Anda di halaman 1dari 21

DERMATITIS NUMULARIS

KELOMPOK II LECTURE B
Click to edit Master subtitle style

5/23/12

Penulis

Ismawati (PO.71.3.201.10.1.065) (PO.71.3.201.10.1.066) Latif (PO.71.3.201.10.1.067) (PO.71.3.201.10.1.068) (PO.71.3.201.10.1.069) (PO.71.3.201.10.1.070)

Ismayanti Isnaeni Jamilah

Jumrana

Kurniawati Lidya

M. Panggalo (PO.71.3.201.10.1.071) (PO.71.3.201.10.1.072)


5/23/12 Aliaksa (PO.71.3.201.10.1.073)

Lutpiani M.

ITI AT RM DE S IS AR UL UM N
5/23/12

DEFINISI
Dermatitits

Numularis ditandai oleh bercak yang sangat gatal, bersisik, berbentuk bulat, berbatas tegas (berbeda dari dermatitis pada umumnya), dengan vesikel-vesikel kecil di bagian tepi lesi. Sering dijumpai penyembuhan pada bagian tengah lesi (central clearing), tetapi secara klinis berbedadari bentuk lesi tinea. Pada kelainan ini bagian tepi lebih vesikuler dengan batas relatif kurang tegas. Kata 5/23/12

EPIDEMIOLOGI
Dermatitis

numularis angka kejadiannya pada usia dewasa lebih sering pada laki-laki dibandingkan wanita, onsetnya pada usia antara 55 dan 65 tahun. Penyakit ini jarang pada anak-anak, jarang muncul dibawah usia 1 tahun, hanya sekitar 7 dari 466 anak yang menderita dermatitis numularis dan frekuensinya cenderung meningkat sesuai dengan peningkatan umur
5/23/12

ETIOLOGI
Penyebabnya

sampai saat ini belum diketahui. Namun demikian banyak faktor predisposisi, baik predisposisi primer maupun sebagai predisposisi sekunder telah diketahui sebagai agen etiologi. Staphylococci dan Micrococci diketahui sebagai penyebab langsung melalui mekanisme hipersensitivitas. Namun demikian, perannya secara patologis belum juga diketahui. Dalam beberapa kasus, adanya tekanan 5/23/12

PATOFISIOLOGI
Dermatitis

numularis merupakan suatu kondisi yang terbatas pada epidermis dan dermis saja. Hanya sedikit diketahui patofisiologi dari penyakit ini, tetapi sering bersamaan dengan kondisi kulit yang kering. Adanya fissura pada permukaan kulit yang kering dan gatal dapat menyebabkan masuknya alergen dan mempengaruhi terjadinya peradangan pada kulit. Suatu penelitian menunjukkan dermatitis numularis 5/23/12

Karena

pada dermatitis numularis terdapat sensasi gatal, telah dilakukan penelitian mengenai peran mast cell pada proses penyakit ini dan ditemukan adanya peningkatan jumlah mast cell pada area lesi dibandingkan area yang tidak mengalami lesi pada pasien yang menderita dermatitis numularis. Suatu penelitian juga mengidentifikasi adanya peran neurogenik yang menyebabkan inflamasi pada dermatitis numularis dan dermatitis atopik dengan mencari hubungan antara mast cell dengan saraf sensoris dan mengidentifikasi 5/23/12

Peneliti

mengemukakan hipotesa bahwa pelepasan histamin dan mediator inflamasi lainnya dari mast cell yang kemudian berinteraksi dengan neural Cfibers dapat menimbulkan gatal. Para peneliti juga mengemukakan bahwa kontak dermal antara mast cell dan saraf, meningkat pada daerah lesi maupun non lesi pada penderita dermatitis numularis. Substansi P dan kalsitonin terikat rantai peptide meningkat pada daerah lesi dibandingkan pada non lesi pada penderita dermatitis numularis. 5/23/12

Penelitian

lain telah menunjukkan bahwa adanya mast cell pada dermis dari pasien numularis menurunkan aktivitas enzim chymase, mengakibatkan menurunnya kemampuan menguraikan neuropeptida dan protein. Disregulasi ini dapat menyebabkan menurunnya kemampuan enzim untuk menekan proses inflamasi
5/23/12

dermatitis

MANIFESTASI KLINIS
Gejala-gejala

yang umum, antara lain:

Timbul rasa gatal UKK kulit yang antara lain makula, papul,

vesikel, atau tambalan :

Bentuk numular (seperti koin) pada tangan dan kaki menyebar


5/23/12

Terutama

Umumnya Lembab

dengan permukaan yang keras

Klinis ditandai : Lesi berbentuk Plakat ukuran koin, dengan Krusta diatasnya.
5/23/12

Klinis ditandai : Lesi yang konfluen berbentuk Plakat ukuran koin, dengan Lesi Satelit disekitarnya.

5/23/12

Klinis ditandai : Lesi berbentuk Plakat ukuran koin, dengan Lesi Simetris di pergelangan tangan.
5/23/12

PEMERIKSAAN
Pada

pemeriksaan laboratorium, tidak ada penemuan yang spesifik. Untuk membedakannya dengan penyakit lain, seperti dermatitis karena kontak diperlukan patch test dan prick test untuk mengidentifikasikan bahan kontak. KOH untuk membedakan tinea dengan dermatitis numularis yang mempunyai gambaran penyembuhan di
5/23/12

Pemeriksaan

DIAGNOSIS
Dermatitis

numularis dapat didiagnosis berdasarkan anamnesis dan gejala klinis. Tingkat gatal dan terjadinya likenifikasi akan membedakannya dari neurodermatitis. Distribusi lesi biasanya pada kedua lutut, kedua siku dan kulit kepala. Pada psoriasis, lesinya kering, skuamanya lebih tebal dan iritasinya lebih ringan, patch test dan prick test akan membantu mengidentifikasikan penderita dengan dermatitis kontak 5/23/12

DIAGNOSIS BANDING

Diagnosis banding dari penyakit ini antara lain:


Liken simpleks kronikus

(neurodermatitis).
Dermatitis kontak alergi. Pitiriasis rosea Dermatitis atopik
5/23/12

PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaanya

difokuskan pada gejala yang mendasari.


Menghindari alergen.

Melindungi kulit dari trauma. Pemberian Emollients. Steroid topikal Antibiotik oral maupun topikal. Antihistamin oral.

Steroid sistemik.

5/23/12

KOMPLIKASI
Infeksi

sekunder. Dermatitis numularis pada anak seringkali dijumpai datang ke rumah sakit dengan infeksi sekunder.

5/23/12

PROGNOSIS
Pasien

perlu untuk diberitahukan tentang perkembangan atau perjalanan penyakit dari dermatitis numularis yang kronik dan cenderung sering berulang (residif). Mencegah atau menghindari dari faktor-faktor yang memperburuk atau meningkatkan frekuensi untuk cenderung berulang dengan menggunakan pelembab pada kulit akan sangat membantu mencegah penyakit ini. Adapun 5/23/12 prognosis

SEKIAN DAN TERIMA KASIH..^^

5/23/12