Anda di halaman 1dari 11

Konsep Dasar Penyulit Kala I dan II

Devi Meilia Click to edit Master subtitle style Grace Shinta DF Risha Andriaty Sesarisa Mayasari Wiwit Sawitri Yesi Resna

5/18/12

Proses persalinan dipengaruhi oleh 4P :

Power,kekuatan his dan mengejan Passage,jalan lahir Passenger,janin dan plasenta Penolong selama persalinan

Ketidakseimbangan antara 4 faktor 5/18/12

1. Kelainan His dan Mengejan(Power)

Sangat mungkin ibu hamil tidak memiliki cukup power untuk mengejan. Ini biasanya dialami oleh ibu-ibu hamil yang sakit jantung atau asma yang membuat kemampuan mengejannya sedemikian lemah. Bisa juga akibat pengaruh dari penyakit lain
5/18/12

Lanjutan

1. Inersia uteri Adalah his yang sifatnya lebih lemah, lebih singkat, dan lebih jarang dibandingkan dengan his yang normal. Sering dijumpai pada multigravida dan grandemulti.

a. Inersia uteri primer Kelemahan his timbul sejak dari permulaan persalinan.

b. Inersia uteri sekunder 5/18/12 Kelemahan his yang timbul setelah

Penanganan Inersia

Supaya serviks membuka berikan oksitosin drips 5-10 satuan dalam 500cc dektrosa 5% dimulai dengan 12 tetes permenit, dinaikan setiap 10-15 menit sampai 40-50 tetes permenit. bila tidak memperkuat his setelah pemberian beberapa lama, hentikan dulu pemberian oksitosin dan ibu dianjurkan beristirahat. 5/18/12

Bila inersia disertai dengan disproporsi sefalopelvis, maka sebaiknya dilakukan seksio sesarea. Bila semua his kuat tetapi kemudianterjadi inersia uteri sekunder, ibu lemah, dan partus telah berlangsung lebih dari 24 jam pada primi dan 18 jam pada multi, tidak ada ginanya memberikan oksitosin drips, sebaiknya partus segera diselesaikan sesuai dengan 5/18/12 hasil pemeriksaan dan indikasi

2. Tetania Uteri Adalah his yang terlampau kuat dan terlalu sering sehingga tidak ada relaksasi rahim. Menyebabkan :

terjadinya partus presipitatus luka-luka jalan lahir yang luas pada servik, vagina pada perineum, dan pada bayi dapat terjadi perdarahan intracranial.

Bila ada kesempitan panggul dapat terjadi rupture uteri mengancam, dan 5/18/12 bila tidak segera ditangani akan

Penanganan Tetania Uteri


a. Berikn obat seperti morfin, luminal dan sebagiannya, asal janin tidak akan lahir dlam waktu dekat 4-6 jam b. Bila ada tanda-tanda obstruksi, persalinan harus segera diselesaikan dengan seksio sesarea. c. Pada partus presipitatus tidak banyak yang dapat dilakukan karena janin lahir tiba-tiba dan cepat.
5/18/12

3. Aksi Uterus Inkoordinasi (Incoordinate Uterine Action)

Sifat his yang berubah-ubah, tidak ada koordinasi dan sinkronasi antar kontraksi dan bagian-bagiannya. Jadi kontraksi tidak efisien dalam mengadakan pembukaan, apalagi dalam pengeluaran janin. Penyebab: a.Usia terlalu tua. b.Pimpinan persalinan c.Karena induksi persalinan dg oksitosin
5/18/12 d.Rasa takut dan cemas.

Penanganan Inkoordinasi His


a.

Untuk mengurangi rasa takut, cemas dan tonus otot, berikan obatobatan anti sakit dan penenang (sedativa dan analgetika) seperti morfin, petidin dan valium.

b.

b. Apabila persalinan sudan berlangsung lama dan berlarutlarut, selesaikanlah partus menggunakan hasil pemeriksaan dan evaluasi, dengan ekstraksi 5/18/12

2. Kelainan

5/18/12