Anda di halaman 1dari 36

PEMBAHASAN SOAL MID SEMESTER

Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja TKI C 2012

1. Dalam sejarah dan latar belakang K3, terdapat 3 (tiga) hal yang menjadi dasar filosofi perkembangan ilmu K3 yakni human right, regulation, serta hazard and risk. Berikanlah penjelasan. (Nilai: 20)

Regulation: penerapan K3 semakin berkembang juga adalah karena adanya tuntutan dari peraturan atau undang-undang yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengatur hak dan kewajiban perusahaan dan pekerja. Perusahaan serta pekerja sebagai warga negara memiliki kewajiban untuk mematuhi segala hukum yang berlaku. K3 dikembangkan agar dapat mengakomodasi (menjembatani) kewajiban perusahaan untuk memenuhi peraturan serta haknya memperoleh profit. Bagi pekerja, pengembangan K3 akan menjembatani kewajiban pekerja untuk bekerja optimal dan produktif bagi perusahaan dengan haknya untuk memperoleh penghasilan dan kehidupan yang sejahtera.

Human right: ilmu K3 berkembang karena adanya perhatian terhadap hak azasi manusia (human right). Tiap manusia (pekerja) berhak untuk mendapatkan kehidupan yang aman dan sehat. Ketika bekerja, perusahaan harus dapat menjamin keamanan, keselamatan, dan kesehatan para pekerjanya, sehingga dalam kehidupan pribadinya pun (setelah bekerja), tiap pekerja dapat hidup dengan sejahtera dan sehat (fisik, mental, dan spiritual).

Hazard and Risk: ilmu K3 berkembang terkait dengan usaha untuk meminimalisir ataupun mencegah terjadinya kecelakaan atau penyakit akibat bahaya ataupun resiko yang selalu ada di tempat bekerja. Dengan ilmu K3 maka dapat dirancang sistem kerja dan tempat (lingkungan) kerja yang mendukung para pekerja bekerja secara aman dan sehat bebas dari bahaya dan resiko celaka ataupun sakit, sehingga produktif bagi perusahaan. Dari sisi perusahaan sendiri, akan menghindarkan dari kerugian kerusakan asset ataupun peluang memperoleh profit yang dapat terjadi karena terganggunya produksi.

2. Jelaskanlah dengan ringkas bagaimana perlunya K3 dalam industri. (Nilai: 20)

Dalam dunia kerja khususnya industri, selalu terdapat bahaya dan resiko (potensi) kecelakaan kerja. Jika resiko (potensi) ini benar-benar terjadi maka ada akibat (konsekuensi) yang timbul. Bila di industri K3 tidak dikelola dengan baik maka konsekuensinya adalah timbulnya kerugian (loss) baik bagi pekerja, perusahaan, maupun lingkungan. Dengan adanya K3, maka kerugian yang mungkin ditanggung oleh pekerja yakni cacat/sakit ataupun kematian dapat dihindarkan. Bagi perusahaan, pengelolaan K3 akan mencegah terjadinya kerusakan/kehancuran asset, sedangkan bagi lingkungan, pengelolaan K3 akan menekan timbulnya pencemaran yang biasanya dihasilkan dari aktivitasaktivitas dalam industri.

3. Dalam teorinya, pelaksanaan K3 akan sangat diperlukan dan bermanfaat baik bagi pekerja maupun perusahaan. Akan tetapi dalam kenyataannya, pelaksanaan K3 masih belum dilakukan secara optimal. Berikanlah penjelasan, hambatan apakah yang menyebabkan hal tersebut? (Nilai: 15)

Terdapat hambatan dalam pelaksanaan K3, baik dari sisi pekerja maupun sisi perusahaan. Dari sisi masyarakat pekerja Tuntutan pekerja masih pada kebutuhan dasar (upah dan tunjangan kesehatan/kesejahtraan) K3 belum menjadi tuntutan pekerja Dari sisi pengusaha Pengusaha lebih menekankan penghematan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. dan K3 dipandang sebagai beban dalam hal biaya operasional tambahan

4. Jelaskanlah konsep dasar pencegahan kecelakaan kerja. (Nilai: 15)

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dapat dilakukan dalam 2 (dua) langkah utama, yakni: 1. Ketahui sebab dan proses kecelakaan kerja Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusia dan atau harta benda. Meskipun terjadinya tidak terduga, akan tetapi hal-hal yang berpotensi menyebabkan kecelakaan tersebut dapat diketahui. Hal-hal yang berpotensi menyebabkan kecelakaan atau disebut penyebab kecelakaan perlu dianalisis dan digolongkan dalam 2 (dua) bagian besar, yakni penyebab langsung (direct cause) dan penyebab dasar (basic clause). Selain penyebab kecelakaan, maka untuk dapat mencegah terulangnya kecelakaan kerja tersebut, proses kecelakaan juga perlu dianalisa.

2. Tentukan cara pencegahan kecelakaan dan insiden Cara pencegahan kecelakaan ditetapkan berdasarkan analisa penyebab kecelakaan. Kecelakaan dapat dicegah dengan memperbaiki atau menghilangkan penyebab langsung (direct cause) yakni unsafe action dan unsafe condition. Akan tetapi karena penyebab langsung (direct cause) ini hanya merupakan gejala umum yang langsung terlihat ketika sebuah kecelakaan terjadi maka kecelakaan masih dapat terjadi lagi. Untuk meningkatkan usaha keselamatan dan kesehatan kerja maka cara pencegahan harus dilakukan lebih jauh lagi pada penyebab dasar (direct cause). Penyebab dasar bersumber dari 2 (dua) faktor produksi penting, yakni faktor manusia (pribadi) dan faktor kerja (lingkungan). Dengan melakukan perbaikan pada dua unsur utama produksi ini maka selain kecelakaan dapat ditekan, produktivitas dan efisiensi perusahaan dapat ditingkatkan.

5. PT Suka Senang adalah sebuah perusahaan peleburan bijih besi skala industri kecil menengah. Pada lantai produksi yakni di sekitar dapur peleburan (tanur) serta bagian penuangan/pencetakan terdapat 10 (sepuluh) orang pekerja. Pada hari Senin, 23 April 2012, para pekerjanya termasuk Doraemon melakukan tugasnya sehari-hari, yakni memindahkan bijih besi yang telah lebur bersuhu sangat tinggi dari tanur dengan menggunakan ember tahan panas berpegangan panjang untuk kemudian dituang ke dalam cetakan pasir. Kegiatan mengambil, mengangkut kemudian menuang leburan bijih besi dari tanur ke cetakan ini dilakukan Doraemon bolak-balik dengan berjalan kaki. Jarak antara tanur dan cetakan tidak terlalu jauh. Doraemon adalah pekerja yang sudah cukup berpengalaman, bekerja di bidang yang sama selama hampir 5 (lima) tahun. Seperti biasa, Doraemon mengenakan kaos dan celana pendek (agar tidak merasa terlalu gerah), serta sandal jepit. Perusahaan tidak menyediakan seragam khusus, pekerja berpakaian bebas. Hari itu, Doraemon bekerja dengan sangat bersemangat. Dia berjalan cepat bolak-balik dari tanur ke cetakan, dan satu kali ketika akan menuang leburan besi ke cetakan, besi panas tersebut tumpah dan mengenai kakinya sehingga seketika membuat kaki kanannya melepuh.

Lakukan analisis terhadap kecelakaan kerja di atas. Hal-hal apakah yang menjadi penyebab langsung serta penyebab dasar kecelakaan, kemudian berikan saran strategi pengendalian yang dapat dilakukan oleh Perusahaan. (Nilai: 30)

a. Penyebab Langsung Unsafe condition: - .. - .. Unsafe action - .. - .. b. Penyebab Dasar Faktor manusia: - .. - .. Faktor kerja/lingkungan - .. - ..

PRODUKTIVITAS, EFISIENSI, dan EFEKTIVITAS


Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja

OUTLINE
A. Definisi Produktivitas B. Hubungan Produktivitas dengan Efisiensi dan Efektivitas C. Produktivitas Kerja D. Unsur-Unsur dalam Menilai dan Meningkatkan Produktivitas Kerja

A. DEFINISI PRODUKTIVITAS
a. Dewan Produktivitas Nasional Produktivitas merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai dengan seluruh sumber daya yang digunakan untuk mencapainya. Produktivitas = ( jumlah keluaran ) : ( jumlah masukan ).

b. European Productivity Agency (EPA) Produktivitas adalah tingkat efisiensi dari pemanfaatan setiap sumber daya yang dimiliki untuk menghasilkan produksi.

c. Internasional Labour Organization (ILO) Produktivitas adalah ratio antara produksi dengan gabungan elemen produksi seperti lahan, modal, tenaga kerja dan organisasi. d. National Productivity Board of Singapore Produktivitas adalah sikap mental yang mengandung kemauan untuk bekerja keras demi peningkatan kerja produktif secara terus menerus.

B. HUBUNGAN PRODUKTIVITAS DENGAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS


Efisiensi berkaitan dengan penggunaan sumber (input), sedangkan efektivitas berkaitan dengan hasil kerja (output). Efisiensi menggambarkan tingkat penghematan penggunaan input, sedangkan efektivitas menggambarkan tingkat pemanfaatan dari output atau tingkat kepuasan penggunaan output. Dan produktivitas menggambarkan ukuran dari tingkat produktif yang dicapai. Produktivitas dapat dicapai dengan hasil (output) yang sebesar mungkin dengan memakai sumbersumber (input) sekecil mungkin.

B. HUBUNGAN PRODUKTIVITAS DENGAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS


Produktivitas kerja didasarkan pada pendekatan multidisiplin yang secara efektif merumuskan tujuan rencana pengembangan dan pelaksanaan cara-cara produktif dengan menggunakan sumberdaya secara efisien namun tetap menjaga mutu kualitas. Batasan yang jelas mengenai produktivitas dapat dijelaskan melalui dua konsep yakni: 1. Daya Guna (efisiensi) Kondisi yang menggambarkan tingkat sumber-sumber manusia, dana dan alam yang digunakan untuk mengusahakan hasil-hasil tertentu. 2. Hasil Guna (efektivitas) Adalah suatu kondisi yang menggambarkan akibat dan kualitas dari hasil yang diusahakan.

Skema Sistem Produktivitas

Produktif dalam produksi berarti kemampuan dalam memproduksikan barang atau jasa secara efisien dan efektif. Produktivitas diartikan sebagai hubungan antara hasil nyata (barang-barang ataupun jasa) dengan masukannya yang sebenarnya. Naiknya produksi tidak selalu diikuti oleh naiknya produktivitas. bertambah besarnya produksi tidaklah selalu berarti bahwa produktivitasnya naik.

??? Meningkatkan produktivitas


Keluaran (Output ) Pr oduktivitas Masukan ( Input )

Input Output Produktivitas

tetap tetap naik turun naik turun

naik turun tetap tetap turun naik

? ? ? ? ? ?

??? Meningkatkan produktivitas Peningkatan produktivitas harus dilakukan secara kontinu prosesnya berlangsung secara berkesinambungan. Siklus produktivitas:
PENGUKURAN PRODUKTIVITAS

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS

EVALUASI PRODUKTIVITAS

PERENCANAAN PRODUKTIVITAS

1. Pengukuran produktivitas: - membantu pemahaman situasi yang dihadapi oleh perusahaan. - mengetahui apakah pekerja sudah bekerja dengan baik atau buruk dan seberapa besar kemajuan yang dicapai ataupun kemunduran yang dialami. 2. Evaluasi Produktivitas: - membandingkan hasil pengukuran dengan rencana yang dibuat sebelumnya. 3. Perencanaan Produktivitas: - membuat sasaran produktivitas berikutnya untuk jangka pendek ataupun jangka panjang berdasarkan evaluasi . 4. Peningkatan Produktivitas: Dalam menilai tingkat perbaikan yang dicapai pada periode berikutnya, maka tingkat produktivitasnya diukur kembali selama program produktivitas dijalankan dalam suatu organisasi.

C. PRODUKTIVITAS KERJA
Produktivitas adalah sebuah konsep yang menggambarkan hubungan antara hasil (jumlah barang dan jasa) dengan sumber (jumlah tenaga kerja, modal, tanah, energi, dan sebagainya) yang dipakai untuk menghasilkan hasil tersebut. (Basu Swastha dan Ibnu Sukotjo ) Produktivitas mencakup dua konsep dasar yaitu daya guna dan hasil guna. Daya guna menggambarkan tingkat sumber-sumber manusia, dana, dan alam yang diperlukan untuk mengusahakan hasil tertentu, sedangkan hasil guna menggambarkan akibat dan kualitas dari hasil yang diusahakan. (George J. Washinis)

PRODUKTIVITAS KERJA
Pengertian Perbandingan antara keluaran dengan sumber-sumber masukan (seperti tenaga kerja, kapital, bahan mentah/raw material dan energi). Secara matematis dapat dituliskan:
Produktivitas Keluaran Tenaga Kerja Kapital Bahan Energi

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA


Jadi.. dalam meningkatkan produktivitas kerja memerlukan sikap mental yang baik dari pegawai, selain itu, produktivitas kerja dapat dilihat melalui cara kerja yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan serta hasil kerja yang diperoleh. Dengan demikian, terdapat 3 (tiga) unsur penting yang menjadi kriteria dalam menilai produktivitas pekerja: semangat kerja cara kerja hasil kerja

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA


semangat kerja : sikap mental pekerja dalam melaksanakan tugas-tugasnya yang ditunjukkan dengan adanya kegairahan dalam melaksanakan tugas dan mendorong dirinya untuk bekerja secara lebih baik dan lebih produktif. Jika kondisi ini dapat dijaga dan dikembangkan terus menerus, maka upaya meningkatkan produktivitas kerja akan dapat tercapai. Untuk menilai semangat kerja karyawan dapat dilihat dari tanggung jawabnya dalam melaksanakan tugas pekerjaannya.

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA


Cara kerja : Cara atau metode kerja karyawan dalam melaksanakan tugas pekerjaannya dapat dilihat melalui kesediaan para karyawan untuk bekerja secara efektif dan efisien. Hasil kerja : hasil yang diperoleh dari pekerjaan yang dilaksanakan oleh karyawan, merupakan prestasi kerja karyawan dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Hasil kerja dapat dilihat dari jumlah atau frekuensi di atas standar yang ditetapkan.

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA


Jadi. Produktivitas kerja pegawai dapat diukur dengan adanya semangat kerja dari pegawai dalam menyelesaikan setiap tugas yang dibebankannya, dengan selalu berdasarkan pada cara kerja atau metode kerja yang telah ditetapkan sehingga akan diperoleh hasil kerja yang memuaskan.

Presentasi Tugas I:
Hari/Tanggal: Jumat, 11 Mei 2012 Catatan: 1. Tiap kelompok mempresentasikan tugas khusus masing-masing (yakni soal nomor 3) dengan power point. 2. Tiap kelompok mempersiapkan diri dengan menguasai materi dari tugas masing-masing .

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA


Presentasi Tugas I: Hari/Tanggal: Jumat, 11 Mei 2012 Catatan: 1. Tiap kelompok menyajikan tugas khusus masing-masing (yakni soal nomor 3 Dapatkan informasi seluasnya dan sajikan dalam tulisan makalah yang ilmiah dan komunikatif mengenai:

Keselamatan dan kecelakaan kerja di bidang kimia (industri kimia). Kelompok 1 Keselamatan kerja bidang kebakaran dan ledakan. Kelompok 2 Potensi gangguan kesehatan kerja (kategori gangguan/efek, kategori penyebab, mekanisme efek, bidang kerja penyebab, strategi pengendalian dan penggunaan APD). Kelompok 3