Anda di halaman 1dari 35

Fraktur : hilangnya kontinuitas tulang, tulang rawan sendi, tulang rawan epifisis, bersifat total maupun parsial.

Kulit di atasnya utuh fraktur tertutup kulit / salah 1 rongga tubuh di atasnya tertembus tulang fraktur terbuka kontaminasi dan infeksi.

Gejala klasik fraktur : riwayat trauma, nyeri, bengkak di bag tulang yg patah, deformitas (angulasi, rotasi, diskrepansi), nyeri tekan, krepitasi, g3 fg muskuloskeletal akibat nyeri, putusnya kontinuitas tulang, g3 neurovaskuler. Gejala klasik (+) diagnosa fraktur dapat ditegakkan.

Fraktur Condilus Femur : patah tulang, disebabkan cedera langsung atau jatuh dari ketinggian tibia terdorong ke fosa interkondilus Satu/kedua kondilus femur mengalami fraktur. Reduksi tertutup sering berhasil. Reduksi terbuka diindikasikan jika metode tertutup gagal.

Dapat terjadi pada orang dewasa semua umur yang mengalami cedera cukup hebat. Sering pada manula osteoporotik. Lebih jarang dibandingkan dgn fraktur batang femur.

Penyebab lazim : benturan langsung. Garis fraktur tepat di atas kondilus, dapat meluas diantara kondilus. Bila fragmen bag bawah utuh, tarikan gastroknemius dapat mengekstensikannya bahaya a. popliteus.

Lutut bengkak, deformitas (+); gerakan terlalu nyeri bila dicoba. Nadi tibialis harus selalu dipalpasi.

Traksi skelet dlm posisi fleksi 900 4-6 minggu ganti gips-penyangga, pasien boleh bangun dan menggunakan kruk. Reduksi tertutup gagal reduksi terbuka dan fiksasi internal. Penahanan beban yang tak terlindungi tidak diperbolehkan sebelum fraktur berkonsolidasi (12 minggu).

Dini :
Kerusakan kulit. Kerusakan arteri bahaya gangren.

Belakangan :
Kekakuan lutut, diperlukan latihan yg lama,

gerakan penuh jarang didapatkan kembali. Non-union dapat disertai kekakuan lutut dan mungkin diakibatkan gerakan lutut yang dipaksakan terlalu awal.

Pada anak-anak / remaja, epifisis femur bag bawah dapat bergeser ke satu sisi (biasanya ke lateral) karena daya angulasi saat lutut lurus atau ke depan karena suatu cedera hiperekstensi. Meskipun tidak sesering fraktur fisis pada siku atau pergelangan kaki, cedera ini penting karena berpotensi menyebabkan pertumbuhan abnormal dan deformitas lutut.

Gambaran Klinik Lutut bengkak, mungkin mengalami deformitas. Nadi kaki harus dipalpasi karena bila ada pergeseran ke depan pada epifisis, arteri popliteus dapat terhalang oleh femur bagian bawah. Terapi Fraktur biasanya dapat direduksi secara manual dengan sempurna, tetapi pemeriksaan lebih lanjut dengan sinar-X diperlukan dalam beberapa minggu berikutnya untuk memastikan bahwa reduksi tetap dipertahankan. Jika terdapat kecenderungan pergeseran ulang, fragmen dapat distabilkan dengan kawat Kirschner perkutan atau pen Steinmann. Tungkai diimobilisasi dalam gips dan pasien boleh menggunakan kruk. Gips dapat diganti dengan bebat posterior setelah 4 minggu.

Dini :
Bahaya gangren kecuali cedera

hiperekstensi direduksi tanpa penundaan.

Belakangan :
Kerusakan fisis dan deformitas yang tersisa

dapat memerlukan osteotomi korektif di akhir masa pertumbuhan. Pemendekan jika tampak jelas dapat diterapi dengan pemanjangan femur.

Jarang Terjadi akibat jatuh dengan lutut dalam keadaan fleksi dari ketinggian. Permukaan belakang patela yang berbentuk baji melesak ke dalam sendi lutut dan mengganjal diantara kedua kondilus yang retak. Pada bagian proksimal, kemungkinan terdapat komponen melintang sehingga didapati garis fraktur berbentuk seperti huruf T atau Y. secara klinis, sendi lutut bengkak akibat hemartrosis dan biasanya disertai goresan atau memar pada bagian depan lutut yang menunjukkan adanya trauma. Patella juga dapat mengalami fraktur.

Ditegakkan atas dasar anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yaitu radiologis. Pada anak biasanya diperoleh dengan alloanamnesis dimana ditemukan adanya riwayat trauma dan gejala-gejala seperti nyeri, pembengkakan, perubahan bentuk dan gangguan gerak. Pada pasien dengan riwayat trauma yang perlu ditanyakan adalah waktu terjadinya, cara terjadinya, posisi penderita dan lokasi trauma. Bila tidak ada riwayat trauma berarti merupakan fraktur patologis.

Fraktur condilur femur : fraktur femur bagian distal dimana satu kondilus femur dapat mengalami fraktur secara oblik dan bergeser ke atas, atau kedua kondilus dapat pecah terbelah sehingga garis fraktur berbentuk T atau Y. Relatif jarang dan biasanya akibat jatuh dengan lutut dalam keadaan fleksi dari ketinggian.

Bisa bersifat unicondiler maupun bicondiler dimana gambaran kliniknya didapatkan lutut bengkak, mungkin mengalami deformitas. Terdapat rasa nyeri dan ditemukan hemartrosis. Lutut terlalu nyeri untuk digerakkan, tetapi kaki harus diperiksa untuk menyingkirkan kerusakan saraf. Reduksi tertutup sering berhasil. Reduksi terbuka diindikasikan kalau metode tertutup gagal. Metode pilihan utama pada pasien muda dan sehat, yang ingin bangun dan bergerak secepat mungkin. Komplikasinya antara lain infeksi, avaskular nekrosis, pemendekan ekstremitas, kelemahan ligamentum collateral lateral dan cruciate anterior, serta kekakuan sendi lutut.