Anda di halaman 1dari 25

KELOMPOK 3 INVERTER

ACHMAD FADIL GILANG SURYA A ERY BADRIDDUJA RIO PAROHON WISNA DWI ARIANI L2F009013 L2F009020 L2F009022 L2F009024 L2F009027

INVERTER
Inverter adalah perangkat elektrik yang digunakan untuk mengubah arus listrik searah (DC) menjadi arus listrik bolak balik (AC).

ACHMAD FADIL

PRINSIP KERJA
Penyearah Inverter mode saklar Filter

Rangkaian kontrol

Sumber DC yang dibutuhkan inverter dapat berasal dari baterai atau dari sumber tegangan AC yang disearahkan. Rangkaian kontrol berfungsi untuk mengatur frekuensi dan amplitudo gelombang keluaran. Inverter mode saklar (switch mode inverter) adalah rangkaian utama dari sistem yang berfungsi untuk membalikkan tegangan searah menjadi tegangan bolak-balik. Filter berfungsi untuk melewatkan frekuensi yang diharapkan.

s1 Vs s4

D1

s3

D3

A
D4

B
s2 D2

S1 dan S2 ditutup secara bersamaan, maka akan timbul tegangan pada titik A dan titik B dimana VA>VB, apabila pada titik A dan B ini dipasang sebuah beban maka arus listrik akan mengalir dari titik A ke titik B. S1 dan S2 dibuka kembali sedangkan S3 dan S4 yang ditutup, akibatnya muncul beda tegangan antara A dan B dimana VA<VB, dengan demikian apabila ada beban pada titik A dan B maka arus listrik akan mengalir dari B ke A.

TIGA JENIS RANGKAIAN INVERTER


1. Dorong tarik (Push Pull/Centre Tapped Load). 2. Setengah jembatan (Half Bridge/Centre Tapped DC Supply). 3. Jembatan penuh (Full Bridge).

Inverter Dorong Tarik (Push Pull Inverter/Centre Taped Load)


Vbb

T1
D1 V bb T1 Rangkaian Kontrol 2Vbb n Io Vo

Vbb

T2
Vbb n

T2

D2

Vo
Vbb n

Keuntungan: kedua transistor mempunyai tegangan emiter yang sama sehingga pemakaian catu daya sedikit dan kontrol arus basis sederhana. Kerugian dari sistem inverter dorong tarik adalah transistor atau rangkaian bantu komutasi harus menyerap energi belitan primer selama operasi switching.

Inverter Setengah Gelombang (Half Bridge/Centre Tapped DC Supply)


Vo

T1

Vs 2

Vs 2 0 -Vs 2 Vs 2R 0 Vs 2R 0

io
To 2 i1 t To t

D1 R io a Vo

Vs 8fL

i1 i2
T2

Vs 2

i2

D2

To 2

To

To 2

To

Vs 8fL

D1 on

T1 on

D2 on

T2 on

D1 on

Pada sebuah beban induktif, arus pada beban tidak berubah secara tiba-tiba terhadap tegangan keluaran. Keuntungan dari metoda setengah gelombang ini terhadap metoda dorong tarik adalah tegangan blocking transistornya lebih rendah. Sedangkan kerugiannya adalah daya keluarannya lebih rendah.
RIO PAROHON

Inverter Gelombang Penuh (Full Bridge)


io
Vs
Vs 2 0 Vs 2 T4 D4 D3 T1 D1 LOAD T3 D2 T2

4fL

Vs 4fL D1 D3 on

T1 T3 on

D2 D4 on

T2 T4 on

2.6a. Inverter tersebut terdiri atas empat saklar semikonduktor. Apabila transistor T1 dan transistor T3 diaktifkan secara bersamaan, maka tegangan masukan Vs akan melintasi beban. Apabila transistor T2 dan T4 diaktifkan, secara bersamaan tegangan yang melintasi beban akan terbalik yaitu Vs. Gambar 2.6b dan 2.6c, menunjukkan bentuk gelombang tegangan keluaran dengan beban resistif dan arus transistor dengan beban induktif.

Pulse Width Modulation


Pulse width modulation adalah salah satu teknik modulasi gelombang listrik dengan mengubah-ubah lebar daur aktif suatu pulsa.
Sinyal modulasi komparator Sinyal termodulasi pulsa Sinyal pembawa

Secara analog PWM dapat dihasilkan dengan membandingkan sinyal masukan dengan sinyal carrier yang berupa sinyal segitiga.

TEKNIK PWM
Single pulse width modulation. Multiple pulse width modulation (UPWM). Sinusoidal pulse width modulation (SPWM). Modified Sinosoidal pulse width modulation (MSPWM).

Single Pulse Width Modulation


e A c A r r t c

V o V s V s

setiap setengah siklus gelombang hanya terdapat sebuah pulsa pemicu dengan lebar daur aktif yang dapat diubah-ubah. Pada Gambar terlihat bahwa pengubahan amplitudo sinyal referensi akan mempengaruhi lebar daur aktif single PWM. Semakin tinggi amplitudo referensi maka semakin lebar pula hasil keluarannya. Sedangkan frekuensi single PWM sama dengan besar frekuensi dari sinyal pembawa maupun sinyal referensi.
WISNA DWI ARIANI

Multiple Pulse Width Modulation (UPWM)


Ac

Ar
2

Vs -Vs m d 2

modulasi jenis ini tiap setengah siklus gelombang terdiri dari beberapa pulsa tegangan yang sama lebar daur aktifnya. Pada Gambar 3.2 terlihat bahwa UPWM dibentuk dengan membandingkan gelombang segitiga sebagai sinyal pembawa dengan gelombang kotak sebagai sinyal referensi, dimana gelombang segitiga mempunyai frekuensi yang lebih besar dibandingkan frekuensi gelombang kotak. frekuensi referensi (fr) akan menentukan frekuensi keluaran MPWM frekuensi gelombang pembawa (fc) akan menentukan jumlah pulsa per setengah siklus gelombang.

Sinusoidal Pulse Width Modulation (SPWM)


mirip dengan multiple PWM, bedanya pada (SPWM), lebar daur aktif pulsa keluaran berubah sebanding dengan amplitudo gelombang pembawa yang berupa gelombang sinus.
A A c r V s V s

Dengan membandingkan dua buah gelombang, yaitu gelombang sinus sebagai referensi dengan gelombang segitiga sebagai pembawa maka akan didapatkan gelombang keluaran yang mempunyai frekuensi sama besar dengan frekuensi gelombang referensi dan memiliki jumlah pulsa tiap setengah siklus gelombang keluaran yang tergantung pada frekuensi sinyal pembawa.

Modified Sinusoidal Pulse Width Modulation (MSPWM)


A A c r t V s V s 6 0
0

1 2 0
0

2 t

Teknik ini mirip dengan teknik SPWM hanya pemodulasian dilakukan pada waktu 00 sampai dengan 600 dan dari 1200 sampai dengan 1800, teknik ini disebut juga dengan MSPWM.

Inverter Tiga Fasa


Inverter Tiga Fasa Tipe Jembatan Inverter Tiga Fasa Square Wave Inverter Tiga Fasa SPWM Inverter Tiga Fasa Six Step

GILANG SURYA A.

Inverter Tiga Fasa Tipe Jembatan

Secara bergantian dilakukan pemicuan terhadap MOSFET sisi atas dan sisi bawah pada masing-masing fasa sesuai sudut pemicuan.
Fasa R terdiri dari MOSFET 1 untuk sisi atas dan MOSFET 2 untuk sisi bawah. Fasa S terdiri dari MOSFET 3 untuk sisi atas dan MOSFET 4 untuk sisi bawah. Fasa T terdiri dari MOSFET 5 untuk sisi atas dan MOSFET 6 untuk sisi bawah.

Pemicuan MOSFET sisi atas dan bawah dilakukan secara bergantian dimana ketika MOSFET sisi atas dipicu (kondisi ON) maka MOSFET sisi bawah tidak dipicu (kondisi OFF).

Tegangan antar fasa merupakan selisih antara tegangan dua fasa yang berbeda. Tegangan antar fasa RS (VRS) diperoleh dari selisih antara tegangan fasa R -netral (VRN) dengan tegangan fasa S netral(VSN). Hal yang sama berlaku pula untuk tegangan antar fasa yang lain.

Inverter 3 fasa kontrol square wave

Pemicuan fasa R

Pemicuan fasa S

Pemicuan fasa T

Output pada fasa R, S, dan T

Inverter SPWM (Sinusoidal Pulse Width Modulation)

ERY BADRIDDUJA

membandingkan gelombang segitiga dengan 3 gelombang sinus yang masing-masing berbeda fasa 120o seperti ditunjukkan pada gambar.

Inverter Tiga Fasa Six Step


Gate Q1 = 0 180 Gate Q2 = 60 240 Gate Q3 = 120 300 Gate Q4 = 180 360 Gate Q5 = 240 420 Gate Q6 = 300 480

Kombinasi pemicuan

Output Six Step

TERIMA KASIH