Anda di halaman 1dari 27

Siti aisyah nik mazlan Rena nurita

ULKUS KORNEA

ULKUS SENTRAL
ULKUS PERIFER

ULKUS SENTRAL
Disebabkan oleh infeksi

Lesi terletak di sentral, jauh dari limbus vaskuler.


Hipopion (tidak selalu) menyertai ulkus

ULKUS BAKTERIALIS

Ulkus kornea pneumokokus


sangat akut, biasanya timbul 24-48 jam setelah bakteri masuk kornea melalui kerusakan epitel Gambaran ulkus terbatas, berwarna putih abu-abu. Sedangkan daerah kornea yang tidak terkena akan tetap berwarna jernih dan tidak terlihat infiltrasi sel radang. Sekitar ulkus : bening Hipopion (+), steril Kerokan diplokokus bentuk lancet, gram (+)

Ulkus kornea pseudomonas


infiltrat kelabu atau kuning Sangat akut, sakit sangat hebat. Cepat menyebar ke segala arah enzim proteolitik Hipopion (+) besar Eksudat : hijau-kebiruan Etiologi : pemakaian softlens yang lama, tetes mata yang terkontaminasi Kerokan gram (-) batang, halus, panjang Th/ Tobramycin, gentamycin, atau polymyxin B, carbenicillin

KERATITIS JAMUR

PATOFISIOLOGI

Trauma

Defek pada epitel


Penetrasi ke membran descement yang intak

bermultiplikasi Nekrosis jaringan dan inflamasi

MANIFESTASI KLINIK
Jamur

Riwayat trauma oleh tumbuh-tumbuhan Infiltrat berwarna abu dikelilingi infiltrat

halus di sekitarnya berupa bercak (lesi satelit) dengan pinggiran yang tidak rata Hipopion kental, permukaan tak rata(ada hifa jamur)

Penyebab : candida, fusarium, aspergillus, penicillium,

cepalosporium Dengan pewarnaan giemsa terlihat gambaran hifa (jamur non candida)/ bentuk ragi.

Keratitis viral
Perjalanan klinik dapat berlangsung lama karena

stroma kornea kurang vaskuler, sehingga menghambat migrasi limfosit dan makrofag ke tempat lesi Pada yang imunokompeten ~ sembuh sendiri Pada immunocompromised (steroid) dapat menahun dan merusak E/: virus Herpes Simpleks , Herpes Zooster

Virus (umumnya HSV1)

Infeksi primer Menetap di ganglion trigeminum Faktor pencetus : menstruasi, demam, stress, sinar matahari Kambuhnya penyakit

gejala
Iritasi
Fotofobia Berairmata Gangguan penglihatan Sensibilitas kornea menurun Riwayat lepuh-lepuh demam atau infeksi herpes lain Reaksi hipersensitivitas di sekitarnya

Adanya gangguan penglihatan karena lesi yang timbul

pada kornea dalam bentuk bintik-bintik, bintang (stellate), filamen, dendrit yang bercabang-cabang dan bentuk diskiform.

Ulkus Marginal
merupakan peradangan kornea bagian perifer berbentuk khas yang biasanya terdapat daerah jernih antara limbus kornea dengan tempat kelainannya
E/: Stafilokokussekunder dari konjungtivitis stafilokokus Merupakan reaksi hipersensitivitas terhadap protein tuberculin, virus, autoimun, dan alergi terhadap toksin ankilostoma

Ulkus Mooren
bukan disebabkan infeksi oleh mikroba, tapi diduga

merupakan reaksi alergi (penyakit autoimun) Merupakan ulkus bergaung yang terjadi sekeliling limbus, terjadi unilateral bersifat progresif sehingga terlihat pencekungan limbus yang meluas ke bagian sentral.

Keratomalasia
ulkus kornea bilateral + pelunakan

kornea karena penyakit defisiensi vitamin A (xeroftalmia) Ulkus berbentuk cekungan seperti tusukan jarum pada kornea yang tenang kekeringan kornea, akibat terjadinya keratinisasi epitel Umumnya terjadi pada anak balita Kurang Kalori Protein (kwarshiorkor) + infeksi campak

Ulkus Neuroparalitik
Ulkus yang terjadi akibat gangguan N. V atau ganglion

Gaseri kornea atau mata menjadi anestetik dan refleks mengedip hilang Terjadi pengelupasan epitel dan stroma kornea sehingga terjadi ulkus kornea. Pengobatan dengan melindungi mata dan memerlukan tindakan blefarorafi

Pemeriksaan Khusus
Pemeriksaan Fluorescein Pemeriksaan Seidel / Tes Fistel Pemeriksaan Sensibilitas Kornea

Pemeriksaan Laboratorium (pewarnaan gram /

giemsa)

Penatalaksanaan

Tidak boleh dibebat Sekret yang terbentuk dibersihkan 4 kali satu hari Diperhatikan kemungkinan terjadinya glaukoma sekunder Debridement sangat membantu penyembuhan Indikasi rawat : - ancaman terjadinya perforasi - pasien tidak dapat memberi obat sendiri - tidak terdapat reaksi obat - perlunya obat sistemik.

Medikamentosa
Siklopegik topikal (Atropin 1% 2 3 kali/hari ;

Skopolamin 0,25 %) Tujuannya :


mengistirahatkan iris dan corpus siliar, sehingga dapat

mengurangi rasa sakit dan lakrimasi menghambat timbulnya reaksi radang pada traktus uvealis, sehingga perjalanan penyakit ke bagian mata yang lebih dalam dapat dicegah.

Antibiotik/antijamur /antiviral yang sesuai dengan agen

penyebab (topikal, subkonjungtiva) : - bakteri ; spektrum luas - jamur : Amphoterisin B 1,0 2,5 mg / ml Thimerosal 10 mg / ml Natamycin (Piramycin 2,5 5 %) - virus : Idoxuridine, Vidarabine, Acyclovir

Steroid, untuk menenangkan inflamasi yang terjadi.

Sediaan steroid biasanya digabungkan dengan sediaan antibiotik. Vitamin A, dosis tinggi untuk keratomalacia Debridement, untuk membersihkan debris, eksudat dan sisa sisa ulkus yang terdapat pada kornea dengan menggunakan aplikator kapas steril atau spatula Keratoplasti atau pembedahan Indikasi : - dengan pengobatan tidak sembuh - terjadi jaringan parut yang mengganggu penglihatan

Komplikasi Ulkus Kornea


Bulging kornea
Descemetocele Perforasi ulkus Prolapsus Iris Perdarahan Intraokulerruptur pembuluh darah Glaukoma sekunder akumulasi sel radang