Anda di halaman 1dari 23

Kelompok VI

Senam

nifas adalah senam yang dilakukan ibu-ibu setelah melahirkan setelah keadaan tubuhnya pulih kembali

Membantu

mencegah pembentukan bekuan (trombosis) pada pembuluh tungkai dan membantu kemajuan ibu dari ketergantungan peran sakit menjadi sehat dan tidak bergantung. Berguna bagi semua system tubuh, terutama fungsi usus, kandung kemih, sirkulasi dan paru-paru. Memungkinkan tubuh ibu menjadi sembuh.

Senam

nifas dapat dilakukan setelah enam jam persalinan. Senam ini terbagi menjadi dua, yaitu:

Senam nifas dini Senam nifas rombongan

1. Latihan pernafasan iga-iga Tujuan :


Untuk mendapatkan tujuan yang cukup Untuk memperlancar sirkulasi darah. Pakaian dilonggarkan (pada bagian dada dan pinggang) Tidur terlentang dengan satu bantal dan satu bantal kecil dibawah lutut. Kepalkan kedua tangan, lalu letakkan pada iga-iga sebagai perangsang Keluarkan nafas dari mulut (tiup), sedangkan tangan menekan iga-iga ke dalam sehingga rongga dada mengempis. Selanjutnya, tarik nafas dari hidung dengan mulut tertutup sehingga iga-iga mengembang serta dorong kedua tangan ke samping luar. Lakukan 15 kali gerakan pagi dan sore.

Sikap :

Kegiatan

Anjuran

Tujuan : Membantu sirkulasi darah vena (pembuluh darah balik) Memeperlancar sirkulasi darah di kaki Menghilangkan pembengkakan di kaki Sikap Tidur terlentang dengan satu bantal, kedua lutut lurus Kegiatan Latihan 1 (gerakan dorsi fleksi dan plantar fleksi)

Tegakkan kedua telapak kaki dengan lutut bagian belakang menekan kasur sehingga betis dan lutut bagian belakang terasa sakit. Tundukkan kedua telapak kaki bersama jari-jarinya.

Latihan 2 (gerakan inversi dan eversi)

Hadapkan kedua telapak kaki satu sama lain dengan lutut menghadap keatas, lalu kembali ke posisi semula. Ulangi beberapa kali. Posisi telapak kaki berhadapan, lalu lakukan gerakan kaki ke bawah, buka ke samping, dan tegakkan kembali. Kedua telapak kaki diturunkan ke bawah, buka ke samping, tegakkan kembali, dan seterusnya. Kedua telapak kaki dibuka dari atas ke samping, turunkan, hadapkan kembali, dan seterusnya.

Latihan 3 (gerakan sirkum duksi)


Anjuran Lakukan 15 kali gerakan, setiap pagi dan sore hari.

Tujuan :
Mencegah kesulitan buang air besar dan buang air kecil. Mengurangi rasa sakit pada jahitan. Membantu kontraksi rahim sehingga pendarahan cepat berhenti.

Kegiatan

Latihan I

Sikap

Kegiatan Anjuran

Tidur terlentang dengan satu bantal, kedua lutut lurus dan tangan di samping badan. Angkat kepala dan bahu sehingga dagu menyentuh dada. Lakukan empat kali gerakan, lalu lanjutkan dengan latihan kedua.

Latihan 2

Sikap

Tidur terlentang dengan satu bantal, kedua lutut lurus dan tangan di samping badan. Bengkokkan lutut kiri, lalu luruskan. Selanjutnya, bengkokkan lutut kanan, lalu luruskan. Lakukan bergantian.

Kegiatan

Anjuran

Lakukan empat kali gerakan untuk tiap sisi dan lanjutkan dengan latihan ketiga.

Sikap

Latihan 3

Kegiatan

Tidur terlentang dengan satu bantal, kedua kaki lurus. Satu kaki ditumpangkan pada kaki lainnya.

Anjuran

Tundukkan kepala, kerutkan pantat ke dalam sehingga lepas dari kasur atau matras, lalu kempeskan perut sehingga punggung menekan kasur atau matras. Selanjutnya, lepaskan kembali. Lakukan 15 kali gerakan, tiap pagi dan sore hari. Setiap tiga kali gerakan berhenti sebentar.

1. Latihan pernafasan iga-iga Tujuan

Untuk menghilangkan kembung di perut.

Sikap :
Pakaian dilonggarkan dan tidur terlentang dengan satu bantal. Letakkan kedua telapak tangan di atas perut, yaitu di sekitar pusat sebagai perangsang.

Kegiatan :
Tarik nafas dari hidung dengan mulut tertutup sehingga perut tertarik atau mengembang ke atas mendorong kedua tangan. Keluarkan nafas kuat-kuat sebanyak mungkin dari mulut (dengan meniupkan udara) sambil menekan perut sehingga perut mengempis.

Anjuran

Lakukan 5-6 kali dalam sekali latihan

Tujuan

Mencegah perut gantung. Tidur terlentang dengan satu bantal, kedua lutut dibengkokkan setengah tinggi, dan telapak kaki rata pada kasur atau matras.

Sikap

Kegiatan
Angkat kepala dan bahu perlahan-lahan sehingga dagu menempel di dada, lalu turunkan kembali dengan lambat. Atau dilakukan dengan meletakkan tangan pada bahu sehingga sekaligus melatih tangan.

Anjuran

Lakukan lima kali gerakan pada pagi dan sore hari.

Latihan ini tidak diperbolehkan bagi ibu yang menderita symphisiolysis, yaitu peregangan tulang rawan. Tujuan

Untuk mengencangkan otot-otot dasar panggul. Tidur terlentang dengan satu bantal, lutut dibengkokkan setengah tinggi, lurus, dan dirapatkan. Tangan terlentangdi samping dengan bahu lurus.

Sikap

Kegiatan
Putar pinggang dan ayunkan kedua lutut bersama-sama ke kiri sehingga menyentuh lantai, sementara panggul kanan tetap mengarah ke depan. Selanjutnya, kembali ke posisi semula. Ulangi gerakan tersebut dengan bergantian arah.

Anjuran

Lakukan lima kali gerakan ke kiri dan ke kanan, setiap pagi dan sore hari

Tujuan

Untuk memperlancar sirkulasi darah payudara Untuk memperlancar pengeluaran ASI Untuk mempertahankan bentuk payudara.

Kegiatan : Latihan 1

Sikap

Duduk tegak atau berdiri, kedua tangan saling berpegangan pada lengan bawah dekat siku. Angkat siku sejajar dengan bahu.

Kegiatan

Pegang tangan erat-erat dan dorong jauh-jauh secara bergantian ke arah siku tanpa menggeser telapak tangan sampai otot dada terasa tertarik, lalu lepaskan.
Lakukan gerakan ini 45 kali. Setiap 15 kali gerakan berhenti sebentar. Latihan ini dilakukan setiap pagi dan sore hari.

Anjuran

Latihan
Sikap

Berdiri dengan kedua tangan dibelakang punggung. Angkat tangan hingga sejajar dengan kepala. Lakukan gerakan ini 45 kali dan berhenti sebentar setiap 15 kali gerakan.

Kegiatan

Anjuran

Tujuan

Mempercepat kembalinya rahim ke posisi semula dan mengurangi rasa malas. Tidur tengkurap dengan dua bantal menyangga perut dan satu bantal menyangga punggung kaki. Kepala menoleh kesamping kiri atau kanan. Tangan di samping badan dengan siku sedikit dibengkokkan. Lakukan satu kali setiap hari sampai tertidur

Sikap

Anjuran

Tujuan

Mencegah badan menjadi bungkuk.

Kegiatan Latihan

Sikap

Tidur terlentang tanpa bantal dan tangan di samping badan. Kerutkan pantat, kempeskan perut sehingga bahu menekan kasur, ulurkan leher, dan lepaskan.

Kegiatan

Anjuran

Lakukan lima kali gerakan setiap pagi dan sore hari.

Latihan 2 Sikap

Posisi duduk atau berdiri. Kedua tangan diletakkan di atas sendi bahu. Putar sendi bahu ke arah depan, ke atas, ke belakang, ke bawah, ke depan, dan seterusnya (pada arah putaran ke belakang, tulang belikat atau bahu mendekat satu sama lain). Lakukan 15 kali gerakan dan berhenti sebentar setiap 5 gerakan. Lakukan setiap kali selesai menyusui bayi karena setiap waktu menyusui yang membungkuk adalah buah dada yang berat karena berisi ASI.

Kegiatan

Anjuran

Tujuan Mencegah sakit pinggang, punggung, bahu, leher, dan lipatan paha. Sikap

Berdiri dengan kaki sedikit direnggangkan.

Kegiatan
Langkahkan kaki kanan ke depan, kempiskan perut, bengkokkan lutut, lalu jongkok sampai tumit. Tundukan kepala dan bayi dengan bahu tetap tegak. Selanjutnya, kembali berdiri tegak dan baru lepaskan kerutan.

Anjuran

Lakukan hal yang sama untuk sikap baik dalm posisi berjalan menggendong bayi. Lakukan latihan-latihan di atas secara teratur sehingga tercapai hasil yang baik. Setelah dua minggu di rumah, senam dilanjutkan dengan senam nifas rombongan. Senam ini biasa diadakan di rumah sakit atau tempat-tempat tertentu sebagai senam nifas lanjutan sekitar tiga bulan setelah melahirkan.