Anda di halaman 1dari 10

OLEH SARINA RAHMAT 150 270 279

Teofilin C7H8N4O2

serbuk warna putih, tidak berbau, rasa agak

pahit
Larut dalam lebih kurang 180 bagian air, lebih

mudah larut dalam air panas, larut dalam


kurang lebih 120 bagian etanol (95% P) Mudah larut dalam alkali hidroksida dan dalam amonia encer P

ALAT DAN BAHAN

Alat yang digunakan:

1. Buret 2. Batang pengaduk 3. Erlenmeyer 4. Kertas saring

5. Kertas timbang
6. Penangas air 7. Timbangan analitik

1. Teofilin

2. Aquadest
3. Amonia encer

4. Perak nitrat
5. Nitrat pekat 6. Besi (III) amonia sulfat 7. Amonium tiosianat

Ditimbang sampel sebanyak kurang lebih 250 mg teofilin Ditambahkan 50 ml air dan 8 ml amonia encer Larutan dihangatkan perlahan-lahan diatas penangas air sampai larut sempurna Ditambahkan 20 ml perak nitrat 0,1 N dan dicampur Pemanasan diatas penangas air dilanjutkan selam 15 menit Larutan didinginkan lalu disaring melalui krus penyaringan dengan penghisapan

Larutan dicuci tiga kali,tiap kali dengan 10 ml air Kumpulan filtrat dan air cucian diasamkan dengan asam nitrat pekat Ditambahkan 2 ml besi (III) amonium sulfat 8% Dititrasi dengan amonium tiosianat 0,1 N Tiap ml perak nitrat 0,1 N setara dengan 18,02 mg teofilin.

PENJELASAN CARA KERJA


Dalam larutan amonia panas garam teofilin dengan perak nitrat akan membentuk endapan kristal Endapan dikumpulkan dan dicuci dengan air untuk menghilangkan perak nitrat yang melekat Kelebihan perak nitrat ditirasi dengan amonium tiosianat, agar dapat bereaksi dengan perak nitrat dan membentuk endapan putih perak tiosianat Setelah semua diendapkan kelebihan amonium tiosianat akan bereaksi dengan besi (III) dan akan berwarna merah

Adanya salisilat harus dihilangkan karena menganggu titik akhir titrasi Adanya asam asetat juga mengganggu maka asam asetat diuapkan dengan asam sulfat

Terima Kasih