Anda di halaman 1dari 46

DIVERTIKULOSIS

DEFINISI
Herniasi mukosa/submukosa dan hanya dilapisi

oleh tunika serosa pada lokasi dinding kolon yang lemah yaitu tempat dimana vasa rekta menembus dinding kolon

EPIDEMIOLOGI
Laki-laki : perempuan = 5 : 3

<40 th (25%), 60 th (30%), >70 th (50%), >80th

(80%)

ETIOLOGI
Penyebab utama dari penyakit divertikulum : Makanan rendah serat. Serat merupakan bagian dari buahbuahan, sayuran dan gandum yang tidak dapat dicerna oleh tubuh. Terdapat 2 jenis serat:
Serat yang larut dalam air, di dalam usus terdapat dalam

bentuk yang menyerupai agar-agar yang lembut Serat yang tidak larut dalam air, melewati usus tanpa mengalami perubahan bentuk.

Kedua jenis serat tersebut membantu memperlunak tinja sehingga mudah melewati usus.

Konstipasi menyebabkan otot-otot menjadi

tegang karena tinja yang terdapat di dalam usus terlalu keras. Hal ini merupakan penyebab utama dari meningkatnya tekanan di dalam usus besar. Tekanan yang berlebihan menyebabkan titik-titik lemah pada usus besar menonjol dan membentuk divertikula.

GEJALA
Kebanyakan penderita divertikulosis tidak

menunjukan gejala. Sindrom iritasi kolon (flatulen,diare/konstipasi intermitten,rasa tidak enak pd kuadran kiri bwh abdomen) Demam, leukositosis, perdarahan

Komplikasi
Abses, Perforasi & Peritonitis. Abses merupakan suatu daerah terinfeksi yang berisi nanah dan bisa menyebabkan pembengkakan serta kerusakan jaringan. Kadang divertikula yang terinfeksi akan membentuk lubang kecil, yang disebut perforasi. Perforasi ini memungkinkan mengalirnya nanah dari kolon dan masuk ke dalam daerah perut. Abses yang besar akan menimbulkan masalah yang serius jika infeksinnya bocor dan mencemari daerah diluar kolon. Infeksi yang menyebar ke dalam rongga perut disebut peritonitis.

Fistula.
Fistula merupakan hubungan jaringan yang abnormal

diantara 2 organ atau diantara organ dan kulit. Jika pada suatu infeksi jaringan yang mengalami kerusakan bersinggungan satu sama lain, kadang kedua jaringan tersebut akan menempel, sehingga terbentuklah fistula. Jika infeksi karena divertikulitis menyebar keluar kolon, maka jaringan kolon bisa menempel ke jaringan di dekatnya. Organ yang paling sering terkena adalah kandung kemih, usus halus dan kulit.
Penyumbatan usus.
Jaringan parut akibat infeksi bisa menyebabkan

penyumbatan kolon parsial maupun total. Jika hal ini terjadi, maka kolon tidak mampu mendorong isi usus secara normal.

PENGOBATAN
Mengkonsumsi makanan yang kaya akan serat

(sayuran, buah-buahan dan sereal) bisa mengurangi gejala dan mencegah terjadinya komplikasi. Diet cair / pemberian cairan I.V, tirah baring

POLIP COLON

DEFINISI
: kelainan yang jelas, yang menonjol di atas

permukaan mukosa yang mengelilinginya. Bentuk : Bertangkai pedunculated polyp Tidak bertangkai & dasar lebar sessile polyp

KLASIFIKASI
1. 2.

Polip non epithelial : berasal dari jaringan limfoid, otot halus, lemak dan saraf. Terjadi karena peradangan local. Polip epithelial : lebih sering terdapat. Dibagi atas 4 golongan : a. Adenoma 3 jenis : Adenoma tubular khasnya kecil, sferis, dan bertangkai dengan permukaan yang licin Adenoma villosa besar & permukaan yang tidak licin. Adenoma tubulo-villosa campuran kedua jenis adenoma. Hampir semua karsinoma usus besar timbul dari adenoma. Perdarahan, banyak lendir & tenesmus menunjukkan adanya transformasi keganasan.

b. Hamartoma : suatu malformasi, terdiri atas suatu campuran jaringan yang secara normal terdapat di bagian badan tersebut. Pada usus besar ada 2 macam hamartoma : Polip juvenil biasanya terdapat pada anak2, walaupun tidak selalu demikian. Sebagian besar timbul di rektum bagian distal sampai 5 cm dari rektum, biasanya hanya 1 atau sedikit jumlahnya. Juvenile polyposis syndrome yaitu keadaan dimana ada polip di lambung, usus kecil & usus besar jarang terdapat. Makroskopis kelihatan sebagai polip kecil sampai 2 cm, bundar dengan permukaan yang licin & merah terang. Polip pada sindrom Peutz-Jeghers sebagian besar terdapat pada usus kecil akan tetapi 15 % terdapat di kolon. Polip tersebut sessile atau bertangkai, permukaan kasar & lobulated, tidak menjadi ganas.

c. Inflammatory polyps, terdapat pada peradangan kronik seperti penyakit Crohn, colitis ulseratif, disentri basilaris, amebiasis & skistosomiasis. Polip2 ini dapat berbentuk aneh2. walaupun kelihatannya bertangkai akan tetapi sukar dibedakan antara tangkai & kepala.

d. Polip hiperplastik atau metaplastik. Biasanya multipel & sessile, timbul pada usia lbh dr 40 thn. Ditemukan di usus besar, lebih sering di rektum. Biasanya kecil (< 0,5 cm), warnanya sama dengan mukosa di sekitarnya atau lebih pucat.

Gejala
Kebanyakan polip tidak menyebabkan gejala, tapi

gejala paling sering terjadi adalah perdarahan dari rektum. Polip yang besar bisa menyebabkan kram, nyeri perut atau penyumbatan usus. Polip yang bertangkai panjang jarang turun ke bawah melalui anus. Polip besar dengan bentuk seperti jari (adenoma vilus) bisa mengeluarkan air dan garam, menyebabkan diare cair yang bisa menyebabkan menurunnya kadar kalium darah (hipokalemia). Jenis polip ini lebih sering berkembang menjadi keganasan (kanker).

Diagnosa
Pada pemeriksaan colok dubur akan dapat dirasakan

oleh jari tangan adanya polip di rektum. Selain itu, polip biasanya ditemukan pada pemeriksaan rutin sigmoidoskopi. Bila pada sigmoidoskopi ditemukan polip, maka dilakukan kolonoskopi untuk memeriksa keseluruhan usus besar. Pemeriksaan ini dilakukan, karena seseorang sering memiliki polip lebih dari satu dan karena polip bisa bersifat ganas. Pada kolonoskopi juga dilakukan pengambilan contoh jaringan untuk biopsi dari daerah yang kelihatannya ganas.

TERAPI
Penderita diberi obat pencahar dan enema untuk

mengosongkan usus. Lalu polip diangkat selama kolonoskopi dengan menggunakan pisau bedah atau lingkaran kawat yang dialiri arus listrik. Bila polip tidak memiliki tangkai atau tidak dapat diambil selama kolonoskopi, mungkin perlu dilakukan pembedahan perut.

Bila polip bersifat ganas, pengobatan

tergantung kepada faktor-faktor tertentu. Contohnya, resiko penyebaran kanker lebih tinggi jika kanker sudah mencapai tangkai polip atau lebih dekat ke tempat pemotongan. Resiko penyebaran kanker juga bisa didasarkan pada hasil pemeriksaan ahli patologi terhadap penampakan polip di bawah mikroskop. Bila resikonya rendah, tidak diperlukan pengobatan lebih lanjut. Bila resikonya tinggi, bagian usus besar yang terkena diangkat melalui pembedahan dan

Jika polipnya sudah diangkat, setahun kemudian dan

dalam selang waktu yang ditentukan oleh dokternya, seluruh usus besar diperiksa dengan kolonoskopi. Bila pemeriksaan tidak mungkin dilakukan karena telah terjadi penyempitan usus besar, maka digunakan barium enema. Setiap polip yang baru harus diangkat (Polipektomi). Dengan polipektomi dapat dicapai : mencegah perdarahan, mencegah terjadinya karsinoma, untuk diagnosis & pengobatan dini karsinoma kolon/rectum. Untuk adenoma villosa yang > 2 cm, dilakukan reseksi oleh ahli bedah.

Proctitis

Pendahuluan:
Peradangan lapisan mukosa rektum disebut

proctitis.

Penyebab
Proctitis karena inflammatory bowel colitides

Infeksi, seperti: Clostridium difficile dan spesies

Salmonella. Proctitis karena kondisi-kondisi yang jinak (benign), seperti: ischemia, dan proktitis radiasi. Penyebab lain yang belum diketahui (idiopathic causes)

Gejala
Rasa gatal (itching),

Rasa terbakar (burning),


Perdarahan dubur (rectal bleeding), Perubahan kebisaan BAB Diare / konstipasi (keadaan yg lbh parah) Tekanan pada pelvis (pelvic pressure)

Pemeriksaan
Diagnosis dari proctitis berdasarkan penyebab yg

dicurigakan. Anamnesa berdasarkan riwayat seksual dan kebiasaan. Bayak kasus curiga proctitis memerlukan prosedur proctosigmoidoscopy. Tabung cahaya dgn kamera yg melewati anus untuk melihat lapisan rektum. Gambaran akan ditampilkan di layar TV dan dgn perbesaran utk mengidentifikasi adanya kelainan. Sebagai tambahan, dokter juga melakukan biopsy pd rektum utk melihat adanya penyakit atau infeksi. Pemeriksaan lab pd discharge utk mengidentifikasi oraganisme yg dihantarkan melalui seksual.

Medikasi
Terapi Proctitis tergantung dari penyebab penyakit. Karena pd umumnya disebabkan akibat STD, berikan antimikroba. Lakukan sex secara aman, seperti menggunakan kondom, jika mempunyai faktor risiko kebiasaan sex yg tinggi. Jika terdpt penyebab lain, seperti ulcerative colitis or Crohn disease, lanjutkan terapi. Terapi mencakup medikasi yg menekan sistem immune, seperti steroid. Steroid diberikan dengan suppositori pada rektum.

TERAPI
Pembedahan dilakukan dengan indikasi: kegagalan terapi

medis, displasi apapun yang tampak pada specimens biopsi, dan kanker. Terapi medis amat ditentukan oleh penyebabnya. Jika tidak diketahui (idiopathic) atau berhubungan dengan inflammatory bowel disease (IBD), dapat digunakan steroids, sulfasalazine, 5-aminosalicylic acid (5-ASA) dan bahkan medikasi immunosuppressive. Banyak produk ini yang tersedia dalam bentuk enemas dan suppositories. Jika penyebabnya infeksi, terapinya ditujukan pada organisme pathogen yang bertanggung jawab. Infectious proctitis karena spesies Salmonella biasanya dapat sembuh sendiri (self-limited), sehingga tidak diperlukan antibiotik. Shigella proctitis biasanya juga sembuh sendiri, namun lamanya (durasinya) dapat diperpendek dengan penambahan antibiotik.

Antibiotik untuk 1 minggu meliputi: ampicillin, tetracycline,

ciprofloxacin, dan trimethoprim-sulfa (lebih disukai).


Yersinia proctitis juga sembuh sendiri dan tidak perlu diberi antibiotik. Bila disertai systemic septicemia, barulah diberi antibiotik (trimethoprim-sulfa, aminoglycosides, tetracycline, atau generasi ketiga cephalosporin) Campylobacter proctitis juga sembuh sendiri. E. histolytica umumnya dirawat dengan pemberian metronidazole dan iodoquinol. C. difficile umumnya dirawat dengan pemberian metronidazole oral atau intravena, atau dapat juga diberikan vancomycin oral. Terapi radiation proctitis adalah dengan steroid atau 5-ASA enemas. Sucralfate enemas dilaporkan juga dapat membantu jika diresepkan 2 x sehari selama 3 bulan. Pada kasus proctitis apapun, antispasmodic agents dapat meringankan/meredakan keluhan-keluhan perut.

Prolaps RectoAnal

Prolapse berari keluar dari tempatnya.

prolaps merupakan kondisi dimana organ jatuh

atau keluar dari tempat asalnya.

Rectal prolaps

Large rectal prolapse with mucosal inflammation and multiple, superficial ulcerations. Reposition of the intestine fails.

Partial rectal prolapse in perineal insufficiency. Manual reposition is easily done.

Definisi
Rectal prolapse iadalah dimana bagian dari

dinding atau seuruh dinding rectum keluar dari tempatnya. Dalam beberapa kasus rektum dapat keluar dari tubuh (protrusion).

3 tipe rectal prolapse. Partial prolapse rektum kelua bila ada bowel movement. Kadang sulit dibedakan dengan internal hemorrhoid Complete prolapse seluruh dinding rektum biasanya keluar dari tubuh. Dapat terjadi selama bowel movements, saat berdiri atau berjalan. Kadang selalu berada di luar tubuh. Partial and complete prolapses dapat didorong masuk kembali ke dalam tubuh. Sehingga prolapsnya bisa dikurangi (pushed back inside). Internal prolapse (intussusception) bagian dinding kolon (large intestine) dapat bertukar atau masuk ke dalam rongga/organ lain,

Etiologi
stresses involved in childbirth

weakening of the anal sphincter muscle,

and/or weakening of the tendons that support the rectum are frequent causes.

Symptoms : diare Bleeding, anal pain, itching, irritation Tissue that protrudes from the rectum

Treatment ditujukan untuk menghindari constipation

and avoiding straining to have a bowel movement. Diet kaya serat dan minum 6 to 8 glasses of decaffeinated fluids every day dapat membantu membuat feses lebih lembut sehingga mudah dikeluarkan. Two types of surgery are used to treat a complete prolapse. A surgeon may operate through the belly to secure part of the large intestine or rectum to the inside the abdominal cavity (rectopexy). Sometimes the surgeon removes the affected part of the intestine. Surgery also can be done through the area between the genitals and the anus (perineum) to remove the prolapsing tissue

ANGIODISPLASIA

Def :

Kelainan vaskular di kolon

ETIOLOGI
Cidera pada sal cerna

Masalah pembuluh darah


Penyakit Von willebrand

EPIDEMIOLOGI
Usia tua > 60 tahun

GK
Perdarahan di rektum

Anemia
Kelemahan Tinja hitam

Diagnosa
Colonoskopi (dimasukkan tabung tipis dengan

lampu, di rektum dan ke dalam usus besar untuk memeriksa lapisan) Endoskopi (dimasukkan tabung tipis dengan lampu, di mulut dan masuk ke kerongkongan, lambung dan usus kecil)

PENGOBATAN
Perawatan mungkin tidak diperlukan, karena

sekitar 90% kasus angiodisplasia usus besar pendarahan berhenti sendiri