Anda di halaman 1dari 14

Nama :Joko Apriyan NIM : 090213278

Beton, sejak dulu dikenal sebagai material dengan kekuatan tekan yang memadai, muda dibentuk, mudah diproduksi secara lokal, relatif kaku, dan ekonomis. Untuk beberapa proyek tertentu diperlukan kekuatan beton yang tinggi maka dalam pembuatannya hanya memakai nilai fas yang kecil. Untuk mendapatkan beton bermutu tinggi (kuat tekan tinggi) maka harus dipergunakan fas rendah, namun jika fas-nya terlalu kecil pengerjaan beton akan menjadi sangat sulit, sehingga pemadatannya tidak bisa maksimal dan akan mengakibatkan beton menjadi keropos, hal tersebut berakibat menurunnya kuat tekan beton. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dipergunakan Superplasticizer yang sifatnya dapat mengurangi air (dengan menggunakan fas kecil) tetapi tetap mudah dikerjakan.

Benarkah kuat desak yang dihasilkan beton dengan penambahan Superplasticizer lebih tinggi dari kuat desak beton normal pada umur 28 hari? Bagaimana pengaruh penambahan Superplasticizer terhadap nilai slump untuk menentukan proporsi campuran beton, sehingga tetap mempunyai workability yang baik? Berapa besar peningkatan kekuatan beton dari umur 14 hari ke umur 28 hari dengan penambahan

Superplasticizer?

Pengamatan dan pengujian mengunakan sempel beton beberbentuk silinder dengan diameter 15cm dan tinggi 30cm (bukan merupakan beton bertulang). Variabel penguji mengunakan persentase dengan interval kenaikan 0,5%. Hanya meneliti tentang pengaruh penambahan superplaticizer terhadap workability dan kuat tekan beton.

Mengetahui kadar persentase paling ideal penggunaan Superplasticizer terhadap campuran beton sehingga beton menghasilkan kuat tekan maksimal tetapi tetap mudah dikerjakan. Menghasilkan beton yang memiliki kekuatan umur 28 hari saat umur 14 hari yang dapat digunakan untuk bangunan yang memrlukan kuat tekan dengan umur cepat seperti pembangunan bendungan, kolom, pondasi, dan lain-lain.

Bagi Penulis Penelitian ini memberi pengalaman yang nyata dan berharga dalam melakukan penelitian. Yang dapat digunakan sebagai modal dasar untuk terjun ke dunia kerja yang berhubungan dengan bidang teknik sipil. Bagi Umum Penelitian ini dapat menjadi referensi umum untuk melakukan penelitian yang serupa dan juga untuk penelitian yang lebih lanjut. Hasil penelitian ini dapat digukan langsung dalam proyek pembangunan sehingga bisa didapat kuat tekan sesuai hasil penelitian dan direncanakan.

Beton merupakan suatu bahan komposit (campuran) dari beberapa material, yang bahan utamanya terdiri dari medium campuran antara semen, agregat halus, agregat kasar, air serta bahan tambahan lain dengan perbandingan tertentu. Karena beton merupakan komposit, maka kualitas beton sangat tergantung dari kualitas masingmasing material pembentuk. (Tjokrodimulyo,1992). Syarat yang terpenting dari pembuatan beton adalah: Beton segar harus dapat dikerjakan atau dituang. Beton yang dikerjakan harus cukup kuat untuk menahan beban dari yang telah direncanakan. Beton tersebut harus dapat dibuat secara ekonomis.

Bahan tambah adalah bahan selain unsur pokok beton (air, semen, dan agregat) yang ditambahkan pada adukan beton. Tujuannya adalah untuk mengubah satu atau lebih sifat-sifat beton sewaktu masih dalam keadaan segar atau setelah mengeras. Bahan-bahan atambah yang tidak larut dalam air digolongkan sebagai mineral admixture (Sasonov, 2008): Air-Entraining (AEA) Water-Reducing High Range water Reducer Superplasticizers (HRWR) Permeability Reducing

Benda uji yang digunakan berbentuk silinder beton dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Jumlah total kubus adalah 25 buah sampel, yang terdiri dari masing-masing 5 buah untuk komposisi yang berbeda dan 5 buah sisanya digunakan sebagai variabel tetap. Campuran adukan beton yang digunakan adalah campuran dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 batu pecah dengan Fas 0,534 berdasarkan table I tetang mutu beton dengan kekuatan sekitar K 280.
Tabe I. Kuat Desak Adukan Beton Untuk Berbagai Fas Fas (Perbandingan berat air dan semen) Kuat Desak yang diperkirakan pada umur 28 hari

Beton

Biasa

Non-Air Beton Air Entrained (kg/cm) 350


280 225

Entrained (kg/cm)

0.356
0.455 0.534

425
350 280

0.623
0.712 0.801

225
175 140

185
140 115

(Teknologi Beton, Prof. Ir.A.Antono, halaman 37)

Bahan: Semen, pasir, kerikil, superplasticizer, dan air. Alat: mixer concrete , kerucut Arabms, cetakan silinder , dan lain-lain. Sehingga dapat dihitung kebutuhan bahan per 1 silinder: Semen : Volume silinder x berat jenis semen 5310,4376 x 0.9 = 4779,3938 gr = 4,7794 kg Pasir : Berat semen x 2 4,7794 x 2 = 9,5588 kg Kerik : Berat semen x 3 4,7794 x 3 = 14,3382 kg Air : Nilai Fas x berat jenis semen x Volume silinder 0,534 x 0,9 x 5310,4376 = 2552,1963kg = 2,5522 kg

Proses pembuatan benda uji dimulai dengan mencampur kerikil, pasir, dan semen diaduk sampai merata dengan cara manual yaitu mengunakan centong. Setelah campuran terlihat homogeny barulah campuran dimasukan ke mixer concrete lalu ditambah air sedikit demi sedikit sehingga terbentuk pasta. Setelah adukan benar-benar homogeny barulah ditambah superplastiziser sesuai takaran yang telah ditentukan. Setelah tercampur adonan beton dikeluarkan dan diuji slumpnya mengunakan kerucur Arabms. Setelah di dapat nilai slumpnya barulah adonan beton dicetak kedalam silinder yang sebelumnya telah diolesi dengan oli agar memudahkan saat pelepasan dari cetakan. Saat memasukan adonan ke dalam cetakan dilakukan penumbukan mengunakan besi berdiameter 16 cm bertujuan agar beton tidak mengalami segresi.

Untuk mengukur tingkat workability data yang digunakan yaitu nilai slumpnya yang diambil saat peroses pembuatan beton.
Tabel II. Nilai Maksimum dan Minimum Slump

Jenis Konstruksi Dinding pondasi dan pondasi telapak tulangan Pondasi telapak tulang, kaison, dan konstruksi bawah tanah Plat, dinding dan balok tulangan Kolol Lapis keras jalan Beton massa
(Teknologi Beton, Prof. Ir.A.Antono, halaman 27)

Slump (cm) Maks 12,5 9 15 15 7,5 7,5 Min 5 2,5 7,5 7,5 5 2,5

Saat umur 14 hari masing-masing benda uji diambil 2 sempel dari 5 sempel. Lalu kuat tekannya diuji di LSBB kampus II UAJY mengunakan mesin desak beton merk Shimadzu. Sebelum diuji permukaan beton diratakan dengan amplas dan diukur tinggi serta diameternya. Barulah benda uji dites kuat desaknya dan dicatat hasilnya. Lakukan hal yang sama seperti diatas untuk 3 sempel sisanya. Sehingga kita bisa mengetahui kuat desak masing-masing umur dan pertambahan kuat tekan dari umur 14 hari ke umur 28 hari untuk masing-masing sempel.

Diharapkan bila penelitian ini bias dilaksanakan dapat menghasilkan sesuatu seperti tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui penggunaan Superplasticizer terhadap campuran beton sehingga beton menghasilkan kuat tekan maksimal tetapi tetap mudah dikerjakan. Yang dapat diterapkan ke beberapa kegiatan pembangunan yang membutuhkan kekutan desak segara dalam umur dini dan proyek yang pekerjaan betonnya membutuhkan workability yang baik. Selain metode pelaksanaanya dalam mengajukan proposal penelitian hendaknya kita juga memperhatikan bahan dan alat yang digunakan. Ketersediaan bahan dan alat dapat mempermudah penelitian kita.

Bila penelitian ini menghasilkan sesuatu hendaknya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai fungsinya dan dapat dilakukan pengembangan penelitian yang lebih lanjut untuk memperoleh keakuratan hasil.