Anda di halaman 1dari 15

AKTUATOR HIDROLIK

1. Pengertian Hidrolik
Dalam sistem hidrolik fluida cair berfungsi sebagai penerus gaya. Minyak mineral adalah jenis fluida cair yang umum dipakai. Pada prinsipnya mekanika fluida dibagi menjadi 2 bagian yaitu: Hidrostatik : yaitu mekanika fluida dalam keadaan diam disebut juga teoripersamaan kondisi dalam fluida diam. Hidrodinamik :yaitu mekanika fluida yang bergerak, disebut juga teori aliran fluida yang mengalir.

2. Komponen Hidrolik
Adapun komponen utama sistim hydrolik, antara lain: 1. Pompa Hidrolik Pompa hydrolik berfungsi untuk mengisap fluida oli hidrolik yang akan disirkulasikan dalam sistim hidrolik. Adapun jenis-jenis pompa hidrolik, antara lain: - Pompa Roda Gigi - Pompa Torak Radial - Pompa Sirip Burung - Pompa Sekrup - Pompa Torak Aksial

2. Aktuator Hidrolik Seperti halnya pada sistim fneumatik, aktuator hidrolik dapat berupa silinder hidrolik, maupun motor hidrolik. Silinder hidrolik bergerak secara translasi sedangkan motor hidrolik bergerak secara rotasi. Silinder Hidrolik Penggerak Ganda Silinder hidrolik penggerak ganda akan melakukan gerakan maju dan mundur akibat adanya aliran fluida/oli hidrolik yang dimasukkan pada sisi kiri (maju) dan sisi kanan (mundur) seperti yang terlihat pada gambar

3. Pengendalian Hidrolik

Klasifikasi Pengendalian Hidrolik Sistim hidrolik terdiri dari beberapa bagian, antara lain, bagian tenaga (power pack) bagian sinyal, pemroses sinyal, dan pengendalian sinyal. Bagian tenaga terdiri dari pompa hidrolik, katup pengatur tekanan, dan katup satu arah.

Katup Pengatur Tekanan Katup pengatur tekanan terdapat beberapa model, antara lain: a) Katup pembatas tekanan.

Cairan Hidrolik
Adapun fungsi/tugas cairan hidrolik: pada sistem hidrolik antara lain: Sebagai penerus tekanan atau penerus daya. Sebagai pelumas untuk bagian-bagian yang bergerak. Sebagai pendingin komponen yang bergesekan. Sebagai bantalan dari terjadinya hentakan tekanan pada akhir langkah. Pencegah korosi. Penghanyut bram/chip yaitu partikel-partikel kecil yang mengelupas dari komponen. Sebagai pengirim isyarat (signal)

Syarat Cairan Hidrolik Kekentalan (Viskositas) yang cukup. Indeks Viskositas yang baik Tahan api (tidak mudah terbakar) Tidak berbusa (Foaming) Tahan dingin Tahan korosi dan tahan aus Demulsibility (Water separable) Minimal compressibility

Pengetesan Efisiensi Pompa Hidrolik Penghasilan pompa (misal pompa roda gigi) secara teoritis dapat dihitung dengan rumus :

Q = penghasilan pompa teoritis (liter/min.) n = putaran pompa (r.p.m) V = volume cairan yang dipindahkan tiap putaran (cm)

Penghasilan pompa tergantung pada besar tekanan kerja sistem hidrolik. Semakin besar tekanan penghasilan pompa (Q) akan semakin berkurang.

Unit Pengatur (Control Element)


Cara-cara pengaturan/pengendalian di dalam sistem hidrolik. Susunan urutannya dapat kita jelaskan sebagai berikut : Isyarat (Sinyal) masukan atau input element yang mendapat energi langsung dari pembangkit aliran fluida (pompa hidrolik) yang kemudian diteruskan ke pemroses sinyal.
-

Isyarat Pemroses atau processing element yang memproses sinyal masukan secara logic untuk diteruskan ke final control element. Sinyal pengendali akhir (final control element) akan mengarahkan output yaitu arah gerakan aktuator (working element) dan ini merupakan hasil akhir dari sitem hidrolik.

SELESAI