Anda di halaman 1dari 16

PRAKTIKUM BIOGEOGRAFI

KELOMPOK 9 TRACK AFRIKA


Angga Resgiana D. Fitri Yani Irsan Taufik M. Opilona Badriyah Ricky P. Ramadhan Amran Indra K. Gea Pardina Risti Gusyah Suyanto Yoga Hepta G.

PERSONALIA

PENDAHULUAN latar belakang


Biogeografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari sebaran secara spasial makhluk hidup pada saat yang lalu dan saat ini. Untuk tujuan praktis sesuai dengan pembagian makhluk hidup menjadi tumbuhan dan hewan. Biogeografi pada umumnya dibagi atas geografi tumbuhan (fitogeografi) dan geografi hewan (zoogeografi). Praktikum biogeografi kali ini dilaksanakan untuk meneliti kondisi nyata kehidupan flora dan fauna, interaksi dari berbagai ekosistem, pesebaran flora dan fauna, faktorfaktor yang mempengaruhi flora dan fauna yang ada disana, dan juga mengamati keanekaragaman hayati yang ada di daerah tersebut.

PENDAHULUAN rumusan masalah


Berikut adalah beberapa rumusan masalah :
Bagaimana gambaran umum lokasi penelitian ? Apa saja keanekaragaman hayati yang terdapat di PPKAB ? Bagaimana pola persebaran hewan dan tumbuhan, kerapatan tumbuhan berdasarkan ketinggian, berbagai keunikan dan segala aktivitas flora dan fauna di rute awalhutan? Bagaimana hubungan atau interelasi antara kondisi fisik kawasan konservasi alam Bodogol dengan keberadaan tumbuhan dan hewan yang ada di Bodogol?

PENDAHULUAN tujuan penelitian


Adapun tujuan dari pengamatan yang kami lakukan adalah sebagai berikut
Untuk mengetahui bagaimana gambaran umum di PPKAB. Untuk mengetahui keanekaragaman hayati apa saja yang terdapat di PPKAB. Untuk mengetahui pola persebaran hewan dan tumbuhan, kerapatan tumbuhan berdasarkan ketinggian, berbagai keunikan dan segala aktivitas flora dan fauna di rute awal-hutan. Untuk mengetahui pola persebaran hewan dan tumbuhan, kerapatan tumbuhan berdasarkan ketinggian, berbagai keunikan dan segala aktivitas flora dan fauna di track Afrika, PPKAB.

METODOLOGI lokasi
Lokasi Penelitian Dilakukan di Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol, Bogor, Jawa Barat. dilakukan di kawasan dengan luas 56 ha, dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. Penelitian biogeografi difokuskan pada tiga titik, diantaranya adalah sebagai berikut :
Lido Resort Hutan Track Afrika

METODOLOGI waktu, alat bahan, populasi sampel


Waktu
dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 14-15 April 2012.

Alat dan Bahan


Global Positioning System (GPS) Camera Digital Peta InstrumenPenelitian Alat tulis

Populasi dan Sampel


Populasi : populasinya adalah sebagian objek yang ada di Lido Resort dan kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Sampel : Sampel yang diambil dalam praktikum ini adalah satu objek yang terdapat di Bodogol (Taman Nasional Gunung Gede Pangrango) yaitu Lido Resort sampai awal Hutan dan Jalur Afrika. Pengamatan dilakukan pada pagi hari sampai dengan siang hari.

PEMBAHASAN deskripsi wilayah TNGGP


Karakteristik wilayah Ketingian 800 mdpl Luas 56 ha berjarak 100 km dari Jakarta Ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1980 hutan hujan tropis pegunungan habitat Owa Jawa, Surili dan Lutung dan Elang Jawa. Iklim Rata-rata suhu di Cibodas 23C musim kemarau dari bulan Juni - Oktober musim penghujan dari bulan Nopember ke April curah hujan rata-rata pertahun 4000 mm TNGGP merupakan salah satu dari 5 taman nasional yang dideklarasi oleh Pemerintah Indonesia tahun 1980, dan sampai tahun 2007 sudah 50 taman nasional dibentuk oleh Pemerintah di seluruh Indonesia. Seperti halnya kawasan konservasi lainnya di Indonesia, pengelolaan kawasan TNGP merupakan tanggungjawab dari Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Departemen Kehutanan.

PEMBAHASAN track Lido


064600,8 - 64615,8 LS dan 1064936,2 - 1065021,4 BT

Merupakan wilayah pemukiman warga, sehingga jenis floranya didominasi oleh tanaman pokok dengan pola linier mengikuti arah jalan. Adapun jenis tumbuhan yang kami temui meliputi singkong, kol/ kubis, pohon pisang, jagung, ubi jalar, mengkudu, pepaya, jambu batu, jambu air, cabe rawit, rumput-rumputan dan tanaman hias lainnya yang cukup mendominasi halaman rumah warga.

PEMBAHASAN track Hutan


64624,5 - 64637,8 LS dan 1065029,6 - 1065115 BT

Dalam klasifikasi Shapper termasuk Zona iklim Tierra Templada (zona sejuk, pada ketinggian 600 - 1800 m dengan suhu 24C - 18C). TNGGP memiliki 7 bulan basah yaitu dari bulan November samapai Mei, maka jika dilakukan pendekatan terhadap tabel iklim vertikal yang dibuat oleh shapper, maka TNGGP ini merupakan daerah hutan hujan tropis yang memang sesuai dengan ciri-ciri hutan hujan tropis yang kami temukan dilapangan, yaitu memiliki hutan yang heterogen, mempunyai kerapatan yang tinggi.

PEMBAHASAN track Afrika


64637,8 - 64648,8 LS dan 1065115 - 1065124,4 BT ketinggian 654 - 722 mdpl

cangkuang, buah tiker, dan buah pandan, pohon lame, tumbuhan epifit dan 5 jenis koya, jenis paku kadaka, bunga api, bunga pohon tepus, rotan, congkok, pakis, dan kopo, Tumbuhan terep, pohon jahejahean, Jenis jenis paku pakuan, Paku sayur, Tumbuhan koppo, pohon matoa dan jamur kuping, adalah rotan badak. Kerapatan, rotan sega, kolang-kaling, dan pandan.amis mata, ki leho, benying, pisang kole. binatang binturong, klimata, dan 3 jenis musang, cacing sonari

KESIMPULAN
TRACK LIDO Pola persebaran di track Lido Resort sebagai pola persebaran linier, karena daerah ini merupakan kawasan pertanian dan dalam pembentukannya ada campur tangan manusia. TRACK HUTAN kawasan ini merupakan daerah hutan hujan tropis, maka pola persebaran tumbuhannya adalah tidak beraturan. Namun memang ada beberapa tumbuhan yang mempunyai pola persebaran linier, seperti pohon damar dan pohon Kaliandra.

FLORA : bambu, damar, pakurane, cangkore, cangkuang, harendong bulu, pisang kole, afrika, lame, pulus, rotan, tepus, buncis, cabe rawit, paku, daun seribu, ilalang, singkong, mengkudu, jambu biji, kacang panjang, kaliandra, bunga sepatu, kubis, kumis kucing, jambu air, pepaya, pisang, ubi jalar, talas dll. FAUNA : monyet ekor panjang, semut, pacet, elang jawa, lutung, macan tutul, owa jawa, surili, ayam, laba-laba dll

TERIMA KASIH