Anda di halaman 1dari 19

Keramik merupakan suatu bentuk bahan yang terbuat dari tanah liat dan bahan tambahan lainnya yang

diproses dengan cara pembakaran. Keramik telah lama digunakan dalam kehidupan sehari hari bahkan sejak 4000 th SM. Tetapi saat ini tidak semua keramik berasal dari tanah liat. Definisi pengertian keramik terbaru mencakup semua bahan bukan logam dan anorganik yang berbentuk padat. Bahan keramik adalah bahan dasar penyusun kerak bumi, yaitu: SiO2, Al2O3, CaO, MgO, K2O, Na2O dst. Dari unsur-unsur tersebut dapat dilihat terdapat paduan dua unsur yaitu logam dan non logam, sehingga dapat dikatakan keramik adalah bahan padat anorganik yang merupakan paduan dari unsur logam dan non logam.

Saat ini keramik banyak dimanfaatkan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Baik dalam rumah tangga maupun dalam industri. Biasanya keramk banyak dihasilkan di negara-negara berkembang (keramik tradisional), namun untuk keramik halus (keramik modern) banyak dihasilkan di negara negara maju. Hal ini disebabkan dalam porosesnya dibutuhkan teknologi yang maju pula, tetapi tidak munutup kemungkinan keramik modern dibuat di negara negara berkembang. Contoh kegunaan keramik adalah untuk membuat barang pecah belah, keperluan rumah tangga seperti guci atau vas bunga, dan banyak pula digunakan didalam industry (refraktori). Oleh karena itu, dalam makalah ini kami akan membahas tentang keramik dan aplikasinya agar kita lebih memahami mengenai keramik serta perkembangannya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani, yaitu keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran. Keramik telah lama digunakan, yaitu sejak 4000 SM. Kamus dan ensiklopedia tahun 1950-an mendefinisikan keramik sebagai suatu hasil seni dan teknologi untuk menghasilkan barang dari tanah liat yang dibakar, seperti gerabah, genteng, porselin, dan sebagainya. Tetapi saat ini tidak semua keramik berasal dari tanah liat. Definisi pengertian keramik terbaru mencakup semua bahan bukan logam dan anorganik yang berbentuk padat. Dewasa ini keramik juga sebgat banyak digunakan dalam berbagai macam industri karena memiliki sifat-sifat yang dapat dimanfaatkan dalam dunia industri.

kapasitas panas yang baik dan konduktivitas panas yang rendah. Tahan korosi Sifat listriknya dapat insulator, semikonduktor, konduktor bahkan

superkonduktor
Sifatnya dapat magnetik dan non-magnetik

Keras dan kuat, namun rapuh.

Keramik tradisional

Keramik tradisional yaitu keramik yang dibuat dengan menggunakan bahan alam, seperti kuarsa, kaolin, dll. Yang termasuk keramik ini adalah: barang pecah belah (dinnerware), keperluan rumah tangga (tile, bricks), dan untuk industri (refractory).

Keramik halus

Fine ceramics (keramik modern atau biasa disebut keramik teknik, advanced ceramic, engineering ceramic, techical ceramic) adalah keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida-oksida logam atau logam, seperti: oksida logam (Al2O3, ZrO2, MgO,dll). Penggunaannya: elemen pemanas, semikonduktor, komponen turbin, dan pada bidang medis.

Keramik oksida murni yang digunakan sebagai alat listrik khusus dan komponen

peleburan logam. Oksida yang umum digunakan adalah alumina (Al2O3), Zirconia (ZrO2), Thoria (ThO2), Berillia (BeO), Magnesia (MgO), Spinel (MgAl2O4) dan Forsterit (Mg2SiO4).
Bahan bakar nuklir yang berbasis Uranium Oksida (UO2) sudah sangat luas

digunakan. Bahan tersebut mempunyai kemampuan yang unik untuk menjaga sifat-sfat yang unggul setelah penggunaan yang lama sebagai bahan bakar pada reaktor nuklir.
Keramik elektrooptik seperti Lithium Niobate (LiNbO3) dan Lanthanum Zirconat

Titanat (PLZT) memberikan sebuah media yang dapat merubah informasi elektrik menjadi informasi optik atau yang dapat menggerakkan fungsi optik dengan perintah dari sinyal elektrik.
Keramik magnetik dengan komposisi dan penggunaan yang bervariasi telah

dikembangkan. Bahan ini merupakan bahan dasar dari unit memori magnetik pada komputer yang besar. Keunikan sifat elektriknya terutama digunakan pada aplikasi elektronik gelombang mikro frekuensi tinggi.

Kristal tunggal dari berbagai jenis bahan sekarang mulai diproduksi untuk

mengantikan kristal alami. Rubi dan kristal laser garnet dan tabung sapir dan substrat (substrate = sejenis semikonduktor) dikembangkan dari sebuah peleburan: kristal kwarsa (quartz) yang besar dikembangkan dengan proses hidrotermal. Keramik nitrida untuk refraktori (refractory = bahan tahan api), dan turbin gas Enamel untuk aluminium pada industri arsitektur Komposit logam-keramik untuk refraktori Keramik karbida untuk bahan abrasif (abrasive = bahan penghalus permukaan) Keramik borida untuk kekuatan dan temperatur tinggi, tahan terhadap oksidasi Keramik feroelektrik (barium titanat) mempunyai konstanta dielektrik yang tinggi Gelas-gelas nonsilika misal transmisi infra merah, peralatan semi konduktor Penyaring molekuler (molecular sieves) Keramik gelas Polikristal bebas oksida dibuat berbahan baku pada alumina, yttria, dan spinel

Secara umum bahan keramik dapat dibedakan menjadi dua kelas : kristalin dan amorf (non kristalin).

Dalam beberapa bahan kristalin, partikel penyusunnya tersusun sehingga keteraturannya kadang nampak dengan mata. Kristal yang umum kita lihat adalah natrium khlorida, tembaga sulfat hidrat, dan kuarsa. Lokasi partikel penyusun padatan kristalin (ion, atom atau molekul) biasanya dinyatakan dengan kisi, dan lokasi setiap partikel disebut titik kisi. Satuan pengulangan terkecil kisi disebut dengan sel satuan.

Sel satuan digambarkan dengan garis tebal. Jarak antar dua titik sepanjang

ketiga sumbu didefiniskan sebagai a, b dan c. Sudut yang dibuat antar dua sumbu didefinisikan sebagai , dan .
Sel satuan paling sederhana adalah kubus. Tiga sumbu kubus dan beberapa sel

satuan lain tegak lurus satu sam lain, namun untuk sel satuan lain sumbu-sumbu itu tidak saling tegak lurus. Faktor yang mendefinisikan sel satuan adalah jarak antar titik dan sudut antar sumbu. Faktor-faktor ini disebut dengan tetapan kisi (kadang disebut juga parameter kisi)

Susunan partikel dalam padatan amorf sebagian teratur dan sedikit agak mirip dengan padatan kristalin. Namun, keteraturan ini, terbatas dan tidak muncul di keseluruhan padatan. Banyak padatan amorf di sekitar kita seperti: gelas, karet dan polietena memiliki keteraturan sebagian. Fitur padatan amorf dapat dianggap intermediate antara padatan dan cairan.

Terdapat perbedaan besar dalam keteraturan partikel penyusunnya. Beberapa ilmuwan bertahan dengan pendapat bahwa padatan amorf dapat dianggap wujud keempat materi.

Serbuk Keramik Silikat Mineralogi Keramik Tanah Liat

Senyawa senyawa yang sering digunakan dalam pembuatan keramik Mineral : Ambligonit - Dolomit (CaMg(CO3)2) - Andalusit (Al2O3.SiO2) - Felspar - Anhidrit (CaSo4) - Florspar - Apatit - Halosit (Al2O3.2SiO2.xH2O) - Badeleyit - Nephelin (K2O.3Na2O.4Al2O3.9SiO2) - Bola lempung (Ball Clay) - Nephelin sienit - Barit (BaSO4) Potas (K2O) - Bauksit - Piropilit (Al2O3.4SiO2.H2O) - Bentonit (Al2O3.5SiO2.7H2O) - Rutil (TiO2) - Beril (3BeO.Al2O3) - Silimanit (Al2O3.SiO2) - Lempung (clay) - Talek (3MgO.SiO2.H2O) - Kaolin (Al2O3.2SiO2.2H2O) - Wolastonit (CaSiO3) - Diatomit - Zeolit

1)

Sifat Mekanik
Keramik biasanya material yang kuat, dan keras dan juga tahan korosi. Sifatsifat ini bersama dengan kerapatan yang rendah dan juga titik lelehnya yang tinggi, membuat keramik merupakan material struktural yang menarik. Keterbatasan utama keramik adalah kerapuhannya. Faktur rapuh terjadi bila pembentukan dan propagasi keretakan yang cepat. Dalam padatan kristalin, retakan tumbuh melalui butiran (trans granular) dan sepanjang bidang cleavage (keretakan) dalam kristalnya. Permukaan tempat putus yang dihasilkan mungkin memiliki tekstur yang penuh butiran atau kasar. Material yang amorf tidak memiliki butiran dan bidang kristal yang teratur, sehingga permukaan putus kemungkinan besar mulus penampakannya. Kekuatan tekan penting untuk keramik yang digunakan untuk struktur seperti bangunan. Kekuatan tekan keramik biasanya lebih besar dari kekuatan tariknya. Untuk memperbaiki sifat ini biasanya keramik di-pretekan dalam keadaan tertekan

2) Sifat Termal
Sifat termal penting bahan keramik adalah kapasitas panas, koefisien ekspansi termal, dan konduktivitas termal. Kapasitas panas bahan adalah kemampuan bahan untuk mengabsorbsi panas dari lingkungan. Panas yang diserap disimpan oleh padatan antara lain dalam bentuk vibrasi (getaran) atom/ion penyusun padatan tersebut. Contoh paling baik penggunaan keramik untuk insulasi panas adalah pada pesawat ruang angkasa. Hampir semua permukaan pesawat tersebut dibungkus keramik yang terbuat dari serat silika amorf. Titik leleh aluminium adalah 660C. Ubin menjaga suhu tabung pesawat yang terbuat dari Al pada atau dibawah 175C, walaupun eksterior pesawat mencapau 1400C

3) Sifat Listrik
Sifat listrik bahan keramik sangat bervariasi. Keramik dikenal sangat baik sebagai isolator. Beberapa isolator keramik (seperti BaTiO3) dapat dipolarisasi dan digunakan sebagai kapasitor. Keramik lain menghantarkan elektron bila energi ambangnya dicapai, dan oleh karena itu disebut semikonduktor. Beberapa keramik memiliki sifat piezoelektrik, atau kelistrikan tekan. Sifat ini merupakan bagian bahan "canggih" yang sering digunakan sebagai sensor. Dalam bahan piezoelektrik, penerapan gaya atau tekanan dipermukaannya akan menginduksi polarisasi dan akan terjadi medan listrik, jadi bahan tersebut mengubah tekanan mekanis menjadi tegangan listrik. Bahan piezoelektrik digunakan untuk tranduser, yang ditemui pada mikrofon, dan sebagainya.

4) Sifat Optik
Bila cahaya mengenai suatu obyek cahaya dapat ditransmisikan, diabsorbsi, atau dipantulkan. Bahan bervariasi dalam kemampuan untuk mentransmisikan cahaya, dan biasanya dideskripsikan sebagai transparan, translusen, atau opaque. Material yang transparan, seperti gelas, mentransmisikan cahaya dengan difus, seperti gelas terfrosted, disebut bahan translusen. Batuan yang opaque tidak mentransmisikan cahaya. Banyak aplikasi memanfaatkan sifat optik bahan keramik ini. Transparansi gelas membuatnya bermanfaat untuk jendela, lensa, filter, alat masak, alat lab, dan objek- objek seni. Pengubahan antara cahaya dan listrik adalah dasar penggunaan bahan semikonduktor seperti GaAs dalam laser dan meluasnya penggunaan LED dalam alat-alat elektronik. Keramik fluoresensi dan fosforisensi digunakan dalam lampulampu listrik dan layar-layar tv. Akhirnya serat optik mentransmisikan percakapan telepon dan data komputer yang didasarkan atas refleksi internal total sinyal cahaya.

5) Sifat Kimia
Salah satu sifat khas dari keramik adalah kestabilan kimia. Sifat kimia dari permukaan keramik dapat dimanfaatkan secara positif. Karbon aktif, silika gel, zeolit, dsb, mempunyai luas permukaan besar dan dipakai sebagai bahan pengabsorb. Kalau oksida logam dipanaskan pada kira-kira 500C, permukaannya menjadi bersifat asam atau bersifat basa. Alumina , zeolit, lempung asam atau S2O2 TiO2 demikian juga berbagai oksida biner dipakai sebagai katalis, yang memanfaatkan aksi katalitik dari titik bersifat asam dan basa pada permukaan.

6) Kehandalan
Keramik memiliki karakteristik yang memungkinkannya digunakan untuk

berbagai aplikasi termasuk : kapasitas panas yang baik dan konduktivitas panas yang rendah. Sifat listriknya dapat insulator, semikonduktor, konduktor bahkan superkonduktor Sifatnya dapat magnetik dan non-magnetik Keras dan kuat, namun rapuh. Tahan korosi