Anda di halaman 1dari 7

ANEMIA DEFISIENSI BESI

Mebendazole

KERJA

Menghalangi sintesis mikrotubulus menghentikan ambilan glukosa scr ireversibel pengosongan (deplesi) glikogen cacing mati krn ATP tdk terbentuk

FARMAKOKINETIK

Hampir tidak larut air dan rasanya enak. Absorpsi buruk (<10% obat diabsorpsi; 90% obat terikat protein) + first pass metabolism cepat bioavailabilitas sistemik rendah Waktu paruh 2-6 jam Dlm 24-48 jam, diekskresi terutama lewat urine; metabolit dlm bentuk konjugasi diekskresi bersama empedu Absorpsi meningkat bila diberi bersama dgn makanan berlemak

EFEK SAMPING Mual, muntah, diare, sakit perut ringan yg bersifat sementara terjadi pada infestasi ascaris yg berat yg disertai ekspulsi / keluar cacing lewat mulut (erratic migration. Jarang terjadi sakit kepala ringan, pusing dan reaksi hipersensitivitas (spt ruam dan urtikaria) KONTRAINDIKASI Pd tikus terdapat efek embrio toksik & teratogenik, shg tidak dianjurkan pada trimester pertama kehamilan Hati-hati pada anak berusia <2 tahun krn terbatasnya pengalaman dan sedikit laporan mengenai timbulnya konvulsi pada anak <2 tahun PENGGUNAAN KLINIS Tersedia dlm bentuk tablet 100 mg dan sirop 20 mg/mL Dosis = 2 x 100 mg/hari selama 3 hari berturut. Bila perlu pengobatan ulang, berikan 2-3 minggu kemudian

Albendazole
KERJA & FARMAKOKINETIK Diserap scr tidak teratur oleh usus. Cepat mengalami first pass metabolism dlm hati mjd albendazole sulfoxide (metabolit aktif yg sebagian besar diekkresi lewat urin dan sedikit lewat feses) Kadar puncak metabolit aktif plasma=3 jam. Stlh pemberian dosis oral 400 mg, sulfoxide mencapai kons. plasma max 113-367 ng/mL Waktu paruh plasma 8-12 jam Sebagian besar metabolit terikat protein dan distribusi ke jaringan termasuk kista hidatid FARMAKODINAMIK Berikatan dgn tubulin parasit shg menghambat polimerisasi mikrotubulus dan memblok ambilan glukosa oleh larva & cacing dewasa persediaan glikogen menurun & pembentukan ATP berkurang cacing mati

EFEK SAMPING Utk penggunaan 1-3 hari, efek samping berupa nyeri ulu hati, diare, sakit kepala, mual, lemah, pusing, insomnia (frekuensi 6% pasien). Tp, pada penelitian dilaporkan insiden efek samping = plasebo KONTRAINDIKASI Anak umur <2 tahun, wanita hamil dan sirosis hati PENGGUNAAN KLINIS Albendazole diberikan saat perut kosong (penanganan parasit intraluminal) atau diberikan bersama dengan makanan berlemak (penanganan parasit jaringan) Untuk infeksi ringan, berikan dosis tunggal 400 mg scr oral Untuk mengurangi jumlah cacing secara memuaskan untuk meringankan trichuriasis berat, ulangi pemberian 400 mg/hari dalam 2-3 hari

PREPARAT BESI ORAL

Merupakan obat pilihan pertama karena efekif, murah dan aman. Preparat yang tersedia adalah :
Ferrous sulphat : preparat pilihan pertama (murah & efektif). Dosis 3-6 mg/kgBB Ferrous gluconate, ferrous fumarat, ferrous lactate dan ferrous succinate : harga lebih mahal tetapi efektivitas dan efek samping hampir sama

Preparat besi oral sebaiknya diberikan saat lambung kosong, tetapi efek samping lebih banyak, yaitu mual dan nyeri lambung, konstipasi, diare dan kolik. Gangguan ini dapat dikurangi dgn mengurangi dosis atau dgn pemberian sesudah makan. Perlu diterangkan kemungkinan timbul feses berwarna hitam pd pasien

PREPARAT BESI PARENTERAL

Dibenarkan bila pemberian oral tdk mungkin, mis : pasien intoleransi dgn sediaan oral atau pemberian oral tdk menimbulkan respon terapeutik Iron dextran/imferon (50 mg Fe/mL) scr IM/IV. Pemberian scr IM menyebabkan reaksi lokal pd tempat suntikan berupa rasa sakit, warna coklat pada tempat suntikan peradangan lokal dgn pembesaran kelenjar inguinal yg lebih sering terjadi dibandingkan IV. Dosis harian total 2 mL. Reaksi sistemik spt sakit kepala, nyeri otot dan sendi, hemolisis, takikardia, flushing, berkeringat, mual, muntah, bronkospasme, hipotensi, pusing dan kolaps sirkulasi (dlm 10 menit) serta sinkop, demam, menggigil, rash, urtikaria, nyeri dada (dlm 1/2 24 jam).