Anda di halaman 1dari 60

Kelompok VI :

Dede Dwi Putra Rifky Hari Z Indra Budi Putra Shabrun Jamiel Rina Mardiana Kamiliah Dwi Ranisah Rusman Indah Harirotul Jannah Nida Khoiriah (200970070) (2009730109) (2009730 (2009730161) (2009730110) (2009730088) (2009730133) (2009730 (2009730101) Tutor : Dr. Tri Wahyuni

Histologi (Yun. histo, jaringan, +logos, ilmu) : ilmu tentang jaringan tubuh dan cara jaringan ini menyusun organ-organ.

PEMBAHASAN
Tulang Otot Sendi Saraf

TULANG

FUNGSI TULANG

Unsur pokok kerangka Penyangga struktur daging Melindungi organ-organ vital Menampung sumsum tulang Tempat sel-sel dibentuk Mempertahankan konsentrasi ion-ion penting

Struktur Tulang

Matriks Osteoblas Osteosit Osteoklas Lakuna Kanalikuli Endosteum Periosteum

MATRIKS

BAHAN ANORGANIK Kalsium Fosfor Bikarbonat Strat BAHAN ORGANIK Kolagen I Substansi Dasar proteoglikan glikoprotein

Magnesium Kalium Natrium

OSTEOBLAS

Sintesis komponen organik matriks tulang Permukaan tulang Aktif : Kuboid-silindris Sitoplasma basofilik Pasif : Gepeng Sitoplasma Basofilik Menurun

OSTEOSIT

Lamela matriks Gepeng & berbentuk kenari Retikulum endoplasma kasar sedikit Kompleks golgi & kromatin inti >padat

OSTEOKLAS

Sel motil bercabang 5-50 inti Fungsi : Tempat sekresi kolagenase & enzim Memompa proton ke dalam kantung subseluler Melarutkan kristal garam kalsium Aktivitas dikendalikan sitokin & hormon

PERIOSTEUM & ENDOSTEUM

Periosteum terdiri dari lapisan luar serat-serat kolagen & fibroblas. Sedangkan endosteum terdiri dari selapis sel osteogprogenitor gepeng & sejumlah kecil jaringan ikat

Fungsi : Memberi nutrisi kepada jaringan tulang & menyediakan osteoblas baru secara kontinu untuk perbaikan/pertumbuhan tulang

BENTUK & JENIS TULANG

Berdasarkan jaringan & bentuk fisik

1.

Tulang Rawan (kartilago) : tulang yang tidak mengandung pembuluh darah & saraf
a. Tulang rawan hialin

warna putih kebiru-biruan serat kolagen & sel chondrosit laring, trakea, bronkus, ujung-ujung tulang panjang, tulang rusuk bagian depan, cuping hidung, & rangka janin.

LANJUTAN . . .
b. Tulang Rawan Elastis

serabut-serabut elastis daun telinga, tuba eustachii, & telinga c. Tulang Rawan Fibrosa bundel-bundel serat kolagen discus diantara tulang vertebrae & simphisis pubis diantara 2 tulang pubis

Tulang Rawan Elastis Tulang Rawan Hialin

Tulang Rawan Fibrosa

2. Tulang Keras (osteon)


Tulang keras dibentuk oleh sel pembentuk tulang(osteoblas) ruang antar sel tulang keras banyak mengandung zat kapur, sedikit zat perekat, dan bersifat keras. Zat kapur tersebut dalam bentuk kalsim karbonat (CaCO3) dan kalsium fosfat (Ca(PO4)2 yang diperoleh atau dibawa oleh darah. Dalam tulang keras terdapat saluran havers yang didalamnya terdapat pembuluh darah yang berfuingsi mengatur kehidupan sel. Tulang keras berfungsi untuk menyusun sistem rangka

Jenis-jenis Tulang Keras :


Tulang Pipa
Bulat, panjang, dan tengahnya berongga Fungsi : pembentukan sel darah merah Tulang paha, lengan atas, jari tangan

Tulang Pendek
Bentuk : pendek dan bulat Fungsi : tempat pembentukan sel darah merah & sel darah putih Tulang belakang, pergelangan tangan, pergelangan kaki

Tulang Pipih

Bentuk : pipih (gepeng) Fungsi : tempat pembentukan sel darah merah & sel darah putih tulang belikat, dada, rusuk

Berdasarkan matriksnya :
1.

Tulang Kompak
Tulang kompak terdiri dari dari sistem2 harvers. Setiap sistem harvers terdiri dari saluran harvers (canalis = saluran), di dalam saluran terdapat pembuluh darah dan saraf. Disekeliling sistem havers terdapat lamela2 yang konsentris dan berlapis-lapis. Pada lamela terdapat lacuna. Didalam lacuna terdapat osteosit. Dari lacuna keluar menuju canaliculi. Diantara sistem havers terdapat lamela interstitial.

LANJUTAN . . .
2.

Tulang Spons
Pada tulang spons matriksnya berongga. Rongga-rongga pada tulang spons diisa oleh jaringan sumsum tulang. Berwarna merah berarti mengandung sel2 darah merah, misalnya pada epifisis tulang pipa. Berwarna kuning mengandung sel2 lemak, misalnya pada diafisis tulang pipa

OTOT

JARINGAN OTOT
Yang

terdiri atas sel-sel yang telah berdiferensiasi dan mengandung protein kontraktil.

Struktur

protein tsb membangkitkan tenaga yang diperlukan untuk kontraksi sel.

JARINGAN OTOT TERDIRI DARI 3 JENIS :

OTOT RANGKA OTOT POLOS OTOT JANTUNG

OTOT RANGKA
Terdiri

atas serabut otot. Berkas silindrisnya sampai 30 cm dan berinti banyak. Inti lonjong umumnya terdapat di tepian sel dibawah membran sel.

PITA A, PITA YANG LEBIH GELAP ANISOTROP PITA I, PITA YANG LEBIH TERANG ISOTROP GARIS Z : SETIAP PITA I TERLIHAT DISEBELAH DUA OLEH GARIS GELAP MELINTANG

OTOT JANTUNG
Satu-satunya otot yang memiliki percabangan yang disebut duskus interkalaris. Otot ini juga memiliki kesamaan dengan otot polos dalam hal cara kerjanya yakni involuntary (tidak disadari).

LANJUTAN . . .
ADANYA GARIS GELAP MELINTANG YANG MELINTASI DERETAN SEL-SEL JANTUNG INTERVAL YANG TIDAK TERATUR SEL JANTUNG MEMBENTUK TAUTAN YANG RUMIT SEL DIDALAMNYA SERING BERCABANG DUA DAN BERSAMBUNG DENGAN SEL YANG BERDEKATAN.

Mengandung banyak Mitokondria yang menempati 40% atau lebih dari volume sitoplasma.

OTOT POLOS
Menyusun

bagian kontraktil dari dinding saluran cerna dari pertengahan esofagus sampai sfingter ani internum. Ditemukan didalam dinding saluran keluar kelenjar yang berhubungan dengan saluran cerna Dan didalam dinding saluran napas dari trakea sampai duktus alveolar.

LANJUTAN . . .
Rata-rata

panjangnya 0,2mm Pada wanita hamil mencapai 0,5mm Intinya mengandung satu atau dua nukleus Kromatinnya tersebar dalam kelompok-kelompok kecil pada aspek selaput inti. Organel sel utama terkumpul disitoplasma daerah kerucut.

HISTOLOGI SENDI
Sendi

atau artikulasi adalah tempat bertemu dua atau tiga unsur rangka baik tulang atau tulang rawan. Sendi mungkin temporer dan permanen Sendi temporer terdapat selama masa pertumbuhan, tetapi kebanyakan sendi bersifat permanen. Sendi permanen terbagi 3.

SENDI FIBROSA

SENDI PERMANEN

SENDI KARTILOGINOSA

SENDI SINOVIAL

SENDI FIBROSA
Sendi

fibrosa sering disebut sendi sinartrosis yaitu sendi yang tidak memungkinkan atau memungkinkan sedikit gerak. Sendi ini dipersatukan oleh jaringan ikat padat fibrosa. Bila penyatuan ini sangat kuatsutura terdapat pada tengkorak dan tidak bersifat permanen.

LANJUTAN . . .
Sendi

pada tulang yang dipersatukan oleh jaringan ikat fibrosa yang jauh lebih banyak daripada yang terdapat pada suturasindesmosissendi radioulnar dan tibiofibular Sendi khusus yang terbatas pada gigigomfosisdalam maksila dan mandibulamembran periodontal

SENDI TULANG RAWAN


Sendi ini sering disebut sendi sekunder, contohnya: - Simfisispertautan antara dua pubis dan manubriosternal kartilaginosa tulangsendi

Untuk membedakan dengan sendi primer yaitu: - Sendi di antara korpus vertebra yang berdekatan.

SENDI SINOVIAL
Sendi sinovial ditahan menjadi satu oleh suatu simpai sendi yang dilapisi tulang rawan sendi, dipisahkan oleh celah sempit yang mengandung cairan sinovial. Tulang rawan sendidibentuk tulang rawan jenis hialin.

LANJUTAN
Simpai sendimenyatukan tulang-tulang - Lapisan luar simpaijaringan padat kolagen yang menyatu dengan periosteum yang membungkus tulang, beberapa tempat menembal membentuk ligamen. Lapisan dalam simpaimembran sinovial membatasi rongga sendi

SEL SINOVIAL DIBEDAKAN MENJADI 2 JENIS :


1. Sel jenis A (sel M) Berjumlah paling banyak, mirip makrofag dan di dalam sitoplasmanya mengandung banyak mitokondria dan vesikel mikropinositotik, lisosom, dan suatu aparat Golgi yang menonjol. Sel ini berdaya fagositosis aktif. 2. Sel jenis B (sel F): Organel kurang berkembang, tetapi sistem retikulum endoplasma granular sangat luas dan biasanya mempunyai ciri-ciri struktural menyerupai fibroblas.

HISTOLOGI SARAF
Secara anatomis saraf dibagi menjadi 2 : - Susunan saraf pusatdari otak dan medula spinalis terdapat di kranium dan kanalis vertebralis - Susunan saraf tepimeliputi semua saraf lain.

MACAM SARAF
1.

2.

3.

Saraf sensorissaraf yang membawa impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat. Saraf konektorsaraf menghubungkan saraf sensoris dan saraf motoris di medula spinalis pada gerak refleks Saraf motorissaraf yang membawa impuls dari sistem saraf pusat ke efektor.

MACAM SARAF

GERAK REFLEK
Gerak reflekgerak (respon terhadap impuls sensoris) yang tidak di sadari Jarasnya : reseptorsaraf sensorissaraf konektor (medula spinalis)saraf motorikefektor

RESEPTOR SENSORIS
Reseptor sensorisorgan atau sel yang berfungsi menerima rangsang/stimulasi lingkungan menjadi impuls saraf. Reseptor dibagi berdasarkan : - sumber lokasinya (sensasi) - jenis sensasi yang terdeteksi

MACAM RESEPTOR
Eksteroseptor Propioseptor Interoseptor Mekanoreseptor Termoreseptor Reseptor nyeri/nosiseptor Fotoreseptor kemoreseptor

SISTEM SARAF
Sistem saraf pusatterdiri dari cerebrum dan medula spinalis Sistem saraf tepisaraf yang keluar dari sistem saraf pusatterdiri dari nervi cranialis dan nervi spinalis Sistem saraf otonomsistem saraf tepi yang sifatnya tidak sadarterdiri dari nervi simpatis dan nervi parasimpatis

JARAS
Jaras terbagi 2 macam : 1. Jaras saraf sensoris 2. Jaras saraf motoris - UMN (Upper Motor Neuron) - LMN (Lower Motor Neuron)

SINAP

Sinap adalah hubungan satu neuron dengan neuron lain TINGKAT SISTEM SARAF Tingkat Medulla Spinalis Tingkat Otak rendah (batang otak/ truncus encephali) Tingkat Otak tinggi / korteks cerebri

1. 2.

3.

LANJUTAN
Tingkat Medulla Spinalis Pada dasarnya semua reaksi motorik medulla spinalis bersifat otomatis dan terjadi hampir segera sebagai reaksi terhadap isyarat sensoris yang disebut : Reflek Contoh : Otot teregang tiba tiba muscle spindle (sensoris) medulla spinalis motor neuron cornu anterior Otot (efektor) kontraksi

LANJUTAN
Tingkat Otak Rendah Hampir semua kegiatan bawah sadar tubuh diatur didalam otak yang lebih rendah, seperti : Medulla Oblongata, Pons, Mesensefalon, Hipotalamus, Talamus, Serebelum, Ganglia basalis Tekanan darah arteria & pernafasan pusatnya ada di medulla oblongata & pons Keseimbangan pusatnya ada di serebelum, medulla oblongata, pons, mesensefalon Gerakan yang terkoordinasi antara kepala, seluruh tubuh, mata pusatnya ada di mesensefalon, serebelum, ganglia basalis Reflek makanan seperti pengeluaran air liur merupakan koordinasi antara medulla oblongata, pons, mesensefalon,

LANJUTAN
Tingkat Otak Tinggi: Korteks serebri merupakan suatu daerah penyimpanan informasi yang luas sekali Cortex serebri juga berfungsi sebagai proses berpikir Bagian otak yang berfungsi menerima impuls sensoris disebut: Area sensoris Bagian otak yang berfungsi mengatur impuls motoris disebut: Area motoris

DAFTAR PUSTAKA
Juquera, Carlos, Luiz, dan Caneiro, Jose. 2007. Histologi Dasar Teks & Atlas. Jakarta. EGC

TERIMA KASIH