Anda di halaman 1dari 18

RELASI REKURENSI

Cipta Wahyudi

Definisi

Menyatakan barisan (Sequence) :


1. Menulis beberapa suku pertama
3,5,7,

2. Rumus eksplisit suku-sukunya


an=2n+1 (n bilangan bulat 1)

3. Secara rekursif
ak = ak+2 (relasi rekurensi) dan a0 = 3 (kondisi awal)

Contoh 2.1 Suatu Barisan c0,c1,c2, didefinisikan secara rekursif sbb: Untuk semua bilangan bulat k 2, Ck = ck-1 + k ck-2 + 1, Dengan kondisi awal c0 = 1 dan c1 = 2, Hitunglah c5 !

Penyelesaian : c2 = c1 + 2 c0 + 1 = 2 + 2.1 + 1 c3 = c2 + 2 c1 + 1 = 5 + 3.2 + 1 c4 = c3 + 2 c2 + 1 = 12 + 4.5 + 1 c5 = c4 + 2 c3 + 1 = 33 + 5.12 + 1 Jadi c5 = 94

=5 = 12 = 33 = 94

Contoh 2.2 Misalkan a1, a2, ; b1, b2, ; c1, c2 adalah barisan relasi rekursif Nilai suatu suku sama dengan 3 kali nilai suku sebelumnya Jadi ak = 3 ak-1; bk = 3 bk-1; ck = 3 ck-1 Tetapi kondisi awal ketiga barisan dibuat berbeda a1 = 0; b1 = 1; c1 = 2 Apakah ketiga merupakan barisan yang sama??? Latihan di rumah!!!

barisan ai adalah : 0,0,0, barisan bi adalah : 3, 9, 27, barisan ci adalah : 6, 8, 54,

Contoh Riil

Bilangan Fibonacci Leonardo of pisa (1202), sepasang kelinci, setiap bulan kelinci-kelinci yg berumur 1 lebih bulan akan beranak 2 ekor kelinci (jantan & betina) carilah banyak kelinci setelah 12 bulan! Setelah dihitung akan terbentuk deret seperti ini : 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, maka : Fn = Fn-1+Fn-2 dengan F0=0; F1=1

Menara Hanoi Eduard Lucas (perancis:1883), teka-teki sebuah kuil budha didalmnya terdapat 3 tiang & 64 buah cakram dengan ukuran yg berbeda.

pemecahan secara rekursif adalah : 1, 3, 7, 15, mk = 2 mk-1 + 1 (relasi rekurensi) m1 = 1 (kondisi awal) Ternyata m64 = 1,844674.1019

Perhitungan bunga bank Jika kita menyimpan uang di bank maka kita akan mendapatkan bunga per tahun (i), jika pembayaran bunga diberikan per m periode dlm satu tahun maka besar bunga per periode = (i/m). Utk setiap bil bulat positif k 1, maka tentukan jumlah tabungan pada akhir periode ke-k (pk)? Jadi : i bunga selama periode ke - k : (pk-1)( m ) i Jml uang pada akhir periode ke - k : pk-1 + pk-1 m i : pk-1(1+ m )

Penyelesaian Lewat Iterasi


Metode

Paling dasar Kita hitung suku-suku barisan Hingga kita peroleh pola rumus eksplisit Ex :
n(n 1) 1+2+3++n = 2

n(n 1)(n 2) 1.2+2.3+3.4++n(n+1) = 3

n(n 1)(2n 1) 2+22+32++n2 = 1 6

r n` 1 1+r+r2++rn = r 1 , r >1

Contoh 2.6 Misalkan a0,a1,a2,, adalah barisan yang didefinisikan secara rekursif sbb : Untuk semua bil bulat k 1 ak = ak-1 + 2 (relasi rekurensi) a0 = 1 (kondisi awal) carilah rumus eksplisit barisan tersebut dengan metode iterasi!
Penyelesaian : Metode iterasi akan diselesaikan secara menaik dan menurun ak = ak-1 + 2 = (ak-2 + 2) + 2 = ak-2 + 2.2 = (ak-3 + 2) + 2.2 = ak-3 + 3.2 = (ak-4 + 2) + 3.2 = ak-4 + 4.2 = (ak-5 + 2) + 4.2 = ak-5 + 5.2 .... Berdasarkan pola, terlihat bahwa : ak = (ak-k + 2) + k.2 = a0 + 2k Oleh karena a0 = 1 maka persamaannya adalah ak = 1 + 2k Jika deselesaikan dengan cara menaik : a1 = a 0 + 2 a2 = (a1 + 2) = a0+2+2 = a0 + 2.2 a3 = (a2 + 2) = a0+2+2+2 = a0 + 3.2 a4 = (a3 + 2) = a0+2+2+2+2 = a0 + 4.2 .... ak = a0 +k2 = 1 + 2k

Contoh 2.7 Carilah rumus eksplisit barisan m1, m2, yang menyatakan masalah menara hanoi : mk = 2mk-1 + 1 untuk bilangan bulat k 2 m1 = 1 carilah rumus eksplisit barisan tersebut dengan metode iterasi!

Penyelesaian : Metode iterasi akan diselesaikan secara menaik dan menurun mk = 2mk-1 + 1 = 2 (2mk-2+1)+1 = 22mk-2+2.1+1 = 22 (2mk-3+1)+2.1+1 = 23mk-3+22.1+2.1+1 = 23(mk-4+1)+22.1+2.1+1 = 24mk-4+23.1+22.1+2.1+1 = 24(mk-5+1)+23.1+22.1+2.1+1 = 25mk-5+24+23.1+22.1+2.1+1 .... = 2k-1mk-(k-1)+2k-2.1+...+23.1+22.1+21.1 = 2k-1m1+2k-2+...+23+22+21+1 oleh karena m1 = 1, maka mk = 2k-1m1+2k-2+...+23+22+21+1 mk merupakan deret geometri dengan r = 2 yang besarnya = jadi, mk = 2k 1 untuk bilangan bulat k 1
2 k 1) 1 1 2 1

= 2k - 1

Contoh 2.8

k1

k2

k3

k4

k5

Penyelesaian : a. perhatikan penambahan garis k4 dari k3.

s4 = s 3 + 3 secara umum : sn = sn-1 + (n-1)

b. sn = sn-1 + 1 (n-1) = (sn-2 + (n-2)) + (n-1) = sn-2 + (n-2) + (n-1) = (sn-3 + (n-3)) + (n-2) + (n-1) = sn-3 + (n-3) + (n-2) + (n-1) = (sn-4 + (n-4)) + (n-3) + (n-2) + (n-1) = sn-4 + (n-4) + (n-3) + (n-2) + (n-1) = .... = sn-(n-1) + (n-(n-1)) + ... (n-3) + (n-2) + (n-1) = s1 + 1 + 2 + ... + (n-2) + (n-1) oleh karena s1 = 0, maka sn = 1 + 2 + ... + (n-2) + (n-1) = n(n 1) n n(n 1)
2 2

Masih Ragu ??? Buktikan dengan induksi matematika !!!

Keuntungan : Tidak dibutuhkan rumus khusus Kekurangan : Tidak selalu mudah mencari pola dalam suku-sukunya. Rumus hanyalah perkiraan saja (harus dibuktikan dgn induksi matematika) Maka bisa dipecahkan melalui persamaan karakteristik

Relasi Rekurensi Linier dengan Koefesien Konstan

Relasi rekuensi linier derajat k : c0(n)an + c1(n)an ++ ck(n)an-k = f(n) dengan c0(n) dan ck(n) 0 Jika c0(n), c1(n),, ck(n) : Konstanta Maka disebut relasi rekurensi linier dgn koefesien konstan c0an + c1an ++ ckan-k = f(n) Apabila f(n) = 0 : relasi rekurensi homogen linier dengan koefisien konstan

contoh

an-7an-1+10an-2 = 0 bk = bk-1+bk-2+bk-3 ck = 2ck-2 dk = d2k-1+dk-2 ek = ek-1.ek-2 fk - 2fk-1 + 1 = 0 hk = -hk-1 + (k-1)hk-2

Penyelesaian rekorensi homogen dengan koefesien konstan


misal suatu relasi rekurensi homogen linier dengan koefesien konstan sbb: an + c1an ++ ckan-k = f(n); ck0 & nk Persamaan karakerisitik yang sesuai : tk + c1tk-1 + +ck = 0 misal 1, 2,, k : akar-akar pers karakteristik Maka ada 2 kemungkinan :
1. Semua akar berbeda an = c1 1n+ c2 2n++ ck kn 2. Ada akar yang kembar 1 = 2 = = p, p+1, , k an = (c1+ c2n++ cpnp-1) 1n + cp+1p+1n ++ck kn

c1, c2, ck : nilai konstanta yg sdh ditentukan diawal

Contoh : 1. an = 3an-1 + 4an-2 untuk n2 dengan kondisi awal a0=1 & a1=3 Peyelesaian : - Relasi rekurensi homogen linier dgn koefesien konstan - Persamaan karakteristik yg sesuai : t2-3t-4 = (t-4)(t+1) = 0, akar-akar karakteristik 1=4 & 2=-1 - Oleh karena semua akar-akar karakteristik berbeda, maka penyelesaiannya : an = c14n+c2(-1)n untuk menentukan c1 & c2, digunakan kondisi awal : a0 = 1 sehingga 1 = c140+c2(-1)0 1 = c1+c2 a1 = 3 sehingga 3 = c141+c2(-1)1 3 = 4c1-c2 didapatkan system persamaan linier : c1+c2 = 1 4c1-c2 = 3 yang memiliki penyelesaian c1 = 4/5 dan c2 = 1/5 - Penyelesaian relasi rekurensi an 3an-1 4an-2 = 0 adalah an = 4/5 (4)n + 1/5 (-1)n

Contoh : 1. an - 3an-1 + 3an-2 - an-3 = 0 untuk n3 dengan kondisi awal a0=1 & a1=4 & a2=8 Peyelesaian : - Relasi rekurensi homogen linier dgn koefesien konstan - Persamaan karakteristik yg sesuai : t3 - 3t2 + 3t - 1 = (t-1)3 = 0, akar-akar karakteristik 1,2,3 = 1 - Oleh karena semua akar-akar sama (kembar), maka penyelesaiannya : an = (c1+ c2n+ c3n2).1n = c1+ c2n+ c3n2 untuk menentukan c1, c2 & c3 digunakan kondisi awal : a0 = 1 sehingga 1 = c1+ c20+ c302 1 = c1 a1 = 2 sehingga 2 = c1+ c21+ c312 2 = c 1+ c 2+ c 3 a2 = 4 sehingga 4 = c1+ c22+ c322 4 = c1+ 2c2+ 4c3 didapatkan system persamaan linier : c1 =1 c1+ c2+ c3 = 3 c1+ 2c2+ 4c3 = 4 yang memiliki penyelesaian c1 = 1 ; c2 = ; c3 = - Penyelesaian relasi rekurensi an - 3an-1 + 3an-2 - an-3 = 0 adalah an = 1 + n + n 2

Penyelesaian Total

Penyelesaian homogen + Penyelesaian Khusus Penyelesaian Khusus : Memperkirakan bentuk umumnya Koefesien tak tentu (undetermined coefficiens) Hanya dengan latihan (tidak ada rumus baku)

Implementasi

Mengubah relasi rekurensi menjadi rumus eksplisit Menggunakan struktur perulangan (looping) Menggunakan prosedur/fungsi yang dipanggil secara rekursif