Anda di halaman 1dari 30

KONSEP SPIRITUAL DAN BERDUKA KEHILANGAN

Chairul Huda Al Husna

Learning Outcomes
Memahami konsep spiritual dalam keperawatan Memahami dimensi spiritual Memahami keterikatan spiritual dengan sehat sakit Memahami tahap perkembangan spiritual Memahami praktik spiritual yang mempengaruhi pelayanan keperawatan Memahami peran perawat dalam pemenuhan spiritual

Learning Outcomes
Memahami konsep kehilangan dan berduka Megidentifikasi jenis-jenis kehilangan Mengidentifikasi tipe-tipe kehilangan Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kehilangan dan berduka Mengidentifikasi tahap berduka dan kehilangan Memahami tanda dan gejala Memahami intervensi keperawatan pada tahap berduka

Latar Belakang

Mayoritas penduduk indonesia adalah agamis dimensi spiritual keyakinan spiritual penting dalam proses penyembuhan klien perawat membantu memenuhinya Holistic care membantu mempercepat proses penyembuhan

Konsep Spiritual
Kata spiritual berasal dari kata spirit yang diartikan sebagai semangat, penuh harapan, dan optimis Spiritual adalah keyakinan dalam hubungannya dengan Yang Maha Kuasa dan Maha Pencipta Hubungan manusia dengan Tuhannya dengan menggunakan instrumen (medium) sholat, puasa, zakat, haji, doa dan sebagainya

Konsep Spiritual
Menurut Burkhardt, spiritualitas meliputi aspek sebagai berikut : 1. Berhubungan dengan sesuatu yang tidak diketahui atau ketidakpastian dalam kehidupan 2. Menemukan arti dan tujuan hidup 3. Menyadari kemampuan untuk menggunakan sumber dan kekuatan dalam diri sendiri 4. Mempunyai perasaan keterikatan dengan diri sendiri dan dengan Yang Maha Tinggi

Dimensi Spiritual
Dimensi Eksistensial
Berfokus pada tujuan dan arti kehidupan

Dimensi Agama
Berfokus pada hubungan seseorang dengan Tuhan Yang Maha Penguasa

Dimensi Vertikal
Hubungan dengan Tuhan

Dimensi Horizontal
Hubungan dengan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan

Keterikatan Spiritual dengan sehat sakit


Keyakinan spiritual sangat penting mempengaruhi tingkat kesehatan dan perilaku self care klien 1. 2. 3. 4. Menuntun kebiasaan hidup sehari-hari Sumber dukungan Sumber kekuatan dan penyembuhan Sumber konflik

Tahap Perkembangan Spiritual


O-18 bulan mendapat kualitas spiritual keyakinan, mutualitas, keberanian, harapan, dan cinta yang mendasar 18 bulan-3 tahun membandingkan hal baik dan buruk kebiasaan berdoa, salam suka pengalaman spiritual 3-6 tahun susah memahami yang abstrak membandingkan yg ada pada dirinya dgn yang lain fase penuh fantasi dan imitatif imajinasi dianggap sebagai realitas 6-12 tahun konkrit memahami konsep abstrak gambaran dan makna spiritual dan agama dapat diajak berdiskusi dan menjelaskan tentang keyakinan

Tahap Perkembangan Spiritual (lanjutan)


Remaja (12-18 thn) pengalaman mengenal dunia saat ini diluar keluarga membantu pemahaman terhadap lingkungan yg luas menyesuaikan diri dengan keyakinan orang disekitar mereka (belum dapat menilai keyakinan secara obyektif) Dewasa muda (18-25 thn) pandangan thd dunia berbeda dgn individu lain mulai membentuk komitmen, gaya hidup, keyakinan, dan sikap yg mandiri pengembangan makna personal terhadap simbol keagamaan dan keyakinan Dewasa menengah (25-38 thn) benar-benar mengetahui konsep yang benar dan yang salah memperhatikan suara hati lebih waspada terhadap mitos, prasangka dan citra menyelesaikan kontradiksi dalam pikiran tetap terbuka thd kebenaran orang lain Dewasa menengah sampai lansia mampu meyakini, memiliki partisipasi dapat berusaha menyelesaikan masalah sosial, politik, ekonomi, atau ideologi mampu merangkul kehidupan meskipun masih longgar biasanya kebutuhan spiritual dalam tahap ini meningkat

Praktik Spiritual yg Mempengaruhi Pelayanan Keperawatan


Hari raya Kitab suci Simbol sakral Doa & meditasi Keyakinan yg mempengaruhi diet dan nutrisi Keyakinan terkait penyembuhan Keyakinan terkait pakaian Keyakinan terkait kelahiran Keyakinan terkait kematian

Peran Perawat Dalam Pemenuhan Kebutuhan Spiritual


Peran Sebagai Pemberi Asuhan Keperawatan Peran Sebagai Advokat Klien Peran Edukator Peran Koordinator Peran Kolaborator Peran Konsultan Peran Pembaharu

Konsep Berduka dan Kehilangan

Pengertian
Kehilangan adalah situasi aktual atau potensial yang didalamnya sesuatu yg dinilai berharga berubah, tidak lagi ada atau menghilang Kehilangan adalah suatu keadaan individu yang berpisah dengan sesuatu yang sebelumnya ada, kemudian menjadi tidak ada, baik terjadi sebagian atau keseluruhan (Lambert dan Lambert,1985,h.35) Berduka merupakan respon individu terhadap kehilangan

Jenis Kehilangan
1. Actual Lost
Diakui orang lain dan sama-sama dirasakan bahwa hal tsb merupakan suatu bentuk kehilangan. Misal : kehilangan anggota badan , kehilangan suami/ istri , kehilangan pekerjaan

2. Perceived Lost
Dirasakan seseorang, tetapi tidak sama dirasakan orang lain. Misal : kehilangan masa muda, keuangan, lingkungan yang berharga

Jenis Kehilangan
3. Physical Lost
Kehilangan secara fisik. misal : seseorang mengalami kecelakaan dan akibat luka yang parah tangan atau kaki harus diamputasi

4. Psycological Lost
Kehilangan secara psikologis. Misal : orang yang cacat akibat kecelakaan membuatnya merasa tidak percaya diri, gambaran dirinya terganggu, menarik diri dari sosial dan HDR

5. Anticipatory Lost
Kehilangan yang bisa dicegah. Misal : orang yang menderita penyakit terminal yang rutin menjalani pengobatan

TIPE-TIPE KEHILANGAN & BERDUKA


1. BERDUKA ANTISIPATORY Sifatnya aktual dan nyata. Mudah dikenal dan diidentifikasi oleh orang lain. Contohnya bagian tubuh yang hilang karena amputasi, kematian orang yang dicintai BERDUKA DISFUNGSIONAL Hanya dialami oleh seseorang yang sulit diidentifikasi oleh orang lain. Contoh seseorang yang berhenti bekerja / PHK, menyebabkan perasaan kemandirian dan kebebasannya menjadi menurun.

2.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


1. Tahap tumbuh kembang
Anak belum bisa mengerti dan merasakan Dewasa kenangan dan persiapan Mempengaruhi respon dan ekspresi kesedihan Kehilangan pencari nafkah kehilangan ekonomi juga Mempengaruhi manifestasi fisik dan emosi Menghibur dan memberikan rasa aman menyadarkan bahwa kematian/kehilangan merupakan ajaran dasar dalam agama

2. 3. 4.

Keluarga

Faktor sosial ekonomi Pengaruh kultural

5.

Agama

6.

Kematian

Rentang Respon Berduka Kehilangan D-A-B-D-A


DENIAL = PENOLAKAN ANGER = MARAH BERGAINING = TAWAR MENAWAR DEPRESI ACCEPTENCE = MENERIMA
(KUBBLER ROSS)

TAHAP BERDUKA AKIBAT KEHILANGAN (KUBBLER ROSS)


FASE PENYANGKALAN (DENIAL) Rx pertama kehilangan syok, tdk percaya atau menyangkal kenyataan bahwa kehilangan itu memang terjadi. Rx sering dg perkataan : Ini tidak mungkin Saya tidak percaya itu terjadi Biasanya kematian orang yg dicintai, tetap merasa orang itu masih hidup Perubahan fisik : letih, lemah, pucat, mual, diare, gg pernafasan, detak jantung cepat, menangis, gelisah

TAHAP BERDUKA AKIBAT KEHILANGAN (KUBBLER ROSS)


FASE MARAH (ANGER) Individu mulai sadar akan kenyataan terjadi kehilangan menunjukkan rasa marah yg meningkat yg diproyeksikan pd orang yg berada dilingkungannya atau orang tertentu Rx fisik : muka merah, nadi cepat, gelisah, susah tidur, tangan mengepal. Misal kematian anak di RS : mungkin bicara kasar, menuduh dokter, perawat tidak mampu merawat.

TAHAP BERDUKA AKIBAT KEHILANGAN (KUBBLER ROSS)


FASE TAWAR MENAWAR (BERGAINING) Individu telah mampu mengungkapkan rasa marah. Rx (dg kata-kata) : Kenapa harus terjadi dengan keluarga saya Kalau saja yg sakit bukan anakku Seandainya saya hati-hati. FASE DEPRESI Menunjukkan sikap menarik diri, tidak mau bicara atau putus asa. Gejala fisik : menolak makan, susah tidur, letih, dorongan libido menurun.

TAHAP BERDUKA AKIBAT KEHILANGAN (KUBBLER ROSS)


FASE PENERIMAAN (ACCEPTANCE) Perhatian individu beralih pada objek baru. Pikiran pada objek atau orang yg hilang mulai berkurang atau hilang. Dinyatakan dg kata-kata: Apa yg dapat saya lakukan agar saya cepat sembuh; Yach akhirnya saya harus operasi Bila individu dapat melalui fase-fase sampai fase penerimaan proses berduka dan mengatasi perasaan berduka dg tuntas. Bila individu tidak sampai fase penerimaan sulit masuk fase penerimaan jika kehilangan lagi individu mungkin berada tetap pada fase depresi.

TANDA DAN GEJALA


Adanya ungkapan kehilangan Menangis Gangguan tidur Kehilangan nafsu makan Susah konsentrasi Karakteristik berduka yang berkepanjangan
Waktu mengingkari kenyataan kehilangan yang lama sedih berkepanjangan adanya gejala fisik yang berat keinginan untuk bunuh diri

INTERVENSI KEPERAWATAN
Fase Denial Tindakan keperawatan: Memberi kesempatan kepada pasien untuk mengungkapkan perasaannya:
a. Secara verbal mendukung pasien tetapi tidak mendukung denialnya b. Tidak membantah denial pasien, tetapi menyampaikan fakta-fakta, seperti pemakaman dilakukan jam lima sore c. Duduk disamping pasien d. Teknik komunikasi diam dan sentuhan e. Perhatikan kebutuhan dasar pasien

INTERVENSI KEPERAWATAN
Fase Anger Tindakan Keperawatan: Mendorong dan memberi waktu pada pasein untuk mengungkapkan kemarahan secara verbal tanpa melawan dengan kemarahan:
a. Bantu pasien/ keluarga untuk mengerti bahwa marah adalah suatu respon yang normal untuk merasakan kehilangan dan ketidak berdayaan. b. Fasilitasi ungkapan kemarahan pasien dan keluarga c. Hindari menarik diri dan dendam karena pasien/keluarga bukan sedang marah pada perawat d. Tangani kebutuhannya pada segala reaksi kemarahan

INTERVENSI KEPERAWATAN
Fase Bergaining Tindakan Keperawatan: Membantu pasien mengidentifikasi rasa bersalah dan perasaan takutnya:
a. Dengarkan dengan penuh perhatian b. Ajak pasien bicara untuk mengurangi rasa bersalah dan ketakutan yang tidak rasional c. Berikan dukungan spiritual

INTERVENSI KEPERAWATAN
Fase Depresi Tindakan Keperawatan:
a. Mengidentifikasi tingkat depresi dan membantu mengurangi rasa bersalah b. Memberikan kesempatan pasien untuk mengkspresikan kesedihannya c. Memberi dukungan non verbal dengan cara duduk disamping pasien dan memegang tangan pasien d. Hargai perasaan pasien e. Bersama pasien membahas pikiran negatif yang sering muncul f. Latih mengidentifikasi hal positif yang masih dimiliki

INTERVENSI KEPERAWATAN
Fase Acceptance Tindakan Keperawatan:
a. Membantu pasien mengidentifikasi rencana kegiatan yang akan dilakukan b. Bantu keluarga dan pasien untuk bisa mengerti penyebab kematian c. Jika keluarga mengikuti proses penguburan maka dapat dilakukan :
Ziarah (menerima kematian) Melihat photo-photo proses pemakaman pensiun menutup rekening (buku bank)

d. Mengurus surat-surat yang diperlukan:

TUGAS??