Anda di halaman 1dari 6

Diskolorasi Gigi Ekstrinsik : penimbunan materi yang bersifat kromogen ( mengandung pigmen warna ) pada permukaan luar gigi.

Protein saliva yg terikat pada gigi melalui ikatan kalsium membentuk pelikel kromogen berikatan dengan pelikel melalui Ikatan Hidrogen paparan kromogen terus menerus ikatan hidrogen semakin kuat semakin susah dibersihkan.

Diskolorasi Ekstrinsik direk : warna yang berikatan dengan pelikel merupakan warna dasar kromogen. indirek : warna berasal dari interaksi kimia antara kromogen pada permukaan luar gigi. Etiologi : Diet, Oral Hygiene, Kebiasaan (mengunyah tembakau), obat medikasi (chlorhexidine), paparan lingkungan industri

Intrinsik : pewarnaan gigi oleh kromogen yang terdapat di dalam enamel / dentin selama periode odontogenesis ataupun sesudah erupsi.
Etiologi : Nekrosis pulpa, perdarahan intra pulpa, metamorfosis kalsium, penyakit metabolik ( hiperbilirubinemia, porphyria, alkaptonuria), enamel hipoplasi, kelainan genetik (amelogenesis imperfecta), tetrasiklin, fluorosis, dental materials.

Mekanisme perubahan warna gigi pada pulpa nekrotik: Hemolisis sel darah merah produk degradasi darah (haemosiderin, haemin, haematin & haematoidin) melepaskan iron (Guldener & Langeland1993) iron + hidrogen sulfida (dihasilkan oleh bakteri) black ferric sulphide penetrasi ke dalam tubulus dentin & terperangkap dalam tanduk pulpa warna abu-abu pada gigi.

Fluor berinteraksi dengan enamel selama proses odontogenesis dan pasca erupsi Akan menjadi masalah bila, asupan fluor sangat tinggi selama masa kecil, pada periode antara usia 20 dan 30 bulan, sementara tidak ada risiko selama lebih 8 tahun. Fluorosis bergantung pada jumlah asupan fluor, usia anak, respon individu, berat badan, tingkat aktivitas fisik, makanan dan pertumbuhan tulang.

Asupan fluor selama odontogenesis

Kerusakan ameloblast

Gangguan mineralisasi gigi

Gangguan amelogenesis pada gigi permanen

porositas enamel (hipomineralisasi)

Enamel menjadi opaque hingga chalky white teeth