Anda di halaman 1dari 33

KELOMPOK 4

F A R I D A AHMAD ABD. HADIY AZ NUR INZANA DEWI O. NUR FAUZIAH AZHAR FAUZAN GHULAM AHMAD M. IIN ALFRIANI AMRAN KHAIRUNNISA INDAH YULIANA SARI Z A I N A L

10542008009 10542016110 10542016510 10542017610 10542017710 10542018610 10542018710 10542020210 10542023310 10542024610

Seorang perempuan umur 73 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan nyeri terutama bila digerakkan pada pangkal paha kanan sehingga mengganggu dan tidak bisa berjalan. Keadaan ini dialami sejak 3 hari yang lalu dimana sebelumnya penderita jatuh terduduk di kamar mandi. Postur tubuh penderita bungkuk ke depan sejak beberapa tahun terakhir ini. Hasil pemeriksaan fisik ; TD 170/90 mmHg, nadi 92x/mnit, nafas 30x/mnit, dan suhu 37,1 C. beberapa hari terakhir penderita kedengaran batuk batuk tapi sulit sekali mengeluarkan lendirnya terutama pada malam hari dan juga malas makan. Penderita selama ini minum obat kencing manis, tekanan darah tinggi, dan rematik.

Nyeri pada pangkal paha setelah jatuh dan

tidak bisa berjalan (wanita, 73 tahun)


Penderita mengalami kifosi

Penderita jatuh terduduk di kamar mandi


Batuk tapi sulit mengeluarkan lendir TD 170/90 mmH

Klasifikasi TD menurut JNC 7


BP Classification
Normal
SBP mmHg* DBP mmHg

Lifestyle Modification

Drug Therapy**

<120

and <80 Encourage


Yes
Yes Yes

No

Prehypertension Stage 1 Hypertension


Stage 2 Hypertension

120-139 or 80-89 140-159 or 90-99 160 or 100

No Single Agent
Combo

*Treatment determined by highest BP category; **Consider treatment for compelling indications regardless of BP
JNC 7 Express. JAMA. 2003 Sep 10; 290(10):1314

Proses menua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita(Constantindes,1994)

Genetic clock Rusaknya sistem imun Mutasi somatik

Radikal bebas

Per. metabolisme

Nyeri diakibatkan oleh beberapa faktor

Jatuh

Dislokasi

Fraktur
Cidera Jaringan

Besar kemungkinan terjadi fraktur collum femoris sebab pasien juga mengalami kifosis yang kifosisnya tersebut akibat dari faktor menopause

Osteoporosis

Berkurangnya densitas massa tulang

kifosis

Degenerasi diskus vertebra Hilangnya kekuatan ligamentum spinal

Menopause

Kekurangan esterogen Terjadi gguan pengaturan kalsium pada tulang Osteoporosis (Kifosis) Jika pasien jatuh maka tulang menjadi mudah fraktur

Faktor Risiko :
Faktor Intrinsik Faktor Ekstrinsik

Kondisi fisik dan neuropsikiatrik

Pasien tersebut mengalami kifosis yang menyebabkan ketidak seimbangan ketika berjalan dan dapat menyebabkan jatuh, dan itu banyak kita temui pada pasien pasien lanjut usia lainnya, terutama wanita

FALLS (jatuh)

Obat-obatan yg diminum

Pasien menderita DM, penderita DM terkadang memiliki masalah berupa retinopati diabetik yang dapat menyebabkan visus menurun, sementara penglihatan memegang peranan penting dalam menerima rangsangan propioseptif yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan.

Pasien menderita penyakit jantung. Penyakit jantung yang biasa terjadi pada lanjut usia, yaitu penyakit jantung koroner, payah jantung, penyakit jantung hipertensi, aritmia, dan stenosis aorta. Penyakit jantung tersebut dapat menyebabkan penurunan curah jantung sehingga terjasi penurunan distribusi oksigen pada seluruh jaringan termasuk otak sehigga bisa menimbulkan sinkop. Hal tersebut dapat menjadi faktor resiko terjadinya jatuh.

Kemungkinan adanya pengaruh menopause, dimana jumlah estrogen menurun, sehingga aktifitas osteoklas meningkat dan menyebabkan peningkatan degradasi matriks tulang (osteoporosis), sehingga jika pasien jatuh, gampang terjadi fraktur dan nyeri.

aktivitas silia

gerakan silia lambat jika bakteri masuk silia tidak dapat menyaringnya

Silia sulit mendorong lendir Untuk keluar

iritasi pada saluran pernapasan

Patogen masuk

respon tubuh berupa batuk

patogen keluar

Pada geriatri terjadi penurunan aktifitas silia

kalau patogen tidak keluar

tubuh akan membentuk muccus


muccus ini akan membantu membunuh patogen Silia membantu menggerakkan muccus

Sehingga ketika berbaring/Tidur sulit mengeluarkan lendir

Tertumpuk di tractus respiratory

keluar melalui batuk

Infeksi pada paru-paru

Pengaruh Obat Obatan dengan penyebab jatuh

Obat obatan DM

Hipoglikemik

Kesadaran dan terjatuh

Pasokan glukosa otak

Gol. Obat Insulin

Mekanisme kerja Pningkatan ambilan glukosa darah

Efek samping Hipoglikemi

Obat diabetes oral : ex Sulfunilurea Meglitinid

Merangsang Hipoglikemi sekresi insulin Vertigo dari granul selsel B langerhans pankreas

jatuh

Obat anti hipertensi

hipotensi

Penurunan curah jantung

bradikardi

Gol. Obat

Mekanisme kerja

Efek samping

Alfa blocker

Diuretik

Mengurangi pengaruh SSO thdap jantung dan pmbuluh darah Meningkatkan pengeluaran cairan dari tubuh

Hipotensi ortostatik Pusing Perasaan lemah Hipoglikemi Nyeri kepala

Pemakaian OAINS meningkatkan faktor resiko osteoporosis sehingga apabila pasien jatuh, besar kemungkinan terjadi fraktur dan nyeri.

DM Nyeri Hipertensi

Jatuh
Kifosis Rematik Infeksi paru Nafsu makan

Nyeri

Kifosis

Infeksi paru

Penanganan

Nafsu makan

Hipertensi

Diabetes

Rematik

1.

2.

3. 4.

5.
6.

Aktivitas pada saat terjatuh Gejala sebelumnya, misalnya rasa pusing, palpitasi, sesak napas, nyeri dada, lemah, konfusi, inkontinensia, hilangnya kesadaran. Lokasi terjatuh Saksi saat terjatuh Riwayat medis yang lalu Penggunaan obat

Tekanan darah dan denyut jantung, saat berbaring dan berdiri Ketajaman visual, lapangan pandang, pemeriksaan low-vision Kardiovaskular Penyakit sendi degeneratif, vena varikosa, edema, gangguan jalan (Gait) Neurologis Termasuk pemeriksaan cara berjalan dan keseimbangan,

a.

1) 2)

Pemeriksaan radiologis Foto X-ray pelvis dan genu Foto bone density

b.

1) 2) 3) 4) c.

Pemeriksaan laboratorium Darah tepi Elektrolit Gula darah Kadar Kalsium Pemeriksaan elektrokardiogram (EKG)

Anamnesis

Riwayat penyakit jatuh : penyebab jatuh, gejala penyerta seperti : pusing, sesak, dsb. Kondisi komorbid : stroke, parkinson, osteoporosis, dsb. Riwayat obat : diuretik, analgesik, antidepresan, dsb Psikososial : keadaan lingkungan

Pemeriksaan Fisik

Tanda vital Visus, pendengaran, keseimbangan Neurologi muskuloskeletal

Pemeriksaan Foto rontgen Pemeriksaan gula darah penunjang


Gait Keseimbangan Penentuan status gizi Menghindari makanan trtentu

Asessment fungsional

Status gizi

1.Tangani masalah utama 2. Cegah komplikasi sekunder 3. Mengembalikan fungsi yang hilang 4. Mengembalikan kepercayaan diri - Mengatasi faktor resiko, penyebab dan komplikasinya - Memperbaiki lingkungan rumah

Upayakan normoglikemia, memperbaiki hipertensi Dahulukan terapi non farmakologik( kontrol DM, batasi garam )

Primer : Hindari faktor penyebab: penggunaan obat yang memicu terjadinya jatuh, lingkungan Sekunder : Mengobati penyakit medis Tertier : Rehabilitasi : penggunaan tongkat , dukungan lingkungan sekitar dan melatih kemandirian pasien

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia (berbuat syirik) dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaikbaiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (Al Isra : 23)