Anda di halaman 1dari 19

Case Report Saga Malela Aria Sabara, S.

Ked 0818011095

ANAMNESIS Seorang wanita, umur 48 tahun dengan keluhan timbul benjolan pada leher kanan sejak 15 tahun yang lalu Tidak ada kesulitan bernafas ataupun menelan hanya terasa berat pada bagian leher Benjolan tidak nyeri, tidak disertai jantung berdebar, tidak gemetar, tidak sulit menelan, tidak berkeringat berlebihan, tidak terjadi penurunan berat badan Demam dan keluhan lain disangkal OS sudah berobat ke poli bedah dan dianjurkan untuk operasi OS tidak pernah mengalami penyakit seperti ini sebelumnya Tidak ada keluarga OS yang memiliki penyakit seperti ini

Pemeriksaan Fisik

Status Present
Keadaan umum Kesadaran : : Tampak sakit sedang Compos mentis 120/70 mmHg 88 x/menit 28 x/menit 36.8 C

Tekanan darah Nadi Pernafasan Suhu

: : : :

Status Generalis
kelainan kelainan kelainan kelainan

- Kepala Tidak ada - Thorak Tidak ada - Abdomen Tidak ada - Ekstremitas Tidak ada

Status Lokalis

Regio coli anterior


Inspeksi : Asimetris, Tampak benjolan di sebelah kiri trakea berukuranberukuran sebesar telur angsa, tidak dijumpai tanda radang, batas tegas, warna kulit benjolan sama dengan kulit sekitar, ada pendorongan pada trakea. Benjolan ikut bergerak pada saat menelan. Palpasi :

Teraba massa pada sebelah kanan trakea berukuran 8 x 6 cm, konsistensi kenyal, mobile, permukaan rata, perabaan hangat, mengikuti gerakan menelan, nyeri tekan tidak ada, trakea sedikit terdorong ke arah kanan. Tidak terdapat perbesaran KGB di region coli. Auskultasi : bruit (-)

Darah Darah lengkap normal Fungsi ginjal normal Kadar GDS

:
: :

Dalam batas
Dalam batas Dalam batas normal

Pemeriksaan hormon tiroid T3 : 0,83 mg/ml T4 : 7.17 mg/dl TSH : 1.26 mIU/L
Foto Rontgen

(0,8-1,9) (5-13)

Kesan:Cor dan pulmo dalam batas normal dan trakea terdorong, curiga terdapat soft tissue di regio coli

Diagnosa kerja Struma Nodosa Non Toxic Diagnosa banding -Karsinoma tiroid -soft tissue tumor regio coli

Penatalaksanaan: 1. Tiroidektomi subtotal 2. Medikamentosa (post operasi) IVFD RL gtt XX/menit Cefotaxim 2x1gr IV Gentamisin 2x80mg IV Pronalges 1x 12 jam supp kalnex 500mg (post operasi) ketorolac 3x1 amp drip

Quo ad vitam : Quo ad functionam : Quo ad sanationam :

Ad bonam Dubia ad bonam Dubia ad bonam

Anjuran Pemeriksaan patologi anatomi Foto leher FNAB (pre operasi)

a.

Anatomi Tiroid Kelenjar tiroid terdiri dari 2 lobus dihubungkan oleh isthmus sehingga berbentuk seperti huruf H. berada pada regio coli anterior dibawah kartilago krikoid dan menutumi cincin trakea ke 2 dan 3, melekat padafasia perithrakeal dan bergerak saat proses menelan

Kelenjar tiroid menghasilkan hormon T3 dan T4 yang memiliki fungsi: Merangsang laju metabolik sel-sel sasaran dengan meningkatkan metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat. Merangsang kecepatan pompa natrium-kalium di sel sasaran. Kedua fungsi bertujuan untuk meningkatkan penggunaan energi oleh sel, terjadi peningkatan laju metabolisme basal, pembakaran kalori, dan peningkatan produksi panas oleh setiap sel. Meningkatkan responsivitas sel-sel sasaran terhadap katekolamin sehingga meningkatkan frekuensi jantung. meningkatkan responsivitas emosi. Meningkatkan kecepatan depolarisasi otot rangka, yang meningkatkan kecepatan kontraksi otot rangka. Hormon tiroid penting untuk pertumbuhan dan perkembangan normal semua sel tubuh dan dibutuhkan untuk fungsi hormon pertumbuhan.

Proses pembentukan hormon Secara umum terjadi dalam beberapa tahap 1. Iodida trapping 2. Oksidasi 3. Coupling 4. Penimbunan/ storaging 5. Deiodinisasi 6. Proteolisis 7. Pelepasan hormon

Jenis struma Berdasarkan fisiologis: eutiroid Hipotiroid Hipertiroid Berdasarkan klinis: Toxic dan nontoksic Berdasarkan bentuk: difusa dan nodosa

Anamnesa waktu timbulnya massa, tempat tinggal, gejala hiper atau hipo tiroid, pola makan dan konsumsi obat-obatan, serta faktor keturunan. Lalu dilakukan pemeriksaan lainya 1.Inspeksi 2. Palpasi 3. Hormonal 4. FNAB 5. Foto leher

1. 2.

Operatif Pengobatan dengan obat anti tiroid dan tiroksin