Anda di halaman 1dari 14

MANAJEMEN PERUBAHAN

Anggota Kelompok : Idham Hadiguna (D2A009028) Aryan Prasetyawan (D2A009029) Andriani Perwita K (D2A009030) Murni Septiyanti (D2A009032) Supriyanto (D2A009033)

Latar belakng
Perubahan tidak dapat dielakkan dalam kehidupan manusia. Perubahan mulai disadari menjadi bagian yang penting dari suatu organisasi diawali sekitar 40 tahun yang lalu. Dimulai oleh dunia usaha yang lebih dulu menyadari pentingnya perubahan bagi peningkatan kualitas produksi yang dihasilkan. Berbagai upaya dan pendekatan telah dilakukan untuk memecahkan masalah yang timbul akibat adanya perubahan. Perubahan adalah satu-satunya hal yang tetap konstan dalam organisai. Semua organisasi berada dalam situasi perubahan yang terus menerus. Untuk bertahan dan berkembang. Mereka harus berinovasi, mengembangkan produk-produk baru, mengorganisasi ulang, memperkenalkan teknologi baru dan mengubah metode serta praktek kerja. Perubahan dapat menciptakan ketidakstabilan dan ambiguitas, dan menggantikan keteraturan dan kemampuan prediksi dengan ketidakselarasan dan kejutan. Terkadang timbul penolakan terhadap perubahan yang dikarenakan oleh berbagai macam faktor. Ketika membicarakan penolakan terhadap perubahan, kita cenderung menyiratkan bahwa ini merupakan kecenderungan perilaku irasional. Terdapat asumsi bahwa manajemen selalu rasional dalam mengubah arahnya atau memodifikasi tujuannya untuk lebih baik dalam mencapai sasaran-sasarannya. Kepentingan individu dan organisasi tidaklah selalu bersesuaian.

PEMBAHASAN
Pengertian Manajemen Perubahan Manajemen Perubahan adalah upaya yang dilakukan untuk mengelola akibat-akibat yang ditimbulkan karena terjadinya perubahan dalam organisasi. Perubahan dapat terjadi karena sebab-sebab yang berasal dari dalam maupun dari luar organisasi tersebut.

B. Tahapan Manajemen Perubahan


Tahap 1, yang merupakan tahap identifikasi perubahan, diharapkan seseorang dapat mengenal perubahan apa yang akan dilakukan /terjadi Tahap 2,adalah tahap perencanaan perubahan Tahap 3, merupakan tahap implementasi perubahan dimana terjadi proses pencairan, perubahan dan pembekuan yang diharapkan Tahap 4, adalah tahap evaluasi dan umpan balik

Pentingnya Manajemen Perubahan


Perubahan merupakan suatu fenomena yang pernah terjadi di dalam kehidupan organisasi, meskipun banyak yang berpendapat bahwa kecepatan dan besaran perubahan telah meningkat secara signifikan beberapa tahun belakangan ini. Penelitian yang dilakukan The Institute of Management tahun 1991 menunjukkan bahwa 90% organisasi menjadi lebih ramping dan datar. Pada tahun 1992 dilaporkan bahwa 80% manajer merespons dan merestruktur perusahaannya dalam 5 tahun terakhir. Oleh karena itu, kita melihat bahwa dalam waktu yang relative pendek kebanyakan organisasi dan pekerjanya telah mengalami perubahan secara substansial tentang apa yang mereka lakukan dan bagaimana mereka melakukannya (Burnes,2000:250).

Cara Mengelola Perubahan


1. Memahami mekanisme dasar dari perubahan 2. Mengembangkan program perubahan 3. Menganalisis kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi perubahan 4. Mengambil langkah-langkah untuk mengatasi penolakan terhadap perubahan 5. Memperoleh komitmen terhadap perubahan 6. Meningkatkan laju perubahan

Pendekatan Manajemen Perubahan


A. Planned Change (Perubahan Terncana) Bullock dan Batten (Burnes, 2000:272) mengemukakn bahwa untuk melakukan perubahan terencana perlu dilakukan empat fase tindakan, yaitu sebagai berikut: 1. Exploration Phase (fase eksplorasi) 2. Planning Phase (fase perencanaan) 3. Action Phase (Fase Tindakan) 4. Integration Phase

Emergent Approach (Pendekatan Darurat)


Emergent Approach memerikan arahan dengan melakukan penekanan pada lima gambaran organisasi yang dapat mengembangkan atau menghalangi keberhasilan perubahan, yaitu sebagai berikut: 1. Organizational structure (struktur organisasi 2. Organizational culture (budaya organisasi) 3. Organizational learning (organisasi pembelajaran) 4. Managerial behaviour (perilaku manajerial)

Dalam melakukan emergent change, Pettigrew dan Whipp(Brunes,2000;294) mengusulkan model untuk mengelola perubahan strategis dan operasional dengan melibatkan 5 faktor saling berkaitan, yaitu sebagai berikut :

1. Environmental assesment (penelusuran lingkungan) 2. Leading change (memimpin perubahan) 3. Linking strategic dan Operational change (menghubungkan perubahan stratejik dan operasional) 4. Human resource sebagai assets dan liabilities (sumber daya manusia sebagai kekuatan dan beban) 5. Coherence of purpose (pertalian maksud)

Model Manajemen Perubahan


1. The Choice Process (proses pilihan) Terdiri dari tiga elemen yaitu sebagai berikut a). Organization context (konteks organisasional) b) Focus of Chice (fokus pilihan) c) Organizational trajectory (lintasan organisasional) 2. The Trajectory Process (proses lintasan) Trajectory Process terdiri dari tiga element berikut a.Vision (visi) b.Srategy (strategi) c.Change 3.The Change Process (proses perubahan) a). Objectives and Outcomes (tujuan dan manfaat) b) Planing the Change (Merencanakan Perubahan)

1. The Choice Process (proses pilihan)


a). Organization context (konteks organisasional) Salah satu resep standar untukkeberhasilan organisasi adalah bahwa mereka harus tahu kekuatan dan kelemahannya sendiri, kebutuhan pelanggan mereka dan sifat lingkungan dimana mereka bekerja b) Focus of Chice (fokus pilihan) Pada satu waktu, organisasi yang sukses memfokuskan perhatianya hanya pada renttang yang sempit dari isu jangka pendek, menengah, dan panjang c) Organizational trajectory (lintasan organisasional) Arah suatu organisasi dibentuk oleh tindakan masa lalu, tujuan dan strategi masa depan.

a).Vision (visi) Maksud dari teknik ini adalah untuk menbangkitkan masa depan organisasi yang berbeda, atau realitas, dengan maksud untuk memilih salah satu yang paling baik atau paling cocok b.Srategy (strategi) Dalam konteks visi,strategi dapat di definisikan sebagai arus tindakan yang masuk akal atau konsisten dimana organisasi mengambil atau di ambil untuk bergerak meneuju visi. c.Change Seperti halnya lintasan organisasi baik elemen penting dari suatu proses pilihan dan suatu proses dalam liingkupnya sendiri, sama halnya diterapkan terhadap perubahan

c) Organizational trajectory (lintasan organisasional

a). Objectives and Outcomes (tujuan dan manfaat) , Burnes (2000:470) mengusulkan pendekatan untuk mengukur kebutuhan untuk dan tipe perubahan yang berusaha membuat proses membangun objektif dan outcome lebih keras dan terbuka b) Planing the Change (Merencanakan Perubahan) rentang perubahan situasi dan pendekatan, perlu di pikirkan ketika mempertimbankanenam kegiatan berikut yang saling berkaitan dalam melakukan perencanaan dan perubahan. b) Planing the Change (Merencanakan Perubahan) rentang perubahan situasi dan pendekatan, perlu di pikirkan ketika mempertimbankanenam kegiatan berikut yang saling berkaitan dalam melakukan perencanaan dan perubahan.

3.The Change Process (proses perubahan)

Contoh kasus
TvOne (sebelumnya bernama Lativi) adalah sebuah stasiun televisi swasta Indonesia. Pada saat itu, konsep penyusunan acaranya adalah banyak menonjolkan masalah yang berbau klenik, erotisme, berita kriminalitas dan beberapa hiburan ringan lainnya. Pada 14 Februari 2008, Lativi secara resmi berganti nama menjadi tvOne, dengan komposisi 70 persen berita, sisanya gabungan program olahraga dan hiburan. tvOne secara progresif menginspirasi masyarakat Indonesia yang berusia 15 tahun ke atas agar berpikiran maju dan melakukan perbaikan bagi diri sendiri serta masyarakat sekitarmelalui program News and Sports yang dimilikinya. Sebagai pendatang baru dalam dunia News, tvOne telah mempersiapkan bentuk berita baru yang belum pernah ada sebelumnya. Seperti Apa Kabar Indonesia, yang merupakanprogram informasi dalam bentuk diskusi ringan dengan topik-topik terhangat bersama para narasumber dan masyarakat