Anda di halaman 1dari 39

PENGUJIAN HIPOTESIS

HIPOTESIS / HIPOTESA
HYPO / HIPO THESIS / TESA
LEMAH
PERNYATAAN YANG
AKAN DIBUKTIKAN
PERNYATAAN YANG MASIH LEMAH (KEBENARANNYA),
SEHINGGA PERLU DIBUKTIKAN (KENYATAANNYA)
Jika suatu hipotesa telah dibuktikan kebenarannya, maka kita sebut
THESIS / TESA
merupakan suatu pernyataan tentang parameter-
parameter, yang masih lemah dan perlu dibuktikan
kebenarannya.

Untuk membuktikan kebenaran ini, dilakukan pengujian
dengan menggunakan bantuan statistik-statistik
(diperoleh dengan mengambil sampel dari populasi yang
bersangkutan). Aktifitas pengujian ini disebut UJI
HIPOTESIS STATISTIK.
Dlm Kasus Persidangan, Seorang hakim
tdk boleh memvonis terdakwa tanpa
ada bukti. O/ Sbb itu, kondisi awal
terdakwa tdk dianggap bersalah
(Praduga tak bersalah). Selanjutnya
Jaksa mencari bukti-bukti yg
menyatakan bahwa terdakwa bersalah.
Jika bukti dari jaksa cukup kuat
(Teruji), maka hakim memvonis
terdakwa bersalah & mendpt
hukuman.
JIka bukti dari jaksa tdk cukup kuat
(tdk teruji), maka hakim akan
memvonis terdakwa tdk bersalah &
bebas dari hukuman.

tdk Terdakwa : H
o
Bersalah Terdakwa : H
1
Bersalah
HIPOTESIS
Hipotesis Nihil / Null

Pernyataan tentang
kondisi awal sebelum
adanya perlakuan
Pernyataan yang ingin
dibuktikan
ketidakbenarannya
Pernyataan yang
dipertahankan selama
tidak ada bukti yang
cukup untuk mengatakan
bahwa pernyataan ini
tidak benar
Hipotesis Alternatif

Pernyataan tentang
kondisi yang diharapkan
setelah adanya perlakuan
Pernyataan yang ingin
dibuktikan kebenarannya
Pernyataan yang
dianggap salah selama
tidak ada bukti yang
cukup untuk mengatakan
bahwa pernyataan ini
benar
H
0
: = a
H
1
: = a

H
0
:
1
=
2

H
1
:
1
=
2


H
0
: s a
H
1
: > a

H
0
:
1
s
2

H
1
:
1
>
2


H
0
: > a
H
1
: < a

H
0
:
1
>
2

H
1
:
1
<
2


DUA ARAH
SATU ARAH
SATU
POPULASI
DUA POPULASI
adalah suatu nilai yang diperoleh dari hasil perhitungan data
sampel yang akan digunakan untuk membuat kesimpulan menolak
atau menerima H
0
.
adalah suatu nilai dalam distribusi sampling statistik uji di bawah
H0 (distribusi sampling statistik uji yang dibuat dengan
menganggap bahwa parameter populasi sesungguhnya berada
pada kondisi yang dinyatakan dalam H0), yang membatasi
daerah penolakan dengan daerah penerimaan
H
0
: =
H
1
:

=


2.365
2.5 %
2.5 %
95 %
Titik kritis
- 2.365
DAERAH PENERIMAAAN

1.895
5 %
95 %
Titik kritis
DAERAH
PENERIMAAAN
H
0
: s
H
1
:

>


- 1.895
5 %
95 %
Titik Kritis
DAERAH
PENERIMAAAN
H
0
: >
H
1
:

<

KondisiParameter Populasi
(tidak diketahui)
H
0
benar H
0
salah
Hasil
Pengu-
jian
Gagal menolak H
0

Keputusan benar
P = 1 - o
Kesalahan tipe II
P = |
Tolak H
0

Kesalahan tipe I
P = o
Keputusan
benar
P = = 1 - |
Tuliskan hipotesis awal (H
0
) dan hipotesis
tandingan (H
1
).
Menghitung nilai statistik ujinya.
Menetapkan o (taraf signifikansi)
Menentukan daerah kritisnya
Membuat kesimpulan sebagai berikut :
jika statistik uji ada di dalam daerah penolakan,
maka H0 ditolak
jika statistik uji ada di luar daerah penolakan,
maka H0 gagal ditolak
Membuat interpretasi dari kesimpulan
Proses Uji Hipotesis
Identifikasi Populasi
Asumsi : umur
rata2 populasi
adalah 50 th
( )
TOLAK
Ambil Sampel
Hipotesis Nol
Tidak sama !
0
: 50 H =
( )
20 X =
? 50 dengan sama 20 X = =
SATU & DUA POPULASI
Uji Mean Satu Populasi
Pengujian rata-rata satu populasi merupakan pengujian terhadap nilai parameter
(rata-rata populasi). Dalam pengujian tersebut dibandingkan dengan nilai
rata-rata tertentu
0
yang ditetapkan berdasarkan informasi sebelumnya atau
ditetapkan berdasarkan suatu nilai dugaan.
n
X
Z
o

=
0
n
s
X
t
0

=
Varian pop diketahui Varian pop tdk. diketahui
o
Z
2
o
Z
o
t
2
o
t
SATU ARAH DUA ARAH
Sebuah mesin bor memiliki setting kedalaman 2 inchi, sehingga diharapkan
mesin ini mampu membuat lubang dengan rata-rata kedalaman 2 inchi. Untuk
menguji keakuratan mesin, diambil sampel 100 lubang yang telah dibor dengan
menggunakan mesin tersebut. Dari sampel diperoleh rata-rata kedalaman
2,005 inchi dengan standard deviasi 0,03 inchi. Dengan menggunakan o =
0,05, apakah data sampel berhasil menunjukkan bahwa mesin bor tersebut
akurat ?
Kasus pengujian mean satu populasi 2 arah
H
0
: = 2 inchi
H
1
: = 2 inchi
Hipotesis :
Statistik Uji :
x = 2,005 inchi, s = 0,03 inchi, 0 = 2 inchi, n = 100, = 5%
667 , 1
100 / 03 , 0
2 005 , 2
=

= Z
Titik Kritis &
Daerah Penerimaan :
96 1
5 2
.
% .
= Z

1.96
2.5 % 2.5 %
95 %
Titik kritis
- 1.96
DAERAH PENERIMAAAN
1.667
Statistik Uji
Karena Statistik Uji jatuh di
daerah penerimaan, maka
keputusannya adalah Gagal
Menolak H
0
Keputusan :
Not Enough Evidence,
Not Guilty
Kesimpulan :
data sampel berhasil membuktikan bahwa mesin bor tersebut
mampu membuat lubang dengan kedalaman yang akurat yaitu
rata-rata 2 inchi.
1. Suatu perusahaan alat listrik menghasilkan bola lampu
yang umurnya berdistribusi hampir normal dengan rata-
rata 800 jam dan standard deviasi 40 jam. Suatu studi
ingin mengetahui apakah pernyataan tersebut masih
sesuai dengan kondisi saat ini. Untuk itu dilakukan
pengambilan sampel sebanyak 30 bola lampu, dan dari
hasil perhitungan diperoleh nilai rata-rata usia bola
lampu 788 jam. Gunakan tingkat signifikansi 5% !
2. Suatu sampel berisikan 8 rokok merk tertentu
mempunyai mean kadar tar 18,6 mg dan standard
deviasi 2,4 mg. Apakah ini sesuai dengan pernytaaan
pabriknya bahwa mean kadar tar tidak melebihi 17,5 mg?
Gunakan o = 1%
Uji Mean Dua Populasi Independen
merupakan pengujian terhadap nilai parameter 1 (rata-rata populasi
pertama) dengan nilai parameter 2 (rata-rata populasi kedua) dengan
varian kedua populasi diketahui maupun tidak diketahui.
Varian kedua pop diketahui
( ) ( )
2
2
2 1
2
1
2 1
2 1
n / n /
x x
z
hitung
o o

+

=
2
2
2
1
o o =
( ) ( )
2 1
2 1
2 1
1 1 n / n /
x x
z
hitung
+

=
o

2
2
2
1
o o =
Varian kedua pop tidak diketahui
( ) ( )
2
2
2 1
2
1
2 1
2 1
n / s n / s
x x
t
hitung
+

=

( )
( ) ( )
1 1
2
2
2
2
2
1
2
1
2
1
2
2
2
2 1
2
1

+
=
n
n s
n
n s
n s n s
df
/ /
/ /
( ) ( )
2 1
2 1
2 1
1 1 n / n / s
x x
t
p
hitung
+

=

( ) ( )
2
1 1
2 1
2
2 2
2
1 1
+
+
=
n n
s n s n
sp
df = n1 + n2 2
2
2
2
1
o o =
2
2
2
1
o o =
o
Z
2
o
Z
o
t
2
o
t
SATU ARAH DUA ARAH
Suatu percobaan dilakukan untuk membandingkan keausan, karena gosokan,
dua bahan yang dilapisi. Dua belas potong bahan 1 diuji dengan memasukkan
tiap potong bahan ke dalam mesin pengukur aus. Sepuluh potong bahan 2
diuji dengan cara yang sama. Dalam tiap hal, diamati dalamnya keausan.
Sampel bahan 1 memberikan rata-rata keausan (sesudah disandi) sebanyak
85 satuan dengan standard deviasi sampel 4 sedangkan sampel bahan 2
memberikan rata-rata keausan sebanyak 81 dengan standard deviasi sampel
5. Dapatkah disimpulkan bahwa pada taraf signifikansi 0,05 keausan bahan 1
melampaui keausan bahan 2 sebanyak lebih dari 2 satuan ? Anggaplah kedua
populasi berdistribusi hampir normal dengan varian sama.
Kasus pengujian mean dua populasi independen 1 arah
Hipotesis :
Statistik Uji :
x1 = 85, s1 = 4 x2 = 81, s2 = 5, n1 = 12, n2 = 10, = 5%
H
0
:
1
-
2
= 2
H
1
:
1
-
2
> 2
( ) ( )
478 4
2 10 12
25 1 10 16 1 12
, =
+
+
= sp
( )
( ) ( )
04 1
10 1 12 1 478 4
2 81 85
,
/ / ,
t
hitung
=
+

=
d
0
= 1 - 2 = 2
df = 12 + 10 2 = 20
Statistik Uji
Titik Kritis &
Daerah Penerimaan :

1.725
5 %
95 %
Titik kritis
DAERAH PENERIMAAAN
725 1
20 5
.
) %, (
=
= df
t
1.04
Karena Statistik Uji jatuh di
daerah penerimaan, maka
keputusannya adalah Terima H
0
Keputusan :
Not Enough Evidence,
Not Guilty
Kesimpulan :
data sampel tidak dapat menunjukkan bukti kuat yang
menyatakan bahwa keausan bahan 1 melampaui keausan bahan
2 sebanyak lebih dari 2 satuan
Mahasiswa dapat mengambil pilihan kuliah ilmu
komputer 3 jam per semester tanpa praktikum dan 4
jam per semester dengan praktikum. Ujian akhir
tertulis sama untuk kedua macam kuliah tersebut. Bila
12 mahasiswa dengan praktikum mempunyai rata-rata
nilai ujian 84 dengan standard deviasi 4, sedangkan
18 mahasiswa tanpa praktikum mempunyai rata-rata
nilai 77 dengan standar deviasi 6, ujilah kedua kondisi
tersebut, apakah sama atau tidak, anggap bahwa
kedua populasi berdistribusi hampir normal dengan
varian yang berbeda !
Uji Mean Dua Populasi Berpasangan
Dua populasi dikatakan berpasangan berpasangan jika :
berpasangan secara alami ; dipasangkan ; merupakan hasil pengukuran
sebanyak 2 kali pada obyek yang sama

n s
d d
t
d
hitung
/
0

=
d =
2
-
1
n
d
d
n
i
i
=
=
1
n = banyaknya pasangan
o
t
Satu Arah Dua Arah
2
o
t
Seorang mahasiswa ingin mengetahui apakah ada perbedaan kecepatan
menyelesaikan problem, oleh dua buah software matematika. Untuk itu
dilakukan pengambilan sampel 15 mahasiswa informatika yang mampu
mengoperasikan kedua software tersebut, kelima belas mahasiswa
tersebut diminta untuk menyelesaikan sebuah problem matematika yang
sama dengan menggunakan kedua software tersebut. Kemudian dilakukan
pencatatan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan problem
matematika tersebut, dan diperoleh hasil sebagai berikut :
Mhs
Waktu Penyelesaian
dengan Software A
(menit)
Waktu Penyelesaian
dengan Software B
(menit)
d
i

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
2,76
5,18
2,68
3,05
4,10
7,05
6,60
4,79
7,39
7,30
11,78
3,90
26,00
67,48
17,04
7,02
3,10
5,44
3,99
5,21
10,26
13,91
18,53
7,91
4,85
11,10
3,74
94,03
94,03
41,70
4,26
-2,08
2,76
0,94
1,11
3,21
7,31
13,74
0,52
-2,45
-0,68
-0,16
68,03
26,55
24,66
Kasus pengujian mean dua populasi berpasangan dua arah
Hipotesis :
H
0
:
2
-
1
= 0
H
1
:
2
-
1
= 0
Statistik Uji :
06 2
15 474 18
0 848 9
0
,
/ ,
,
/
=

=


n s
d d
t
d
hitung
d = 9,848 , sd = 18,474 , n = 15, = 5%
df = n 1 = 15 1 = 14

2.145
2.5 % 2.5 %
95 %
Titik kritis
- 2.145
DAERAH PENERIMAAAN
2.06
Titik Kritis &
Daerah Penerimaan :
145 2
20 5 2
.
) %, . (
=
= df
t
Statistik Uji
Karena Statistik Uji jatuh di
daerah penerimaan, maka
keputusannya adalah Gagal
Menolak H
0
Keputusan :
Not Enough Evidence,
Not Guilty
Kesimpulan :
tidak ada perbedaan waktu penyelesaian
sebuah problem matematika antara
software A dan software B
SATU & DUA POPULASI
Uji Proporsi Satu Populasi
bahwa parameter proporsi yang diuji akan dibandingkan dengan suatu
nilai tertentu yaitu p
0
. p
0
merupakan nilai dugaan yang ditetapkan oleh
peneliti
0
0 0

(1 )
p p
Z
p p n

x
p
n
=
o
Z
Satu Arah Dua Arah
2
o
Z
Sebuah mesin di suatu pabrik harus diperbaiki jika menghasilkan lebih
dari 10% produk cacat dari keseluruhan produk yang dihasilkan dalam
satu hari. Sebuah sampel random berukuran 100 dari suatu hari
produksi, menghasilkan 15 produk cacat. Menejer shift yang bertugas
pada saat itu memutuskan untuk memperbaiki mesin tersebut. Dengan
menggunakan o = 0,05, buktikan bahwa keputusan menejer shift
tersebut benar !
Kasus pengujian proporsi satu populasi satu arah
H
0
: p s 0,1
H
1
: p > 0,1
Hipotesis :
x = 15, n = 100, p
0
= 0.1, = 5%
Statistik Uji :
( )
15
0,1
100
1, 67
0,1 0, 9
100
Z

= =

Titik Kritis &


Daerah Penerimaan :
645 1
5
.
%
= Z

1.645
5 %
95 %
Titik kritis
DAERAH PENERIMAAAN
1.67
Statistik Uji
Karena Statistik Uji jatuh di
daerah penolakan, maka
keputusannya adalah Menolak
H
0
Keputusan :
Enough Evidence,
Guilty
Kesimpulan :
keputusan menejer shift tersebut benar karena data mendukung
pernyataan bahwa proporsi cacat yang dihasilkan mesin tersebut pada
hari kerja yang diamati lebih dari 10%.
Uji Proporsi Dua Populasi
bahwa terdapat parameter proporsi yang berasal dari dua populasi yaitu
populasi I dan populasi II. Tujuan dari pengujian hipotesis adalah untuk
mengetahui apakah terdapat perbedaan proporsi dari kedua populasi
tersebut
1 2
1 2

1 1
(1 )
p p
Z
p p
n n

=
+
1 2 1 2
1 2
1 2 1 2

x x x x
p p p
n n n n
+
= = =
+
o
Z
Satu Arah Dua Arah
2
o
Z
Suatu penelitian menunjukkan bahwa 16 dari 200 traktor yang diproduksi pada
sebuah line assembling membutuhkan penyesuaian yang cukup banyak
sebelum dikirimkan, sedangkan untuk line assembling yang lain terdapat 14 dari
400 traktor yang diproduksi juga membutuhkan penyesuaian yang serupa. Pada
o = 0,01, apakah hasil penelitian tersebut mendukung pernyataan bahwa line
assembling kedua memiliki hasil kerja yang lebih baik ?
Kasus pengujian proporsi dua populasi satu arah
H
0
: p
1
s p
2
H
1
: p
1
> p
2
Hipotesis :
Statistik Uji :
Titik Kritis &
Daerah Penerimaan :
330 2
1
.
%
= Z

2.330
5 %
95 %
Titik kritis
DAERAH
ENERIMAAAN
2.38
Statistik Uji
1 2
16 14
16 14
, , 0, 05
200 400
200 400
p p p
+
= = = =
+
16 14
200 400
2, 38
1 1
(0, 05) (0, 95)
200 400
Z

= =
| |
+
|
\ .