalah proses pemisahan berbagai komponen

minyak baik secara fisik/mekanik tanpa terjadi proses kimia


atau perubahan komposisi.
Mekanisme Pemisahan :

- Gravity Setling - Centrifugal Force

- Impingement
- Electrostatic Precipitation

Separator
Separator, adalah alat separasi minyak dan gas bumi.

Fungsinya secara umum adalah untuk memisahkan dua

fluida atau lebih, biasanya gas dan cairan.

Separator 3 fasa
Free Water Knock Out (FWKO)

Umumnya digunakan ketika jumlah gas relatif lebih kecil


dari jumlah minyak dan air.
Prinsip pemisahannya adalah berdasarkan perbedaan

densitas.

Sizing Separator Horizontal 3 Fasa


Data Sizing
Asumsi L
Qoil Qwater Qgas Psep Tsep SGw

SGg
Sgo API

= 30 ft = 2300 BPD = 20700 BPD = 3.2 MMSCFD = 75 psi = 115 F = 1.07 = 0.6 = 0.887 = 28

BDg

= 0.213 lb/cuft BDl = 55.36 lb/cuft SG = 0.182 troil = trwater = 5 menit o = 10 cp w = 1 cp Droplet removal = 100 micron Water droplet = 500 micron Oil droplet = 200 micron Vessel berjenis half-full

Sizing Separator Horizontal 3 Fasa contd


1. Mengubah Laju Produksi Gas Standar (SCF/day) ke Kondisi Separator (cuft/s) = 7.945 cuft/s

2. Menentukan Kecepatan Maksimum Gas

= 6.819 ft/s

Sizing Separator Horizontal 3 Fasa contd


3. Menentukan Luas Area Aliran Gas = 1.165 ft2 4. Menentukan Diameter Dalam Separator = 1.1.72 ft = 20.66 in

5. Menentukan Diameter Luar (Nominal) Dari gambar 3, diperoleh diameter nominal = 21.9 in = 1.83 ft

Sizing Separator Horizontal 3 Fasa contd


6. Menentukan Waktu Retensi

7. Menentukan faktor C = 0.797

8. Menentukan Diameter Separator berdasarkan Volume Cairan


= 6.3 ft

Sizing Separator Horizontal 3 Fasa contd


9. Menentukan Nilai Rm (L/Dl atau L/Dg)

Dari perhitungan di atas, dengan asumsi L = 30 ft maka diperoleh diameter separatornya yaitu 6.3 ft = 7 ft.

Desain Separator
Data desain :
Oil API gravity : 28
working pressure : 75 psia design pressure : 125 psia design temperature : 200 oF

material : SA 516 Grade 60


allowable working stress : 17500 psia joint effiency : 0.85 corrosion allowance : 0.25 in

shell diameter (ID) : 7 ft


tangent length : 30 ft bearing plate width, b : 10 in head : elliptical dished 2:1

Shell

Ketebalan shell yang didapatkan yaitu 5/8 in (15.875 mm)

Berat shell = 16843.75 lb

Dari gambar ini, dengan t= 5/8 dan panjang tangent = 30 ft, maka indikasi zona yang dihasilkan yaitu bahwa A/R 0.5 dengan = 120o ketebalan head dapat dicek.

Head
Elliptical Dished 2:1
Ketebalan head yang dihasilkan yaitu 5/8 in (15.875 mm)

Didapat diameter head = 127 in

Berat head = 2245.973 lb/head, jadi untuk 2 buah head beratnya adalah 4491.945 lb

Volume head

= 311.354216 ft3
Volume shell

= 1155 ft3 Total Volume = 1466.35422 ft3 Densitas cairan (asumsi densitas air) = 62.4 lb/ ft3

Berat total cairan =62.4x1466.35422=91500.5031 lb Jadi, berat vessel =91500.5031 + 16843.75 +4491.945 = 112836.198 lb Sehingga beban untuk masing-masing saddle (Q) adalah 56418.0991 lb

Maximum longitudinal bending stress

K2 = 0.78

f2 = 1905.0267 psia Bila t/r = 0.625/42 =0.01489 > 0.005 maka tidak ada compression stress pada desain.

f2 + fp = 10140.32 psia < 0.8fallow = 11000 psia

Tangential shear stress

K5 = 0.88 f5 = 3152.249 psia

Karena tshell sama dengan thead maka f5 = f6 =3152.249 psia

Circumferential stress at horn of saddle

K7 = 0.013 f7 = - 4070.641 psia

stress maksimum yang diperbolehkan adalah 18750 psia

Additional stress in head used as stiffener


dengan 120o maka K8= 0.4 sehingga f8 = 1432.8406 psia

fp = 14012.5 psia Sehingga maksimum kombinasi stress pada head adalah 15455.341 psia. Dan maksimum allowable stress yang diperbolehkan yaitu 18750 psia. Dengan demikian, desain OK.

Ring compression in shell over saddle

f9 = 3812.919 psia Allowable stress = 36000/2 =18000 psia

Kesimpulan
Dalam sizing FWKO didapatkan diameter = 7 ft dan panjang = 30 ft. Dalam desain FWKO didapatkan hasil sebagai berikut :

1. Properti Vessel :

Jenis Shell Diameter Dalam (ID) Panjang Tangent Jenis Head

: Silindris : 84 in : 360 in : Horisontal

Tipe
Saddle

: Elliptical Dished 2:1


: - sudut kontak () - Lebar saddle (b) = 120o = 10 in

Kesimpulan contd
2. Material Vessel : Material Head dan Vessel Tegangan Yield (Sy) Allowable Working Stress Ketebalan 3. Data fuida: Diasumsikan air, density () 4. Kondisi Operasi : Tekanan Desain Temperatur Desain Corrosion Allowance : 75 psia : 200 oF : 0.25 in : 62.4 lb/ft3 : SA 516 Grade 60 : 36000 psia : 17500 psia : 0.625 in

Kesimpulan contd
5. Tegangan tegangan yang diperhitungkan dalam desain :
Tegangan longitudinal maksimum (maximum longitudinal stress)

f2 = 1905.0267 psia
fp = 8235.294 psia fp + f2 = 10140.32 psia < fallow = 15000 psia
Tegangan geser ke arah keliling (tangential shear stress)

f5 = f6 = 3152.25 psia
Tegangan melintang pada ujung saddle (circumrefential stress at

horn of the saddle) f7 = -4070.64 psia < maximum allowable stress = 18750

Kesimpulan contd
Tegangan tambahan pada head yang digunakan sebagai penguat

(additional stress in the head used as a stiffener) f8 = 1432.84 psia fp = 14012.5 psia

f8 + fp = 15445.341 psia < maximum allowable stress = 18750 psia

Kompresi ring dari shell yang lebih dari saddle

(ring compression in shell over saddle)


f9 = 3812.919 psia < fallow = 18000 psia