Anda di halaman 1dari 25

LOADING

MSG

Oleh : Yuda Ovanda Erwin Doyosi Prasetyo Dwi Putra Gemilang Yooka Putra Fadly Adriano

APA ITU MSG ??


MSG adalah monosodium glutamat berbentuk kristal putih yang biasa dipakai sebagai penyedap rasa pada masakan/makanan

Monosodium Glutamat (MSG) mulai terkenal tahun 1960-an Awalnya asam glutamat diproduksi melalui ekstraksi dari bahan alamiah. Tahun 1956 mulai ditemukan cara produksi L-glutamic acid melalui fermentasi L-glutamic acid inilah inti dari MSG, yang berbentuk butiran putih mirip garam Bila MSG ditambahkan ke dalam makanan, akan terbentuk asam glutamat bebas yang ditangkap oleh reseptor khusus di otak dan mempresentasikan rasa dasar dalam makanan itu menjadi jauh lebih lezat dan gurih. Sejak tahun 1963, Jepang bersama Korea mempelopori produksi masal MSG yang kemudian berkembang ke seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia

Manfaat Monosodium Glutamat (MSG)


Sebagai penguat cita rasa Menghilangkan rasa tidak enak yang terdapat pada bahan makanan tertentu MSG selain sebagai penguat cita rasa, bila dimakan, dalam tubuh manusia mudah bersenyawa dengan asam amino lainnya dan akan membentuk protein.

Pada Proses Pembuatan Monosodium Glutamat (MSG) bahan-bahan yang biasanya digunakan antara lain : Molases (tetes gula tebu) Bakteri (Brevibacterium Lactofermentum atau Corynebacterium glutamicum) Soda (Sodium Carbonate) Medium padat Bactosoytone

Di dalam industri pabrik asam glutamat dalam proses pembuatanya dapat dengan tiga cara atau tiga proses, yaitu : Proses hidrolisis Proses sintesis Proses fermentasi

Proses Pembuatan MSG secara umum


MSG dibuat melalui proses fermentasi dari tetes-gula (molases) oleh bakteri (pada umumnya bakteri yang digunakan Brevibacterium lactofermentum) pertama-tama akan dihasilkan Asam Glutamat hasil dari fermentasi molases Asam Glutamat yang terjadi dari proses fermentasi, kemudian ditambah soda (Sodium Carbonate), sehingga akan terbentuk Monosodium Glutamat (MSG) MSG yang terbentuk, kemudian dimurnikan dan dikristalisasi, sehingga merupakan serbuk kristal-murni, yang siap di jual di pasar

Bakteri
Corynebacterium glutamicum atau memiliki nama lain Brevibacterium lactofermentum merupakan salah satu bakteri yang memiliki manfaat cukup baik bagi manusia. Corynebacterium glutamicum adalah bakteri tanah Grampositif yang tidak bergerak. Secara fisik berbentuk batang dengan ujung membengkak dalam bentuk serupa dengan klub. Tidak menghasilkan spora. Mengandung katalase dan menggunakan metabolisme fermentasi untuk memecah karbohidrat. Pertama kali ditemukan di Jepang pada 1950-an, dan telah penting di bidang bioteknologi.

Bakteri Corynebacterium glutamicum

Klasifikasi
Kingdom Phylum Orde Sub orde Family Genus Spesies : Bacteria : Actinobacteria : Actinomycetales : Corynebacterineae : Corynebacteriaceae : Corynebacterium : Glutamicum

Lehmann & Neumann 1896

Struktur Genom
Glutamicum C. memiliki kromosom melingkar dan plasmid, terdiri dari 3.314.179 nukleotida. Genom ini diambil dari glutamicum galur wild type C. ATCC 13032. Glutamicum C. juga memiliki satu plasmid melingkar, pCGR1, yang memiliki 49.120 nukleotida.

Persiapan bahan baku dan bahan pembantu Dalam pembuatan MSG digunakan bahan baku berupa tetes tebu sebagai sumber karbohidrat. Tetes tebu diolah terlebih dahulu untuk menghilangkan kandungan Ca dengan menambahkan H2SO4. Setelah itu tetes disterilisasi dengan menggunakan uap panas bersuhu maksimum 1200 C selama 10 hingga 20 menit dan siap difermentasi dalam tabung yang juga disterilisasi (Said, 1991).

Selain bahan baku utama juga terdapat bahan pembantu dalam pembuatan MSG. Bahan pembantu tersebut adalah amina (NH2), asam sulfat (H2SO4), HCl, NaOH, karbon aktif, beet molasses dan raw sugar

SEBELUM bakteri digunakan untuk proses fermentasi pembuatan MSG, maka terlebih dahulu bakteri tersebut harus diperbanyak (dalam istilah mikrobiologi: dibiakkan atau dikultur) dalam suatu media yang disebut Bactosoytone Setelah bakteri itu tumbuh dan berbiak, maka kemudian bakteri tersebut diambil untuk digunakan sebagai agenbiologik pada proses fermentasi membuat MSG Bactosoytone sebagai media pertumbuhan bakteri, dibuat tersendiri (oleh Difco Company di AS), dengan cara hidrolisisenzimatik dari protein kedelai (Soyprotein) Enzim yang dipakai pada proses hidrolisis ini yang disebut Porcine, dan enzim inilah yang diisolasi dari pankreas-babi enzim Porcine yang digunakan dalam proses pembuatan media Bactosoytone, hanya berfungsi sebagai katalis

Pemisahan enzim Porcine dari Bactosoytone dilakukan dengan cara pemanasan 160oF selama sekurangkurangnya 5 jam, kemudian dilakukan filtrasi, untuk memisahkan enzim Porcine dari produk Bactosoytonenya. Filtrat yang sudah bersih ini kemudian diuapkan, dan Bactosoytone yang terjadi diambil Setelah bakteri tersebut ditumbuhkan pada Media bactosoytone, kemudian dipindahkan ke Media Cair Starter Media cair starter sama sekali tidak mengandung bactosoytone. Pada Media Cair Starter ini bakteri berbiak dan tumbuh secara cepat bakteri yang telah berbiak dimasukkan ke Media Cair Produksi, dimana bakteri ini mulai memproduksi asam glutamat; yang kemudian diubah menjadi MSG bakteri penghasil MSG adalah Brevibacterium lactofermentum atau Corynebacterium glutamicum.

Fermentasi
Fermentasi adalah suatu reaksi oksidasi reduksi di dalam sistem biologi yang menghasilkan energi. Fermentasi menggunakan senyawa organik yang biasanya digunakan adalah karbohidrat dalam bentuk glukosa. Senyawa tersebut akan diubah oleh reaksi reduksi dengan katalis enzim menjadi bentuk lain. Fermentasi dapat terjadi karena adanya aktifitas mikroba penyebab fermentasi pada substrat organik yang sesuai. (Winarno, 1990).

Biarkan kultur yang telah diinokulasi dimasukkan kedalam tabung berisi medium prastarter dan diinkubasi selama 16 jam pada suhu 310C. Selanjutnya biarkan prastarter diinokulasi kedalam tangki starter Penurunan pH akibat terbentuknya asam pada proses pembentukan prastarter tidak diinginkan karena akan menghambat pola pertumbuhan. Penambahan garam (CaCO3) sebanyak 3 % kedalam tebu prastarter berguna untuk mencegah agar pH tidak rendah dari 7.

Didalam tangki pembibitan penggunaan CaCO3 tidaklah mungkin karena akan menyebabkan efek samping berupa kerak dan endapan serta akan mengurangi efek pertumbuhan mikroba. Penambahan urea ke dalam tangki pembibitan akan mengurangi pH dan dapat menggantikan fungsi CaCO3. Nilai pH tertinggi yang terjadi akibat peruraian urea diharapkan tidak lebih dari 7,4 sedangkan pH terendah tidak kurang dari 6,8. Hasil dari fermentasi adalah asam glutamat dalam bentuk cair yang masih tercampur dengan sisa fermentasi (Said, 1991).

Biasanya sebelum fermentasi dilakukan seeding sebagai berikut :


Tangki seeding ini mirip tangki fermentor tapi lebih kecil volumenya. Di tangki ini bakteri tersebut dibiarkan berkembangbiak dengan baik, dilengkapi dengan penganduk, alat pendingin, pemasukan udara dan lain-lain. Setelah dari tangki seeding, bakteri tersebut dipindahkan ke tangki bioreaktor. Di tangki ini mulailah proses fermentasi yang sebenarnya berjalan. Pengawasan proses merupakan pekerjaan yang sangat penting. Pengaturan pH dengan pemberian NH3, pemberian udara, jumlah gula, dan jumlah bakteri harus selalu diamati.

Kristalisasi dan Netralisasi


Kristalisasi merupakan metode yang terpenting dalam purifikasi senyawa-senyawa yang mempunyai berat molekul rendah (Mc Cabe, et al. 1994). Kristal murni asam glutamat yang berasal dari proses pemurnian asam glutamat digunakan sebagai dasar pembuatan MSG. Asam glutamat yang dipakai harus mempunyai kemurnian lebih dari 99 % sehingga bisa didapatkan MSG yang berkualitas baik.

Kristal murni asam glutamat dilarutkan dalam air sambil dinetralkan dengan NaOH atau dengan Na2CO3 pada pH 6,6-7,0 yang kemudian berubah menjadi MSG. Pada keadaan asam glutamat akan bereaksi dengan Na dan membentuk larutan MSG. Larutan ini mempunyai derajat kekentalan 26 -280Be. Pada suhu 300C dengan konsentrasi MSG sebesar 55 gram/larutan (Winarno, 1990).

Pengeringan
Kristal MSG yang dihasilkan dari proses kristalisasi dipisahkan dengan metode sentrifugasi dari cairannya. Filtrat hasil penyaringan dikembalikan pada proses pemurnian dan kristal MSG yang dihasilkan setelah disaring kemudian dikeringkan dengan udara panas dalam lorong pengeringan, setelah itu diayak dengan ayakan bertingkat sehingga diperoleh 3 ukuran yaitu LLC (Long Large Crystal), LC (Long Crystal), dan RC (Regular Crystal), sedangkan FC (Fine Crystal) yang merupakan kristal kecil dikembalikan ke dalam proses sebagai umpan. Hasil MSG yang telah diayak dalam bentuk kering kemudian dikemas dan disimpan.

TERIMA KASIH DAN SEMOGA ANDA MEMAHAMI YANG KAMI JELASKAN!!!