Anda di halaman 1dari 26

Oleh: Joan Sherlone H Chicy Widya Morfi Andika

Abses Hepar

Definisi

Abses adalah pengumpulan cairan nanah tebal, berwarna kekuningan disebabkan oleh bakteri, protozoa atau invasi jamur kejaringan tubuh. Abses hati adalah bentuk infeksi pada hati yang disebabkan karena infeksi bakteri, parasit, jamur maupun nekbrosis steril yang bersumber dari sistem gastro-intestinal yang ditandai dengan adanya proses supurasi dengan pembentukan pus di dalam parenkim hati. Dan sering timbul sebagai komplikasi dari peradangan akut saluran empedu. (Robins, et al, 2002).

Epidemiologi

Insidensi tahunan berkisar antara 2-3 per 100.000 penduduk di Amerika Utara dan Inggris Insiden di RS di Indonesia berkisar antara 5-15 pasien pertahun perbandingan pria:wanita berkisar 3:1 sampai 22:1, Usia yang dikenai berkisar antara 20-50 tahun terutama dewasa muda dan lebih jarang pada anak.

Etiologi
abses hati amebik (AHA) oleh entamoeba hystolitica baik yang strain patogen dan yang non patogen

abses hati pyogenik (AHP)

Patogenesis
Secara umum bakteri menyerang hepar melalui : 1. Penyakit bilier 2. 2. Infeksi sistem portal (pyemia portal) 3. 3. Hematogenous (melalui arteri hepatica, bakteriemia sekunder) 4. Kriprogenik 5. Penjalaran langsung (perkontinuitatum) dari proses infeksi 6. Implantasi bakteri secara traumatik melalui dinding abdomen.

Patofisiologi abses bakteri

Patofisiologi abses amoeba

GEJALA-GEJALA ABSES HEPAR BERDASARKAN ANAMNESIS

* Demam/panas tinggi merupakan keluhan yang paling utama, * Nyeri pada kuadran kanan atas abdomen, seperti ditusuk atau di tekan, rasa sakit akan berubah saat berubah posisi dan batuk * Batuk sebagai gejala iritasi diafragma * Rasa mual dan muntah, * Berkurangnya nafsu makan (anoreksia), * Penurunan berat badan yang unintentional.

*Sindrom klinis klisik berupa nyeri spontan perut kanan atas, yang ditandai dengan jalan membungkuk kedepan dengan kedua tangan diletakan di atasnya.( Herrero, M., 2005 * Terkadang mengeluh nyeri di dada kanan * Urin berwarna gelap

PEMERIKSAAN FISIK PADA ABSES HEPAR atau ABSES HATI

* Nyeri tekan pada regio perut kanan * Perbesaran hati 3-6 jari

Pemeriksaan Laboratorium

Ditemukan leukositosis, biasanya antara 13.000-16.000, bila disertai infeksi sekunder biasanya >20.000/mm3 peninggian LED. Kelainan faal hepar jarang ditemukan, bila ada sering tidak mencolok dan akan kembali normal dengan penyembuhan abses. Anemia, peningkatan alkalin fosfatase, peningkatan enzim transaminase dan serum bilirubin, berkurangnya kadar albumin serum dan waktu protrombin yang memanjang menunjukan bahwa terdapat kegagalan fungsi hati yang disebabkan AHP

Pemeriksaan lab tambahan utk amoeba


Pemeriksaan serologi (+) berarti pasien sedang atau pernah terjadi amoebiasis invasif. Cara pemeriksaan yang cukup sensitif adalah IHA dan yang paling sensitif adalah ELISA. Titer > 1/512 (positif kuat) secara IHA menyokong adanya abses amuba. Sebaiknya abses stadium awal bisa memberikan serologi (-). Pemeriksaan parasit E. Histolytica dilakukan pada isi abses, biopsi abses, tinja atau biopsy kolonoskopi/sigmoidoskopi.

Pemeriksaan penunjang lainnya

X-ray Thoraks USG abdomen

Kriteria diagnosis utk abses amoeba

Kriteria Sherlock: hepatomegali yang nyeri tekan respon baik terhdp obat amubisid leukositosis peninggian diafragma kanan da pergerakan yang kurang aspirasi pus USG: rongga dalam hati tes hemaglutinasi positif

Kriteria Ramachandran (minimal terdapat 3 dari salah satu di bawah): hepatomegali yang nyeri riwayat disentri leukositosis kelainan radiologis respon baik terhadap amubisid

Kriteria Lamont & Pooler (minimal terdapat 3 dari salah satu di bawah): hepatomegali yang nyeri kelainan hematologis kelainan radiologis pus amoebik tes serologi positif kelainan sindikan hati respon baik terhadap amubisid

TERAPI
Umum . Tirah baring Diet tinggi kalori tinggi protein . Diet lunak 1500 kalori . Monitor TNRS

khusus
Abses Amuba
Drugs of Choice 1. Metronidazole 3x750 mg selama 10 hari ATAU tinidazole 3x800 mg selama 3-5 hari ATAU selama 5 hari dengan 2. Diloxanide furoate 3x 500 mg bersama makanaan selama 10 hari ATAU Iodoquinol(Diiodohydroxyquin) 3x350mg selama 21 hari dengan 3. Chloroquine 1x500mg selama 14 hari

Obat alternatif 1. Dehydroemetine (max:90 mg) atau Emetine ( max:65mg) 1mg/kgBB secara sc atau iv setiap hari selama 8-10 hari, dengan 2. Chloroquine 2x5000mg selama 2 hari dan seterusnya 1x500 mg selama 19 hari, dengan 3. Diloxanide furoate 3x 500 mg bersama makanaan selama 10 hari ATAU 4. Iodoquinol(Diiodohydroxyquin) 3x350mg selama 21 hari.

Abses Piogenik
Antibiotika spektrum luas atau sesuai dengan hasil kultur kuman seperti Sefalosporin generasi ke III, golongan Aminoglikosid, Meronem

Abses campuran
Kombinasi metronidazol dan antibiotika

Drainase abses

Aspirasi jarum
Indikasi dilakukannya aspirasi jarum 1. abses besar dengan ancaman ruptur atau diameter lebih dari 7cm atau 10 cm 2. respon medikamentosa kurang 3. infeksi campuran 4. letak abses permukaan kulit 5. tidak ada tanda perforasi 6. abses pada lobus kiri hati 7. abses ganda dengan diameter lebih dari 3 cm

Drainage secara operasi


Sudah jarang dilakukan kecuali pada kasus tertentu seperti abses dengan ancaman ruptur atau secara teknis sudah tercapai atau gagal aspirasi biasa.

Komplikasi

infeksi sekunder septikemia perforasi dari abses yang dapat bermanifestasi ke rongga dada (intratorakal), rongga perutl (intraperitoneal) dan tampak dari luar tergantung letak abses. komplikasi vaskular, parasitemia, amubiasis serebri akibat dari E. Histolytica yang masuk ke dalam aliran darah sistemik dan menyangkut di organ lain misalnya otak dan akan memberikan gambaran klinik dari lesi fokal intrakranial.

Daftar Pustaka

1. Hadi., Sujono. Amebiasis Hepar dalam Gastroenterologi edisi ketujuh. Bandung : Alumni. 2002. 2. Goldsmith., Robert S. Infectious Disease : Protozoa & Helminthic in Current Medical Diagnosis and Treatmen.t Lange Medical Book/McGraw-Hill. New York. 2006. 3. Julius., Abses Hepar dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid I edisi 3 Balai Penerbit FKUI. Jakarta. 1999. 4. AA Rani., S Soegondo., AUZ Nasir., IP Wijaya., Nafrialdi., A Mansjoer., editor dalam Standar Pelayanan Medik PAPDI 2005 5: http://emedicine.medscape.com/article/overview, 6. eMedicine, Liver Abscess: http://emedicine.medscape.com/article/188802-overview, 7.http://bestpractice.bmj.com/bestpractice/monograph/640/basics/epidemiology.ogy.ht ml , 8. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000261.htm,

Terima Kasih