Anda di halaman 1dari 18

5/25/12

Pengendalian Proses
Click to edit Master subtitle style

Falsafah Dasar Sistem Pengendalian Proses

5/25/12

Apakah Sistem Pengendalian Proses itu ?


> Pabrik kimia merupakan susunan/rangkaian berbagai unit pengolahan yang terintegrasi satu sama lain secara sistematik dan rasional. > Tujuan pengoperasian pabrik kimia

5/25/12

Salah satu contoh : Pengendalian di kilang minyak bumi.

Parameter yang harus dikendalikan didalam suatu proses adalah sebagai berikut : Parameter / Variabel yang paling umum : 1. Tekanan / Pressure, fraksinasi, contoh : di dalam tangki, menara pemipaan, dll. contoh : di dalam pipa , reaktor, dll. 3. Suhu / Temperatur, contoh : di dalam reaktor, penukar panas, dll. 4. Permukaan zat cair / Level, contoh : di sebuah tangki, dll.

2. Laju Alir / Flow,

5/25/12

Sistem Pengendalian Proses adalah Gabungan serta kerja alat alat pengendalian otomatis, sedangkan semua peralatan yang membentuk sistem pengendalian disebut sebagai Instrumentasi Pengendalian Proses. Kedua ilmu diatas saling berhubungan satu dengan lainnya, tetapi keduanya mempunyai hakikat yang berbeda. Contoh sederhana adalah setrika listrik,

parameter yang dikendalikan adalah suhu, sedangkan instrumentasi yang mengendalikan adalah sakelar temperatur. Gabungan dari semua komponen itu mem bentuk sebuah sistem pengendalian proses.

5/25/12

Mengapa perlu instrumentasi ?

> Manusia adalah salah satu mahluk ciptaan tuhan yang memiliki kelebihan dan juga sekaligus dengan segala keter batasannya. > Salah satu keterbatasannya adalah dalam memperguna kan inderanya sebagai alat ukur. > Contoh yang paling sederhana adalah dalam menentukan suhu air, dimana kita hanya dapat merasakan suhu dingin, hangat dan panas. Tanpa kita ketahui berapa suhu yang sebenarnya dari air tersebut. > Selain hal diatas, masih banyak keterbatasan lain yang dimiliki oleh manusia sehingga memerlukan peralatan / instrumentasi untuk mengendalikan proses.

5/25/12
v

Pengendalian oleh manusia

5/25/12

Pengendalian oleh manusia

> Gambar diatas menunjukkan bagaimana seorang operator mengendalikan level zat cair dalam tangki. Air masuk ke tangki dipompa dari sebuah sumur dan air keluar tangki untuk keperluan pabrik. > Andaikata level di tangki dikehendaki selalu 50% dari tinggi tangki, maka operator harus selalu menambah atau mengurangi bukaan valve atau katup apabila level tidak berada di 50%. > Bila level kurang dari 50% operator harus menambah laju alir dengan lebih membuka valve dan sebaliknya. Pada pengendalian seperti ini operator harus selalu waspada dan siap untuk membuka dan menutup valve agar level tetap 50%.

5/25/12

Prinsip-prinsip Pengendalian Proses

> Kalau kita amati kegiatan operator pada level diatas, maka operator tersebut melakukan kegiatan sebagai berikut : 1. Operator mengamati ketinggian level cairan dalam tangki . 2. Operator mengevaluasi apakah level yang ada sudah sesuai dengan yang dikehendakinya. 3. Kalau level tidak sesuai dengan yang dikehendakinya, maka operator akan memperkirakan seberapa besar valve harus dibuka atau harus lebih ditutup. 4. Operator harus benar-benar mengubah

5/25/12

> Langkah membandingkan antara besarnya variabel yang dikehendaki (Set Point) dengan besarnya Proses variabel akan menghasilkan selisih yang disebut dengan Error, sehingga : Error = Set Point Proses Variabel. di mana : Proses Variabel bisa lebih besar atau lebih kecil daripada Set Point. > Tugas dari operator diatas dapat digantikan oleh suatu Instrumentasi. Dimana operator hanya perlu menentukan besarnya Set Point saja. Sistem pengendalian seperti ini dikenal sebagai Sistem Pengendalian Otomatis. > Sistem Pengendalian Otomatis ini juga dikenal sebagai Sistem Pengendalian Tertutup.

5/25/12

Elemen-Elemen Sistem Pengendalian Otomatis

> Didalam sistem Pengendalian dikenal istilah diagram kotak


untuk mempermudah mempelajari ilmu sistem pengendalian. > Ada 2 macam diagram kotak, yaitu : diagram kotak simbolis dan diagram kotak matematis. Dimana pada diagram kotak simbolis di setiap kotak dibubuhi nama atau simbol-simbol, sedangkan pada diagram kotak matematis di setiap kotak dibubuhi fungsi matematis yang merupak hubungan input dan output elemen. > Bentuk Diagram kotak sistem pengendalian manual dapat dilihat seperti dibawah ini.

5/25/12

> Adapun gambar diagram kotak untuk sistem pengendalian otomatis dapat dilihat dibawah ini.

> Pada sistem pengendalian proses otomatis selalu ada komponen-komponen pokok seperti elemen proses, elemen pengukuran (sensing element dan transmitter), elemen controller (Control unit), dan final control element (Control

5/25/12

> Pada gambar diatas bagian controller mempunyai summing junction dengan tanda (+ / -) dan dititik inilah langkah membandingkan dengan mengurangi besaran Set Point dengan sinyal measurement variable. > Tanda negatif (-) di summing junction menunjukkan bahwa sistem pengendalian otomatis disebut dengan Negative Feedback . > Tanda positif (+) di summing junction menunjukkan bahwa sistem pengendalian otomatis disebut dengan Positive Feedback . Feedback ini harus dihindari karena memiliki bahaya yang cukup besar dan perlu kehati-hatian dalam menanganinya. > Disetiap controller ada pilihan, apakah ia akan bekerja increase-decrease atau increase-increase. Hal ini akan menghasilkan Feedback Negative atau Feedback Positive.

5/25/12

Kerja Sistem Pengendalian Otomatis

> Pada sistem Pengendalian otomatis, ke empat langkah pengendalian tidak lagi dikerjakan oleh operator, tetapi sepenuhnya dikerjakan oleh sebuah Controller.

5/25/12

> Skala Controller adalah 0 100 % yang mewakili suhu 0 100 der.C. Load atau disturbance proses adalah perubahan pemakaian air panas. > Sensing elemen (thermocouple) dan Final control elemen ini adalah control valve yang bertugas memanipulasi besarnya flow steam.

5/25/12

> Secara grafis, ketiga besaran tersebut, Set Point, Output Controller dan Process Variable dapat digambarkan pada sebuah kurva waktu. Kurva Waktu adalah sebuah kurva yang menggambarkan secara grafis hubungan antara ketiga besaran diatas denga waktu.

5/25/12

Hasil Kerja Sistem Pengendalian Otomatis

> Dari hasil contoh bahasan kerja sistem pengendalian otomatis di atas, terlihat bahwa idealnya process variable harus mengikuti set point pada keadaan apapun. Ternyata, keadaan ideal itu tidak pernah tercapai. > Banyak sekali faktor serta keterbatasan-keterbatasan yang menyebabkan tidak pernah tercapainya keadaan ideal itu. Salah satu contoh keterbatasan yang paling nyata adalah keterbatasan kerja control valve. > Hasil kerja sistem pengendalian otomatis ini dapat digam barkan dalam bentuk kurva waktu dan sangat dipengaruhi oleh transfer function masing-masing eleman pendukung sistem pengendalian tersebut. > Bentuk kurva waktu itu dikenal sebagai Response atau

5/25/12

> Ada dua kelompok response, yaitu Stabil (Stable) dan tidak stabil (Unstable). Kemudian kelompok stabil dibagi menjadi dua, yaitu Overdamped dan Underdamped, sedangkan kelompok tidak stabil dibagi menjadi dua, yaitu Sustain Oscillation atau Cycling dan Undamped.

5/25/12

Selanjutnya ..

Next Week