Anda di halaman 1dari 22

Anggota:

Gizi adalah suatu proses organisme


menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti,absobsi,transportasi,penyimpanan, metabolism dan pengeluaran zat zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan ,pertumbuhan dan fungsi normal dari organ organ,serta menghasilkan energi.

Anak usia sekolah menurut WHO adalah anak dengan usia 6-12 tahun. Anak usia sekolah berbeda dengan orang dewasa, karena anak mempunyai ciri yang khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang, sampai berakhirnya masa remaja.

masa pertumbuhan masih cepat sangat aktif masa belajar : kerja otak harus mendapat makanan yang bergizi dalam kuantitas dan kualitas yang tepat.

Jasmani

Jiwani Rohani
Sosial

Perkembangan fisik. Perkembangan mental. Perkembangan emosi. Perkembangan sosial.

Gigi susu tanggal secara berangsur angsur dan diganti dengan gigi permanen. Anak lebih aktif memilih makanan yang disukai. Lebih banyak melakukan aktifitas fisik. Mempunyai daya tahan yang cukup terhadap berbagai penyakit.

Untuk pembentukan dan pemeliharaan jaringan baru memenuhi aktivitas fisik yang meningkat

umur Jenis kelamin Kecepatan pertumbuhan Aktifitas fisik Efesiensi penyerapan Utilisasi makanan

Masalah Kesehatan Anak Usia SD


kesehatan umum gangguan perkembangan gangguan perilaku dan gangguan belajar.

Masalah makan yang dihadapi golongan usia sekolah


Tidak sarapan Makan siang tidak teratur/diluar rumah/tidak memenuhi kebutuhan gizi (junk food ; gulagula/permen, sirop, soft drinks empaty Calories) Ada yang berdiit menurut cara mereka sendiri, agar langsing dan tidak berjerawat Sering jajan di sekolah, di rumah tidak mau makan

lima prinsip gizi seimbang:


mengonsumsi aneka ragam makanan dalam jumlah cukup, meminum air putih yang aman dan cukup, memantau status gizi, berolah raga, serta berperilaku hidup bersih.

Jumlah porsi yang dianjurkan untuk anak usia sekolah


anak usia sekolah 7-9 tahun untuk memenuhi energi 1800 Kalori sebagai berikut: anak usia sekolah 10-12 tahun untuk memenuhi energi 2050 Kalori sebagai berikut;

nasi 4p, tempe 3p, daging 2 p, sayur 3p, buah 4p, gula 2p dan minyak 5p.

nasi 5p, tempe 3p, daging 3p, sayur 3p, buah 4p, gula 2p dan minyak 6p.

Syarat pemberian makanan bagi anak antara lain :


memenuhi kecukupan energi dan semua zat gizi yang sesuai dengan umurnya; susunan hidangan disesuaikan dengan pola menu seimbang; bentuk dan porsi makanan disesuaikan dengan daya terima, toleransi dan keadaan faali anak; memperhatikan kebersihan perorangan/anak dan lingkungan.

Umur Jenis kelamin Jenis aktifitas fisik Faktor stress.

Angka kecukupan energi (AKE)

Angka kecukupan protein (AKP)

* Usia 6 tahun, BB 17 kg * Usia 6 tahun dengan BB dan tinggi 110 cm, 18 kg, AKP-nya 22 gr. butuh AKE 1,550 * Usia 7-9 tahun, BB 25 kkal/hr. kg, AKP-nya 29 gr. * Usia 7-9 tahun, BB 25 kg * Usia 10-12 tahun (pria), dan tinggi 120 cm, BB 35 kg, AKP-nya 40 gr. butuh AKE 1.800 kkal/hr. * Usia 10-12 (pria), BB 35 kg, tinggi 138 cm, butuh AKE 2.000 kkal/hr.

Upaya Promotif, Preventif, Kuratif, dan Rehabilitasi Upaya Peningkatan Pola Makan Anak Sekolah Pemberian Makanan Tambahan

Membutuhkan 5 kali waktu makan : Makan pagi Makan selingan (09.00) Makan Siang Makan selingan (16.00) Makan malam

Jenis makanan yang disukai Mudah dalam persiapan dan penyajian Tidak sulit untuk di konsumsi Tidak mudah basi, hancur, banyak kuah dan lemak Kebersihan peralatan makan dan saji Contoh : pisang goreng, lemper, pastel, roti tawar isi selai, kue sus dll

3 piring nasi atau padanannya (1 piring = 200 gr) 2 potong lauk hewani (1 potong = 50 gr) 2 potong lauk nabati (1 potong = 20 gr) 1 porsi sayur (1 porsi = 100 gr tanpa kuah) 2 potong buah (1 potong = 100 gr buah matang) 1 gelas susu (1 gelas = 200 cc)

Menu seimbang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak sekolah bisa dicapai secara optimal. Anak usia sekolah membutuhkan lebih banyak energi dan zat gizi dibanding anak balita. Diperlukan tambahan energi, protein, kalsium, zat besi, sebab pertumbuhan sedang pesat dan aktivitas kian bertambah. Untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi, anak seusia ini membutuhkan 5 kali waktu makan, yaitu makan pagi (sarapan),makan siang, makan malam, dan 2 kali makan selingan. Perlu ditekankan pentingnya sarapan supaya dapat berpikir dengan baik. Bila jajan harus diperhatikan kebersihan makanan supaya tidak tertular, disentri, dan lain-lain.