Anda di halaman 1dari 33

Prof. Dr. Ir. Santosa, MP Azrifirwan, S.TP, M.Eng Dr. Ir.

Sandra, MP

Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas Padang Mei 2011

Aspek Teknis Thresher


Kapasitas perontokan gabah dengan thresher dihitung dengan persamaan (4) : Kp = Bb/ t ................................................................(4)

dengan : Kp = Kapasitas kerja perontokan gabah ( kg/jam ) Bb = Banyaknya bagah hasil perontokan ( kg ) t = Waktu yang diperlukan untuk perontokan ( jam )

Penentuan Biaya Pokok Thresher


Biaya pokok perontokan gabah dengan thresher adalah besarnya biaya setiap satu kg output gabah hasil perontokan, dengan satuan Rp / kg. Menurut Santosa (2009), biaya pokok tersebut dihitung berdasarkan perhitungan biaya tetap dan biaya tidak tetap sebagai berikut : Biaya tetap (Rp / tahun) meliputi penyusutan, bunga modal, perawatan thresher dan perawatan pempat penyimpanan. Penyusutan = ( C 10 % . C ) / N = 0,9 C / N .(15) dengan C adalah modal atau harga awal thresher (Rp) dan N adalah umur ekonomi thresher (tahun). Bunga modal = i x ( C / 2 ) x ( N+1 ) / N .(16) dengan i adalah suku bunga bank ( % / tahun) Perawatan thresher = 20 % x C (17) Perawatan tempat penyimpanan thresher = 0,5 % x nilai tempat penyimpanan (18)

Biaya tidak tetap atau biaya variabel (Rp / jam) untuk pengoperasian thresher meliputi : biaya operator (Rp / jam), bahan bakar (Rp / jam), pelumas (Rp / jam), gemuk (Rp / jam) dan penggantian sabuk thresher (Rp / jam). Biaya pokok untuk perontokan gabah dengan thresher dihitung dengan menggunakan rumus : BP = { (BT/n) + BTT } / KKe (19) dengan : BP = Biaya pokok perontokan gabah dengan thresher (Rp / kg) BT = Biaya tetap (Rp/tahun) BTT = Biaya tidak tetap (Rp/jam) n = Jam kerja dalam satu tahun (jam/tahun) Kke = Kapasitas kerja efektif alat / mesin dalam melakukan kegiatan (kg/jam)

Penentuan Titik Impas (BEP) Thresher


Rumus titik impas (Break Event Point, BEP) hydro tiller untuk mengolah tanah adalah atau pun thresher untuk merontok gabah adalah (Santosa, 2010) : BEP = BT / { 1,1 BP - (BTT / Kp) } ..(20) dengan : BEP = Titik impas (ha sawah /tahun atau kg gabah / tahun ) BT = Biaya tetap (Rp/tahun) BTT = Biaya tidak tetap (Rp/jam) BP = Biaya pokok perontokan gabah dengan thresher (Rp/kg gabah) Kp = Kapasitas kerja thresher untuk perontokan gabah (ha/jam atau kg/jam) Nilai 1,1 BP menunjukkan besarnya pendapatan kotor apabila besarnya keuntungan dari pengoperasian alat / mesin tersebut adalah 10 % dari biaya pokok .

DAFTAR PUSTAKA
Santosa. 2005. Aplikasi Visual Basic 6.0 dan Visual Studio.Net 2003 dalam Bidang Teknik dan Pertanian, ISBN : 979-731-755-2, Penerbit Andi, Edisi I Cetakan I, Yogyakarta. 304 hal.
..

Santosa, Andasuryani, dan Vivi Veronica. 2008. Kajian Biaya Pokok Traktor Tangan untuk Pengolahan Tanah pada Berbagai Kecepatan Operasi. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas. Vol. 12, No. 2, September 2008 : 26 34. Santosa. 2009. Evaluasi Ekononmi pada Sistem Industri. Program Pascasarjana Universitas Andalas. Padang. Santosa. 2010. Evaluasi Finansial untuk Manager, dengan Software Komputer. ISBN : 978-979-493-282-7. IPB Press. Bogor. 106 hal.

Lampiran II. Test report pengujian power thresher KETERANGAN HASIL PENGUJIAN (TEST REPORT) No : ................................. Alat/Mesin yang diuji Merek dagang Tipe / Model Pembuat Negara Asal Motor Penggerak Pemohon Uji No. Surat Permohonan Tanggal : Mesin Perontok Padi : .. : .. : : : : : :

KONSTRUKSI ALAT Mesin Perontok Padi model ............. terdiri dari : (1). Motor Penggerak , daya . HP/200 RPM (...kW) yang berfungsi sebagai sumber tenaga pengerak . (2). Silinder perontok terbuat dari bahan ukuran lebar mm dan tebal mm ukuran silinder perontok panjang mm, diameter .. mm. Pada silinder terdapat .. baris plat strip sebagai tempat dudukan gigi perontok, gigi perontok terpasang secara berselang seling terdiri dari . alur dengan jumlah gigi perontok .. buah dan .. alur dengan jumlah gigi perontok . buah sehingga jumlah seluruhnya . buah. Panjang gigi perontok masing - masing . mm dan diameter mm. Di ujung silinder perontok terdapat serupa kipas yang terdiri 3 sudu dengan dimensi ... x ... mm tebal mm, yang berfungsi membantu pengeluaran jerami.

(3). Penutup/cover,pada bagian atas silinder perontok terdapat tutup (cover) berbentuk setengah lingkaran terbuat dari bahan , tebal mm, pada sisi bagian bawah terdapat alur spiral berjumlah buah dengan lebar ... mm dan berjarak .. mm, satu dengan lainnya yang berfungsi sebagai auger guider untuk keluarnya jerami/straw. (4). Saringan, di bawah silinder perontok terdapat saringan berbentuk setengah lingkaran dengan diameter mm terbuat dari besi yang diameter lubangnya . mm yang terpasang secara horisontal dengan jarak antar besi . mm. Saringan ini berfungsi sebagai tempat menyaring gabah (bijibijian) sebelum turun ke pintu pengeluaran. (5). Kipas/blower, dibawah saringan Concave terdapat kipas yang terbuat dari .. berdiameter ... mm dengan jumlah sudu sebanyak . buah berdimensi p x l x t yaitu .. x .. x .. mm, Kipas/blower ini berfungsi untuk menghembuskan udara sehingga kotoran dan gabah terpisah.

(6). Meja pengumpan, dibagian depan terdapat meja pengumpan sebagai tempat brangkasan padi sebelum dimasukan keruang perontokan. Meja pengumpan ini berukuran panjang .. mm , lebar mm dan tinggi mm terbuat dari plat tebal . mm dengan tinggi . mm dari permukaan tanah. Untuk pemasukan jerami keruang perontok terdapat pintu pemasukan dengan ukuran panjang mm dan lebar . mm. Sedangkan pada bagian belakang terdapat pintu pengeluaran jerami yang berukuran .,,,. mm x ,,, mm. Pintu Pengeluaran gabah terdapat di bawah motor penggerak dengan dimensi .. mm x mm dengan kemiringan .O. Sedangkan pintu pengeluaran kotoran terdapat di bagian bawah saling membelakangi dengan pintu pengeluaran gabah (outlet utama) yang dimensinya . x . mm.

(7). Kerangka dan dinding, kerangka terbuat dari .. ukuran x mm yang berfungsi sebagai tempat merangkai antara satu bagian dengan bagian lainnya. Sedangkan dindingnya terbuat dari tebal mm. (8). Sebagai kelengkapan untuk transportasi mengunakan roda sebanyak dua buah dengan yang terpasang pada bagian bawah mesin, cara pengunaannya dapat ditarik atau didorong dengan tinggi pegangan dari tanah ..mm.

MEKANISME KERJA Bahan (padi) yang sudah ditimbang disiapkan didekat meja pengumpan Sistem penerusan daya dari motor penggerak ke unit tresher mengunakan pully belt : - Diameter pulley silinder perontok : mm - Diameter pulley engine = kipas : mm - Diameter pulley tension : mm - Ukuran/tipe v- belt :

PERALATAN, BAHAN, CARA UJI DAN WAKTU PENGUJIAN 1. Peralatan Uji Peralatan uji yang digunakan pada pengujian mesin perontok padi .... adalah seperti terlihat pada tabel 1.

2. Bahan Uji Bahan yang digunakan pada pengujian Mesin Perontok Padi model .... adalah padi varitas IR-42 dengan kadar air rata-rata 19.04 %. 3. Cara Uji Metode uji yang digunakan dalam pengujian Mesin Perontok Padi model ....... :
Uji Verifikasi (Verification Test) Uji Unjuk Kerja (Performance Test) Uji Pelayanan (Handling Test)

4. Waktu dan Tempat Pengujian Pengujian Mesin Perontok Padi model ...... telah dilaksanakan pada tanggal .... bertempat di Desa ...., Kecamatan ......, Kab. ......, Propinsi ...... Sedangkan analisa data hasil pengujian dilakukan di Balai ........

HASIL PENGUJIAN 5.1 Uji Verifikasi (Verification Test) Dari uji verifikasi diperoleh hasil sebagai berikut : 5.1.1 Unit Motor Penggerak - Motor Penggerak : . - Merek : . - Model : . - Daya Maksimum : .HP / . rpm - Bahan Bakar : - Sistem penyalaan : ... - Sistem Pendinginan : ... - Berat bersih : kg

5.1.2 Unit Silinder Perontok - Diameter : mm - Panjang : .. mm - Jumlah baris : ... - Jumlah gigi per baris : baris (.buah), baris (buah) - Panjang gigi /diameter : mm/ mm - Jarak antar gigi : . Mm 5.1.3 Unit Saringan - Tipe : Setengah lingkaran/Horizontal - Diameter : mm - Diameter Lubang Saringan : . mm - Jarak antar Lubang : ... mm

5.1.4 Unit kipas - Tipe/Bahan - Jumlah sudu - Diameter kipas - Dimensi p x l x tebal

: . : . buah : . mm : x .x .. Mm

5.1.5 Meja pengumpan - Dimensi p x l x t (dari tanah) : .. mm x . mm x .. Mm 5.1.6 Pintu pemasukan - Dimensi p x l : mm x mm

5.1.7 Pintu pengeluaran gabah - Dimensi p x l : .. mm x .mm - Kemiringan : .. O

5.1.8 Pintu pengeluaran kotoran - Dimensi p x l : ... mm x . mm - Kemiringan : O 5.1.9 Pintu pengeluaran jerami - Dimensi p x l : . Mm x .. Mm 5.1.10 Sistem transportasi - Tipe - Jumlah & ukuran roda

: .. : buah .. inch

5.2 Uji Unjuk Kerja (Performance Test) 5. 2.1. Analisa Kualitas Bahan Uji - Bahan Uji : . IR-42 - Panjang jerami rata-rata : mm - Nisbah biji rata-rata : % - Kadar air rata-rata : . % - Shattering : ..kgf
5. 2.2. Hasil Uji Unjuk Kerja Uji unjuk kerja mesin perontok padi dilaksanakan pada putaran silinder perontok rata-rata 866.4 (tanpa beban) dan 841.8 (dengan beban), pada kondisi putaran tersebut, diperoleh ratarata hasil pengujian seperti terlihat dalam tabel 2.

5. 2.3. Hasil Uji Pelayanan (Handling Test) Pada pelaksanaan pengujian mesin perontok tipe ..... tidak mengalami kesulitan/kerusakan, Untuk mengoperasikannya diperlukan . orang operator dengan tugas masing-masing . orang menyiapkan bahan dan . orang pengumpan. Untuk mobilisasi alat ini cukup mudah karena telah dilengkapi dengan roda dan handel penarik/pendorong. Tingkat kebisingan yang ditimbulkan oleh mesin perontok padi selama pengoperasian dan diukur dekat telinga operator dengan mengunakan sound level tercatat .. dB. Tingkat kebisingan ini sudah melebihi batas maksimum tingkat kebisingan yang disyaratkan yaitu 90 dB. Selama mengoperasikan mesin perontok ini tingkat keamanan operator dirasa cukup aman karena pada bagian-bagian yang berbahaya telah terlindungi.

KESIMPULAN (1). Mesin Perontok Padi model .... dapat untuk merontok jerami/padi. (2). Pada kondisi kadar air bahan 1. % dengan putaran silinder perontok rata-rataRPM (dengan beban) didapat kapasitas input perontokan sebesar ...3kg/jam.dengan efisiensi perontokan . %, serta pemakaian bahan bakar .. liter/jam (3). Dari hasil analisa pada pengeluaran outlet utama (pengeluaran gabah) diperoleh tingkat kebersihan biji .% dan tingkat kerusakan (presentase biji rusak) sebesar .%.

(4). Dari hasil analisa pada pengeluaran jerami diperoleh hasil presentase tidak terontok . % dan biji terikut (tercecer) sebesar ..% dengan demikian rata-rata kehilangan hasil sebanyak %. (5). Selama uji pelayanan tidak terjadi kesulitan dalam pengoperasian sedangkan tingkat kebisingan suara yang ditimbulkan selama mesin dioperasikan sebesar.dB.

Tim Penguji : 1 . 2 . 3 . 4 . Padang, Disahkan Oleh :

Tim Evaluasi :

SEKIAN

CATATAN