Anda di halaman 1dari 23

Pemeriksaan Zat Antibiotik pada makanan

Oleh : Meilany 2 analis 1

Latar Belakang

Makanan itu merupakan sumber energi bagi manusia. Namun, bakteri itu secara almiah terkandung dalam makanan baik makanan segar ataupun makanan awetan.

Maka dari itu, kita perlu melakukan beberapa tes tehadap makanan tersebut,salah satunya adalah pemeriksaan zat antibiotik .

Definisi zat antibiotik

Antibiotik merupakan zat yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme.

Peranan Zat Antibiotik

Zat antibiotik itu diperlukan keberadaannya dalam makanan karena dapat membantu kita dalam mempertebalantibodiagar kita tidakmudah terserang oleh penyakit.

Zat antibiotik itu dapat bekerja dengan adanya bakteri indikator.

Bakteri indikator dapat membantu memberikan gambaran kondisi higienis sampel makanan.

Pengertian bakteri indikator

Merupakan spesies bakteri yang dalam jumlah batas tertentu dapat memberikan paparan bahwa suatu sampel makanan telah tercemar oleh bakteri bakteri.

Gejala gejalapenyakit yang dapat menyerang pencernaan kita seperti : Sakit perut Muntah muntah Diare

Tujuan percobaan

Kita dapat mengetahui ada atau tidaknya zat antibiotik dalam suatu sampel makanan baik segar maupun awetan.

Prinsip percobaan

Kita perlu mencelupkan sebuah kertas yang dinamakan disc steril kedalam alkohol, dikeringkan lalu disimpan dalam cawan. Setelah itu disc dicelupkan ke sampel yang di uji, diinkubasi selama 24 jam.

Jika terdapat daerah bening disekitar disc berarti bakteri yang ada tercekik oleh zat antibiotik yang terkandung oleh sampel. Besarnya daerah bening menunjukan besarnya zat antibiotik yang terkandung oleh makanan tersebut.

Manfaat percobaan

Dengan melakukan percobaan ini kita dapat memilih makanan dengan lebih teliti,supaya semua makanan yang masuk kedalam tubuh kita dapat bermanfaat dengan baik.

Prosedur percobaan

A. B. C. D. E. F. G. H. I. J. K.

Alat : Disc steril Cawan Petri Pipet Tetes Jarum Suntik Pinset Botol Semprot Gelas Kimia Bunsen Kaki 3 dan Kasa Asbes Blender Incubator

Bahan :
A. B. C. D. E. F. Aquadest Suspensi Bacillus Subtilis Media Agar Kaldu Larutan Pepton Sampel makanan awetan Larutan Alkohol

Cara kerja :

1.

2.
3.

Membuat disc steril : Gunting kertas isapmembentuk lingkaran berdiameter 1 cm. Celupkan kedalam larutan alkohol 70 %. Keringkan,lalu masukan cawan.

Cara analisa:
1. 2. 3. 4.

5. 6.

Pipet 0.2 ml suspensi Bacillus subtilis. Gerus makanan yang diuji Celupkan disc ke sampel tersebut. Letakan disc dipermukaan media agar kaldu yang telah diinokulasi oleh Bacillus subtilis. Diinkubasi pada suhu 37C selama 24 jam. Lihat perubahan media.

Hasil percobaan

Media sebelum diinkubasi : Media NA berwarna kuning, disc steril berwarna putih Ket : tanda panah meunjukan disc steril

Media setelah diinkubasi :


Media berwarna kuning transparan, koloni tumbuh dengan baik dan terdapat daerah bening disekitar disc. Ket : tanda panah menunjukan diameter daerah hambat.

Kesimpulan

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan, dapat disimpulkan bahwa makanan yang dianalisa yaitu daun seledri mengandung zata antibiotik dengan daerah bening berdiameter 0.1 cm.

Saran

Diharapkan kita dapat memilih makanan yang memiliki zat antibiotik. Sebelum kita mengonsumsi makanan sebaiknya disterilkan terlebih dahulu caranya dengan mencucinya. Jika makanan dalam bentuk awetan,kita harus memasaknya dengan baik.

Jika itu dilakukan, meskipun dalam makanan terdapat bakteri bakteri yang berbahaya kita dapat meminimalisir untuk tidak terserang penyakit.

TERIMA KASIH