Anda di halaman 1dari 10

Oleh : Devianti sari 2008210057

Kegagalan pernafasan (gagal paru-paru) adalah keadaan dimana

kadar oksigen di dalam darah menjadi rendah membahayakan atau kadar karbon dioksida menjadi tinggi membahayakan. Keadaan yang menghalangi saluran udara, kerusakan jaringan paru-paru, otot yang lemah yang mengendalikan pernafasan, atau penurunan garirah untuk bernafas bisa menyebabkan gagal paru-paru. Orang kemungkinan bernafas sangat pendek, memiliki warna kulit kebiru-biruan, dan bingung atau mengantuk. Dokter menggunakan tes darah untuk mendeteksi kadar rendah pada oksigen atau kadar tinggi pada karbon dioksida di dalam darah. Oksigen diberikan. Kadangkala orang membutuhkan pertolongan untuk bernafas sampai masalah yang mendasar bisa diobati

Kegagalan pernafasan adalah darurat medis yang bisa

diakibatkan dari terlalu lama, menjalani penyakit paru-paru yang memburuk atau dari penyakit paruparu berat yang terjadi secara tiba-tiba, seperti sindrom pernafasan akut yang mengganggu, yang tidak terjadi pada orang sehat.

Kebanyakan berbagai kondisi yang mempengaruhi pernafasan atau

paru-paru bisa menyebabkan kegagalan pernafasan. Gangguan tertentu, seperti hypothyroidism atau sleep apnea, bisa mengurangi reflek kesadaran yang menuntun orang untuk bernafas. Overdosis opioid atau alkohol juga bisa menurunkan gerakan pernafasan karena menyebabkan sedasi berat. Halangan pada jalur pernfasan, luka pada jaringan paru-paru, kerusakan tulang dan jaringan sekitar paru-paru, dan kelemahan otot yang secara normal memompa paru-paru juga menjadi penyebab umum. Kegagalan pernafasan terjadi jika aliran darah melalui paru-paru menjadi abnormal, seperti yang terjadi pada emboli pulmonary ( pulmonary embolism) . Gangguan ini tidak menghentikan udara yang bergerak keluar masuk ke paru-paru, tetapi tanpa aliran darah yang menjadi bagian paru-paru, oksigen tidak diekstraks secara tepat dari udara.

Masalah yang mendasari


Gangguan saluran pernafasan

penyebab
Penyakit paru-paru kronis bersifat menghalangi, kista fibrosis, bronchiolitis, benda asing yang terhirup. Kegemukan, sleep apnea, hypothyroidism, obat atau keracunana alkohol. Myasthenia gravis, muscular dystrophy, polio, sindrom Guillain-Barr, polymyositis, stroke tertentu, amyotrophic lateral sclerosis (ALS), luka tulang belakang. Sindrom pernafasan akut yang mengganggu (ARDS, Acute respiratory distress syndrome), pneumonia, edema paru-paru (cairan berlebihan pada paru-paru) dari gagal jantung atau gagal ginjal, reaksi obat, fibrosis paru-paru, penyebaran tumor, radiasi, sarcoidosis, luka bakar.

Pernafasan yang buruk (penurunan gerakan nafas) Otot lemah

Kelainan pada jaringan paru-paru

Kelainan pada dinding dada

Scoliosis, luka dada, kegemukan yang ekstrim, bentuk yang diakibatkan dari operasi

Kadar oksigen rendah di dalam darah bisa menyebabkan nafas

yang pendek dan mengakibatkan warna kebiruan pada kulit (cyanosis). Kadar oksigen rendah, kadar karbon dioksida tinggi, dan peningkatan asam pada darah menyebabkan pening dan tertidur, jika perjalanan untuk bernafas adalah normal, tubuh berusaha untuk membersihkan sendiri karbondioksida dengan pernafasan dalam, cepat. Jika paru-paru tidak berfungsi dengan normal, meskipun begitu, pola pernafasan ini tidak bisa membantu. Segera, kerusakan otak dan jantung, mengakibatkan rasa kantuk (kadangkala langsung menjadi tidak sadar) dan kelainan ritme jantung (aritmia), keduanya bisa menyebabkan kematian.

Beberapa gejala-gejala pada kegagalan pernafasan

bermacam-macam penyebabnya. Seorang anak dengan gangguan saluran pernafasan yang berhubungan dengan tersedak (aspirasi) benda asing (seperti koin atau mainan) bisa secara tiba-tiba megap-megap dan berjuang untuk bernafas. Orang dengan sindrom gangguan pernafasan akut bisa bernafas pendek yang berat lebih dari periode sejam. Kadangkala orang yang mabuk atau lemah bisa benarbenar menjadi koma.

Dokter bisa menduga kegagalan pernafasan karena

temuan pada gejala-gejala dan pemeriksaan fisik . Tes darah dilakukan pada contoh yang diambil dari arteri memastikan diagnosa ketika menunjukkan kadar oksigen rendah yang berbahaya atau kadar karbon dioksida tinggi yang membahayakan. Sinar X dada dan tes lain dilakukan untuk memastikan penyebab kegagalan pernafasan.

Orang dengan kegagalan pernafasan diobati di ruang

perawatan intensif. Oksigen diberikan pada mulanya, biasanya dalam jumlah yang besar lebih dari kebutuhan, tetapi jumlah oksigen bisa disesuaikan kemudian waktu. Kadangkala, pada orang yang kadar karbon dioksidanya tetap tinggi untuk beberapa waktu, kelebihan oksigen bisa memperlambat gerakan udara ke dalam dan keluar (ventilasi) pada paru-paru dan peningkatan lebih lanjut pada kadar karbon dioksida yang berbahaya. Pada beberapa orang, dosis oksigen perlu untuk lebih diatur dengan hati-hati.

Gangguan yang mendasari menyebabkan kegagalan

pernafasan harus juga diobati. Misal, antibiotik digunakan untuk melawan infeksi bakteri, dan bronchodilator digunakan pada orang yang menderita asma untuk membuka saluran pernafasan. Obatobatan lain kemungkinan diberikan, misal, untuk mengurangi peradangan atau untuk mengobati gumpalan darah. ventilasi mekanik diperlukan sampai kegagalan pernafasan cepat terpecahkan.