Anda di halaman 1dari 12

Prinsip-Prinsip Mekanika Gelombang

By : Paian Tamba
E-mail :
paian_6tamba@yahoo.co.id
1. GERAK & FUNGSI GELOMBANG
Tugas kita dalam bagian ini merupakan
perumusan mekanika kuantum.
Teori yang kita hadapi ini berbicara banyak tentang
gelombang-gelombang sebab itu disebut Mekanika
Gelombang.
Dalam mekanika kuantum kita tidak hanya berbicara
tentang ketidakpastian-ketidakpastian, tapi lebih detil
lagi, yakni mengenai distribusi-distribusi
kebolehjadian (distribusi ini menentukan besarnya
ketidakpastian bagi besaran yang bersangkutan).

Dalam pandangan klasik kita dapat berbicara,
misalnya, tentang kedudukan yang tertentu bagi
suatu partikel pada suatu saat.
Dalam fisika kuantum sebaliknya kita berbicara
mengenai berapa besarnya kebolehjadian partikel
itu berada dalam suatu selang tertentu pada saat
itu, ataupun lebih umum.
bagaimana caranya kita melukiskan, atau
melaporkan, keadaan sistem pada suatu saat?
Yakni dengan pertolongan suatu fungsi saja, di
mana kemudian fungsi-fungsi distribusi tadi
dapat kita peroleh melalui suatu prosedur
tertentu. Dan untunglah fungsi seperti ini ternyata
memang ada, ia disebut fungsi gelombang dari
sistem itu.
Keadaan suatu sistem pada suatu saat dilukiskan oleh
fungsi gelombangnya. Fungsi gelombang ini
mengandung informasi maksimum mengenai sistem
tadi pada saat itu.
2. Distribusi Kebolehjadian Posisi

perumusan fungsi gelombang untuk keadaan partikel
dengan momentum pasti sebesar p, yaitu :



Keadaan ini disebut sebagai suatu keadaan eigen
bagi besaran momentum. Maksudnya, dalam keadaan
ini besaran momentum mempunyai nilai yang pasti,
sebesar p, yang bearti, apabila dilakukan pengukuran
momentum pada sistem, kita akan memperoleh nilai p
itu.

( )
px
h
i
P
Ce x =
Partikel menunjukkan kerapatan kebolehjadian posisi
P (x) yang mempunyai sifat :


Karena , syarat di atas
mensyaratkan pula bahwa








}


=1 ) ( dx x P
2
) ( ) ( x x P o
1 ) (
2
=
}


dx x
3. Distribusi Kebolehjadian Momentum

Dalam bagian sebelumnya diperlihatkan bagaimana
perumusan fungsi gelombang untuk keadaan partikel
dengan momentum pasti sebesar p, yaitu :

(dimana C = konstanta).

Tentu saja terdapat banyak keadaan eigen bagi
momentum, untuk harga-harga yang berbeda dari
momentum tersebut.

( )
px
h
i
P
Ce x =
Fungsi gelombang yang mempunyai sifat ini,
yakni

, kita namakan
paket gelombang.
Fungsi gelombang yang memenuhi




ini disebut ternormalisasi.




<
}



dx x dan
X
2
) ( 0
1 ) (
2
=
}


dx x
Sifat ini selanjutnya selalu kita anggap
berlaku bagi keadaan-keadaan yang
fisikal, dalam hal ini interpretasi Born
menjadi:



Haruslah kita ingat bagaimana memproleh
fungsi distribusi kebolehjadian momentum
dari itu.

2
) ( ) ( x x P =
( ) x
Distribusi kebolehjadian momentum bagi
suatu keadaan yang fungsi gelombangnya
berupa paket gelombang :
Seperti telah dijanjikan kita pilih yang
ternormalisasi, yaitu : maka:


( ) x
1 ) (
2
=
}


dx x
}
}
=
=
1 ) (
, ) (
2
1
) (
2
dp p dmn
dp e p x
px
h
i

4. Konsep Nilai Harap dan Operator-


Operator besaran dinamika
Kita definisikan nilai harap suatu besaran dalam suatu
keadaan sebagai rata-rata dari nilai-nilai besaran itu
dengan bobot peluangnya. Misalnya, bagi besaran posisi,
dalam keadaan dengan kerapatan peluangnya P(x), nilai
harap itu adalah:
< x> =
Sedangkan untuk momentum :
<p> =
Secara eksperimental nilai harap adalah sama dengan
harga rata-rata hasil banyak sekali pengukuran
besaran bersangkutan, dengan setiap kalinya sistem
berada dalam keadaan yang sama.
( ) xP x dx
}
( ) pP p dp
}
Karena P(x) = (x) (x) maka kita dapat
menuliskan ungkapan nilai harap x, yang dari setiap
fungsinya, dalam bentuk;




Nilai harap p :

2
( ) x
*


}
}
-
-
>= <
>= <
dx x x f x x f
dx x x x
) ( ) ( ) ( ) (
) ( ) (


}
}
-
-
>= <
(

>= <
dx x p x p
dx x
idx
d
x p
) ( ) (
) ( ) (