Anda di halaman 1dari 23

ENTROPY (ENTROPI)

Hukum Ke III thermodinamika


Penerapan Hukum Thermodinamika kedua, dalam
bentuk Ketidaksamaan Clausius
Dayu Rina
Ketidaksamaan Clausius
adalah
Ketidaksamaan Clausius adalah
hubungan antara perpindahan panas
suatu sistem dengan reservoir panas
yang jumlahnya seimbang dengan suhu
absolute reservoir-reservoir ini pada
waktu sistem mengalami suatu siklus,
seperti siklus carnot.
Dari proses melingkar carnot (proses
reversible); kita ketahui bahwa untuk
setiap siklus reversible yang bekerja
diantara dua reservoir panas :
2
2
1
1
T
Q
T
Q
=
Karena Q
2
panas yang masuk ke sistem
dan Q
1
panas yang keluar dari sistem
maka :
1
T
1
Q
2
T
2
Q
=
atau :
0
T
Q
T
Q
T
Q
1
1
2
2
= E = +
Jadi pada proses reversible jumlah
perbandingan panas terhadap suhu
absolute sama dengan nol.
Tiap elemen siklus carnot menerima sejumlah
panas dQ
2
dari reservoir panas dan
mengeluarkan sejumlah panas dQ
1
pada
reservoir dingin, maka :
Untuk proses melingkar reversible
siklus carnot :

Untuk proses melingkar irreversible :
0
T
Q
= E
1
1
2
2
T
Q
T
Q
(
0
T
dQ
(
0
T
dQ
Re
=
}
v atau
0
T
dQ
(
}
irrev
atau atau
Jadi proses melingkar
Jadi proses melingkar reversible dan
irreversible dapat ditulis singkat :




Besarnya merupakan

Parameter system dan disebut
ENTROPY
0
T
dQ
s
}
Ketidaksamaan
Clausius
T
dQ
ENTROPY
adalah
Perbandingan panas yang ditransfer
selama proses reversible dengan suhu
absolute sistem

Secara matematik ditulis :

rev
|
.
|

\
|
=
T
dQ
dS
atau
v Re
T
dQ
S
|
.
|

\
|
} = A
Dari persamaan , terlihat
bahwa :
dQ = T.dS atau
Bila proses berlangsung dengan suhu T
konstan, maka panas yang di transfer
selama proses reversible :
Q = T (S
2
S
1
)
Bila proses berlangsung secara adiabatik
reversible atau dQ = 0, maka :
dS = 0 atau atau S
2
= S
1

Jadi pada proses adiabatik reversible, entropy adalah


konstan
v Re
T
dQ
S
|
|
.
|

\
|
} = A
}
=
2 S
S1
T.dS Q
0 S= A
Panas yang masuk ke sistem :
Q
2
= T
2
(S
2
S
1
)
Panas yang keluar dari sistem :
Q
1
= T
1
(S
2
S
1
)
Efficiency thermis :

2
T
1
T
2
T
2
Q
1
Q
2
Q
t

=
Perhitungan-perhitungan
Entropy
Perubahan spesific entropy sistem :
dS = ; q = panas persatuan massa.


Perubahan Entropy total :
T
dq
}
= = = A
T
dq
1
S -
2
S S
1
2
}
T
dQ
m
1
1
2
}
= = A
T
dq
m S - S S
1 2
}
=
T
dQ
m



Q = panas total
Perubahan specific entropy untuk gas
ideal (persatuan massa) :


Pada gas ideal : PV = RT P = RT
V
Ingat : PV = nRT
PV = mRT
=
+
= =
T
PdV dU
T
dq
dS
T
PdV Cv.dT +
Bila sistem berubah dari keadaan
1 ke keadaan 2 (lihat siklus
carnot) persatuan massa, maka :


1
2
1 2
V
V
.ln R S - S =
Untuk proses isothermal :
; (Suhu (T) adalah
konstan)
Untuk proses isometric :
; (Volume (V) adalah
konstan)
Untuk proses isobaric :
; (Tekanan(P) adalah
konstan)
1
2
1 2
V
V
.ln R S - S =
1
T
2
T
ln Cv.
1
S -
2
S =
1
T
2
T
ln Cp.
1
S -
2
S =
Sehingga :

dV
V
R
T
Cv.dT
dS + =
|
|
|
|
|
.
|

\
|
|
|
|
|
|
.
|

\
|
+ =
1
V
2
V
ln . R
1
T
2
T
ln . Cv
1
S
2
S
dV
P
R
T
Cp.dT
dS =
|
|
|
|
|
.
|

\
|
|
|
|
|
|
.
|

\
|
=
1
P
2
P
ln . R
1
T
2
T
.ln Cp
1
S
2
S
specific entropy pada perubahan
phase dengan isothermal dan isobaric:


1 = panas latent
Perubahan specific entropy pada
reservoir panas :
Q = panas yang
mengalir ke reservoir
T
1
S - S
1 2
=
T
Q
=
T
h - h
1 2
=
T
Q
1
S -
2
S =
Perubahan entropy keseluruhan (universe) :

Kerugian energi pada proses = Jumlah
panas yang hilang atau yang tidak boleh
digunakan :
QU = To . S
To = Temperature refrence
S = Perubahan entropy system

Panas yang digunakan sering disebut
kerugian kerja
0 sekitarnya AS system S n keseluruha S > + A = A
Hukum III
Thermodinamika
Hukum ke-3 thermodinamika merupakan
perhitungan entropy mutlak.
Entropy mutlak dari suatu substansi
kristal murni dalam keseimbangan
internal yang sempurna adalah nol pada
nol derajat absolute (mutlak)
Dapat dilihat entropy mutlak (absolute
entropy) dari suatu substansi :
}
=
T
dQ
S - S
2
T
1
T
1 2
atau
}
=
T
dQ
S - S
1
T
0
T
0 2
Soal :

1. 10 lbm air dari 32
0
F dikontakkan
dengan suatu reservoir panas dari
212
0
F. Jika suhu air mencapai 212
0
F,
tentukan perubahan entropy dari
air, reservoir dan keseluruhan, bila :
Cp air =

R lbm
BTU
1
0
Soal :

2. 3 kg gas dipanaskan dari 300
0
K ke
800
0
K dengan perubahan tekanan
dari 100 k Pa menjadi 500 k Pa.
Hitunglah perubahan entropy !
(Tunjukkan perhitungan dengan dua
persamaan gas ideal) Jika diketahui
R = 0.287 Cv = 0.7176 KJ/kg
0
K
Cp = 1.0047 KJ/Kg
0
K

Soal :

3. Berapakah panas yang diperlukan
untuk memuaikan sejumlah gas
secara isotermis supaya kenaikan
entropinya = 0.2 k kal/kg
0
K bila
berat gas = 2 kg, suhunya 300
0
K


Home Work
Suatu resistor dari 20 ohm dialiri arus
listrik constan 10 ampere selama 1 detik.
Sedang suhu resistor dibuat tetap
constan pada 27
0
C dengan jalan
mengalirkan air pendingin. Tentukan :
Perubahan entropy resistor.
Perubahan entropy keseluruhan (universe).
Pustaka :
Burghardt, M. David. 1990. Engineering
Thermodynamics with Application 2nd
Edision. Harper and Row Pub, NY.
Djojodihardjo. 1985. Dasar-dasar
Termodinamika Teknik. Gramedia,
Jakarta.
Nainggolan. 1980. Termodinmica (Teori,
Soal dan Penyelesaian). Armiko,
Bandung.
Satiadiwiria, M. Tusuf. 1986.
Termodinamika. PT Bina Aksara, Jakarta.
Selesai
Dayu Rina
TEP-FTP, Unud