Anda di halaman 1dari 8

Pendekatan sosiologi terhadap hukum

Kajian Normatif

Kajian Filosofis

Kajian Sosio logis

Pendekatan Sosiologi terhadap Hukum

1.

Ada tiga pendekatan sosiologi terhadap hukum adalah sbb. Kajian Normatif. Adalah Kajian ini memandang hukum dalam wujudnya sebagai kaidah yang menentukan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. Kajian ini lebih mencerminkan law in books yang mempunyai dunia das sollen/apa yang seharusnya, sifatnya adalah preskritif dalam arti menentukan apa yang salah dan apa yang benar, contohnya hukum pidana positif, hukum perdata positif dan hukum tata negara positif. 1

2.

Kajian Filosofis. Kajian ini lebih menitik beratkan terhadap seperangkat nilai nilai , yang seyokyanya senantiasa menjadi rujukan dalam setiap pembentukan , pengaturan dan pelaksanaan kaidah hukum . Kajian ini lebih diperankan oleh kajian filsafat/ law in ideas. Kajian filosofis ini ada dalam kajian terhadap hukum, karena studi hukum dimulai dari bukan disiplin yang sifatnya otonom, melainkan sebagai bagian dari 2 study filsafat.

Kajian filosofis ini ada dalam kajian terhadap hukum, karena studi hukum dimulai dari tidak sebagai disiplin yang sifatnya otonom, melainkan sebagai bagian dari study filsafat. Study filsafat terhadap hukum ini sudah ribuan tahun lamanya. Kehadiran yang amat dini itu disebabkan karena eksistensi dari tatanan itu sendiri, karena tatanan adalah merupakan sisi lain dari kehidupan manusia. 3

3. Kajian Sosiologi. Kajian ini memandang hukum sebagai kenyataan yang mencakup kenyataan sosial dan kultur. Kajian ini bersifat deskritif yang menguji kesahihan empirik serta mempelajari fenomena secara nyata. Metode yang digunakan adalah empirik, karena itu sosiologi disebut sebagai ilimu tentang tatanan sosial atau ilmu tentang kemajuan sosial.

Sosiologi hukum dan sosiologi dalam hukum

1. Sosiology of the law/ sosiologi hukum


-

Menjadikan hukum sebagai fokus investigasi yang bersifat sosiologis. Menjadikan kelompok-kelompok kecil dan voting sebagai fokusnya. Tujuanya adalah menggambarkan arti penting dari hukum terhadap masyarakat yang lebih luas .

2. Sosiology in the law /sosiologi dalam hukum

Memfasilitaskan pelaksanaan hukum dari fungsi-fungsi nya dengan tambahan pengetahuan sosiologis bagi persediaan peralatanya. Tujuanya adalah sangat tergantung dari tujuan yang pertama. Yang jelas sosiologi tidak akan dapat berguna bagi hukum kecuali pengetahuan sosiologi tentang berbagai fungsi hukum dan mekanisme pelaksaanan fungsi hukum dapat menerapkan aturan-aturan hukum yang mengacu pada fakta-fakta sosial.