Distribusi Tenaga Listrik

Oleh A s r i , ST , MT Jurusan Teknik Elektro FT-Unimal Lhokseumawe, 2007

Pendahuluan 1 Sistem Kuliah : Diskusi Kelas dan Pembuatan Tugas

Sistem Ujian :

1. Tugas Terstruktur (13 kali) Quis (1 Kali) 2. Ujian Tengah Semester (1 kali) 3. Ujian Akhir Semester (1 kali)

Kuliah I

TOPIK KULIAH
I. Pengertian Umum Sistem Distribusi Tenaga Listrik a. Pendahuluan b. Distribusi Tenaga Listrik c. Alokasi Biaya Investasi Penyaluran Tenaga Listrik

Secara umum dapat dikatakan bahwa sistem suplay tenaga listrik terdiri dari tiga unsur. yaitu : a) b) c) Pusat pembangkit Transmisi Distribusi .Pendahuluan Energi listrik umumnya dibangkitkan oleh pusat pembangkit tenaga listrik yang jauh dari pusat perkotaan dimana para pelanggan umumnya berada.

5 kv. 132 kv 2. 21 kv dan 33 kv. 6.6 kv. SWER) untuk Indonesia tiga fasa empat kawat 220/380 volt dan 127/220 volt . 11 kv.3 kv.75 kv.Tegangan transmisi : 220 kv. Distribusi : . 250/431 volt tiga fasa empat kawat 220/440 volt fasa tunggal ke netral (dariT. 20 kv . disel. 800 kv (eropa ) dan Indonesia 150 kv dan 500 kv . 13. 15. 10.4/0.44 kv .M. 400 kv. 750 kv 765 kv. Pusat pembangkit / Generator (air.Tegangan kerja dari bagian – bagian dari sistem adalah : 1. 110 kv. thermis dll) : 0.6 kv.Tegangan sisi sekunder gardu distribusi : 240/415 volt. 3.Tegangan sub transmisi : 33 kv.Tegangan sisi primer gardu distribusi : 3. 6.8 kv.6 kv (eropa) dan untuk Indonesia 6 kv. Transmisi : . 6.

yaitu satu-fasa .Distribusi Tenaga Listrik Sistem distribusi kita dapat di kelompokan kedalam dua tingkat yaitu : .  .sistem jaringan distribusi sekunder dan sebut ( J T R )  Jaringan distribusi primer atau (J T M) dapat berupa. tiga fasa dan satu fasa. Jaringan distribusi sekunder atau (J T R )dapat berupa. fasa-tiga dengan empat kawat atau fasa-tunggal tiga kawat.sistem jaringan distribusi primer dan biasa disebut (J T M ) .

air conditioning. Umumya terdiri dari penerangan untuk toko dan restoran dan alat – alat listrik lainya dan faktoe beban berkisar 25.Kuliah Ke II Klasifikasi dan Karakteristik Beban Klasifikasi Beban Secara garis besar ragam beban dapat diklasifikasikan kedalam :  Rumah tangga  Komersial  Industri  Rumah tangga. Untuk skala besar faktor bebannya mencapai 60 – 65%. alat rumah tangga seperti. Ada skala kecil dan skala besar.30% Industri. Komersial.pompa air dan sebagainya dan faktor-beban 10 . Pada umumnya bebannya adalah berupa lampu untuk penerangan.mixer.kipas angin.   .15%.lemari-es.

serta  Pembagian beban Faktor-faktor keperluan diatas pada dasarnya dikerjakan untuk memperoleh sistem yang ekonomis dan efisien .Karakteristik Beban Karakteristik beban ini berfungsi antara lain untuk keperluan :  Penjadwalan pemeriksaan peralatan sistem tenaga  Alokasi produksi daya pada pembangkit  Optimal pembangkitan  Penjadwalan pengoprasian.

Parameter Beban Parameter beban antara lain meliputi kebutuhan beban. interval kebutuhan dan kebutuhan maksimum. Beban dalam konteks ini dinyatakan dalam :  kW  kVAR  kVA  kA atau amper . Kebutuhan (demand) suatu instalasi adalah beban yang rata-rata pada terminal-terminal penerima untuk suatu interval waktu tertentu.

Kuliah ke 3 Faktor Yang Berhubungan Dengan Parameter Beban       Faktor serempak Faktor kebutuhan Faktor kapasitas Faktor beban Faktor diversitas Faktor rugi .

Beban Tenaga Listrik Beban tenaga listrik selain bersifat resistif.  Beban statis yaitu antara lain penerangan. : Lampu-lampu  Beban dinamis adalah beban yang bersifat berputar yaitu motor listrik . induktif atau kapasitif dapat juga dibedakan beban yang brsifat statis dan dinamis. alat-alat pemanas.

Kebutuhan Daya Listrik  Beban listrik pada prinsipnya berupa penerangan dan tenaga. Pada prinsipnya dan sesuai dengan fungsinya penerangan dapat dibedakan dua yaitu :  Penerangan dalam (indoor)  Penerangan luar (outdoor) . Kualitas dan kuantitas penerangan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan.

Daya Daya merupakan banyaknya perubahan tenaga terhadap waktu dalam besaran tegangan dan arus. Daya dalam watt yang diserap oleh suatu beban pada setiap saat adalah hasil kali jatuh tegangan sesaat diantara beban dalam volt dengan arus sesaat yang mengalir dalam beban tersebut dalam amper. Type daya tersebut adalah :  Daya sesaat  Daya semu  Daya aktif  Daya reaktif  Daya vektor .

( 2) Persamaan 2 dapat ditulis dan juga merupakan daya sesaat dalam Induktansi Vmaks I maks Vmaks I maks cos ϕ(1 + ωt ) + sin ϕ sin..Kuliah ke Empat Daya sesaat ditentukan oleh persamaan : P = e * I ………………….I maks cos( ω −ϕ) t t P = Vmaks . cos ω .. .…..  Untuk gelombang sinusoida yaitu : P =Vmaks . ..(3) 2ωt P= 2 2 ..(1) Dimana e dan i masing – masing adalah nilai sesaat dari beda – tegangan dan arus.....I maks cos ωt cos ω(ωt −ϕ).

Daya sesaat menurut Pers (3) dapat ditinjau dari segi komponen arus yang sefasa dengan tegangannya dan yang berbeda fasa 900 dengan tegangannya. IR V ϕ IX I Gambar arus dengan dua komponenya .

. I1 Dimana V 1 = Tegangan fasa dan I1 = Arus jala .Daya semu Daya semu (S) dinyatakan oleh persamaan : S = V . I …………….(1) Untm sistem 3 fasa daya semunya adalah : S = 3 V1 .

I Cos ϕ Dimana : V dan I nilai eefektifnya P adalah daya rata-rata yang juga disebut daya aktif. Bila beban tiga fasanya seimbang maka P = 3 |Vjala | .| I jala | cos ϕ . I maks P= cos ϕ 2 Atau P = V .Daya Aktif Secara umum daya aktif dinytakan dengan: Vmaks .

| I | sin ϕ Q satuannya dapat berupa var (volt .amper reaktif) Bila beban tiga fasa seimbang maka : P = 3 |Vjala | .Daya Reaktif Daya reaktif adalah : Q= Vmaks .amper reaktif) atau kvar (kilo-volt reaktif) dan satuan yang lebih besar adalah mvar(mega volt . I maks sin ϕ 2 Atau Q = | V | .| I jala | sin ϕ .

sedangkan distribusi sekunder adalah jaringan saluran dari trafo gardu distribusi hingga konsumen atau beban.Kuliah ke V Konstuksi Jaringan Distribusi Dilihat dari fungsi tegangannya. jaringan distribusi dibedakan atas jaringan distribusi primer dan sekunder. Jaringan bawah tanah . Pada prinsipnya kontruksi jaringan distribusi dapat dibedakan atas dua jenis. Jaringan distribusi primer adalah jaringan dari trafo gardu induk (GI) ke gardu distribusi. Jaringan saluran udara 2. 1.

Gambar Konstruksi Jaringan Distribusi PMT Jaringan tegangan menengah (JTM) 20 Kv Gardu Induk Jaringan Tegangan Rendah (JTR) Gardu Distribusi 380 Volt .

stabilitas dari kelangsungan pelayana.Struktur Jaringan Tegangan Menengah Struktur jaringan yang berkembang di suatu daerah merupakan kompromi antara alassan – alasan teknis di suatu pihak dan ekonomis di lain fihak. Dari segi keandalan yang ingin dicapai ada 2 pilihan struktur jaringan  Jaringan dengan sumber pengisian  Jaringan dengan beberapa sumber pengisian . Keduanya ditekankan kepada kebutuhan penggunua dimana dipersyaratkan batas-batas keandalan.

Jaringan Dengan Beberapa Sumber pengisian .

Struktur jaringan juga ditentukan oleh aspek-aspek lainya seperti :  Aspek pentanahan netral sistim : a) Netral diisolasikan (ungrounded) atau netral tidak ditanahkan. Melalui tahanan (resistance grounding) b.Saluran fasa-tiga : * saluran fasa-tiga dengan tiga kawat * saluran fasa-tiga dengan empat kawat * Saluran fasa-tiga dengan satu kawat tanah . Secara langsung (solidly grounding) b.  Aspek jumlah fasa saluran : . * Saluran udara atau * Saluran tanah. Melalui impedansi (inpendance grounding) b.**.****.*.Saluran fasa tunggal . b ) Netral ditanahkan (grounded) : b.***.Dengan kumparan peterson  Aspek macam jaringan/saluran yang akan digunakan.

Pola dasar Struktur Jaringan Teganggan Menengah Secara umum dapat dikatakan bahwa ada tiga struktur jaringan yaitu : * Radial * Lingkaran (Loop) * Anyaman (Mesh atau Grid) Pemilihan macan struktur jaringan tegangan menengah (JTM) tergantung pada kualitas pelayanan yang diinginkan. . antara lain :  Kelangsungan pelayanan (kontinuitas pelayanan)  Pengaturan tegangan  Tegangan kedip yang diinginkan Persoalan utama adalah memilih komponen – komponen peralatan dari sistim tersebut agar secara keseluruhannya ekonomis. Kualitas pelayanan mempunyai beberapa unsur.

Sistim Jaringan Distribusi Sistim Jaringan Radial Sistim Jaringan Lingkar (LOOP) Sistim Anyaman (Mesh tau Grid) .

biayanya relatif murah.sehingga keandalannya cukup tinggi Sistem Anyaman ( Mesh/Grid) merupakan jaringan yang strukturnya komplek. Sistem Loop adalah sistem yang terdapar dua sumber dan arah pengisian yang satu sebagai cadangan.KULIAH KE VI  Sistem Radial adalah bentuk jaringan yang menghubungkan beban-beban ketitik sumber.sehingga kelangsungan penyaluran dan kualitas pelayanan sangat diutamakan   . tidak ada arternatif pasokan dan tingkat keandalan relatif rendah.

Penampang Penghantar Dalam penentuan penampang penghantar ada tiga faktor utama yang harus diperhatiakan yaitu: 1. 3. 2. Kerugian tegangan Kerugian daya Perubahan suhu maksimal dengan lingkungan .

Sifat penghantar tembaga dan aluminium Sifat Berat jenis Kuat renggangan Titik lebur Koefisien muai Tahanan jenis Tembaga 8.7 0.7 1880 627 17.7 0.0178 Alumunium 2.0278 Keterangan Kg/dm Kg/cm C Micro/ C Omh . 94 3910 1884 24.

....∆V ........ . ............... ............. ...... ............. ..... .( ) 2 .... ..R........... ................ .... ..ρ.. ..... . pers ( 2) 1 p ∆V = 2.... ......I ..Tahanan sepanjang penghantar adalah 1 R = 2ρ q diman : R= tahana (Omh) ρ = tahana jenis penghantar (omh/mm) l = panjang saluran q = luas penampang (mm) Kerugian tegangan dan kerugian daya pada saluran adalah ∆V = 2........ .......I ............ pers (1) ∆P = 2.. pers (3) q v ...

.. ....Bila ∆V adalah kerugian tegangan maksimum yang diizinkan.mka luas penampang penghantar ρ adalah nilai minimal yang diperlukan Yaitu : qmin ρ p = 2....θ ………………….. ..t =α q. Dimana: α = konduktifitas panas q = luas permukan konduktor θ = beda temperatur maksimum yang diizinkan dengan I 2 R.t . .. R =α q......... .(6) . ………………….....(5) .... pers (4) ∆V V Sedangkan panas yang ditimbulkan oleh penghantar adalah sama dengan panas yang dipancarkan oleh seluruh permukaan penghantar. .. maka : I 2.......

rugi tegangan yang hilang pada saluran tersebut adalah sebesar : ∆V = R I cos θ + X I sin θ . bila arus ( I ) mengalir dalam konduktor dengan resistansi ( R ) dan induktif reaktansi ( X ). .Kuliah ke VII Distribusi arus bolak-balik Kerugian pada saluran arus bolak – balik. Dalam sistem arus bolak-balik kerugian tegangan dipengaruhi oleh resistansi dan reaktansi. .………pesm ( 1 ) Dimana cos θ : faktor daya dari beban.

∆.θ )..V (%) = 0... .( r.) 2 1000 .volt........ pesm .sin .....(3) V Bila ∆V dinyatakan dalam persen (%) maka : 100. pers..(4) V ...... cos .x... ....V = ..sin .( 2) V Akan tetapi apabila V = Tegangan saluran (kV) S = Daya disalurkan (kVA) l = Panjang saluran (km) r = resistensi saluran distribusi (Ω/km) x = reaktansi saluran distribusi (Ω/km) Maka besarnya rugi tegangan pada saluran persamaan (1) menjadi : S ∆.(r. cos .(%) = l...θ .θ ....sin .S ∆V ......1 2 l.θ ... pers.( r....l.....θ ..).. + .. + x. + x.. .V S atau...θ .Jika suatu saluran distribusi yang dibebani akan mengalirkan arus sebesar : S I = . cos ...

sin ......( r.li ..θ + x....( 7) es ......θ + x.li ....θ ) ∆..(%) = ( S1....l 3 S a u ...(5) 2 i (kV )  Untuk saluran satu fasa .l ......θ + x..(r.. p r ...(r.Bila beban sepanjang saluran tidak sama maka : 0.r..θ n ∆V (% = . cos ..I 2.....( V .V .. . cos........ r..1..... cos..) 2 i ( kV )  Besarnya rugi daya aktif dan daya reaktif pada saluran tiga fasa adalah sebesar : ∆ =3.l n ) 2 (kV ) 0.1.θ ) n atau.. ) ∑Si .maka : 0... 6.l P S =3. ta P V ..S n.(%) = ∑ Si....l2 ... pers (. pers..sin .l1 + S 2. sin ..2.V .... ∆ =( ) 2. r.∆..) 2.

.. sn ......( 8) es S2 10 0 = 2..l . p r . V S.. V sn . 2.l V S.....( P S2 = 2 l V Bila dinyatakan dalam persentase adalah 10 0 S2 ∆ . r.( 9) .( ) Q % = l 2.....) 2...I 2. ......( ) P % S2 =0..1 0 S l . X =3. i θ  ∆ .( ) P % a u ta ∆ .c s .... o θ 10 00 ∆ =3. r.Bila dinyatakan dalam prosentase : ∆ . o θ S V .. .( ) Q % = ..1 2.. 10 0 0 V S .... i θ ..c s .. l 3 .

sin θ .Untuk saluran satu fasa adalah: S 2.....(% = 0.θ 00 ∆ =2 Q S l.......... sin . .l P V S2 = 2 2 r. p ers (1 ) 0 V ... 1 0 V S .θ s S2 =2 2 l V 10 0 S2 ∆ =2 Q l 2..2 2 P ) r.... ... co ..l V S .l V ata u S2 ∆ ........ . ∆ = 2...2....( ) r.

2 2...l...: .(1 ) 4 Dari persamaan diatas dapat disimpulkan bahwa untuk daya yang sama nilai kerugian pada saluran tiga fasa dua kali lipat sistem satu fasa . ... fa ..θ o ..............li ... l ∑ .li . ri V c s ...tig .a a h a sa d la S =0. ...1 2.1 2..∑ ...u tu ... ri V c s . l.θ o S =0. r V S . l. Q ) l..( 1 ) 1 ∆ 3 (% Q ) .Bila beban atau daya setiap panjang saluran tidak sama..( 1 ) 2 Sd nk n e aga ∆ 1 (% P ) .∑ ...2 2..maka rugi daya pada saluran tiga fasa adalah : ∆ 3 (% P ) S =0........siste n k m ...........θ in ..θi o l ..li .. ri V c s ....∑i ......( 1 ) 3 S ∆ 1 (% =0...

Secara umum hal ini diterapkan pada sistem yang tegagannya sampai 66 KV dan panjangnya mencapai 80.Kuliah Ke VIII Jatuh Tegangan Pada Sistem Distribusi Saluran jarak pendek Untuk saluran udara yang kapasitansinya dapat diabaikan. P+jQ Vk Vt Beban Gambar rangkaian ekivalennya . disebut “ Saluran Pendek ”.5 km Rangkain ekivalennya terdiri dari tahanan dan reakransi yang tersambung seri seperti pada gambar dibawah.

Jatuh tegangan pada sistem distribusi mencakup jatuh tegangan pada : a.R ) d. Transformator Distribusi c. Penyulang Tegangan Menengah (T. Instalasi rumah Sesuai dengan definisi.T.M) b. Sambungan rumah e. . Penyulang jaringan Tegangan Rendah ( J. jatuh tegangan adalah : ∆V= |Vk|-|Vt| Dimana : Vk = nilai mutlak tegangan ujung kirim Vt = nilai mutlak tegangan ujung terima Jadi ∆V merupakan perbedaan secara ilmu hitung antar tegangan–pengirim dan tegangan–penerima.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful