Anda di halaman 1dari 69

KONTRASEPSI

Benny Antama Syant 07120009

Pembimbing: Dr. Zulhanif Nazar, Sp.OG

Pendahuluan

Kontrasepsi modern menghindari kehamilan yang tidak diinginkannya Wanita muda kontrasepsi oral atau meminta pasangan laki-lakinya menggunakan kondom Wanita yang lebih tua alat kontrasepsi spiral (IUD) atau kontap Menurut Riskesdas (2010) usia reproduksi perempuan pada umumnya adalah usia 15-49 tahun

wanita umur 1549 tahun berstatus menikah 75,70% (Survei Sosial Ekonomi Nasional ,2009) Prof. Dr. dr. Biran Affandi, SpOG (K), FAMM mewakili Asia-Pasific Council on Contraception (APCOC)
Menurut survey, 4 sumber informasi pribadi kontrasepsi adalah ginekolog (umumnya wanita), pasangan, teman, dan dokter umum (umumnya pria). 3 dari 100 wanita dan pria informasi yang salah dan tidak akurat hampir semua responden mengerti bahwa pemakaian kontrasepsi merupakan tanggung jawab bersama

KONTRASEPSI

Definisi
Kontrasepsi berasal dari kata kontra berarti mencegah atau melawan dan konsepsi yang berarti pertemuan antara sel telur yang matang dan sel sperma yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari kontrasepsi adalah menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma tersebut

Syarat Kontrasepsi Ideal


Aman pemakaiannya dan dipercaya. Efek samping yang merugikan tidak ada Lama kerjanya dapat diatur menurut keinginan Tidak mengganggu hubungan persetubuhan Tidak memerlukan bantuan medik atau kontrol yang ketat selama pemakaiannya Cara penggunaannya sederhana Harganya murah supaya dapat dijangkau masyarakat Dapat diterima oleh pasangan suami istri

Pertimbangkan
usia ibu <20 th : harus yang reversibilitas tinggi usia ibu >35 th : harus efektif (angka kegagalan rendah), boleh reversibel/irreversibel pada usia reproduksi sehat : ideal : efektif, reversibel, tidak mengganggu produksi ASI

Alat Kontrasepsi Wanita sesuai Umur


reproduksi wanita tiga periode, yaitu kurun reproduksi muda (15-19 tahun), kurun reproduksi sehat (20-35 tahun), dan kurun reproduksi tua (36-45 tahun) resiko kehamilan dan persalinan baik bagi ibunya maupun bagi anak lebih tinggi pada usia kurang dari 20 tahun, paling rendah pada usia 20-35 tahun dan meningkat lagi secara tajam setelah pada usia lebih dari 35 tahun

Pilihan Kontrasepsi menurut Umur


sebelum usia 20 tahun

Pil KB
Konvensi onal (dengan menghitu ng masa subur atau sistem kalender)

Suntik KB Implan

IUD (Uterine Device yaitu spiral)

Pilihan Kontrasepsi menurut Umur


sebelum usia 20-35 tahun

IUD
Pil KB Implan Konvensional

Suntik KB

Pilihan Kontrasepsi menurut Umur


sebelum usia di atas usia 35 tahun

Steril

IUD
Pil KB Implan Suntik

Klasifikasi Kontrasepsi
tanpaobat/ alat Metode Sederhana

dengan alat/obat

Metode Metode Modern/ Efektif

Kontrasepsi Hormonal Intra Uterine Devices (IUD/ AKDR) Kontrasepsi Mantap

Klasifikasi Kontrasepsi
Lama Efektivitasnya

MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang)

Non MKJP (Non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang)

Perbandingan Masing-Masing Pilihan Kontrasepsi


No Alat Kontrasepsi Keunggulan Efek Samping Efektifitas

1 2

Kondom

Memberikan

perlindungan

Alergi kondom Efek

terhadap

bahan

pembuat

80% - 90%

terhadap penyakit kelamin Pil Siklus Haid Teratur Frekuensi Koitus tidak perlu diatur

karena

kelebihan

estrogen

90% - 96%

(mual, retensi cairan, sakit kepala, nyeri pada payudara, keputihan)

Efek
Harga relative murah progesteron teratur,

karena

kelebihan
tidak dan

(pendarahan nafsu makan

berat badan bertambah, cepat lelah, depresi, jerawat, keputihan) alopesia, darah libido haid kurang, sedikit,

Efek

sampingan berat

(Trombo-

emboli, termasuk trombophlebitis, emboli otak) paru-paru dan trombosis

Perbandingan Masing-Masing Pilihan Kontrasepsi


No Alat Kontrasepsi
Suntik

Keunggulan
Tidak mempengaruhi laktasi

Efek Samping
Mengganggu yaitu teratur siklus haid, tidak

Efektifitas
95% - 97%

3 4 5

pendarahan

Susuk/Implan

Kontrasepsi jangka panjang

Mengganggu yaitu

siklus

haid, tidak

97% - 99%

pendarahan

teratur dan amenore

IUD

Hanya satu kali pasang


Tidak sistemik menimbulkan efek

Pendarahan
Rasa nyeri dan kejang perut Gangguan pada suami

94% - 95%

Cocok untuk secara masal

penggunaan Ekspulsi sendiri) (pengeluaran

Efektivitas cukup tinggi Reversibel

6 7

Vasektomi Tubektomi

Kontrasepsi

yang

paling Hampir tidak ada

99,4% - 99,8% 99,5 % - 99,9 %

efektif, Dilakukan hanya satu kali. Tidak mempengaruhi libido

METODE SEDERHANA

Kontrasepsi tanpa Menggunakan Alat-alat/ Obat-obat


Senggama terputus

Kontrasepsi tanpa Menggunakan Alat-alat/ Obatobat

Pembilasan Pasca Sanggama

Metode Amenore Laktasi

Pantang berkala

Senggama Terputus
cara tertua yang dikenal Dasar terjadinya ejakulasi disadari sebelumnya oleh sebagian besar pria, dan setelah itu masih ada waktu kira kira 1 detik sebelum ejakulasi terjadi Keuntungannya, cara ini tidak membutuhkan biaya, alat alat maupun persiapan kekurangannya bahwa untuk mensukseskan cara ini dibutuhkan pengendalian diri yang besar dari pihak pria

Penyebab Kegagalan Adanya pengeluaran air mani sebelum ejakulasi yang dapat mengandung sperma, apalagi pada koitus yang berulang. Terlambatnya pengeluaran penis dari vagina Pengeluaran semen dekat pada vulva dapat menyebabkan kehamilan, misalnya karena adanya hubungan antara vulva dan kanalis servikalis uteri oleh benang lender serviks uteri

Pembilasan Pasca Sanggama


Pembilasan pascasenggama dilakukan oleh perempuan dengan cara membilas vagina dengan air biasa dengan atau tanpa larutan obat (cuka atau obat lainnya) segera setelah berhubungan seks

Metode Amenore Laktasi


Dipakai bila:
Menyususi secara penuh (full breast feeding), lebih efektif bila pemberian 8x sehari Belum mendapatkan Haid Umur bayi kurang dari 6 bulan
Cara kerja MAL adalah dengan mengganggu pengeluaran Luitenizing hormone (LH) . Efektifitasnya hanya sampai kembalinya haid atau sampai dengan 6 bulan pascapersalinan

Pantang Berkala Pantang Berkala


Prinsipnya adalah tidak melakukan hubungan suami istri pada masa subur istri. Untuk menetukan masa subur istri dipakai 3 patokan, yaitu : Ovulasi terjadi 14 2 hari sebelum haid yang akan datang Sperma dapat hidup dan membuahi dalam 48 jam setelah ejakulasi. Ovum dapat hidup 24 jam setelah ovulasi

Jadi jika ingin dicegah, koitus harus dihindari sekurang-kurangnya selama 3 hari (72 jam), yaitu 48 jam sebelum ovulasi dan 24 jam sesudah ovulasi terjadi.

Cara menentukan masa aman pada Pantang Berkala Suhu Badan Pencatatan lama siklus haid (18-11)

Kontrasepsi Menggunakan Alatalat/ Obat-obat


Diafragma Vagina

Wanita

Cervical cap

Kontrasepsi Menggunakan Alat-alat/ Obatobat

Obat Spermatisida

Pria

Kondom

Kontrasepsi menggunakan obat/Alat


Pria Kondom

Jenis: Karet dan kulit Keuntungan : murah dan mudah didapat Efek samping: alergi kulit

Wanita
Diafragma Vagina

Cara kerja Menahan sperma agar tidak mendapat akses mencapai saluran alat reproduksi bagian atas (uterus dan tuba falopii) dan sebagai alat spermisida. Spermisida dioleskan pada permukaan superior sepanjang bingkai dan pada bagian tengah diafragma.

Manfaat Diafragma Vaginal


Kontrasepsi Efektif bila digunakan dengan benar. Tidak menggangu produksi ASI Tidak mengganggu hubungan seksual karena telah terpasang sampai 6 jam sebelumnya Tidak mengganggu kesehatan klien. Tidak mempunyai pengaruh sistemik. Nonkontrasepsi Salah satu perlindungan terhadap IMS/HIV/AIDS, khususnya apabila digunakan dengan spermisida Bila digunakan pada saat haid, menampung darah mensturasi.

Wanita
Cervical cap

Wanita
Obat Spermatisida
tablet, busa (aerosol), krim atau agar
Spermasida menyebabkan sel membran sperma terpecah, memperlambat gerakan sperma, dan menurunkan kemampuan pembuahan sel telur

METODE MODERN

Pil Kombinasi

Pil Sekuensial

Pil Mini

Kontrasepsi Tidak Permanen

Pil Pagi (After Morning Pills )

Metode Modern Kontrasepsi Permanen

Implant

AKDR

Tubektomi

Vasektomi

Kontrasepsi tidak permanen


Pil kombinasi Terdapat estrogen maupun progesteron sintetik dalam satu pil. Pil diminum tiap hari selama 3 minggu, diikuti selama satu minggu dengan plasebo Jenis: Monofasik, bifasik, trifasik

Sistem kemasan pil; Sistem kemasan pil KB diatur dengan sistem 28 dan sistem 22/21: Sistem 28: peserta KB pil terus minum pil tanpa pernah berhenti. Sistem 22/21: peserta KB pil berhenti minum pil selama 7 sampai 8 hari dengan mendapat kesempatan menstruasi.

Keuntungan memakai pil KB: Kerugian memakai pil KB: Bila minum pil sesuai dengan Harus minum pil secara aturan dijamin berhasil 100%. teratur Dapat dipakai pengobatan Dalam waktu panjang beberapa masalah: menekan fungsi ovarium Ketegangan menjelang Penyulit ringan: menstruasi Berat badan bertambah Perdarahan menstruasi yang Rambut rontok tidak teratur Tumbuh akne Nyeri saat menstruasi Mual sampai muntah Pengobatan pasangan mandul Mempengaruhi fungsi hati dan ginjal Pengobatan penyakit
endometriosis. Dapat meningkatkan libido.

Pil Sekuensial
Diberikan estrogen selama 14-15 hari pertama, selanjutnya kombinasi estrogen dan progesteron sampai siklus haid selesai Cara pemakaian, efek samping dan kontraindikasi sama dengan pil kombinasi

Pil Mini
Mengandung progestin saja, tanpa estrogen. Harus diminum tiap hari, juga pada waktu haid Pencegahan kehamilan mungkin karena pengaruh terhadap motilitas tuba, korpus luteum, endometrium dan lendir serviks serta pencegahan ovulasi. Efek sampingnya adalah perdarahan tidak teratur dan spotting

Keuntungan : Sangat efektif Tidak mempengaruhi ASI Tidak perlu pemeriksaan dalam Nyaman, gampang digunakan Tidak mengganggu hubungan seksual Manfaat kesehatan

Indikasi pemakaian pil mini Sedang menyusui Terdapat keluhan dengan pemakaian pil kombinasi Tekanan darah tinggi Usia > 35 tahun + perokok, tidak dapat menggunakan metoda AKDR

Pil Pagi (After Morning Pills )


Berisi estrogen tinggi yang dimakan pagi hari pasca coitus. Biasanya diberikan untuk mencegah kehamilan pada perkosaan, kondom bocor. Mengandung lynoral 1 mg per tablet dan stilbesterol 25 dan 50 mg. Menurut haspels 24 48 jam setelah koitus dapat diberikan 3-5 mg lynoral tiap hari selama 5 hari. Efek samping : mual dan muntah

Kontrasepsi Suntikan
Noretisteron enatat (NETEN) dengan nama dagang Noristrat dan Depomedroksi progesterone asetat (DMPA) dengan nama dagang Depoprovera. Dosis suntikan medroksiprogesteron asetat (150 mg setiap 3 bulan), noretindron enantat 200 mg setiap 8 Suntikan diberikan pada hari ke 3-5 hari paska persalinan, segera setelah keguguran, pada masa interval sebelum hari kelima haid. IM dalam di m.gluteus maksimus dan deltoideus

Efek samping
Perdarahan ireguler Perubahan berat badan
Gangguan mood

Sakit kepala

Kontrasepsi Implant
Efektifitas progestin sebagai kontrasepsi dapat diperpanjang dengan cara memasukkan progestin tersebut ke suatu delivery system. Ada beberapa cara delivery system, antara lain cincin vagina, implant dan mikrokapsul. Implant yang beredar di pasaran adalah norplant, yang terdiri dari enam kapsul dan masingmasing mengandung 36 mg levonorgestrel

Mekanisme kerja Menekan ovulasi; lebih dari 80% pemakai norplant pada tahun-tahun pertama tidak mengalami ovulasi. Membuat getah serviks menjadi kental. Membuat endometrium tidak siap menerima kehamilan.

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim ( AKDR )/ Intra Uterine Device (IUD)


Mekanisme kerja

Tidak diketahui secara pasti bagaimana cara kerja pasti AKDR dalam mencegah kehamilan. Ada yang berpendapat AKDR sebagai benda asing yang menimbulkan reaksi radang setempat, dengan sebukan leukosit yang dapat melarutkan blastokista atau sperma

paling banyak digunakan di Indonesia adalah AKDR jenis Lippes loop

Kontrasepsi Permanen
Kontrasepsi Mantap (Sterilisasi)
Kontrasepsi mantap (Kontap) adalah setiap tindakan pada kedua saluran bibit wanita atau bibit pria yang mengakibatkan pasangan yang bersangkutan tidak akan mendapat keturunan lagi atas permintaan suami atau isteri yang bersangkutan

Prosedur Pra-Tindakan Kontap


Sebelum melakukan prosedur kontap, terlebih dahulu harus dilakukan konseling terhadap akseptor

Indikasi Kontap : Indikasi medis terdiri dari indikasi mutlak yaitu wanita dengan penyakit berat seperti penyakit jantung, penyakit ginjal kronis dan hipertensi serta indikasi relatif seperti cacat bawaan , psycose dan kanker mammae Sosio ekonomis menimbulkan persoalan Atas permintaan Di Indonesia yang menjadi pegangan adalah hukum 100, yaitu jumlah perkalian umur ibu dan jumlah anak. Jika lebih 100 maka sudah indikasi untuk melakukan sterilisasi asalkan anak terkecil sudah berusia lima tahun

Prosedur Tindakan Kontap


Kontrasepsi Mantap Wanita / Medis Operatif Wanita (MOW) Tubektomi
Indikasi Tubektomi yaitu umur termuda 25 tahun dengan 4 anak hidup, umur 30 tahun dengan 3 anak hidup, umur 35 tahun dengan 2 anak hidup. Indikasi ini dikenal dengan keputusan 100 (umur ibu x banyak anak = 100). Indikasi lainnya yaitu bila pada kehamilan akan menimbulkan resiko kesehatan serius

Tubektomi dibagi berdasarkan atas : Saat operasi Pasca keguguran, pasca persalinan atau masa interval.. Cara mencapai tuba Laparatomi, Cara penutupan tuba, diantaranya

Pomeroy
Merupakan tehnik kontap-wanita yang paling sering dikerjakan . Bagian tengah tuba fallopii dijepit dengan klem lalu diangkat sehingga membentuk suatu loop. Dasar loop diikat dengan benang yang dapat diserap (plain catgut). Bagian loop di atas ikatan dipotong. Dengan diserapnya benang ikatan, maka ujungujung/puntung-puntung tuba fallopii akan saling terpisah/menjauh. Teknik Pomeroy memusnahkan tuba fallopii sepanjang kurang lebih 3-4 cm.

Kroener Fimbria dijepit dengan sebuah klem. Bagian tuba proksimal dari jepitan diikat dengan sehelai benang sutera, atatu dengan cat gut yang tidak mudah direabsorbsi. Bagian tuba distal dari jepitan dipotong (fimbriektomi).

Irving Tuba dipotong pada pertengahan panjangnya setelah kedua ujung potongan diikat dengan catgut kromik no. 0 atau 00. Ujung potongan proksimal ditanamkan di dalam miometrium dinding depan uterus ujung potongan distal ditanamkan di dalam ligamentum latum

Manfaat Tubektomi:
Sangat efektif (0,2-4 kehamilan per 100 wanita selama tahun pertama penggunaan. Permanen Tidak mempengaruhi proses menyusui (breastfeeding) Tidak bergantung pada faktor senggama. Tidak ada efek samping dalam jangka panjang. Tidak ada perubahan fungsi seksual (tidak efek pada produk hormon ovarium).

Kontrasepsi Mantap Pria (Medis Operatif Pria)


Vasektomi Tanpa Pisau (VTP) Prosedur VTP: Persiapan pre-operatif: cukur rambut pubis untuk menjamin sterilitas dan tidak perlu puasa sebelumnya. Mencari, mengenal dan fiksasi vas deferens, kemudian dijepit dengan klem khusus yang ujungnyaberbentuk tang catut. Lalu suntikkan anestesi lokal. Dilakukan penusukan pada garis tengah skrotum dengan alat berujung bengkok dan tajam untuk membuat luka kecil yang kemudian dilebarkan sekitar 0,5 cm. Akan terlihat vas deferens yang liat dan keras seperti kawat baja. Selaput pembungkus vas deferens dibuka secara hati-hati. Setelah pembungkus vas deferens disisihkan ke tepi akan tampak jelas saluran. Selanjutnya dilakukan oklusi vas deferens dengan ligasi + reseksi suatu segmen vas deferens. Penutupan luka operasi.

Efektivitas Kontap-Pria: Angka kegagalan: 0 2,2% umumnya < 1 % Kegagalan kontap-pria umumnya disebabkan oleh: Senggama yang tidak terlindung sebelum semen/ ejakulat bebas sama sekali dari spermatozoa. Rekanalisasi spontan dari vas deferens Pemotongan dan oklusi struktur jaringan lain selama operasi Jarang : duplikasi congenital dari vas deferens.

Prosedur Pasca Tindakan Kontap


Pasien yang telah kontap dianjurkan untuk melakukan kunjungan ulang. Waktu kunjungan ulang pertama dilaksanakan pada minggu pertama sampai kedua pasca operasi. Waktu kunjungan ulang berikutnya yaitu 1 bulan sampai 3 bulan pasca operasi dan selanjutnya 6 bulan sampai 12 bulan pasca operasi

PENUTUP

KESIMPULAN

Kontrasepsi dapat dibagi Dari jangka waktunya: Metode menurut metodenya : metode kontrasepsi jangka panjang sederhana dan metode modern dan Non metode kontrasepsi jangka panjang Kontrasepsi sederhana: kontrasepsi dengan alat/obat Jika dilihat dari efektifitasnya, dan kontrasepsi tanpa alat/obat kontrasepsi yang paling efektif bagi wanita adalah Kontrasepsi Mantap (MOW) dan yang Kontrasepsi modern paling rendah efektifitasnya kontrasepsi permanen dan adalah Pil KB. Kontrasepsi kontrasepsi non permanen yang paling efektif bagi pria adalah Kontrasepsi Mantap (MOP).

SARAN
sebaiknya pasien diberi penjelasan keuntungan dan kerugian alat kontrasepsi memperkecil kemungkinan terjadinya kehamilan & mengurangi efek samping
Dilakukan penelitian tentang keamana dan faktor seksualitas sebelum suatu metode kontrasepsi dipasarkan dan dianggap sebagai pilihan Untuk peningkatan dan perluasan pelayanan diterima, aman, dan efektif serta dapat dipakai pada berbagai tahapn reproduksi

Metode kontrasepsi diterima : seksual maupun sosial