PROGRAM AUDIT AUDIT SALDO PIUTANG

1

PROGRAM AUDIT

• • • • •

Prosedur Awal Prosedur Analitis Pengujian Detil Transaksi Pengujian Detil Saldo Penyajian dan Pengungkapan

2

PROSEDUR AWAL
1. Dapatkan pemahaman bisnis dan industri dan tentukan: – Pentingnya pendapatan dan piutang usaha bagi entitas – Pemacu ekonomik kunci yang mempengaruhi penjualan, margin dan pengumpulan piutang entitas – Standar kredit industri – Luas konsentrasi aktivitas dengan pelanggan

3

4 ..PROSEDUR AWAL 2. Lakukan prosedur pendahuluan atas saldo piutang dan catatan yang harus diuji lebih lanjut – Telusuri saldo awal AR ke KKP tahun lalu – Review aktivitas dalam buku besar piutang usaha dan selidiki ayat-ayat yang tampak tidak biasa (jumlah dan sumber) – Dapatkan daftar saldo piutang usaha dan tentukan .

PROSEDUR AWAL – Keakuratannya dalam catatan akuntansi dengan cara: • Jumlahkan ke bawah dan cocokan dengan (1) penjulahan buku pembantu atau fail induk piutang usaha (2) saldo buku besar • Uji kecocokan saldo debitur pada daftar saldo dengan buku pembantu atau master file 5 .

syarat penjuaan normal dan perputaran piutang masa lalu – Hitung nisbah (ratio): • Bandingkan penjualan dengan kapasitas 6 .PROSEDUR ANALITIS 3. Lakukan prosedur analitik – Kembangkan ekspektasi untuk piutang usaha berdasar pengetahuan tentang aktivitas bisnis. pangsa pasar.

PROSEDUR ANALITIS
• Bandingkan pertumbuhan penjualan dengan pertumbuhanh piutang • Hari perputaran piutang • Biaya kerugian piutang dengan penjualan kredit neto • Biaya kerugian piutang dengan penghapusan piutang • Analisis hasil rasio dengan prakiraan berdasar tahun lalu, data industri, jumlah anggaran, atau data lain
7

PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI
4. Usut sampel catatan transaksi penjualan dan piutang usaha untuk mendukung dokumentasi. – Usut (vouch) debet piutang ke faktur penjualan, dokumen pengiriman, dan pesanan penjualan – Usut kredit piutang ke remittance advises atau penyesuaian penjualan, otorisasi retur dan rabat penjualan atau penghapusan piutang

8

PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI
5. Lakukan uji pisah-batas untuk penjualan dan retur penjualan – Pilih sampel catatan transaksi penjualan dari beberapa hari sebelum dan sesudah tanggal neraca dan periksa dokumen faktur penjualan, bukti pengiriman untuk menentukan bahwa penjualan telah dicatat dalam periode yang tepat

9

PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI – Pilih sampel memo kredit yang dikeluarkan sesudah tanggal neraca. 10 . Juga pertimbangkan apakah volume retur penjualan sesudah akhir tahun menunjukkan kemungkinan adanya pengiriman barang tanpa otorisasi. periksa dokumen pendukung tanggal laporan penerimaan barang dan tentukan bahwa retur telah dicatat dalam periode yang tepat.

– Amatai bahwa seluruh kas masuk sampai dengan hari terakhir tutup buku sudah dilaporkan sebagai kas yang ada di tangan atau setoran dalam proses dan tidak ada penerimaan sesudahnya yang ikut dilaporkan 11 . Lakukan uji pisah-batas penerimaan kas.PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI 6.

duplikat slip setoran bank. dan rekening koran yang mencakup beberapa hari sebelum dan sesudah tanggal neraca apakah sudah mencakup perioda yang tepat 12 .PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI – Review dokumentasi seperti ikhtisar kas harian.

waktu. lakukan prosedur alternatif berikut: 13 .PENGUJIAN DETIL SALDO 7. dan luas permintaan konfirmasi – Pilih dan lakukan sampel kemudian selidiki perbedaan – Untuk konfirmasi positif yang tidak dijawab. Konfirmasi piutang usaha: – Tentukan bentuk.

PENGUJIAN DETIL SALDO • Usut penerimaan kas kemudian yang dapat diidentifikasi dengan saldo debitur pada tanggal konfirmasi ke dokumen pendukung • Usut pos-pos dalam saldo tanggal konfirmasi ke dokumen pendukung seperti pesanan penjualan dan dokumen pengiriman barang 14 .

PENGUJIAN DETIL SALDO 8. – Jumlahkan ke bawah dan ke samping daftar saldo umur piutang dan cocokan dengan jumlah dalam buku besar – Uji umur piutang dengan mengusut jumlah dalam kelompok sampel akun ke dokumen pendukung 15 . Evaluasi kecukupan komponen penyisihan untuk setiap kategori umur dan secara keseluruhan.

dan laporan keuangan klien • Bahas kolektibilitas akun dengan personel manajemen terkait 16 . laporan kredit.PENGUJIAN DETIL SALDO – Untuk debitur yang menunggak: • Periksa bukti kolektibiltas seperti korespondensi dengan debitur dan agensi penagihan eksternal.

PENGUJIAN DETIL SALDO – Evaluasi proses manajemen ketika menaksir penyisihan kerugian piutang – Evaluasi kecukupan penyisihan bersadar informasi berian tentang: • Tren industri • Tren umur • Riwayat penagihan untuk debitur tertentu 17 .

PENGUJIAN DETIL SALDO • Konfirmasi piutang (lihat langkah 7) • Bentuk konfirmasi: – Positif – Negatif – Blanko 18 .

penjaminan.PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN 10. Bandingkan penyajian dengan PABU – Tentukan bahwa piutang telah diidentifikasi dan diklasifikasi menurut jenis dan perioda realisasi yang diharapkan – Tentukan apakah ada debitur bersaldo kredit yang jumlahnya berarti secara keseluruhan dan harus direklasifikasikan sebagai kewajiban – Tentukan kelayakan pengungkapan dan akuntansi piutang untuk pihak terkait. penganjakan. atau faktoring 19 .

PROGRAM AUDIT AUDIT SALDO UTANG 20 .

PROGRAM AUDIT • • • • • Prosedur Awal Prosedur Analitis Pengujian Detil Transaksi Pengujian Detil Saldo Penyajian dan Pengungkapan 21 .

– Luas konsentrasi aktivitas dengan pemasok dan komitmen pembelian 22 . Dapatkan Pemahaman bisnis dan industri klien dan tentukan: – Pentingnya pembelian dan hutang usaha bagi entittas – Pemacu ekonomik kunci yang mempenagurhi pembelian dan hutang usaha klien – Syarat perdagangan standar industri.PROSEDUR AWAL 1. termasuk saat musim dsbg.

PROSEDUR AWAL 2. Lakukan prosedur awal atas saldo hutang usaha dan catatan yang harus diuji lebih lanjut: – Lacak (trace) saldo awal hutang usaha ke KKP tahun lalu – Review aktivitas buku besar hutang usaha dan selidiki ayat-ayat yang tampak janggal – Dapatkan daftar saldo hutang usaha pada tanggal neraca dan tentukan keakuratannya dengan cara: 23 .

dan (2) saldo buku besar – Uji kecocokan pemasok dan daftar saldo yang ada dalam catatan akuntansi 24 .PROSEDUR AWAL – Jumlahkan daftar dan cocokan dengan (1) jumlah arsip voucher yang belum dibayar. atau arsip induk hutang usaha.

PROSEDUR ANALITIS • Kembangkan ekspektasi hutang usaha dg menggunakan pengetahuan aktivitas bisnis entitas . syarat dagang normal. dan riwayat perputaran hutang usaha • Hitung rasio – Perputaran hutang usaha – Hutang usaha dengan total hutang lancar 25 .

– Usut debet ke pengeluaran kas atau ke memo retur pembelian 26 .PROSEDUR ANALITIS • Analisis hasil rasio relatif dengan ekspektasi berdasar tahun lalu. faktur pemasok. jumlah anggaran. laporan penerimaan. • Bandingkan saldo biaya dengan tahun yang lalu atau anggarannya untuk menentukan indikasi kemungkinan kurangsaji yang terkait dengan hutang yang belum tercatat • Lacak sample catatan akun transaksi hutang usaha ke dokumen pendukung – Usut kredit ke voucher pendukung. atau data lain. data industri. dan pesanan pembelian dan informasi pendukung lain.

laporan penerimaan.PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI • Lacak sample catatan akun transaksi hutang usaha ke dokumen pendukung – Usut kredit ke voucher pendukung. – Usut debet ke pengeluaran kas atau ke memo retur pembelian 27 . dan pesanan pembelian dan informasi pendukung lain. faktur pemasok.

faktur pemasok. Lakukan uji pisah-batas pembelian. – Pilih sampel catatan transaksi pembelian beberapa haris sebelum dan sesudah akhir tahun dan periksa dokumen pendukung seperti voucher.PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI 5. dan laporan penerimaan barang dan tentukan apakah pembelian telah dicatat dalam periode yang tepat – Amati nomor laporan penerimaan yang dikeluarkan pada hari terakhir periode audit dan lacak sampel nomor laporan penerimaan yang lebih kecil dan yang lebih besar ke dokumen pembelian terkait dan tentukan apakah transaksi telah dicatat dalam periode yang tepat 28 .

29 . Lakukan uji pisah batas pembayaran: – Amati nomor cek terakhir yang dikeluarkan dan diserahkan pada kahir periode audit kemudian lacak ke catatan akuntansi untuk meverifikasi ketelitian waktu pencatatan – Lacak tanggal cek yang sudah dibayarkan dengan tanggal yang ada dalam rekening koran 7.PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI 6. lacak ke daftar hutang usaha. Lakukan pencarian kewajiban yang tidak dicatat: – Periksa pembayaran kemudian antara tanggal neraca dan tanggal akhir pekerjaan lapangan dan bila ada dokumentasi terkait yang menunjukkan ada indikasi pembayaran hutang yang ada pada tanggal neraca.

dan kontrak pembangunan sebagai bukti hutang yang belum dicatat. laporan penerimaan dan faktur penjualan pada akhir tahun – Tanyakan pada personil akuntansi dan pembelian tentang adanya hutang yang belum dicatat – Review anggaran modal. 30 . pesanan kerja.PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI – Periksa dokumentasi hutang yang tercatat pada akhir tahun dan masih belum dibayar sampai saat pekerjaan lapangan selesai – Selidiki ketidak cocokan antara pesanan pembelian.

Selidiki hutang yang tidak dikonfirmasi ke laporan bulanan yang diterima klien dari pemasok 31 . kecil.PENGUJIAN DETIL SALDO 8. atau nol dan yang bersaldo debet – Selidiki dan lakukan rekonsiliasi perbedaan yang ada 9. Konfirmasi hutang – Ìdentifikasi pemasok utama dengan mereview register voucher atau buku pembantu hutang dan kirimkan permintaan konfirmasi ke pemasok yang saldonya besar.

Bandingkan pelaporan hutang dengan PABU: – Tentukan bahwa hutang telah diidentifikasi dan diklasifikasi dengan layak dan perkirakan periode pembayarannya – Tentukan apakah ada saldo debet yang jumlah keseluruhannya signifikan dan hasil harus direklasifikasi – Tentukan ketepatan pengungkapan sehubungan dengan pihak afiliasi atau hutang yang ada jaminannya – Tanyakan kepada manajemen keberadaan komitmen yang belum diungkapkan atau hutang kontijensi 32 .PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN 10.

PROGRAM AUDIT AUDIT SALDO PERSEDIAAN 33 .

PROGRAM AUDIT • • • • • Prosedur Awal Prosedur Analitis Pengujian Detil Transaksi Pengujian Detil Saldo Penyajian dan Pengungkapan 34 .

dan kemungkinan keusangan sediaan – Banyaknya klien memiliki barang amanat dan barang titipan (konsinyasi) – Adanya komitmen pembelian dan konsentrasi pemasok 35 .PROSEDUR AWAL 1. Dapatkan pemahaman bisnis dan industri dan tetntukan: – Pentingnya HPP dan sediaan bagi entitas – Faktor ekonomi yang mempengaruhi HPP. laba kotor.

PROSEDUR AWAL 2. Lakukan prosedur awal saldo sediaan dan catatan yang harus diaudit lebih lanjut: – Lacak saldo awal sediaan ke KKA tahun lalu – Review aktivitas akun sediaan dan selidiki ayat yang tampak tidak biasa – Verifikasi jumlah catatan perpetual dan skedul sediaan serta kesesuaian dengan saldo akhir buku besar 36 .

PROSEDUR ANALITIS 3. Lakukan prosedur analitik – Review riwayat dan tren industri – Periksa analisis perputaran sediaan – Review hubungan saldo sediaan dengan pembelian. penjualan dan retur penjualan belakangan – Bandingkan saldo sediaan dengan antisipasi volume penjualan 37 . produksi.

produksi. produksi selesai. lacak data dari catatan pembelian. dan penjualan ke akun sediaan 6. Lakukan uji pisah-batas pembelian dan retur penjualan. dan penjualan (shipping) 38 . Berdasar sampel. dan penjualan serta retur penjualan) 5. perpindahan barang antar departemen produksi (routing).PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI 4. biaya produksi. laporan produk selesai. Usut sampel ayat pada akun sediaan dokumen pendukung (faktur supplier.

rusak.PENGUJIAN DETIL SALDO 7. Amati penghitungan sediaan yang dilakukan oleh klien (stock-opname) – Putuskan waktu dan luas pengujian – Evaluasi kecukupan metode penghitungan sediaan – Amati penghitungan dan lakukan pengujian – Lihat indikasi adanya sediaan yang lambat. atau usang – Cek seluruh tag sediaan dan daftar penghitungan yang digunakan dalam penghitungan pisik 39 .

Uji kecermatan daftar sediaan: – Hitung ulang jumlah dan perkalian – Lacak uji hitung ke daftar – Usut item dalam daftar ke tag sediaan dan daftar hitungan – Rekonsiliasi perhitungan pisik ke catatan perpetual dan saldo buku besar dan review ayat penyesuaian 40 .PENGUJIAN DETIL SALDO 8.

Konfirmasi sediaan yang ada di lokasi di luar entitas 11.PENGUJIAN DETIL SALDO 9. Periksa kontrak dan perjanjian konsinyasi 41 . Uji harga sediaan: – Periksa faktur supplier yang sudah dibayar untuk pembelian sediaan – Periksa kelayakan tarip tenaga kerja langsung dan overhead pabrik. biaya standar. dan disposisi varian ke sediaan barang jadi 10.

PENGUJIAN DETIL SALDO 12. atau usang dan tentukan perlunya harganya diturunkan – Evaluasi proses managemen untuk mengestimasi NRV dengan menggunakan perkiraan 42 . berlebih. Evaluasi nilai realisasi neto sediaan – Periksa faktur penjualan sesudah akhir tahun dan lakukan uji LCOM – Bandingkan sediaan dengan katalog dan laporan penjualan – Tanyakan tentang sediaan yang slow-moving.

PENGUJIAN DETIL SALDO – Evaluasi NRV sediaan dengan menggunakan informasi tentang: • Tren industri • Tren perputaran sediaan • Sediaan lambat terjual 43 .

Bandingkan penyajian sediaan dengan PABU dan – Konfirmasi perjanjian penggadai dan penjaminan sediaan – Review penyajian dan pengungkapan sediaan dalam draft laporan keuangan dan tentukan kesesuaian dengan PABU 44 .PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN 13.

PROGRAM AUDIT AUDIT SALDO INVESTASI 45 .

PROGRAM AUDIT • • • • • Prosedur Awal Prosedur Analitis Pengujian Detil Transaksi Pengujian Detil Saldo Penyajian dan Pengungkapan 46 .

Dapatkan pemahaman bisnis dan industri klien dan tentukan: – Pentingnya saldo dan transaksi investasi pada entitas – Kebijakan entitas terhadap surplus saldo kas – Faktor ekonomi yang memicu perolehan investasi termasuk kemampuan entitas untuk menggunakan arus kas dari aktivitas financing dan untuk menghasilkan free cash flows – Standar industri sejauh mana investasi penting dan pengaruhnya terhadap laba 47 .PROSEDUR AWAL 1.

Lakukan prosedur awal pada saldo dan catatan investasi yang memerlukan pengujian lebih lanjut. dengan cara: • Jumlah ke bawah dan ke samping dan lakukan rekonsiliasi total dengan buku bantu dan buku besar • Uji kecocokan pos-pos dalam skedul dengan ayatayat yang ada dalam buku bantu dan buku besar 48 . – Trace saldo awal akun investasi dan ekuitas ke kertas kerja tahun lalu – Review aktivitas atas seluruh saldo neraca dan laba-rugi yang terkait dengan investasi yang tampak tidak biasa (sumber & jumlah) – Dapatkan dari klien skedul investasi dan tentukan bahwa skedu tersebut akurat mencerminkan catatan akuntansi yang digunakan sebagai dasar penyusunan.PROSEDUR AWAL 2.

PROSEDUR ANALITIS • Lakukan prosedur analitik: – Hitung rasio-rasio sbb: • Investasi jangk pendek dg aktiva lancar • Investasi jangka panjang dg total aktiva • Tingkat imbalan (return) per klasifikasi investasi – Analisis hasil rasio dengan membandingkan dengan ekspektasi yang didasarkan pada tahun yang lalu. atau data lain 49 . anggaran.

PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI • Vouching ayat-ayat dalam akun-akun yang terkait dengan investasi dan ekuitas – Efektif bila volume transaksi rendah – Baik untuk transaksi debet maupun kredit • Debet/kredit transaksi perolehan/penjualan investasi ke broker’s advice dan bukti kas keluar/kas masuk serta otorisasi notulen rapat direksi • Debet/kredit akun investasi dan market adjustment ke dokumen verifikasi pengakuan kenaikan/penurunan harga pasar • Investasi dengan metode ekuitas 50 .

PENGUJIAN DETIL SALDO • Inspeksi dan hitung sekuritas yang ada – Lakukan bersama-sama dg penghitungan kas • Penyimpan sekuritas harus hadir • Dapat bukti bahwa sekuritas telah dikembalikan • Seluruh sekuritas di bawah kendali auditor sampai penghitungan selesai – Amati hal-hal seperti: • Nomor sertifikat • Nama pemilik • Keterangan tentang sekuritas • Jumlah lembar saham/obligasi • Nama emiten 51 .

PENGUJIAN DETIL SALDO • Konfirmasi sekuritas yang disimpan pihak luar – Konfirmasi harus sesuai dengan tanggal penyimpanan – Proses konfirmasi sama dengan konfirmasi piutang usaha – Konfirmasi juga dilakukan untuk sekuritas yang dijadikan jaminan atau yang digadaikan • Hitung-ulang pendapatan investasi – Laba dari investasi – Dividen – Pendapatan dan penerimaan bunga investasi obligasi – Skedul amortisasi premi atau diskonto – Verifikasi pendapatan investasi  metode ekuitas 52 .

dan available for sale (fair value dg unrealized gains/losses dilaporkan terpisah dalam akun ekuitas) dengan cara: – Mendokumentasikan niat manajemen – Konsistensi tindakan manajemen – Kemampuan manajemen untuk mempertahan samap tanggal jatuh tempo – Surat pernyataan manajemen tentang ketepatan klasifikasi 53 .PENGUJIAN DETIL SALDO • Tentukan ketepatan klasifikasi investasi untuk menggolongkan apakah termasuk : held to maturity (unamortized cost) . trading securities (fair values dg unrealized gains/losses masuk dalam laba).

PENGUJIAN DETIL SALDO Dapatkan bukti pendukung harga wajar investasi per tanggal neraca. tetapi tidak terbatas pada: – Quoted market price – Fair value estimates – Kelayakan model penilaian 54 . termasuk.

investasi pihat terkait. komponen realized dan unrealized gain or losses.PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN • Bandingkan statemen penyajian dengan PABU – Tentukan bahwa saldo investasi telah diidentifikasi dan diklasifikasi dalam statemen keuangan – Tentukan kelayakan pengungkapan sehubungan dengan dasar penilaian untuk investasi. dan investasi yang dijadikan jaminan 55 .

AUDIT SALDO KAS 56 .

PROGRAM AUDIT • • • • • Prosedur Awal Prosedur Analitis Pengujian Detil Transaksi Pengujian Detil Saldo Penyajian dan Pengungkapan 57 .

verifikasi keakuratan mathematikanya dan tentukan kecocokannya dengan buku besar 58 .PROSEDUR AWAL • Dapatkan pemahaman bisnis dan industri dan tentukan: – Pentingnya saldo dan transaksi kas bagi entitas – Kebijakan entitas untuk meramalkan saldo kas dan surplus saldo kas • Lakukan prosedur awal untuk saldo dan catatan kas yang harus diaudit lebih lanjut – Usut saldo awal kas dan bank ke kertas kerja auidt tahun lalu – Review aktivitas akun buku besar kas dan selidiki ayat-ayat yang tampak tidak biasa – Dapatkan ikhtisar kas dan bank yang disusun klien.

dan jumlah lain diperkirakan – Hitung persentase kas terhadap aktiva lancar dan bandingkan dengan ekspektasinya 59 .PROSEDUR ANALITIS • Lakukan prosedur analitik – Bandingkan saldo kas dengan jumlah anggarannya. saldo tahun lalu.

pengujian ini merupakan bagian program audit untuk piutang dan hutang usaha: – Amati bahwa seluruh kas yang diterima menjelang tutup buku sudah dimasukan sbg saldo kas atau setoran dalam proses dan tidak ada penerimaan sesuda tgl neraca yang dilaporkan – Review dokumentasi seperti ikhtisar kas harian.PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI • Lakukan pengujian cut-off kas. dan rekening koran yang mencakup beberapa hari sebelum dan sesudah tanggal neraca. duplikat slip setoran. untuk menentukan ketepatan pisahbatas 60 .

PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI – Amati cek terakhir yang dikeluarkan dan dikirim pada akhir tahun fiskal dan usut ke catatan akuntansi untuk menentukan keakuratan pisahbatas pengeluaran kas – Bandingkan tgl cek yg dikeluarkan beberapa hari sebelum dan sesudah tgl neraca dengan tgl cek pada catatan akuntansi untuk menentukan ketepatan pisah-batas 61 .

PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI • Usut rekening koran beberapa hari sebelum dan sesudah tgl neraca untuk menentukan bahwa setiap transfer telah dicatat pada waktu yang tepat. pengeluaran dan penerimaan dicatat pada periode akuntansi yang sama dan telah dicerminkan dalam rekonsiliasi bank • Buat proof of cash untuk setiap rekeninh giro bank (rekonsiliasi empat kolom) jika ada risiko terjadi kecurangan transaksi 62 .

tabungan dan pinjaman 63 .PENGUJIAN DETIL SALDO • Hitung kas yang belum disetorkan ke bank dan tentukan bahwa jumlah tersebut diikutkan dalam saldo kas – Kendalikan seluruh kas dan surat-surat berharga lain yang ada sampai penghitungan selesai – Paksa penyimpan surat-surat berharga dan kasi hadir – Dapatkan tanda bukti terima • Lakukan konfirmasi ke bank untuk rekening giro.

selidiki cek yang tidak dicatat yang telah dikliringkan bank dan cari bukti adanya window dressing 64 . garansi pinjaman atau dengan pihak lain • Scan. review. saldo kompensasi. atau buat rekonsiliasi bank bilaman diperlukan • Dapatkan dan gunakan bank cutoff statement untuk meverifikasi pos-pos rekonsiliasi bank.PENGUJIAN DETIL SALDO • Lakukan konfirmasi dengan bank atas perjanjian seperti pagu kredit.

dan review notulen rapat direksi untuk menentukan hal-hal yang diperlukan dalam pengungkapan seperti pagu kredit.PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN • Bandingkan statemen penyajian dengan PABU: – Tentukan bahwa saldo kas telah diidentifikasi dan diklasifikasikan dg tepat – Tentukan bahwa bank overdraft direklasifikasikan sbg hutang lancar – Tanyakan pada manajemen. dan restriksi-restriksi lain terhadap saldo kas 65 . jaminan pinjaman. review korespondensi dg bank.

PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN • Pengujian untuk mendeteksi lapping – Lapping adalah suatu ketidakberesan yang dilakukan dengan sengaja untuk menyalahgunakan penerimaan kas untuk sementara waktu atau secara permanen. Lapping dapat dilakukan kalau seseorang memiliki wewenang menerima kas dan menyelenggarakan buku piutang. 66 . Auditor harus menilai kemungkinan terjadinya lapping dengan memperoleh pemahaman tentang pemisahan tugas dalam penerimaan dan pencatatan penagihan dari pelanggan.

PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN • Prosedur audit untuk menemukan lapping: – Lakukan konfirmasi piutang usaha – Lakukan penghitungan kas secara mendadak – Bandingkan rincian jurnal penerimaan kas dengan rincian slip setoran harian 67 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful