Anda di halaman 1dari 10

PROSEDUR PEMERIKSAAN SIKLUS SALDO KAS

Click to edit Master subtitle style

5/21/12

A.TUJUAN AUDIT SALDO KAS

Tujuan audit saldo kas adalah memperoleh bukti tentang masing-masing pernyataan signifikan yang berkaitan dengan transaksi dan saldo kas. Tujuan audit ditentukan berdasarkan kelima kategori pernyataan laporan keuangan berikut:

5/21/12

1. Pernyataan keberadaan dan keterjadian

Saldo kas yang tercatat benar-benar ada pada tanggal neraca 2. Pernyataan Kelengkapan Saldo kas yang tercatat meliputi pengaruh semua transaksi kas yang telah terjadi Transfer kas antarbank pada akhir tahun telah dicatat pada periode yang tepat 3. Pernyataan hak dan kewajiban Pemda mempunyai hak legal atas seluruh saldo kas yang disajikan pada tanggal necara

5/21/12

4. Pernyataan penilaian dan pengalokasian

Saldo kas yang tercatat dapat direalisasi sesuai dengan jumlah yang dinyatakan dalam neraca dan dengan skedul pendukungnya. 5. Pernyataan pelaporan dan pengungkapan Saldo kas telah diidentifikasi dan dikelompokkan secara tepat dalam neraca. Identifikasi dan pengungkapan yang tepat serta memadai telah dilakukan sehubungan dengan adanya pembatasan terhadap penggunaan kas tertentu.

5/21/12

B.MATERIALITAS, RISIKO, DAN BUKTI AUDIT

Tingginya volume transaksi menyebabkan tingginya risiko bawaan dan siklus kas. Terdapat beberapa factor penyebab tingginya risiko bawaan dari siklus kas, yaitu: 1.Tingginya potensi salah saji akobat volume transaksi tinggi 2.Sifat dari kas itu sendiri. (paling likuid dan sangat diminati) subtantif dan menetapkan resiko pengendalian yang lebih rendah

Strategi audit dengan mengutamakan pengujian

5/21/12

C.PROSES PEMERIKSAAN

1.Lakukan pengamatan terhadap pemisahan fungsi penyimpanan kas dengan fungsi pencatatan kas (tidak ada fungsi yang rangkap) 2.Lakukan pengamatan terhadap fasilitas pengamanan yang melindungi pemegang kas dari kemungkinan pencurian dan permapokan terhadap kas yang disimpannya. 3.Mintalah kopi notulen rapat pimpinan mengenai pembukaan dan penutupan rekening bank 4.Ambil sampel bukti kas masuk ,dilihat: - otorisasi yang tercantum - surat pemberitahuan yang melampirinya - membandingkan jumlah kas diterima dengan daftar -surat pemberitahuan dan bukti setor ke bank yang bersangkutan 5/21/12

5.Ambil sampel bukti kas keluar yang telah dibayar, dilihat - otorisasi yang tercantum - nomor urut yang tercantum dan pertanggungjawaban penggunaannya - kelengkapan dokumen pendukung - otorisasi dokumen pendukung - cap lunas di dokumen pendukung - pencatatan dalam register - pencatatan dalam buku pembantu - kesuaian dengan jumlah cek yang tercantum di rek. koran 6.Ambil berita acara penghitungan kas oleh 5/21/12 pengawas internal untuk dibandingkan dengan

D.PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO KAS

Dalam merancang pengujian substantif, auditor pertama kali harus menentukan tingkat risiko deteksi yang dapat diterima untuk masingmasing pernyataan signifikan yang terkait. Prosedur pengujian substantif meliputi:

1.Verifikasi atas ketepatan saldo kas dan skedul kas 2.Penerapan prosedur analitis 3.Perhitungan kas yang disimpan dalam entitas 4.Melaksanakan pengujian pisah batas kas untuk penerimaan dan pengeluaran 5.Konfirmasi saldo simpanan dan pinjaman di bank 5/21/12 6.Konfirmasi Perjanjian atau Kontrak Lain dengan

E.PENGUJIAN UNTUK MENDETEKSI LAPPING

Lapping merupakan suatu ketidakberesan yang mengakibatkan ketidaktepatan dalam jumlah penerimaan kas. Risiko terjadinya lapping dapat dikurangi dengan cara menerapkan pemisahan tugas yang memadai antara penerima atau pemegang kas dengan pencatat penerimaan kas. Prosedur yang dapat dilakukan untuk mendeteksi lapping antara lain: 1.Melakukan perhitungan kas secara mendadak 2.Membandingkan rincian penjurnalan penerimaan kas dengan rincian setoran harian ke bank.

5/21/12

F.PEMERIKSAAN ATAS PENJUMLAHAN DAN

PENGURANGAN SALDO KAS 1.Lakukan perhitungan ulang atas penjumlahan secara vertical terhadap seluruh ayat pendapatan dan pasal belanja pada masing-masing Pos Pendapatan dan Pos Belanja Rutin serta masingmasing Sektor, Subsektor/Program, dan Proyek/Pasal pada Belanja Pembangunan, baik yang berkaitan dengan anggaran maupun realisasi. 2.Lakukan penghitungan ulang atas perbedaan atau selisih antara anggaran dan realisasi.

5/21/12