Manajemen

Proyek Konstruksi

SILABUS KURIKULUM /COURSE SYLLABUS
MATA KULIAH / COURSE TITLE : [ RD 091482 ] : [ MANAJEMEN PROYEK ]

[ RD 091482 ] : [ PROJECT MANAGEMENT ]
Credits Semester : [3] : [ VIII ]

SILABUS KURIKULUM /COURSE SYLLABUS
Memberikan kepada mahasiswa pemahaman yang komprehensif tentang aturan-aturan manajerial dalam suatu proyek konstruksi, serta pemahaman tentang proses dan produk dari pengadaan barang dan jasa konstruksi. Mahasiswa juga diberi kesempatan untuk menelusuri, menganalisa dan berusaha mengajukan solusi terhadap persoalanpersoalan manajemen proyek konstruksi, serta menerapkan ketrampilan dan kreativitas dalam menyusun suatu Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Biaya suatu proyek konstruksi.

TUJUAN PEMBELAJARAN/ LEARNING OBJECTIVES

Providing students with basic and comprehensive understanding of managerial role of construction project, and understanding the process and product of goods and services procurement. Students have an opportunities to seeking, finding, to analyzing, and to solving the problems of construction project. Students also have an opportunities to applying skill and creativity in order to make planning / project time schedule, and construction project cost estimate.

DAUR HIDUP PROYEK KONSTRUKSI Tahapan dasar pengembangan suatu proyek : – Konsep dan Studi Kelayakan (Concept and Feasibility Study) – Rekayasa dan Desain (Engineering and Design) – Pengadaan (Procurement) – Konstruksi (Construction) – Memulai dan Penerapan (Start up and Implementation) – Operasi dan Pemanfaatan (Operation or Utilization) Konsep dan Studi Kelayakan (Concept and Feasibility Study) : – Umumnya proyek konstruksi diawali dengan pengakuan kebutuhan akan fasilitas baru – Dibuat oleh Pemilik atau Konsultan (FS) – Konsultan Perencana dan MK umumnya dilibatkan setelah akan menginjak tahapan lanjutannya – Unsur dalam tahapan Konsep dan Studi Kelayakan : Analisis Konsepsi Studi Kelayakan Teknis dan Ekonomis Laporan Dampak Lingkungan .

jarak antar lantai. alokasi ruang ruang fungsional umum. Rekayasa dan Desain Rinci (Detail Engineering and Design) Uraian analisis dan desain beserta gambar serta spesifikasi teknis yang lengkap dan jelas – .DAUR HIDUP PROYEK KONSTRUKSI Rekayasa dan Desain (Engineering and Design) : – Rekayasa dan Desain Awal ( Preliminary Engineering and Design) Penekanan pada konsepsi desain. ukuran dan kapasitas. studi komparatif ekonomi Seringkali sulit diidentifikasi peralihan dari tahapan konsep dan FS ke tahapan Preliminary ini Contoh bangunan gedung bertingkat : penentuan jumlah lantai. sistem konstruksi dsb. evaluasi alternatif proses teknologis. tata letak umum.

PARA PIHAK DALAM MANAJEMEN KONSTRUKSI . ALAT KETRAMPILAN METODE KERJA . PE MI LIK PRAKARSA FASILITAS kontraktual kontraktual KON SUL TAN ANALISIS KONSEPSI PERENCANAAN & PERANCANGAN koordinatif KON TRAK TOR MATERIAL.

dan selebihnya dikerjakan oleh satu perusahaan atau konsorsium perusahaan konsultan/kontraktor . serta pelaksanaan konstruksi ditangani oleh satu perusahaan atau konsorsium perusahaan kontraktor – (Cara tradisional) Ada 3 kelompok kegiatan : perencanaan dan rekayasa.MANAJEMEN KONTRAK PENDEKATAN KONTRAK – Seluruh proses konstruksi mulai perencanaan dan rekayasa. pengadaan. pengadaan. serta pelaksanaan konstruksi yang masingmasing dipegang oleh satu perusahaan atau konsorsium perusahaan konsultan/kontraktor – Membagi menjadi beberapa paket pekerjaan dengan atau tanpa tugas perencanaan dan rekayasa serta masing-masing paket dipegang oleh satu perusahaan atau konsorsium perusahaan kontraktor – Sebagian pekerjaan dikerjakan secara swakelola.

MANAJEMEN KONTRAK MACAM/JENIS KONTRAK – Kontrak LUMSUM / BORONGAN Pembayaran diberikan sesuai dengan penawaran harga keseluruhan yang disetujui sebelum pekerjaan dimulai Perlu didukung dengan spesifikasi teknis yang lengkap Pembayaran umumnya dilakukan bertahap sesuai dengan progres pekerjaan Dalam pelelangan ditetapkan plafon volume setiap pos pekerjaan – Kontrak HARGA SATUAN (POS PEKERJAAN) Setiap lingkup pos pekerjaan jelas Sering diikuti estimasi volume masing-masing pos pekerjaan Kesepakatan harta satuan ditetapkan melalui persaingan penawaran atau negosiasi Pembayaran dilakukan sesuai biaya individual setiap pos berdasarkan prestasi/progres pelaksanaan Umumnya tidak diterapkan pada proyek dalam jangka panjang .

MANAJEMEN KONTRAK – Kontrak BIAYA AKTUAL DITAMBAH KEUNTUNGAN Pembayaran sesuai dengan biaya yang dibelanjakan ditambah biaya umum overhead dan keuntungan Tingkat nilai biaya yang ditambahkan dapat dinyatakan secara linier terhadap estimasi biaya keseluruhan atau dg skala bervariasi biasanya antara 7% .20% biaya aktual Untuk menghindari pemborosan biasanya ditempuh 2 cara pengukuran : – Biaya maksimum terjamin – Kesepakatan upaya penghematan bersama – Kontrak PENGADAAN TENAGA KERJA Pemberi tugas menyediakan semua fasilitas. alat Kontraktor menyediakan tensga kerja Pembayaran sesuai dengan prestasi kerja hari-orang atau jamorang Dikembangkan menjadi kontrak harga borongan upah setiap pos pekerjaan yang pembayarannya sesuai dengan prestasi volume pos pekerjaan . material.

konstruksi.MANAJEMEN KONTRAK – Kontrak PENGUKURAN ULANG Pemilik menyodorkan estimasi volume seluruh pekerjaan. Operation. perencanaan. pengadaan. peserta lelang mengisi harga satuannya Pembayaran sesuai dengan harga kutipan yang sesuai dengan penawaran dengan mengukur ulang volume aktual dilapangan – Kontrak CAMPURAN Kombinasi antara pembayaran tipe harga lumsum untuk suatu pekerjaan dan pembayaran tipe lain untuk pekerjaan yang lain – Kontrak TURNKEY Kontrak untuk seluruh paker pekerjaan mulai FS. sampai dengan menghasilkan keluaran operasional yang terjamin baik Pembayaran biasanya dilakukan secara lumsum tapi terbagi menjadi beberapa komponen kontrak Biasa diterapkan pada proyek industri berat atau yang berorientasi pada jaminan keberhasilan proses produksi Dalam pengembangannya diperluas menjadi kontrak BOT (Built. Transfer) .

) – garis besar spesifiksasi teknis (Rencana Kerja dan Syarat) – perkiraan biaya ( Rencana Anggaran Biaya ) membantu proses pelelangan : – menyusun dokumen pelelangan – menyusun program pelelangan – memberikan penjelasan pada waktu Aanwijzing mengadakan pengawasan berkala selama proses konstruksi : – memeriksa kesesuaian antara hasil perencanaan dg pelaks sec. dsb. berkala – mengadakan penyesuaian gambar dan RKS bila ada perubahan – membantu memberikan penjelasan thd persoalan2 perencanaan – merekomendasi penggunaan bahan . struktur.KONSULTAN PERENCANA – Fungsi : melaksanakan pengadaan dokumen perencanaan : – gambar perencanaan ( arsitektur. utilitas.

80 tahun 2004 .KONSULTAN PERENCANA – Organisasi : sesuai dengan lingkup dan kompleksitas pekerjaan bertanggungjawab secara kontraktual kpd Pimpro (Pejabat Pembuat Komitmen) – Masa perencanaan : mulai terbit SPK pekerjaan perencanaan s/d waktu ST oleh Pelaksana Fisik – Pengadaan konsultan : (untuk proyek Pemerintah) sesuai dengan Keppres No.

PENGAWAS KONSTRUKSI Fungsi : – Menghadiri rapat penjelasan pekerjaan (Aanwijzing) – Melaksanakan pengawasan pada tahap konstruksi : Memeriksa dokumen pelaksanaan konstruksi Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. dan biaya Membantu memberikan pemecahan persoalan selama konstruksi\ Melakukan kegiatan pengawasan pelaksanaan fisik : – Menyelenggarakan rapat koordinasi lapangan secara berkala – Membuat laporan mingguan. laporan bulanan dan laporan insidentil (bila perlu). serta BA yg lain . serta laporan masa pemeliharaan – Memeriksa usulan persetujuan material – Memeriksa gambar untuk pelaksanaan (shop drawing) – Memeriksa gambar yg sesuai dg pelaksanaan (as built drw) – Menyusun Berita Acara (BA) persetujuan kemajuan pekerjaan u/ pembayaran angsuran dan ST. ketepatan waktu.

serta laporan kemajuan pek MK .MANAJEMEN KONSTRUKSI ( MK ) Fungsi : – Melaksanakan pengendalian waktu. termasuk menyusun KAK dan evaluasi proses pengadaan – Membantu menyiapkan kontrak pekerjaan perencanaan Tahap Perencanaan : – Mengevaluasi dan memberikan konsultansi kegiatan perencanaan – Meneliti kelengkapan dokumen perencanaan – Mengadakan dan memimpin rapat koordinasi perencanaan – Menyusun laporan dan BA kemajuan pekerjaan perencanaan. perencanaan s/d pelaksanaan : Tahap Persiapan : – Membantu pengadaan konsultan perencana. biaya dan pencapaian sasaran fisik (kuantitas dan kualitas) serta tertib administrasi proses konstruksi bangunan mulai tahap persiapan.

serta menyiapkan draft kontrak – Menyusun laporan MK tahap pelelangan Tahap Pelaksanaan : – Mengevaluasi program kegiatan pelaksanaan fisik – Mengendalikan kegiatan pelaksanaan fisik meliputi pengendalian sasaran fisik (kualitas dan kuantitas). memberikan penjelasan pd Aanwijzing. waktu termasuk pengendalian tertib admin dan pengendalian kesehatan dan keselamatan kerja – Melakukan koorsinasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan fisik – Melakukan kegiatan pengawasan pelaksanaan fisik – Membuat laporan MK tahap pelaksanaan fisik .MANAJEMEN KONSTRUKSI ( MK ) Tahap Pelelangan : – Membantu menyusun program pelelangan – Membantu menyusun HPS (OE) – Membantu melakukan prakualifikasi. melakukan pembukaan dan evaluasi penawaran. biaya. mengumumkan lelang.

PERMASALAHAN UMUM KONSTRUKSI KETERKAITAN BIAYA-WAKTU-KUALITAS Modal kerja Bunga bank Inflasi Penundaan waktu Sarana prasarana awal di lokasi sengketa BIAYA Lokasi proyek Produktivitas Jadwal konstruksi Ekonomi biaya tinggi Rekayasa nilai Pelatihan pekerja WAKTU Jadwal waktu Perubahan pekerjaan Peratuaran pemerintah Pengadaan bahan dan alat KUALITAS Tenaga trampil Kualitas bahan.alat Pemeriksaan & pengawasan Perencanaan & spek .

RAB yang realistis – Peran dan tanggungjawab organisasi dan individu jelas dan sepakat .PERMASALAHAN UMUM KONSTRUKSI Koordinasi dan Pengendalian Perlu dilakukan karena : – Banyaknya faktor – Kompleksitas jaringan mekanisme kegiatan – Sifat pekerjaan yang tercerai berai – Lingkungan proyek yang cepat berubah – Banyaknya individu dan satuan organisasi – Keterbatasan sumber daya dan dana – Tata cara dan peraturan birokrasi yang tidak praktis – dll. teknik pelaksanaan setiap pekerjaan jelas dan rinci – RKS. perlu : – Tujuan. sasaran. Agar terlaksana koordinasi dan pengendalian yang terarah. jadwal waktu kegiatan.

PENGENDALIAN SUMBER DAYA Sumber daya konstruksi : – Material – Mean (Alat) – Man (Pekerja) – Method Estimasi thd kebutuhan sdk bersumber pada rencana kerja yang berlandaskan pada jadwal waktu Pengendalian diarahkan untuk menemukan penyimpangan sedini mungkin agar penyesuaian dapat dilakukan tepat waktu Jadwal rencana kerja perlu mempertimbangkan : – Estimasi kebutuhan sd dan dana disertai analisis penggunaan – Rambu pengukuran target kemajuan pekerjaan Rencana kerja dan Jadwal waktu berupa : – Bagan / Diagram Balok – Jaringan Kerja – Kurva S .

menyeluruh Jadwal rencana kerja: – Global – Rinci – Lebih rinci lagi : Jadwal pengadaan material Jadwal pengadaan peralatan Jadwal pengadaan tenaga kerja Jadwal tagihan dan pembayaran prestasi Jadwal persetujuan dan komitmen yg diperlukan selama proyek dll .PENGENDALIAN SUMBER DAYA Prinsip penyusunan rencana kerja dan jadwal waktu : – Mudah dipahami – Realistis – Sebagai alat pemantau dan pengendali proyek – Kemungkinan perubahan komponen kegiatan tanpa merusak keseluruhan rencana – Lengkap.

PENGENDALIAN SUMBER DAYA Langkah penyusunan Diagram Balok: – Susun daftar kegiatan konstruksi – Estimasi waktu dan sd untuk masing kegiatan – Menggambarkan masing kegiatan dg balok mendatar skala waktu – Atur kesesuaian antar kegiatan Langkah penyusunan Jaringan Kerja: – ……. Langkah penyusunan Kurva S: – ……. .

nomor i-j yg khas • aktivitas tsb dpt digabungkan sesuai urutan konstruksi • penggabungan tsb digambarkan dlm bentuk jaringan (kerja) .METODA JALUR KRITIS / CRITICAL PATH METHOD ( CPM ) pengecatan i j • panah = aktivitas • arah panah = arah kemajuan aktivitas • pd permulaan/awal dan akhiran panah ada node • node diberi label abjad/angka lambang aktivitas • node awal (node i) dan node akhiran (node j) shg setiap aktivitas memp.

E B. M L. K F L G. E B. M - . H. E G.METODA JALUR KRITIS / CRITICAL PATH METHOD ( CPM ) Contoh Logika Jaringan : Aktivitas Aktivitas Pendahulu Aktivitas Pengikut A B C D E F G H K A A C B. F D. H K L.

METODA JALUR KRITIS / METODA JALUR KRITIS CRITICAL PATH METHOD ( CPM ) A I • node awal (i) aktivitas A diberi tanda 1 Aktivitas Pendahulu Pengikut A B C D E F G H K A A C B. H K L. K F L G. M L. E B. H. E B. F D. E G. M - Aktivitas Aktivitas .

E B. K F L G. E B. F D. B.METODA JALUR KRITIS / METODA JALUR KRITIS CRITICAL PATH METHOD ( CPM ) A I B C • aktivitas A. C memp. H K L. M L. node awal yg sama (1) Aktivitas Pendahulu Pengikut A B C D E F G H K A A C B. M - Aktivitas Aktivitas . E G. H.

E G. M - Aktivitas Aktivitas . E B. H K L. K F L G. H. E B. M L.METODA JALUR KRITIS / METODA JALUR KRITIS CRITICAL PATH METHOD ( CPM ) 2 A I B C 4 3 • node akhir (j) aktivitas A diberi tanda 2 • node akhir aktivitas B diberi tanda 3 • node akhir aktivitas C diberi tanda 4 Aktivitas Pendahulu Pengikut A B C D E F G H K A A C B. F D.

METODA JALUR KRITIS / METODA JALUR KRITIS CRITICAL PATH METHOD ( CPM ) 2 A I B C 4 3 E D • aktivitas A disusul D & E. E B. E B. E G. M - Aktivitas Aktivitas . F D. H K L. K F L G. H. M L. aktivitas A mrpk satu-satunya pendahulu dari D & E Aktivitas Pendahulu Pengikut A B C D E F G H K A A C B.

E G.METODA JALUR KRITIS / METODA JALUR KRITIS CRITICAL PATH METHOD ( CPM ) 2 A I B C 4 3 E D F Aktivitas Pendahulu Pengikut A B C D E F G H K A A C B. B(1-3). F(4-6) . M L. K F L G. D(2-9). E B. F D. M - Aktivitas Aktivitas • aktivitas C disusul F. C mrpk satu-satunya pendahulu dari F • nomor i-j untuk aktivitas A s/d F adalah : A(1-2). C(1-4). H. E B. E(2-5). H K L.

E B. F D. E G. E B. H. K F L G.METODA JALUR KRITIS / METODA JALUR KRITIS CRITICAL PATH METHOD ( CPM ) 2 A I B C 4 E G 5 D F Aktivitas Pendahulu Pengikut A B C D E F G H K A A C B. M - Aktivitas Aktivitas • G menyusul baik dari B maupun E. H K L. shg terjadi penggabungan B & E pd node(j) yg sama yaitu 5 serta menghapuskan node 3. . M L.

K F L G. E B. H K L.METODA JALUR KRITIS / METODA JALUR KRITIS CRITICAL PATH METHOD ( CPM ) 2 A I B C 4 E G 5 H 8 D 9 F Aktivitas Pendahulu Pengikut A B C D E F G H K A A C B. M L. F D. E G. H. M - Aktivitas Aktivitas • G & H mempunyai pendahulu dan pengikut yg sama . E B.

M L.METODA JALUR KRITIS / METODA JALUR KRITIS CRITICAL PATH METHOD ( CPM ) 2 A I B C 4 E G 5 H 8 M 10 D 7 L F Aktivitas Pendahulu Pengikut A B C D E F G H K A A C B. M - Aktivitas Aktivitas • Untuk mengidentifikasikan setiap aktivitas dg khas maka diperlukan aktivitas buatan (dummy) dari 7 ke 8 • M mendahului G & H • L mendahului D. E B. H K L. E G. F D. E B. G & H . H. K F L G.

sgh perlu aktivitas dummy dari 8 ke 9 . E B. G & H • M mendahului G & H tapi tdk mendahului D. H. H K L. F D. E G. M L. M - Aktivitas Aktivitas • M mendahului G & H • L mendahului D. K F L G.METODA JALUR KRITIS / METODA JALUR KRITIS CRITICAL PATH METHOD ( CPM ) 2 A I B C 4 E G 5 H 8 M 10 D 7 9 L F Aktivitas Pendahulu Pengikut A B C D E F G H K A A C B. E B.

M L. M - Aktivitas . F • K mendahului B & F dan tdk punya pengikut Aktivitas Pendahulu Pengikut A B C D E F G H K D. E G.METODA JALUR KRITIS / METODA JALUR KRITIS CRITICAL PATH METHOD ( CPM ) 2 A I B C 4 E G 5 H 8 M 10 D 7 9 L F K Aktivitas A A C B. H K L. K F L G. E B. E B. H.

E B. H K L. shg node 3 perlu dimunculkan lagi dan dibuat aktivitas dummy dari 3 ke 5.METODA JALUR KRITIS / METODA JALUR KRITIS CRITICAL PATH METHOD ( CPM ) 2 A I B C 4 3 E G 5 H 8 M 10 D 7 9 L F 6 K Aktivitas Pendahulu Pengikut A B C D E F G H K A A C B. E G. serta dummy dari 3 ke 6 . E B. H. F D. M - Aktivitas Aktivitas • K mendahului B & F dan tdk punya pengikut tapi tidak mendahului E. M L. K F L G.

METODA JALUR KRITIS / METODA JALUR KRITIS CRITICAL PATH METHOD ( CPM ) 2 A 3 4 D 4 9 7 L 1 E G 5 5 I B 2 3 H 1 8 M 2 10 C 1 4 F 3 6 KK 3 Aktivitas D(x) ES(x) EF(x) D (x) = Perkiraan waktu aktivitas X ES (x) = Waktu memulai paling dini aktivitas X EF (x) = Waktu menyelesaikan paling dini aktv X S = Waktu memulai proyek ES i LS X D EF j LF A B C D E F G H K L M 3 2 1 4 4 3 5 3 3 1 2 .

METODA JALUR KRITIS / METODA JALUR KRITIS CRITICAL PATH METHOD ( CPM ) 4 1 2 4 4 D 4 13 8 9 13 A 3 1 4 3 E 8 7 1 L 14 11 13 8 G I B 2 1 1 3 5 5 8 H 1 8 M 2 15 10 C2 4 2 F 3 5 6 5 KK 3 8 • ES (aktivitas awal) = S ES (x) = Maksimum (EF(semua pendahulu x) EF (x) = ES(x) + D(x) ES Aktivitas D(x) A B C D E F G H K L M 3 2 1 4 4 3 5 3 3 1 2 ES(x) EF(x) i LS X D EF j LF .

METODA JALUR KRITIS / METODA JALUR KRITIS CRITICAL PATH METHOD ( CPM ) 4 1 2 4 4 4 4 8 4 10 D 4 13 8 14 A E 8 7 13 I 3 1 1 B 3 6 2 8 1 C2 8 1 9 8 G 3 5 5 8 8 H 11 10 3 13 8 1 14 3 L 1 14 15 13 M 15 10 13 2 15 9 4 2 9 F 5 3 12 6 5 12 KK 3 8 15 Aktivitas D(x) ES(x) EF(x) D (x) = Perkiraan waktu aktivitas X LS (x) = Waktu memulai paling lambat aktivitas X LF (x) = Waktu penyelesaian paling lambat aktv X T = Waktu penyelesaian proyek ES i LS X D EF j LF A B C D E F G H K L M 3 2 1 4 4 3 5 3 3 1 2 .

D(x) TF (x) = LS(x) – ES(x) = LF(x) – EF(x) ES i LS X D EF j LF TF A B C D E F G H K L M 3 2 1 4 4 3 5 3 3 1 2 .METODA JALUR KRITIS / METODA JALUR KRITIS CRITICAL PATH METHOD ( CPM ) 4 1 2 4 4/0 4 4 8/0 4 4 D 4 13 8 14/6 A E 8 7 13/0 I 3 1 1 B 3 6 2 8/5 1 C2 8 1 9/7 8 G 3 5 5 8 8 H 11 10 1 13/2 8 1 14 3 L 1 14 15/1 13 M 15 10 13 2 15/0 9 4 2 9 F 5 3 12/7 6 5 12 KK 3 8 15/7 Aktivitas D(x) ES(x) EF(x) LF (aktivitas akhir) = T LF (x) = Min (LS(semua pengikut x) LS (x) = LF(x) .

METODA JALUR KRITIS / METODA JALUR KRITIS CRITICAL PATH METHOD ( CPM ) 4 1 2 4 4/0 4 4 8/0 4 4 D 4 13 8 14/6 A E 8 7 13/0 I 3 1 1 B 3 6 2 8/5 1 C2 8 1 9/7 G 8 3 5 5 8 8 H 11 10 1 13/2 8 1 14 3 L 1 14 15/1 M 15 13 13 2 15/0 9 10 4 2 9 F 5 3 12/7 6 5 12 KK 3 8 15/7 Aktivitas D(x) A B C D E F G H K L M 3 2 1 4 4 3 5 3 3 1 2 ES(x) EF(x) ES i LS X D EF j LF TF .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful